
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seperti permintaan ibunya tadi saat di telephone , sepulang kerja rendra datang kerumah ibunya. Rendra penasaran ada hal apa yang ingin ibunya bicarakan sehingga memintanya untuk datang kerumah. Soal santi , rendra sudah mendapat kabar dari anisa jika santi beneran di tahan di kantor polisi. Walaupun kasihan tetapi rendra tidak mau ikut campur , biarlah masalah itu menjadi urusan anis.
Dengan mengendarai motor rendra datang kerumah ibunya, motor rendra terparkir di halaman rumah. Terlihat ada mobil yang sudah terparkir di halaman, rendra sangat hafal betul siapa pemilik mobil itu.
" Assalamualaikum " Seru rendra saat memasuki pintu utama.
" Waalaikumsalam " Jawab dua wanita beda usia yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
Rendra masuk lalu menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa. Terlihat rendra mengusap wajahnya dengan kasar, seaka dia sangat lelah.
" Baru pulang kerja mas ?" Tanya erika.
Wanita yang sedang bersama ibu ratri ternyata erika , ibu ratri memang sengaja mengundang erika datang kerumahnya.
" Ada apa ibu memanggil ku kemari ? " Tanya rendra tanpa memperdulikan pertanyaan dari erika.
" Kamu kenapa tidak menjawab pertanyaan erika ? Jangan ketus - ketus dong ndra, kasihan erika selalu kamu ketusin gitu. Apalagi dia sudah jauh - jauh datang kemari, dia itu calon menantu ibu Ndra." Ucap ibu ratri tidak suka dengan cara rendra memperlakukan erika.
Hhhhuuuufffff
Terlihat rendra menghela nafas dengan berat, bagaimana dia mau memperlakukan erika dengan baik jika rasa sakit yang di torehkan erika sampai detik ini masih terasa sakitnya. Sebuah pengkhianatan yang sulit untuk di lupakan. Mulut bisa memaafkan tapi hati yang merasakan beluk bisa menghilangkan rasa sakit nya.
" Terus rendra harus bagaimana bu? Rendra juga tidak menyuruh dia untuk datang kesini kan ? Rendra tidak masalah dia datang kesini menemui ibu, tapi bukan berarti rendra harus memperlakukan dia dengan baik. Sudah baik rendra tidak mengusirnya, ibu ingat kan rendra ini sudah menikah? Ada hati seorang istri yang harus rendra jaga bu, bagi rendra pernikahan itu hal yang sakral dan rendra tidak mau mengkhianati kesucian pernikahan rendra dan anisa. Rendra tidak bisa berbaik hati dengan pengkhianat." Ucap rendra menumpahkan keluh kesahnya.
__ADS_1
Erika terlihat menundukkan kepalanya karena dia malu, mendengar perkataan rendra secara tidak langsung dia sudah menolak erika. Erika seakan tertampar dengan pernyataan rendra tadi.
" Rendra jaga bicara mu. Bagaimanapun erika ini tamu ibu yang harus kita hormati" Bentak ibu ratri.
" Heeehhh... Ya sudahlah bu, rendra tidak mau berdebat karena rendra capek baru pulang kerja. Ada hal apa yang ingin ibu bicarakan sama rendra ? Soal mbak santi ? Kalau soal mbak santi, rendra tidak mau ikut campur itu sudah menjadi urusan anisa. Kalian terima saja apa yang dilakukan anisa, aku tahu anisa tidak akan tega memenjarakan mbak santi lama - lama. Kalau ibu memorpritesnya rendra yakin ibu akan keseret juga karena ibu ikut andil juga kan ?" Ucap rendra menakut - nakuti ibunya agar tidak memprotes tindakan anisa.
Ibu ratri terlihat menelan salivanya sendiri, dia tidak bisa membayangkan jika dia menginap di hotel prodeo itu. Pasti akan dingin dan pengap, lebih baik dia diam dan tidak memprotes tindakan anisa.
" Bukan , bukan soal itu.. Emm ada hal lain yang ingin ibu bicarakan sama kamu. " Jawab ibu ratri gugup.
" Soal apa bu ?" Tanya rendra pelan.
Melihat bukan ranah nya untuk ikut mendengarkan obrolan antara rendra dan ibunya. Erika pun keluar dari rumah, menuju teras rumah santi. Disana ada kiki dan koko yang sedang bermain, dan sampai sesore ini zainal juga belum pulang. Setelah erika keluar baru ibu ratri membuka obrolannya kembali.
" Emm.. Ndra kamu bisa tidak pinjamkan ibu uang 100 juta ? " Ucap ibu ratri.
Haahhhh ? Uang 100 juta ? Rendra tersentak kaget mendengar ibunya ingin meminjam uang 100 juta. Uang 100 juta itu bukanlah uang yang sedikit.
" Pokoknya kamu siapkan saja uang 100 juta itu, tenang saja ibu tidak minta tapi pinjam kok. Kalau kamu tidak punya kamu kan bisa pakai uang istri kamu , lagi pula apa yang dia miliki juga milik kamu sudah sewajarnya suami istri itu saling tolong menolong. " Seru ibu ratri seenaknya.
" Bu, apa yang dimiliki anisa itu tidak ada campur tangannya dengan rendra. Anisa mempunyai itu semua sebelum menikah dengan rendra bu, itu murni punya anisa. Bahkan gaji anisa saja lebih besar dari rendra bu, jangan pernah meminta yang bukan haknya bu" Ucap rendra menolak permintaan ibu.
" Heleh... Uang istri itu juga uang suami. Kamu sekarang kenapa jadi berubah seperti ini sih ndra ? Dulu kamu itu selalu nurut sama ibu, semenjak pindah kamu jadi membangkang seperti ini." Ucap ibu ratri dengab ketus.
Rendra yang sekarang bukanlah rendra yang dulu, dulu dia terlalu mengikuti apa kata ibunya sampai dia melupakan kewajibannya kepada sang istri. Namun sekarang bukan dia tidak bertanggung jawab kepada ibunya, rendra masih tetap memberi uang bulanan kepada ibunya.
" Rendra sudah sadar bu, karena dulu rendra terlalu mengikuti apa maunya ibu tapi rendra melupakan kewajiban rendra sebagai seorang suami. " Jawaban rendra membuat ibu ratri semakin marah.
" Ingat rendra surgamu itu ada di kaki ku , kamu harus patuh kepadaku !" Seru ibu ratri mulai meninggikan nada bicaranya.
" Maaf bu,bukan rendra mau membantah apa yang ibu perintahkan. Surga rendra memang ada sama ibu, tapi apa rendra bisa masuk surga jika rendra dzolim dengan istri rendra ? Lagipula apa yang ibu perintahkan tadi memang bukan kuasa rendra bu, rendra tidak mau mengikuti kemauan ibu. Apalagi uang 100 juta itu bukanlah uang yang sedikit, lagipula rendra tidak tahu untuk apa uang itu. Kewajiban rendra menafkahi ibu sudah renda lakukan , tapi maaf uang 100 juta itu rendra tidak punya " Jawaban rendra justru semakin membuat ibu ratri tersulut emosi.
__ADS_1
" Kamu bisa minta istri kamu, karena uang istrimu juga uang mu !! Jangan bodoh kamu renda !!" Bentak ibu ratri lantang.
Rendra tidak mau melanjutkan pembicaraan yang sudah tidak sehat lagi. Dia bangkit dan berjalan menuju pintu, namun langkah kakinya terhenti karena ucapan ibu ratri.
" Jika kamu tidak mau meminta kepada anisa, ibu sendiri yang akan minta sama anisa. Ralat bukan meminta tapi pinjam. " Ucap ibu ratri.
" Jangan bikin rendra malu lagi bu, belum hilang rasa malu hendra akibat ulah mbak santi dan ibu tempo hari. Begitu mudahnya kalian memfitnah ibu mertua ku dan memakinya. Sekarang ibu mau datang untuk meminjam uang 100 juta ? Anisa itu punya hati bu, dia sakit hati dengan kelakuan ibu dan mbak santi, sekarang dengan mudahnya ibu datang mau meminjam uang 100 juta ?" Seru rendra bicara diambang pintu karena dia memang sudah mau pulang.
" Terserah , ibu tidak meminta persetujuan mu." Jawab ibu ratri ketus.
" Sudahlah terserah ibu mau bagaimana. Rendra sudah tidak mau ikut campur lagi urusan ibu, lagi pula sekarang juga ibu sudah punya suami. Minta saja uang 100 juta itu kepada suami ibu, atau jangan - jangan uang itu memang suami ibu yang mintak ?" Pertanyaan rendra membuat ibu ratri langsung terdiam.
Ibu ratri tidak mau rendra atau anak - anaknya tahu jika uang itu memang untuk anak tirinya, Agus.
" Bukan urusan kamu. " Jawab ibu ratri ketus.
" Jangan terlalu percaya dengan keluarga suami baru ibu terutama si Agus. Sifatnya sama dengan menantu kesayangan ibu yang sekarang ada di penjara. Sekarang lebih baik ibu urisi saja menantu ibu yang sipenjara itu jangan sampai dia juga menyeret ibu dalam penjara " Ucap rendra sambil tersenyum tipis.
* Ya Allah maafkan aku, bukan maksud ku ingin membantah dan melawan ibu. Aku hanya ingin bersikap tegas kepada ibu, karena selama ini ibu sudah bersikap semaunya kepada istriku * Gumam rendra dalam batiinya.
Rendra keluar dan langsung menuju motornya, dia melirik sekilas kerumah santi. Disana ada erika yang berdiri seperti hendak menghampirinya, dengan cepat rendra menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan rumah ibunya.
Didalam rumah ibu ratri sedang memaki rendra , rendra sudah susah untuk dikendalikan. Dia mulai menyusun rencana agar bisa mendapatkan uang 100 juta dari anisa ."
* Sepertinya aku harus baik - baikin anisa agar dia mau memberiku pinjaman 100 juta itu. Siapa tahu dikasih secara cuma - cuma juga. Uang dia pasti banyak, jadi aku harus baikin dia dan aku juga bisa ikut menikmati uang nya. Aku tidak mau membuat mas iwan kecewa * Gumam ibu ratri dalam batinnya.
************
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA .
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️