
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Benar kata bagas jika anisa pasti akan diundang saat pernikahan rendra. Hari ini ibu ratrilah yang datang kerumah anisa mengantarkan undangan pernikahan rendra dan nadin. Ibu ratri datang bersama erika, erika yang dulu jumawa dan bangga dengan dirinya sendiri. Dulu dia berbangga diri karena bisa mendapatkan rendra seutuhnya. Namun ternyata sekarang dia mengalami dan merasakan apa yang sempat anisa rasakan.
Seoalah memang Allah mulai menunjukan keadilannya. Anisa ingin menertawakan Erika, namun jika dia bersikap seperti itu tak ubahnya dia seperti erika dan mantan ibu mertuanya. Sedikitpun anisa tidak mengusik erika dengan jalan kehidupan yang saat ini dialaminya.
" Calon menantuku itu orang kaya loh, ini pernikahan saja dia semua yang membiayai. Tentunya pesta ini akan meriah, aku akan mengundang semua teman - temanku dan semua para tetangga. Tidak perlu takut makanan akan kurang, karena menantuku kali ini benar - benar orang kaya. Kamu lihat nih aku baru dibelikan gelang dan cincin, dia memang menantu yang bisa aku banggakan " Ucap ibu ratri dengan bangganya tanpa memperdulikan perasaan menantu yang ada disampingnya.
Bukan erika tidak sakit hati , namun erika terlihat terpaksa dan tidak nyaman dengan keadaanya. Sedari tadi erika menunduk dan seolah sibuk dengan ponsel yang ada ditangannya.
" Oh ya... Syukur deh kalau mas rendra menemukan istri yang tepat. Lalu bagaimana dengan menantu ibu yang ada disamping ibu ini. Apa dia mau untuk dimadu, padahal dimadu itu tidak enak loh. Lama - lama bisa makan hati, apalagi dalam keadaan hamil." Seru anisa sambil melirik erika yang masih saja menyibukan diri dengan ponselnya. Terlihat sekali dia tidak mau dilibatkan dengan obrolan mereka berdua.
" Erika ini tidak seperti kamu, dia bisa mengerti keinginan suaminya. Bukannya seorang laki - laki memang diperbolehkan memilik istri lebih dari satu " Ucap ibu ratri bangga seolah apa yang diakatakan sebuah kebenaran yang nyata.
" Baguslah , karena itu dulukan kata - kata yang pernah diucapkan erika kepadaku saat dia ingin menikah dengan maa rendra. Bagaimana erika kamu sekarang bagaimana rasanya mendapat jawaban dari perkataanmu selama ini kan ?" Tanya anisa melirik kearah erika.
Erika mendongak menatap wajah anisa yang menampakkan wajah teduh dan sama sekali tidak ada emosi diwajahnya. Erika hanya menggeleng singkat lalu dia memasukan ponsel kedalam tas tentengnya.
" Tidak perlu menggurui ku. Bu urusan undangan sudah selesaikan ? Sekarang lebih baik kita pulang dari sini bu, aku sudah gerah berada dirumah ini. Tuan rumahnya sama sekali tidak ramah. " Seru sinis erika sudah mulai bersikap tidak sopan .
Anisa tahu jika hati erika sangat menolak pernikahan rendra dan pacarnya. Namun karena sesuatu hal dia, terpaksa mengizinkan rendra untuk menikah lagi. Tatapan tidak bersahabat diberikan erika saat menatap anisa, anisa cuek dan tidak perduli lagi pula saat ini mereka semua ada dirumahnya. Jika macam - macam pasti akan diusirnya.
" Jangan lupa datang di pesta pernikahan rendra. Jangan lupa bawa pasangan, ingat rendra sudah mempunyai gantimu sedangkan kamu ? Siapa yang mau sama janda sombong dan pelit seperti kamu " Cibir ibu ratri sambil terkekeh.
" Tenang saja aku pasti akan datang dan aku akan membawa calon suamiku yang lebih segalanya dari anak ibu " Jawab anisa tegas.
" Heleh.... Siapa juga yang mau sama kamu. Palingan juga seorang Ob atau pengangguran. Seperti anakku dong jabatan dikantor itu seorang menejer mana sekarang gajinya sangat besar. Menyesal kamu meminta pisah dari anak ku yang masa depannya cerah itu " Ucap ibu ratri membanggakan rendra, tanpa dia sadari jika ucapannya itu justru mempermalukan dirinya sendiri.
Hahahaaaa
Anisa tidak bisa menahan tawanya lagi, akhirnya tawa yang sedari tadi dia tahan meledak juga. Mungkin ibu ratri mengira anisa tidak tahu apa - apa tentang rendra, atau malah justru ibu ratri yang tidak tahu apa - apa tentang rendra.
" Dasar gila, sepertinya sudah tidak waras dia bu " Seru erika ketus.
" Betul Er, dia stress karena tahu rendra mau menikah lagi. " Jawab ibu ratri dengan senyum mengejek anisa.
" Yang gila dan stress itu kalian , kenapa aku yang kalian tuduh stress ? Percaya diri sekali ibu mengatakan anak ibu seorang menejer dan bergaji besar. Ibu ini sebenarnya tahu atau pura - pura tidak tahu? Anak ibu itu bukan lagi seorang menejer bu, tetapi hanya staff biasa dan sekarang......."
Anis sengaja menjed suaranya agar ibu ratri dan erika semakin penasaran. Terlihat dengan jelas wajah terkejut erika, namun tidak dengan ibu ratri. Justru wajahnya terlihat gusar dan menyembunyikan sesuatu dari menantunya, dia sempat melirik sekilas kearah erika.
* Sialan ! Ternyata anisa tahu soal rendra yang diturunkan dari jabatan menejer dan sekarang hanya staff biasa. Terpaksa deh erika tahu, padahal aku dan rendra sengaja merahasiakan semua ini dari erika agar nama baik rendra tetap terjaga didepan erika. * Gumam ibu ratri dari dalam hatinya.
" Dan sekarang apa ?" Tanya erika masih ingin mendengar perkataan anisa yang sengaja digantungkan.
* Kenapa mas rendra merahasiakan semua ini kepadaku. Pantas saja dia tidak pernah menafkahi, jadi ini alasannya karena uang gajinya sudah habis untuk ibunya. Sial banget sih * Gumam erika dalam batinnya.
__ADS_1
Anisa tersenyum , dia tahu pasti erika tidak tahu menahu soal masalah rendra diperusahaan. Dari dia diturunkan dari menejer sampai pemecatannya pun dia pasti tidak tahu.
" Dan sekarang rendra itu pengangguran alias tidak punya pekerjaan " Seru anisa penuh penekanan.
" Jangan lancang kamu !! Meskipun anak saya bukan menejer lagi dia juga masih bekerja di perusahaan besar itu !" Bentak ibu ratri lantang tidak terima dikatakan jika rendra seorang pengangguran.
" Kamu jangan asal bicara anisa. " Seru erika tak kalah sinis dari ibu mertuanya.
Kalau dilihat - lihat sifat erika dan ibu mertuanya tidak jauh beda. Sama - sama sombong dan picik.
" Wahh... Wahhh... Berarti ada yang tidak tahu kebenarannya nih ? Duh kasihan sekali sih kalian. Asal kalian tahu ya jika mas rendra itu sudah di pecat dari seminggu yang lalu, tepatnya akulah yang memecatnya. Jika kalian tidak percaya, kalian bisa tanyakan kepada yang bersangkutan langsung " Jawab anisa menyakinkan dua wanita tidak tahu diri yang ada dihadapannya .
Ibu ratri terlihat syok saat mendengar penjelasan anisa. Anak yang dia banggakan ternyata seorang pengangguran. Namu dengan cepat ibu ratri mengubah rasa keterkejutannya dengan senyuman seolah tidak masalah dengan yang dialami rendra.
" Lagipula rendra mau menikah dengan nadin siwanita kaya raya itu. Jadi uang pasti akan mengalir terus " Seru ibu ratri masih bisa bersikap sombong.
" Bu, tapi erika juga nutuh nafkah dari mas rendra. Sudah hampir 3 bulan loh erika tidak diberi nafkah lahir, semua kebutuhan erika cukupi pakai uang erika sendiri. " Ucap erika keluar begitu saja dari mulutnya.
Kenyataan baru mulai terkuak jika kehidupan rumah tangga erika dan rendra tidak ada kata harmonis dan romantisnya. Bahkan uang bulanan juga erika tidak diberikan, apalagi erika dalam keadaan hamil. Terlepas anak siapa yang dikandung erika , erika tetap tanggung jawab rendra.
" Diam kamu ! Kamu juga punya uang dan bisa membeli kebutuhan kamu sendiri. Gaji kamu juga lumayan besar, sebulan kamu cum ngasih ibu 2 juta kan ? Jadi masih sisa banyak tuh uang gaji kamu,cukup kan buat kebutuhan kamu?" Tanya ibu ratri dengan ketus.
" Jika ingin ribut jangan dirumahku. Sudah sana sekarang kalian segera pergi saja sana, aku lelah mau istirahat " Ucap anisa dengan kesal.
Anisa sudah tidak tahan lagi mendengar segala macam cuwitan dari mulut kedua tamunya. Dengan sangat terpaksa dia mengusir kedua tamunya. Erika dan ibu ratri menggerutu saat anisa mengusirnya.
Sementara itu saat dirumah zainal , sang istri sedang bermesraan dengan ayah tiri sang suami. Saat mengetahui ibu mertuanya pergi, anita menghubungi pak iwan dan memintanya untuk datang kerumah karena ingin meminta bantuan pak iwan, dengan alasa dia barusaja jatuh dikamar mandi dan tidak ada siapapun dirumah, begitupun rumah ibu mertuanya.
" Nanti kalau ibu dan suami mu tahu bagaimana Nit ?" Tanya pak iwan yang takut jika apa yang mereka lakukan akan diketahui oleh keluarganya.
" Tidak ada yang tahu pak, mas zainal lagi pergi badmintoon sama teman - temannya. Pulang nanti sore , rendra pasti sibuk sama calon istrinya dan ibu sama erika baru saja pergi. Bapak sih minggu kok masih saja kerja " Ucap anita semakin menggoda pak iwan.
" Ada lemburan tadi di papbrik " Jawab pak iwan jujur.
Pak iwan memang sudah berumur, tetapi tubuhnya masih segar dan bugar serta ketampanannya masih awet tidak memudar. Hal itulah yang membuat anita menyukai pak iwan, dan berusaha mendekati pria paruh baya yang berstatus ayah mertuanya.
" Pak, kok mau sih menikah sama ibu yang sudah tua itu " Tanya anita manja yang tetap duduk dipangkuan sang bapak mertua.
" Bapak juga sudah tua Nit " Jawab pak iwan yang sudah semakin tidak nyaman dengan cara duduknya anita.
" Tapi bapak itu masih gagah dan tampan, anita suka pria seperti bapak. Emm... Apa ibu masih bisa melayani kebutuhan biologis bapak dengan baik ? Apa bapak puas ?" Tanya anita semakin menggoda.
" Emmm... Nit, tolong jangan begini. Bapak dan ibu jarang melakukannya, mungkin seminggu hanya sekali atau dua kali saja karena ibu mertuamu itu sering merasa lelah. Bapak ya bisa apa memang kita juga sudah sama - sama tua. " Jawab pak iwan jujur.
Anita mengulas senyum yang dibuat semanis mungkin untuk menarik perhatian sang bapak mertua. Anita terus bergerak - gerak diatas pangkuan pak iwan, membuat pak iwan semakin tidak nyaman.
" Bagaimana kaki kamu , masih sakit ?" Tanya pak iwan menanyakan perihal kaki anita.
" Sedikit pak. Tapi kalau bapak mengajakku bermain aku masih sanggup kok " Jawab anita semakin berani.
* Kenapa anita seperti ini, aku takut ada yang melihatnya dan semuanya akan salah paham. Anita terlalu berani duduk dipangkuanku , sepertinya dia memang sengaja ingin menggodaku. Bagaimana ini ? Kalau begini terus aku juga tidak tahan untuk menolaknya. * Gumam pak iwan dalam batinnya.
__ADS_1
" Emm... Pak ada yang terbangun loh " Seru anita tanpa malu.
Pak iwan sangat tahu yang dimaksud anita, apalagi kalau bukan milikknya yang terbangun. Tidak bisa dipungkiri jika tubuh anita memang sintal , padat siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda. Begitupun dengan pak iwan, namun dia tahu betul jika anita istri anaknya.
" Nit, tolong jangan begini ya. Bapak mau pulang saja, kaki kamu juga sudah tidak apa - apa kan." Ucap pak iwan masih berfikir sehat.
" Aku bisa menidurkannya pak" Ucap anita tanpa menjawab pertanyaan pak iwan langsung memegang benda yang sudah semakin mengeras.
Pak iwan terbelalak melihat keberaniaan anita, tanpa malu anita memegang benda yang masih terbungkus rapat itu. Namun sialnya pak iwan menikmati juga saat anita mengusap benda yang masih terbungkus itu.
" Ahhh...Anita " Seru pak iwan.
" Mau dilanjutkan pak ?" Tanya anita memancing pak iwan.
Tanpa menunggu lama pak iwan mengiyakan ajakan anita dengan hanya sebuah anggukan kepala. Dengan senang anita membimbing pak iwan melepas pakaiannya , kini masing - masing mereka sudah tidak berpakaian. Dua insan yang sudah dirasuki setan itu kini sudah mengarungi kenikmatan yang mereka ciptakan. Tanpa takut jika ada orang yang masuk, padahal mereka melakukannya diataa sofa ruang keluarga.
" Anita, bapak minta jangan sampai semua ini diketahui zainal , ibu mertuamu dan yang lainnya. Cukup kita berdua yang tahu " Ucap pak iwan saat mereka menyudahi permainannya dan kini sama - sama sedang memakai pakaiannya.
" Iya pak. Aku tidak akan memberitahu siapa pun, terimakasih pak 1 jam permainannya . Bapak hebat banget loh, ternyata stamina bapak masih strong aku suka dengan permainan bapak tadi " Ucap anita memekuk pak iwan dengan hangat.
Pak iwan menyiunggingkan senyum bangganya, baru kali ini dia merasakan permainan yang menurutnya bisa memuaskannya. Ditambah kelincahan anita membuat pak iwan semakin merasakan kenyamanan yang berbeda.
" Iya dong. Biarpun sudah berumur bapak ini masih strong, cuma ya mertuamu itu payah. Main 10 menit sudah kelelahan, itupun bapak yang mendominan. " Jawab pak iwan dengan wajah masam.
" Tenang pak , ada anita yang bisa memuaskan bapak. Kita bisa melakukan kapan saja dengan catatan tidak ada yang melihatnya. " Ucap anita dengan bangganya.
" Baiklah anita, nanti kita berkirim pesan saja. Bapak juga suka dengan cara bermainmu. Bapak pulang dulu ya , takut nanti ada yang melihat bapak disini " Ucap iwan.
Sebelum pak iwan keluar rumah anita memberikan ciuman mesra di pipi pak iwan. Pak iwan menerimanya dengan senang hati, pak iwan keluar rumah zainal dengan wajah berbinar bahagia. Saat pak iwan baru sampai halaman rumah zainal , mobil erika berhenti di halaman rumah ibu ratri. Ibu ratri turun dari mobil dan menghampiri suaminya.
" Bapak dari rumah zainal ? Ngapain , zainalkan tidak dirumah ?" Tanya ibu ratri.
" Ehhhh.. Itu bu, Emm.. Bapak tadi menanyakan kunci rumah sama anita. Apa ibu menitipkan kunci rumah, soalnya bapak pulang rumah terkunci. " Ucap pak iwan memberi alasan yang masuk akal.
" Oh... Begitu. Maaf pak, tadi ibu buru - buru jadi lupa menitipkan kunci. Ya sudah yuk masuk pak, bapak sudah makan siang kan ?" Tanya ibu ratri sedikitpun tidak menaruh curiga terhadap sang suami.
" Sudah bu, tadi di papbrik dapat makan siang , karena lembur jadi dikasih makan siang. " Jawab pak iwan bohong, padahal dia sama sekali belum makan . Tadi hanya memakan makanan yang tidak membuat perutnya kenyang, tetapi mengenyangkan bawah perutnya.
Erika menaruh curiga kepada bapak mertua itu itu, sebab bapak mertuanya seperti orang yang habis perjalanan jauh. Rambutnya juga seperti basah, basah bukan karena mandi tetapi basah seperti aktifitas yang menghabiskan tenaganya. Saat pak iwan dan ibu ratri sudah masuk rumah, erika mendekati motor mertuanya dan memegang knalpot motornya.
* Knalpot motor dingin, seharusnya jika bapak baru pulang knalpot motornya panas. Apalagi jarak dari papbrik kerumah itu sekitar 40 menit. Heemm... Sepertinya ada yang tidak beres nih sama bapak dan istrinya mad zainal * Gumam erika tersenyum sinis.
**********
MOHON berikan komentar yang bijak dan membangun. Author menerima segala macam saran dan kritik , kritikan itu bisa author jadikan pecutan agar Author bisa berkaya dengan baik lagi. 🙏😘
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK .
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1