
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Nis kamu tahu siapa ayah nya santi ?" Tanya abimana saat sedang duduk bersebelahan dengan anisa.
Tamu undangan sudah banyak yang pulang, keluarga dari pengantin pria juga sudah pulang setengah jam yang lalu. Jadi pesta juga sudah selesai, sebenarnya abimana sudah mau pulang tapi dilarang oleh orang tuanya dengan alasan tidak enak dengan keluarga rendra.
" Tahu, supirnya pak Anton " Jawab anisa pasti.
" Jadi kamu sudah tahu ? Kenapa kamu tidak mau melawan si santi,berarti selama ini dia kan berbohong? Hanya pura - pura kaya saja, sombong " Ucap Abimana yang memang tidak suka dengan santi.
" Belum saat nya kak, tunggu saja sebentar lagi mbak santi dan keluarga mas rendra akan tahu siapa aku yang sebenarnya. " Ucap anisa tersenyum jahil.
Abiman hanya mengangguk , dia tahu adiknya masih ingin bermain - main dengan orang -'orang aneh itu. Sebrnarya abimana kasihan dengan anisa karena keluarga suaminya sama sekali tidak menghargainya.
" Nis, mas sama mbak serena pulang duluan ya ? Sepertinya aska sudah kecapean main dan mengantuk , nanti malam mas kerumah mu ". Ucap abimana.
" Iya kak , ibu sama bapak nanti pulang sama aluna saja " Ucap anisa.
" Iya, yuk temani mas dan mbak mu pamit sama mertua mu " Ajak abimana.
Anisa dan abimana serta serena menuju pengantin yang sedang berbincang - bincang dengan ibunya santi dan erika, sepertinya wanita tua itu sedang mengenalkan erika kepada ibunya santi. Dengan malas abimana berpamitan tidak lupa abimana memberikan amplop kepada ibu ratri.
" Kami pamit duluan ya bu, semoga bahagia selalu. Ini ada sedikit rezeki sebagai hadiah pernikahan ibu " Ucap abimana memasang wajah ramah dan senyum manis.
Melihat abimana memberikan amplop membuat mata ibu ratri berbinar. Tadi dia memasang wajah judes seketika langsung memasang wajah cerah dan tersenyum ramah. Dasar mata duitan.
" Iya terimakasih sudah mau datang kemari " Ucap ibu ratri menyambut tangan abimana dan serena dengan gembira. Siapa juga yang tidak senang jika diberikan amplop meskipun belum tahu berapa isinya yang penting amplop sudah di terima.
Abimana dan serena pulang lebih dulu, kedua orang tuanya akan pulang dengan anisa karena mereka memang menginap dirumah anisa.
" Berapa sih bu isi amplop nya ? Kok aku penasaran banget, paling juga 50 ribu atau 100 ribu saja. Tapi sok banget, lihat noh gayanya pakai baju bagus dan mewah tapi pekerjaan hanya kuli bangunan. " Seru santi .
" Nanti kita buka, lagi pula ini dikasih nama ko. Jadi tidak akan tertukar sama yang laiinya " Ucap ibu ratri.
__ADS_1
Kini giliran kedua orang tua anisa dan anisa yang berpamitan pulang. Ibu ratri hanya memasang wajah malas, karena menurutnya orang tua anisa tidak memberikan apa- apa jadi untuk apa dia beramah tamah. Bahkan anisa sebagai menantu saja tidak memberikan apa - apa.
" Kalau mau pulang , pulang saja. Kalian pasti sudah makan dengan kenyang kan ? " Tanya ibu ratri dengan sinis.
" Ibu jaga sikap, kalau tidak mau menjaga sikap jangan harap rendra mau memberi ibu uang " Seru rendra berbisik di telinga ibu nya.
Seketika ibu ratri langsung menampakkan senyum nya meskipun dipaksakan. Dia benar- benar takut jika rendra tidak memberinya uang. Apalagi rendra baru memberinya 18 juta, kurang 7 juta lagi. Catering makanan nya pun belum di bayar lunas .
" Iya kami sudah makan dan alhamdulillah sudah kenyang. Semoga bahagia selalu ya bu, maaf kami tidak bisa memberi ibu apa- apa tahu sendiri kami hanya orang kampung. Tapi ini ada hadiah kecil untuk ibu semoga ibu menyukainya " Ucap ibunya anisa sambil memberikan kado kecil kepada besannya.
" Wahh... Ini apa isinya bu? " Tanya ibu ratri dengan mata berbinar. Dasar matre!!
" Ibu buka saja semoga ibu suka " Ucap ibunya anisa dengan ramah.
Dengan rasa penasaran yang membuncah ibu ratri langsung membuka kado pemberian dari orang tua anisa. Santi, erika dan ibunya santi pun ikut penasaran. Mereka bertiga mendekat untuk melihat lebih dekat kado yang diberikan oleh orang tua anisa.
" Cincin !" Seru ibu ratri dan diikuti semuanya.
" Iya semoga ibu ratri suka dengan hadiah dari orang kampung ini. " Ucap ibunya anisa menekan kata - kata kampung di akhir kalimatnya.
" Suka bu sangat suka. Tapi ini asli emas kan bu ?" Tanya ibu ratri.
* Sial !! Kenapa orang tua anisa bisa memberikan hadiah berupa cincin emas seberat 5 gram ? Sedangkan ibuku hanya uang , itupun yanya 500 ribu. Kalau begini ibu ratri pasti akan memandang sinis kepada ibu ku * Gumam santi dalam batiinya.
" Ini siapa bu ?" Tanya ibunya anisa saat melihat kearah anisa.
" Emm... Ini temannya rendra lebih tepatnya mantan pacar rendra. Dia bekerja di bank besar dekat pasar induk sana, gajinya juga besar. Dia cantik, pintat dan yang pasti dia anak orang kaya jadi dia sepadan dengan rendra " Jawab ibu ratri lancar tanpa ada hambatan.
" Maksudnya bagaimana ya bu?" Tanya ibunya anisa tidak paham arah pembicaraan besannya.
" Ohh... Tidak bu. Tidak apa-apa " Ucap ibu ratri terbata - bata.
Dia baru menyadari jika ucapannya tadi tidak bisa di rem alias keceplosan. Sudah di beri cincin emas sampai lupa diri , bisa - bisa emas nya ditarik lagi baru tahu rasa kamu.
Acara selesai kini tinggal ada santi, ibu ratri dan suaminya namun suaninya beristirahat di kamar. Tinggal santi dan ibu ratri yang sedang membuka amplop dari para tetangga. Rata - rata amplop berisi 50 ribu, namun ada 2 amplop yang belum dibuka dari abimana dan orang tua santi.
" Ini dari abi kakaknya anisa, isinya sih lumayan tebal San. Kira - kira berapa ya San ?" Seru ibu ratri.
" Mungkin juga uang lima ribuan bu jadi terlihat banyak daripada penasaran kita buka saja bu " Ucap santi.
__ADS_1
Ibu ratri mengangguk lalu membuka amplo dari abimana, mata santi dan ibu ratri hampir saja keluar dari kelopaknya melihat isi amplop dari abimana. Uang lembaran merah sebanyak 20 lembar tersusun rapi dalam amplop.
" Ini 2 juta San ? Ibu tidak menyangka kakaknya anisa memberi amplop isinya sebanyak ini. Dari sekian amplop hanya ini yang membuat ibu terkejut. " Ucap ibu ratri senang.
" Uang asli apa palsu bu ? Jangan - jangan uang palsu yang dia berikan. Lagipula seorang kuli bangunan dapat uang darimana sih bu, atau kalau ini asli jangan - jangan uang hasil mencuri. " Ucap santi tidak senang.
" Husst... Jangan bicara seperti itu. Mau darimana dia dapat uang ibu tidak masalah yang penting duit ini sekarang ada di tangan ibu. Bisa buat tambah - tambah beli perhiasan " Ucap ibu ratri sambil mengipas - ngipaskan uang lembaran merah kewajahnya.
* Kenapa kakaknya anisa bisa memberi uang sebanyak ini sih ? Terus tadi ibunya anisa memberi hadiah cincin, terus dari ibu ku berapa ya ? Mudah - mudahan lebih dari mereka. * Gumam santi dalam batinnya.
Tanpa santi lihat ibu ratri membuka amplop pemberian dari Lina, Ibunya santi.
" Haahhh... 300 ribu ? Ibu kamu memberikan ibu cuma 300 ribu san ? Kenapa cuma segini ? Orang tua kamu kan orang kaya ?" Ucap ibu ratri sambil menunjukan uang 300 ribu dalam amplop.
Santi hanya nyengir kuda sambil garuk - garuk kepalanya yang tidak gatal. Sepertinya dia malu dan bingung mau beralasan apa kepada ibu mertuanya itu , santi sendiri juga tidak memberikan apa - apa untuk hadiah pernikahan ibu mertuanya.
**********
Saat semua nya sedang beristirahat, diam - diam santi datang kerumah ibu mertuanya. Memang sudah biasa bagi santi keluar masuk kerumah mertuanya, namun kali ini santi punya niat yang tidak baik. Dilihatnya ibu mertua dan suaminya sedang terlelap di atas kasur, dengan pelan santi masuk kekamar ibu mertuanya.
" Dimana ibu menyimpan cincin dari orang tua anisa tadi ya " Gumam santi pelan.
Santi berniat untuk mengambil cincin pemberian dari orang tua anisa. Dia membuka laci satu persatu dan akhirnya menemukan apa yang dia cari. Dengan cepat dia mengambil cincin itu dan menukarnya dengan emas palsu.
" Nah kalau beginikan bagus, cincin ini lebih cocok di jari ku daripada di jari ibu. Hemm.. Aku harus segera keluar dari kamar ini sebelum ibu dan suaminya mengetahui aku ada di kamarnya. " Ucap santi.
Pelan - pelan santi keluar dari kamar ibu mertuanya dan langsung pulang kerumahnya sendiri.
" Kena kamu mbak santi, lihat saja setelah ini kamu pasti akan malu semalu - malunya. Dasar wanita licik " Ucap bagas tersenyum sinis.
Tanpa sepengetahuan santi , saat santi masuk kerumah secara mengendap bagas yang ada di dapur merasa curiga sehingga dia mengintip pergerakan santi dari balik dinding dapur. Saat santi masuk kekamar ibu ratri bagas pun mendekat dan mengarahkan kamera ponselnya kearah santi.
* Jangan senang dulu kamu mbak * Gumam bagas serius.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK.
KLIK LIKE, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏