Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kebaikan Zainal


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Untuk apa kamu datang kesini ? Apa untuk menertawakanku !" Bentak ibu Ratri dengan ketus.


Saat ini Nadin datang kepenjara untuk bertemu dengan ibu Ratri. Nadin hanya ingin membuat ibu Ratri semakin kesal dan semakin marah. Nadin sengaja melakukan hal itu agar ibu Ratri tahu jika Nadinlah saat ini yang menang.


" Mana calon menantu baru mu siwanita murahan yang bernama Nira itu" Tanya Nadin senyum sinis kearah Ibu Ratri.


" Bukan urusan kamu. " Jawab ibu Ratri dengan kesal.


Pasalnya dia memang sedang kesal, sejak kemarin Nira dia hubungi belum juga datang menjenguknya. Sekarang mau menghubungi lagi ponselnya sudah ditahan polisi. Ibu Ratri tidak lagi berbuat apa - apa, satu - satunya orang yang dia harapkan bisa mengeluarkannya sampai sekarang tidak menampakkan batang hidungnya. Tinggal ketiga anaknya yang dia harapkan tetapi sepertinya mustahil.


Saat Nadin masih berkunjung tiba - tiba Zainal juga datang mengunjungi ibu Ratri. Jadi kini mereka bertiga duduk di tempat yang sama. Ibu Ratri sangat senang akhirnya anak pertamanya datang, yang dia yakini akan segera membebaskan dirinya.


" Zainal, kamu datang nak. Ibu dari kemarin menunggu kedatangan kamu. Cepat segera keluarkan ibu dari sini Zainal. Wanita iblis ini sudah memenjarakan ibu, dia menantu yang durhaka, Zainal." Seru ibu Ratri menunjuk kearah Nadin.


Nadin hanya melengos saja dengan mata melirik tajam kearah ibu Ratri. Zainal masih saja dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Kedatangannya bukan untuk membebaskan ibunya, tetapi hanya ingin melihav keadaan ibunya saja. Ternyata keadaan ibunya baik - baik saja, tidak seburuk yang Zainal fikirkan.


" Apa kamu datang untuk membebaskan ibu kamu Nal?" Tanya Nadin serius.


" Tidak !" Jawab Zainal singkat.


Jawaban Zainal berhasil membuat sang Ibu langsung melotot kearahnya. Senyum lebarnya seketika hilang saat mendengar jawaban singkat Zainal. Dia yang sedari tadi sudah sangat percaya diri jika Zainal akan membebaskannya tiba - tiba saja nyalinya patah begitu saja setelah mendengar kata yang diucapkan Zainal.


* Apa Zainal jangan - jangan juga tidak perduli dengan ku? Dia akan tetap membiarkan aku mendekam dipenjara ini.? * Gumam ibu Ratri dalam batinnya.

__ADS_1


Zainal tidak ada sedikitpun keinginan untuk membebaskan Ibunya. Justru dia akan membiarkan ibunya dipenjara sebagai pelajaran sang ibu untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.


" Terus kamu mau apa datang kesini kalau tidak membebaskan ibu ?" Tanya Ibu Ratri dengan lantang sampai petugas kepolisian yang berjaga mendekat , takut terjadi sesuatu.


" Zainal hanya ingin memastikan keadaan ibu saja. Zainal dan Bagas sudah sepakat tidak akan membebaskan ibu, mungkin dengan begini ibu bisa menyadari kesalahan - kesalahan ibu. Tapi tidak tahu dengan Rendra ? Mungki kalau dia mau membebaskan ibu, dia harus usaha sendiri." Ucap Zainal membuat ibu Ratri semakin tidak habis fikir dengan keputusan Zainal yang lebih memilih ibunya dipenjara.


" Waaoowww.... Keputusan sang sangat luar biasa Zainal. Oke deh,kalau begitu aku permisi ya. Semoga saja harimu disini sangat menyenangkan mantan ibu mertuaku." Seru Nadin lalu bangkit dan meninggalkan kantor polisi.


Kini tinggallah Zainal dan ibunya saja yang ada diruangan itu. Ibu Ratri terlihat emosi karena Zainal tidak mau membebaskannya. Dia beranggapan jika Zainal sudah termakan hasutan dari Santi, sehingga dia tidak perduli dengan ibu kandungnya sendiri.


" Pasti Santi yang sudah mempengaruhi kamu sehingga kamu jadi pembangkang seperti ini. Apa kelebihannya sih wanita miskin itu ? Kamu itu sudah terkena pelet dari Santi!." Teriak ibu Ratri dengan keras.


"Jangan bawa-bawa istriku Bu, dia tidak tahu apa-apa dengan masalah ini dan perubahan sikap Zainal. Bukannya memang ibu sendiri yang melakukan kesalahan sehingga Nadin melaporkan Ibu ke polisi. Jadi wajar dong kalau Zainal tidak mau membantu ibu untuk segera keluar dari penjara sebab Ibu memang terbukti bersalah. Orang yang bersalah itu harus dihukum bu." Seru Zainal dengan berani.


" Zainal dan Bagas sudah sepakat akan membiarkan Ibu tetap di sini. Selama Ibu di sini coba ibu renungi semua kesalahan-kesalahan ibu. Dan berperilaku baiklah selama di sini Bu, siapa tahu semua itu bisa meringankan hukuman ibu." Seru Zainal semakin membuat Ibu Ratri mengepalkan kedua tangannta.


" Menurut Zainal Nadin itu wanita yang baik, dia sampai nekat melaporkan ibu begini karena Ibu sudah keterlaluan. Tindakan Ibu sudah tidak bisa dimaafkan lagi karena sudah masuk ranah kriminal." Seru Zainal terus menasehati ibunya meskipun terlihat wajah kesal dari ibu Ratri.


* Sial gara - gara Santi Zainal tidak perduli begini. Bahkan dia secara terang - terangan tidak mau membebaskanku * Gumam Ibu Ratri dalam hatinya.


Sepulangnya dari kantor polisi, Zainal pulang kerumahnya terlebih dahulu untuk menemui Rendra. Zainal ingin tahu keputusan Rendra perkara ibunya yang tetap di penjara.


Setelah menempuh 1 jam perjalanan motor Rendra berhenti tepat di depan rumahnya sendiri. Setelah menyetandarkan motor, Zainal menuju rumah ibunya yang nampak sepi. Bahkan halaman rumah terlihat sangat kotor, daun jambu berguguran namun Rendra tidak mau membereskannya.


Tok Tok Tok


Zainal mengetuk pintu namun sampai 3 kali mengulang pintu tidak kunjung terbuka. Zainal hendak melangkah menjauh dari rumah ibunya namun tiba - tiba pintu terbuka dan terlihat Rendra keluar dengan wajah kusut seperti baru bangun tidur.


" Baru bangun tidur Ndra?" Tanya Zainal sambil memicingkan matanya.


" Heeemmm iya mas, aku mengantuk sekali. Semalam sampai subuh aku tidak bisa tidur. Oh iya masuk mas." Seru Rendra mempersilahkan Zainal untuk masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Zainal mengangguk lalu dia masuk dan duduk, Rendra kekamar mandi untuk mencuci mukanya terlebih dahulu. Setelah selesai dia kembali menemui Zainal dan duduk tepat dihadapan Zainal.


" Bagaimana mau dapat rezeki jam segini masih tidur. Apa kamu itu tidak ada keiinginan untuk cari pekerjaan Ndra ? Kalau begini terus kamu mau dapat uang darimana ? Kamu butuh beli barang keperluan kamu juga, yang utama kamj butuh uang untuk makan Ndra. " Seru Zainal sambil menggelengkan kepalanya.


" Tahu lah mas, aku bingung mau cari pekerjaan apa ? Aku sudah banyak memasukan lamaran tetapi satupun tidak ada yang berhasil. Mau buka usaha juga tidak ada modal usaha mas. Belum lagi mikirin masalah ibu, bagaimana aku tidak pusing mas." Ucap Rendra sembari memijat kepalanya yang terasa berdenyut.


Hhhuuuffff


Jika membahas masalah ibunya memang tidak ada masa habisnya. Zainal sendiri sangat heran kenapa ibu nya dan Rendra itu sangat klob. Sama - sama tidak tahu diri dan tidak tahu malu. Semenjak Rendra bercerai dari Anisa kehidupan Rendra benar - benar berubah drastis. Rendra jadi kurusan dan sifatnya semakin sombong dan arogan.


" Terus mau kamu apa?" Tanya Zainal lagi.


" Aku akan mencari pekerjaan lagi mas. Oh iya mas sudah jengukin ibu?" Tanya Rendra.


" Sudah. Ini tadi mas baru dari sana . Kenapa? Kamu mau meminta aku untuk membebaskan ibu ? Aku tidak mau !Bukan aku tidak perduli sama ibu l, tetapi aku seperti ini karena aku ingin ibu itu berubah terutama juga kamu ,rubahlah sikap kamu ." Ucap Zainal bicara sambil melirik Rendra .


Rendra hanya mengangguk pelan. Seandainya dia mau ibunya dibebaskan juga percuma, dia tidak ada biaya untuk membantu ataupun membayar pengacara. Untuk menjamin ibunya bebas memerlukan uang yang tidaklah sedikit. Jangankan untuk membayar pengacara dan membebaskan ibunya,,untuk biaya hidupnya saja saat ini dia menumpang dengan Bagas.


" Jadi kamu tidak masalah ibu tetap ditahan ? Kamu kan anak yang tidak mau durhaka ?" Seru Zainal hampir tidak percaya dengan keputusan Rendra.


" Aku menyesal mas selalu mengikuti apa kata ibu, tidak semua yang dikatakan ibu itu benar. Bahkan karena mengikuti kemauan ibu aku justru harus kehilangan kebahagiaanku mas." Ucap rendra dengan penuh penyesalan.


"Syukur deh kalau kamu itu sadar dan sudah menyadari kekeliruan kamu selama ini. Ya susahlah aku mau kerumah ku dulu, mau berberes karena besok aku akan memboyong anak dan istriku pindah kesini." Ucap Zainal bangkit , namun sebelum dia melangkah keluar dia mengambil dompet dikantong belakang celananya dan menarik dua lembar uang merah dan menyerahkannya kepada Rendra.


Zainal merasa kasihan dengan kehidupan yang saat ini Rendra jalani. Rumah tangg hancur, ketiga istri yang menggugat cerai bahkan hartapun sudah tidak punya lagi. Rendra menerima uang pemberian dari Zainal dengan tangan bergetar, untuk pertama kalinya Zainal memberinta uang.


" Terimakasih mas " Seru Rendra tidak lupa berterimakasih kepada Zainal.


" Hemmm..." Zainal hanya berdehem lalu keluar dari rumah.


* Mas Zainal sekarang sudah berubah. Semoga lancar rezekimu mas.* Gumam Rendra dalam hatinya.

__ADS_1


********


__ADS_2