
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Rendra kamu mau kemana nak? Tolong kembali kesini ibu masih sangat membutuhkanmu. Hanya kamu anak ibu yang peduli dengan ibu dan mendengar semua perkataan ibu. Jangan pernah tinggalkan ibu sendirian, disini sangat dingin Rendra. " Seru Ibu Ratri terus mengigau dalam tidurnya.
Sepertinya Ibu Ratri malam ini sedang memimpikan Rendra, apalagi memang Rendra sudah lama sekali tidak menemuinya sehingga perasaan rindu terhadap Rendra begitu besar sampai terbawa ke suasana mimpinya. Di dalam mimpinya Ibu Ratri bertemu Rendra dan meminta Rendra untuk tetap berada di sisinya.
" Maafkan Rendra bu. Mungkin Rendra tidak bisa menemani ibu lagi. Maaf bu, Rendra belum bisa membuat ibu bahagia. Rendra hanya ingin berpesan kepada ibu jangan pernah lakukan kesalahan yang sama terhadap anak-anak ibu. Rendra pergi bu." Ucap Rendra dalam alam mimpi ibu Ratri.
" Rendraaaaaaaa " Seru ibu Ratri lalu terbangun dari tidurnya.
Tidak tahu kenapa mimpinya saat ini seperti nyata, tanpa dia sadari saat ini ibu Ratri meneteskan air matanya. Ibu Ratri menangis dalam sel tahanan, beruntung dia hanya berdua didalam sel tahanan sehingga tidak akan dikeroyok oleh teman - temannya sebab sudah mengganggu tidur mereka.
" Hai kamu kenapa Ratri? Tiba-tiba kamu menjerit seperti itu? mimpi buruk kamu?."Tanya teman satu sel ibu Ratri.
Ibu Ratri masih belum menjawab. Dia masih terisak dalam tangisnya, dia mengingat mimpinya tadi seolah-olah seperti nyata. Dan dia mulai mengkhawatirkan keadaan Rendra. Apalagi sudah dua bulan setengah ini Rendra tidak menemuinya di dalam penjara.
" Mimpi buruk?" Tanya teman satu sel ibu Ratri yang bernama Sugi yang usisnya juga tidak jauh beda dari ibu Ratri yang dipenjara karena kedapatan mencopet di toko emas.
" Aku bermimpi. Mimpi ku itu seolah - olah nyata mbak. Aku mengkhawatirkan anak ku yang bernama Rendra. Dalam mimpiku dia berpamitan akan pergi jauh dan memintaku untuk berubah. Aku takut terjadi sesuatu dengan Rendra." Seru Ibu Ratri menceritakan sambil terisak.
" Sudah tenang saja itu hanya sebuah mimpi, kamu tahu kan mimpi itu apa? Mimpi itu cuman bunga tidur, yang terpenting kamu doakan saja anak-anak kamu supaya apa yang kamu takutkan itu tidak kenyataan dan benar-benar cuman mimpi saja." Ucap perempuan yang bernama Sugi tadi.
* Ya Allah, Sebenarnya apa yang saat ini sudah terjadi dengan Rendra? Kenapa perasaanku tidak enak begini. Aku tahu memang selama ini aku bukanlah ibu yang baik untuk anak-anakku. Tapi saat ini aku mohon kepadamu ya Allah, semoga anak-anakku semua dalam lindunganMu dan mereka semua dalam keadaan sehat* Doa ibu Ratri dalam batinnya.
Sepertinya saat ini ibu Ratri sudah mulai berubah dan menyadari kesalahannya. Sekarangpun dia sudah mau untuk sholat, meskipun harus banyak belajar lagi. Dia rajin ikut kajian Islami yang diadakan oleh petugas Lapas setiap hari Jumat.
Ibu Ratri mencoba berbaring kembali di tempat tidurnya. Matanya sama sekali belum bisa terpejam kembali, nasih memikirkan soal mimpinya tadi.
__ADS_1
* Mungkin besok aku akan meminta izin kepada petugas Lapas agar aku diperbolehkan meminjam telepon. Aku ingin menghubungi Zainal maupun Bagas, dan aku ingin menanyakan kabar Rendra dan kabar mereka semua. Semoga saja apa yang aku mimpikan tadi tidak akan pernah terjadi kenyataan. Aku yakin Rendra saat ini pasti baik-baik saja, tetapi kenapa hati kecilku seolah mengatakan jika Rendra sedang tidak baik-baik saja.* Gumam ibu Ratri dalam batinnya.
Ibu Ratri memaksakan mata nya untuk segera terpejam, dia sudah tidak sabar menunggu hari esok. Dia ingin sekali menghubungi Zainal maupun Bagas untuk mengetahui kabar Rendra. Sekitar 1 bulan yang lalu dia mencoba menghubungi Rendra tetapi tidak bisa terhubung.
***********
Hari ini adalah hari libur sekolah, kedua anak Santi berada di rumah orang tuanya. Sedangkan Santi hari ini berencana akan menemui Ibu mertuanya di penjara. Santi sudah memaksakan makanan kesukaan Ibu mertuanya. Santi berharap semoga kedatangannya kali ini disambut dengan baik oleh ibu mertuanya.
" Kamu jadi mau ke penjara menjenguk Ibu sayang?."Tanya Zainal sembari memakai kemejanya.
" Iya mas jadi. Kebetulan tadi aku juga sudah masak banyak mau aku bawa untuk ibu. Mas Zainal mau ikut sekalian atau nas mau ke rumah sakit?."Tanya Santi ingin tahu.
Zainal mencoba untuk berpikir sejenak mungkin tidak ada salahnya untuk menemui ibunya terlebih dahulu sebelum dia ke rumah sakit. Lagi pula di rumah sakit saat ini masih ada Bagas yang menemani Rendra dan sudah lama juga dia tidak menjenguk ibunya.
" Baiklah kita ke penjara bersama-sama saja sayang. Mas mau menemui Ibu juga, ada yang ingin mas bicarakan sama ibu. Soal Rendra di sana masih ada Bagas."Seru Zainal akhirnya ikut Santi menjenguk ibunya.
" Baiklah kalau begitu aku siapkan makanan yang akan kita baw. Tadi belum sempat aku masukkan ke dalam wadah makanannya. Nanti kalau mas sudah selesai segera keluar dari kamar ya, aku menunggu mas di teras depan saja ya nas."Seru Santi memberitahu Zainal.
Santi menuju dapur untuk menyiapkan makanan yang akan dia bawa untuk menemui Ibu mertuanya di penjara. Tidak lupa Santi juga membawakan makanan untuk makan siang Bagas. Kini 2 rantang bekal makanan sudah siap dan Santi membawanya ke teras depan sembari menunggu Zainal yang sedang bersiap-siap.
Setelah menunggu sekitar 5 menit, Zainal pun keluar dan sudah rapi tinggal siap berangkat saja. Mereka akhirnya berangkat mengendarai mobil perusahaan yang dipakai oleh Zainal. Dengan adanya mobil itu Zainal merasa terbantu sekali.
" Mas kira-kira nanti Ibu akan menerima aku atau tidak ya? Aku masih takut jika Ibu masih tetap seperti dulu. Terus nanti dia akan memakiku dan mengusirku." Seru Santi dengan khawatir.
" Insya Allah ibu akan menerima kamu dengan baik. Terakhir mas ketemu ibu sekitar sepuluh hari yang lalu tutur kata ibu sudah sedikit halus. Bicaranya sudah tidak menggebu-gebu lagi, dan tidak membentak-bentak seperti dulu. Semoga saja ini awal yang baik untuk ibu, siapa tahu bisa mengurangi masa hukuman ibu."Seru Zainal sembari tersenyum penuh harap.
Santi hanya mengangguk sembari tersenyum tipis, dia memang masih sangat khawatir jika Ibu mertuanya masih seperti dulu. Tidak mau bertemu dengannya, bahkan selalu mencacinya. Setelah hampir satu jam mobil yang dikendarai oleh Zainal sudah sampai di pelataran rutan. Dengan segera Zainal dan Santi turun dari mobil dan tidak lupa membawa satu rantang bekal untuk ibu Ratri.
" Mas kok aku takut ya ? Padahal tadi aku sendiri loh yang semangat untuk menemui ibu." Seru Santi sembari memegangi lengan Zainal.
" Sudah jangan seperti ini, jangan takut. Ada mas yang selalu disamping kamu dan akan selalu mindungi kamu." Seru Zainal memberi semangat Santi.
" Iya mas. Bismillah semoga niat baik akan mendapat sambutan baik. Aamiin" Seru Santi dengan penuh semangat.
__ADS_1
Dengan langkah pasti Zainal menggenggam tangan Santi menuju di mana tempat Ibu Ratri berada. Mereka kini sudah berada di tempat biasa para pengunjung menemui narapidana. Ibu Ratri saat ini sedang dipanggil oleh petugas lapas. Mengetahui ada seseorang yang menjenguknya, membuat Ibu Ratri terlihat senang dan bahagia. Dia berharap jika anak-anaknya lah yang datang menjenguknya.
Sepertinya kali ini harapan Ibu Ratri dikabulkan oleh Tuhan. Ibu Ratri kedatangan Zainal dan Santi, melihat yang datang adalah Zainal dan Santi membuat Ibu Ratri berjalan dengan cepat.
" Zainal, Santi kalian menjenguk ibu ?" Seru Ibu Ratri dengan haru.
" Iya bu, aku dan Santi datang menjenguk ibu. Ibu apa kabar?."Tanya Zainal menyalami ibu Ratri lalu membawa dalam pelukannya.
" Ibu baik Zainal" Seru ibu Ratri dengan suara serak seperti akan menangis.
Zainal melepaskan pelukannya, dan ibu Ratri beralih memandang kearah Santi yang terlihat takut dengan ibu mertuanya. Bahkan dia tidak berani menyapa ibu mertuanya lebih dulu.
" Santi kamu apa kabar?" Tanya ibu Ratri menyapa Santi lebih dulu.
" Alhamdulillah kabar Santi baik Bu. Maaf ya bu, Santi baru bisa menjenguk Ibu hari ini. Soalnya Santi disibukkan dengan anak-anak, Santi harus antar jemput anak-anak sekolah."Ucap Santi meminta maaf kepada Ibu mertuanya.
" Iya tidak apa-apa Santi, ibu bisa memaklumi kamu. Di sini justru ibu yang seharusnya meminta maaf sama kamu. Sebab lelama ini Ibu sudah jahat dan sering memakai-maki kamu, sehingga mungkin memang itu alasan yang membuat kamu juga malas untuk bertemu denganku kan?."Tanya ibu Ratri sembari terkekeh.
Santi hanya mengangguk pelan, sembari mengulas senyum ramahnya. Apa yang dikatakan Zainal ternyata benar saja jika ibunya kini sudah mulai berubah. Bahkan tutur katanyapun sudah rlebih sopan, dan tidak kasar. Serta sudah tidak lagi arogan seperti dulu. Bahkan dengan sendirinya Ibu mertuanya meminta maaf terlebih dahulu kepada Santi.
" Ibu tidak perlu meminta maaf kepada Santi, sebab Santi sudah memaafkan semua kesalahan Ibu dari jauh-jauh hari sebelum Ibu meminta maaf."Jawab Santi dengan bijak.
" Terima kasih Santi kamu memang menantu yang baik. Tidak salah jika Zainal kembali menikahi kamu. Oh iya Nal, bagaimana kabar Rendra apa dia baik-baik saja? Ibu sangat ingin sekali bertemu dengan Rendra, Nal. Beberapa hari ini perasaan Ibu tidak enak, bahkan tadi malam Ibu bermimpi buruk. m"Seru ibu Ratri mulai menanyakan keadaan Rendra.
Zainal dan Santi hanya bisa beradu pandangan. Mungkin memang sudah waktunya Ibu Ratri tahu keadaan Rendra yang sebenarnya. Sehingga dia tidak akan terus-menerus menanyakan Rendra jika Rendra tidak datang menjenguknya. Siap tidak siap, mereka memang harus menceritakan daripada semuanya terlambat dan sia-sia.
" Rendra kabarnya kurang baik bu. Emm saat ini Rendra sedang dirawat di rumah sakit, mungkin sekitar sudah ada dua minggu ini dia di rumah sakit. Rendra terkena paru-paru dan kanker otak stadium 3 yang kini sudah berubah jadi stadium 4 Bu. Bahkan saat ini dia bisa bertahan hanya menggunakan alat-alat medis saja. Sebenarnya Zainal tidak mau menceritakan ini kepada Ibu. Zainal khawatir Ibu justru akan semakin bersedih mengetahui keadaan Rendra, tetapi Zainal tidak mau menutupinya terlalu lama. Sehingga hari ini Zainal memutuskan menceritakan semuanya kepada ibu.
Deg
Jantung ibu Ratri seakan berhenti berdetak. Kabar mengejutkan dar Zainal benar - benar membuatnya syok. Ternyata apa yang dia rasakan beberapa hari ini benar - benar ada kaitannya dengan Rendra. Ibu Ratri hanya bisa menangis dan menangis, dia tidak bisa berbuat apa - apa. Sebab saat ini dia sedang menjalani masa hukuman nya di penjara.
*********
__ADS_1