Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Akhirnya dibayar


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Zainal mendapat pesan dari anisa, berupa penagihan hutang yang sudah lewat dari tanggal yang ditentukan. Padahal bisa saja anisa merelakan uang itu, namun setelah melihat kelakuan zainal yang memperlakukan santi dan anak - anaknya semaunya seperti itu membuat dia marah dan memilih menagih uang itu. Jika uang itu didapatkan anisa sudah berniat untuk diberikan kepada kiki dan koko.


[ Bayar hutangmu hari ini, jika tidak aku akan tarik paksa motormu mas. Dan kenapa kamu susah sekali dihubungi ?] Tulis anisa.


* Sial! Ini anisa kenapa terus menanyakan uang yang tidak seberapa itu. Sudah kaya tapi pelit banget sih, tapi kalau motor ku dia ambil aku kemana - mana mau naik apa. Lagipula itu motor kesayangan ku. Anisa ini memang tidak tahu diri , tahu orang mau menikah tapi malah menagih hutang * Gumam zainal kesal.


[ Maaf nis akhir - akhir ini aku sibuk. Aku belum ada uang , bagaimana kalau bulan depan ? ] Balas zainal masih meminta waktu untuk melunasi hutangnya.


[ Tidak bisa ! Harus kamu lunasi, sudah lebih dari satu minggu yang lalu. Jika sampai malam ini kamu tidak membayarnya besok motor mu akan aku ambil paksa ]


[ Baiklah. jangan jangan tarik motor ku. Aku akan mentrasfer uang itu , kamu kirim nomor rekening mu sekarang ]


[ Ok.. 11 juta sama hutangmu yang lewat maa rendra. Jiks tidak 11 juta kamu bayar, aku akan tarik mator mu ]


[ Mana cepat kirim nomor rekening mu. ]


[ 135xxxxxxxx itu nomor rekening nya ]


Zainal mengetik sejumlah uang pada Mbankingnya dan mengirimnya kepada anisa. Tidak menunggu lama transaksi zainal sudah berhasil.


[ Ini sudah saya bayar lunas hutang saya. Dasar pelit, makanya candra menceraikanmu. Sombong ! ]


[ Bukan urusanmu . Oh iya terimakasih.... Jangan lupa banyak istirahat biar besok saat akad kamu tidak mengantuk hahahaaa ]


Zainal sudah tidak membalas pesan anisa lagi karena dia sudah malas membalasnya. Apalagi ternyata anisa sudah tahu soal rencana pernikahannya, zainal heran bisa tahu dari siapa si Anisa.


* Tahu dari siapa dia ? Kalau dari santi tidak mungkin , dia kan musuhnya santi. Mungkin dari rendra, tidak masalah lagi pula aku tidak ada hubungannya dengan si mantan adik iparku sialan itu. Sebenarnya aku berharap, jika setelah rendra menceraikannya aku bisa mendekati anisa tapi kenapa semua jadi runyam. Padahal selama ini aku mendukung ibu itu karena aku juga ingin mendekati anisa * Gumam zainal dalam hatinya.

__ADS_1


" Kalian mau kemana ?" Tanya zainal melihat santi membawa tas dan dua koper besar keruangan depan.


" Mas sudah menceraikan aku, jadi aku akan keluar dari rumah ini. Tapi ingat mas kamu masih punya anak yang harus kamu nafkahi, dan segera urus perceraian kita. " Ucap santi ketus sambil menyeret dua koper sedangkan dibahunya menggendong tas yang lumayan besar.


Kedua anaknya masing - masing membawa tas yang berisi mainannya. Zainal terlihat acuh dengan santi dan kedua anaknya.


" Oh silahkan dan jangan balik lagi, eh tapi kamu sudah saya ceraikan jadi tidak mungkin dong balik lagi kerumah ini. Ya sudah sana bawa anak-anak sama kamu, nanti kalau dia disini sama aku malah ganggu aku sama istri baru ku. " Ucap zainal benar - benar tidak punya hati.


" Mas, kejam kamu. Aku juga tidak sudi tinggal dirumah ini sama istri baru mu itu. Lihat saja kamu dan adikmu itu nanti akan mendapat karma sudah menyia - nyiakan istri yang sudah menemani kalian dari nol. " Ucap santi menatap tajam zainal.


Zainal terlihat tidak perduli dengan ocehan santi, dia mengambil dompet dari saku belakang celananya. Dan mengeluarkan dua lembar uang merah lalu memberikannya kepada kiki dan koko.


" Ini uang untuk kalian jajan " Ucap zainal sembari memberikan uang itu kepada anaknya.


Santi mengajak kedua anaknya segera pergi dari rumah dengan mengendarai taksi online menuju rumah kedua orang tuanya. Dia akan menitipkan anaknya disana selama dia bekerja.


* Tunggu pembalasan ku mas zainal !! * Gumam santi dalam hatinya.


**********


Meskipun awalnya tidak setuju dengan hubungan zainal dan anita , setelah zainal menjelaskan jika anita mempunyai warisan yang cukup banyak, dan warisan itu akan diberikan kepada anita setelah anita menikah. Sudah pasti zainal juga akan ikut merasakan uang warisan anita, ibu ratripun akhirnya menyetujui pernikahan zainal dan anita.


Zainal dan anita baru saja sampai dirumah zainal, rumah yang ada disamping ibu ratri. Rumah yang dulu ditempati santi dan anak-anaknya.


" Oh iya aku lupa memberitahumu sayang. Istriku sudah aku ceraikan kemarin, dan anak ku ikut dia. Jadi sekarang kamu wanita satu-satunya yang menjadi ratuku. Oh iya, rumah ibu ada di samping itu. Kamu harus sering - sering kumpul sama ibu dan mengambil hati ibu, agar ibu sayang sama kamu " Ucap zainal sambil memeluk anita dari belakang.


" Syukurlah mas jika istrimu mau diceraikan. Untuk soal ibu mas jangan khawatir, aku pasti bisa meluluhkan hati ibu." Ucap anita sambil mengedipkan matanya dengan jahil.


Zainal membimbing anita masuk kamar, setelah itu merekapun melakukan apa yang sudah sewajarnya dilakukan oleh pengantin baru. Meskipun bukan untuk yang pertama kali bagi mereka.


Sementara itu saat ini anisa dan serena sedang jalan - jalan ke mall untuk berbelanja kebutuhan rumah. Ditempat yang sama, rendra, erika dan ibu ratri juga ada di mall untuk berbelanja. Karena dua hari yang kalu erika maupun rendra sudah gajian , setelah dari pernikahan zainal mereka langsung pergi berbelanja.


" Sstt... Nis, itu bukannya mantan ibu mertua kamu ya ? Dia sama siapa ya, pasti dia tidak sendiri. " Ucap serena sambil menunjuk kearah ibu ratri yang sedang memilih buah - buahan.


" Oh iya mbak, itu ada anak dan menantunya juga. " Ucap anisa.

__ADS_1


Erika dan rendra datang menghampiri ibu ratri yang sedang memilih buah. Namun pandangan rendra mengarah kearah anisa dan serena, dia tersenyum sambil menganggukkan kepala. Rendra berjalan kearah mereka berdua, anisa dan serena tahu pasti sebentar lagi akan ada keributan.


" Sayang apa kabar ?" Tanya rendra tidak tahu malu masih memanggil anisa dengan panggilan sayang.


" Jangan panggil aku sayang , aku ini bukan istrimu lagi. Ingat sebentar lagi kita akan resmi bercerai. Dan jangan harap kita bisa rujuk !" Ucap anisa dengan kesal.


Belum juga rendra menjawab tiba-tiba saja sang ibu sudah menyela duluan dengan suara yang lantang tanpa memikirkan dia ada dimana dan dapat menjadi tontonan orang.


" Haaiii.... Kamu merayu anak ku lagi. Dasar wanita tidak tahu diri, sudah diceraikan masih saja kecentilan !!" Teriak ibu ratri.


" Ehh nenek tua !! Sudah bau tanah itu seharusnya perbaiki diri dan tobat, ini malah memfitnah orang. Gak lihat apa kalau anak ibu yang menghampiri anisa, sudah jelas - jelas anak ibu yang menggangu adikku tapi sok tidak tahu. " Ucap serena membela anisa.


Dia tidak mau calon mantan ibu mertua adiknya itu menghina adiknya. Sepertinya sudah cukup mereka menghina dan merendahkan adiknya.


" Mbak serena maaf kan ibu ya, ibu tidak bermaksud seperti itu. Sayang, kamu jangan diam saja dong. Kamu tidak salim sama mas dan ibu. Bagaimanapun aku ini masih sah suami kamu dan ibu ini mertua kamu, mana rasa hormat kamu sama kami. " Ucap rendra masih dengan percaya dirinya.


Anisa hanya tersenyum sinis menanggapi pernyataan dari rendra. Bahkan dalam hatinya dia merutuki dan memaki dirinya sendiri kenapa dia dulu bisa menikah dengan pria seperti rendra, pria yang tidak punya pendirian sama sekali. Pria yang hanya bisa berlindung dibawah ketiak ibunya.


" Maaf, aku tidak mau berurusan dengan kalian dan tolong jangan ganggu aku. " Ucap anisa memilib untuk menghindar daripada harus ribut dan malu menjadi tontonan orang banyak.


" Jangan sombong kamu, aku juga malas berurusan sama kamu. Tapi kita akan tetap berurusan jika kamu belum membagikan haknya rendra. " Ucap ibu ratri sinis.


" Iya dong mbak, mbak itu jangan menguasai hartanya mas rendra. Bagaimanapun ada haknya mas rendra di rumah itu, seharusnya saay bercerai itu bisa dibagi dua. " Ucap erika ikut bersuara.


Rendra kini memilih diam karena dua wanitanya sudah bersuara sendiri - sendiri. Dia melarangpun percuma , sang ibu pasti akan tetap membahasnya terus menerus.


" Tidak malu memperebutkan yang bukan haknya. Tapi kalian tenang saja, sebentar lagi sidang terakhir dan disidang terakhir ini akan dibacakan putusan hakim tentang tuntutan kalian. Jadi tunggu saja, aku tidak bisa berkata apa - apa lagi karena keputusannya nanti ada pada hakim. Sudah ya,tolong jangan ganggu aku karena aku disini ini untuk belanja bukan untuk ribut sama kalian. Oh iya satu lagi, jika kamu periksa kandungan jangan lupa ajak suami mu,biar dia tahu sudah berapa bulan kandungan mu itu" Ucap anisa tersenyum sinis.


Setelah mengatakan hal itu anisa dan serena lebih memilih meninggalkan mereka. Anisa berjalan ke kasir untuk membayar barang belanjaannya. Sedangkan rendra terus memikirkan kata - kata terakhir anisa soal kandungan erika.


* Kenapa anisa bicara seperti itu? Apa yang dia tahu soal kehamilan erika. Selama ini aku memang tidak pernah ikut saat erika memeriksakan kandungannya,,apa lebih baik nanti saat dia periksa aku ikut saja * Gumam rendra dalam batinnya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA KAK.

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR , VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2