Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Erika pergi


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Mau kemana kamu Erika ?" Tanya ibu ratri saat melihat erika menyeret kopernya seperti akan pergi dari rumahnya.


Wajah erika terlihat sembab , bisa jadi wanita itu habis menangis semalaman. Semenjak ada nadin dirumah ini, erika jarang sekali disentuh oleh Rendra. Jikapun menyentuhnya rendra akan memperlakukannya dengan sangat kasar dan tentunya menyakiti tubuh erika. Bahkan saat erika mengeluhkan perutnya sakit , rendra tidak perduli dan tetap saja melancarkan aksinya. Tak ubahnya erika seperti wanita murahan.


" Aku mau pergi dari sini bu, lagipula aku disini juga sudah tidak dibutuhkan lagi. Ibukan sudah punya menantu baru yang kaya dan cantik. Erika juga sudah tidak sanggup lagi tinggal seatap dengan mas rendra. Dia bagaikan monster yang kapan saja bisa menyakiti erika. " Ucap erika dengan tegas.


" Erika, kamu tidak boleh pergi dari sini karena kamu sedang hamil anak rendra. Anak itu cucuku dan calon pewaris rendra, jika kamu ingin pergi dan minta pisah tunggu sampai anak itu lahir baru kamu boleh pergi " Larang ibu ratri tidak rela cucunya dibawa pergi oleh erika.


Erika tersenyum sinis kearah mertuanya, ternyata mertuanya belum tahu jika anak yang dikandungnya bukan darah daging rendra. Dan hal ini membuat erika semakin bertanya - tanya , ada apa dengan rendra ? Sampai dia belum memberitahu ibunya jika anak dalam kandungannya bukan anaknya.


* Apa jangan - jangan mas rendra mandul ? Bukannya selama ini ibu yang mengatakan anisa mandul. Hemm....ini bukan urusanku lagi yang penting saat ini aku harus segera pergi dari rumah ini sebelum fisik dan batinku semakin tersiksa. Mas rendra terlalu dendam kepadaku, dia selalu menyalahkanku jika akulah yang salah atas perceraiannya dengan anisa * Gumam erika dalam batinnya.


" Aku tidak akan menyerahkan anak ini kepada kalian, karena anak ini anakku ! Asal ibu tahu, jika selama ini aku selalu tersiksa batin dan fisik bu. Mas rendra selalu menyakitiku bahkan saat dia menggauliku pun dengan kasar tak jarang dia menampar dan memukulku. Apa ibu tahu kenapa dia seperti itu ? Karena dia menyalahkan aku dan dendam kepadaku, dia beranggapan jika aku penyeban perceraiannya dengan anisa padahal itu semuq juga campur tangan ibu!" Bentak erika dengan lantang.


Erika melanjutkan langkah kakinya menuju pintu utama dengan menyeret koper. Usia ka dungan anisa kini sudah 8 bulan, sebulan lagi dia akan melahirkan. Ibu ratri berteriak memanggil rendra agar rendra bisa keluar kamar dan menghentikan kepergian erika.


" Erika jangan pergi ! Rendra... Rendra cepat keluar rendra !! " Ucap ibu ratri berteriak.


Mendengar namanya dipanggil dengan cukup keras , rendra dan nadinpun menghentikan aktifitas pagi harinya dan segera memakai pakaiannya dengan sembarang lalu keluar kamar.


" Ada apa sih bu ganggu saja !" Bentak nadin ketua. Dia tidak suka aktifitasnya dengan rendra terganggu hanya karena hal konyol yang diperbuat oleh ibu ratri.


Ibu ratri tidak menghiraukan ocehan nadin , dia mendekati rendra dan segera menarik rendra menuju halaman rumah dimana disana erika sedang memasukan kopernya kemobil.


" Erika mau pergi, cepat cegah dia. Ibu tidak mau dia pergi membawa cucu ibu, cucu ibu itu calon pewaris mu ndra . Cepat cegah erika !" Bentak ibu ratri.

__ADS_1


Rendra langsung berlari mendekati erika yang sudah selesai memasukan koper. Dengan cepat rendra mencengkram dan menarik tangan erika sampai erika kesakitan. Erika mencoba melepaskan tangannya namun semakin dia berontak semakin kuat rendra mencengkram tangannya.


" Lepaskan b@n9s@t !! Aku jijik dengan tangan kotor mu ini !!" Bentak erika dengan lantang sampai suaranya terdengar oleh beberapa tetangga yang melintas. Merekapun berkerumun melihat apa yang terjadi disana.


Nadin dan ibu ratri juga mendekati erika dab rendra yang sedang berdebat. Mata ibu ratri menatap kearah ibu - ibu , sudah pasti saat ini dia merasa malu karena keributan erika dan rendra sudah menjadi tontonan tetangga.


" Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini,karena kamu itu istriku dan saat ini kamu sedang hamil. " Seru rendra penuh penekanan.


" Apa perduli kamu ? Aku memang istri kamu tapi istri yang tidak pernah kamu nafkahi. Bahkan kamu memperlakukanku hanya debagai wanita pemuas nafsumu saja. Aku tidak tahan lagi hidup dengan manusia berhati monster seperti mu. Dan soal anak ini kamu kan sudah tahu jika ini bukan anak kamu, jadi kenapa kamu mempertahankan soal anak ?" Ucap erika dengan tegas.


Mendengar pernyataan erika membuat ibu ratri syok dan bertanya - tanya sebenarnya apa yang terjadu antara erika dan rendra. Dan anak dalam kandungan erika kenapa erika menyebutnya bukan anak rendra, apa yang sebenarnya terjadi .


" Rendra ini sebenarnya ada apa ? Maksud erika apa ?" Tanya ibu ratri tidak paham dengan apa yang dikatakan erika.


" Sudahlah jujur saja sama ibumu jika anak ini memang bukan anakmu. Aku sudah tidak perduli jika ibumu berfikiran jelek tentang ku. Lagipula cucu pewaris ? Pewaris apa? Harta saja kalian tidak punya ?" Seru erika sinis sambil tertawa mengejek rendra dan ibu ratri.


* Sial ! Kenapa harus sekarang erika bicara seperti itu. Mana banyak para tetangga, pasti mereka akan berfikiran buruk juga terhadapku. * Gumam rendra dalam batinnya.


Saat semuanya terdiam erika mengambil kesempatan untuk masuk kedalam mobil namun rendra kembali mencengkram tangan erika dengan kuat sampai erika mengaduh kesakitan.


Rendra menarik erika dengan kasar lalu hendak membawa kedalam rumah. Erika tidak hilang ide gilanya, dia menjerit minta tolong kepada para tetangga sampai mereka semakin mendekat.


" Tolong, tolong saya. Mas rendra pasti akan menyakiti saya " Seru erika dengan suara paraunya karena dia menahan sakit dari cengkraman rendra.


" Rendra jangan kasar sama wanita, meskipun erika itu seorang pelakor tidak sepantasnya kamu perlakukan dia seperti itu. Dia itu istri kamu dan dia juga sedang hamil !" Teriak ibu aminah mencoba menolang erika. Sebagai sesama wanita tentunya ibu aminah bisa tahu apa yang saat ini dirasakan erika.


" Jangan ikut campur kamu bu, ini urusa ku dengan istriku !! Dia mau pergi dan membawa anak mu !" Bentak rendra dengan kesal.


Melihat perdebatan yang semakin tidak bisa dihindarkan lagi , membuat nadin ikut angkat bicara. Dia mencari jalan tengah agar rendra bisa melepaskan erika, nadin sendiri merasa iba melihat erika yang hampir setiap hari diperlakukan kasar oleh rendra.


" Sebenarnya anak siapa yang ada dalam kandungan mu ? Apa itu anak mas rendra atau anak pria lain ? " Tanya nadin sedikit tetapi tidak mengenakan didengar oleh orang lain.


" Ini bukan anak mas rendra,saat aku menikah dengan mas rendra aku sudah hamil 2 bulan. Jadi aku tidak akan menyerahkan anak ini, aku akan membawanya pergi dari sini. Aku akan menggugat cerai,aku sudah tidak sanggup hidup dirumah ini !!" Seru erika dengan tegas.

__ADS_1


" Mas, kamu bisa dengarkan jika anak itu bukan anak kamu. Jadi untuk apa kamu mempertahankan anak itu, jika kamu dan ibu menginginkan seorang anak dan cucu aku bisa memberikannya. Setelah aku fikir - fikir aku juga mau mempunyai keturunan,agar hidupku lebih sempurna lagi setelah menjadi seorang ibu. Tapi kamu juga harus giat bekerja " Ucap nadin denga serius.


Rendra tidak bisa berkata-kata lagi , bagaimana nadin bisa hamil sedangkan dirinya mandul. Apa jadinya jika nadin tahu rendra pria yang tidak sempurna. Bisa - bisa nadin mencampakkan rendra begitu saja kejalanan, apalagi rendra seorang pengangguran.


Sedangkan ibu ratri masih syok saat mendengar pernyataan erika. Ternyata anak yang dikandung erika bukan anak rendra, erika sudah membohonginya.


" Jadi kamu bohong ?" Tanya ibu ratri.


" Awalnya aku memang bohong. Tapi mas rendra sudah tahu dari 3 bulan yang lalu. Hemm... Dia menutupinya dari ibu? Atau jangan - jangan mas rendra sendiri yang mandul ?" Tanya erika dengan sinis.


" Jaga mulut mu ! Rendra itu lelaki sehat dan tidak mandul. Kamu memang wanita murahan, sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah ku." Ucap ibu ratri mengusir erika.


" Dengan senang hati bu " Ucap erika dengan sinis.


Rendra tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh erika , tanpa basa - basi rendra menampar dan memukul secara membabibuta . Sampai para tetangga mengancam rendra akan dipolisikan.


" Hentikan !! Jika kamu masih memukuli erika aku akan melaporkan kamu kepolisi. !!" Teriak ibu aminah dan diikuti oleh ibu-ibu yang lain.


" Ibu - ibu kalian jangan ikut campur. Erika ini sudah menipu kami , kalian dengar sendirikan dia sudah membohongi kami dengan mengatakan dia hamil anak rendra, padahal hamil sama pria lain. Dia pantas mendapatkan ini semua !" Ibu ratri membela rendra.


" Kami tidak perduli apapun masalahnya, rendra melalukan kekerasan di lingkungan kami tinggal jadi sebagai warga yang baik kami akan ikut campur karena ini sudah menyangkut kekerasan !" Ucap ibu aminah lagi.


Rendrapun dengan terpaksa melepaskan erika, erika lamgsung berlari kemobil agar tidak dihajar lagi oleh rendra. Sebelum pergi erika lebih dulu mengucapkan terimakasih kepada ibu-ibu karena sudah menolongnya , setelah itu erika pergi dengan mengendarai mobil.


" Bubar - bubar !!" Teriak ibu ratri mengusir perkumpulan ibu-ibu tukang gosip.


Sebenarnya sedari tadi anita juga ada didalam rumah, dia sengaja tidak keluar rumah karena malas berurusan dengan ibu mertuanya dan tetangganya yang rempong. Seban beberapa hari yang lalu pernah ada yang menanyakan tentang kedatangan pak iwan dirumahnya saat zainal tidak ada dirumah. Betuntung anita memberikan alasan yang masuk akal, dengan alasan meminta tolong memasangkan tabung Gas.


*******


RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK.


DAN JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMENTAR, FAVORITE SERTA BERIKAN VOTE NYA YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2