Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Resepsi anisa dan riko


__ADS_3

.


.


.


💞 HAPPY READING 💞


Setelah melangsungkan pernikahan kemarin pagi, saat ini acara resepsi mewah anisa dan riko digelar disalah saru hotel bintang lima. Acara resepsi digelar malam hari, anisa dan riko tampil cantik dan menawan. Malam ini merekalah yang menjadi raja dan ratunya. Para tamu undangan sudah banyak berdatangan, mereka datang harus membawa undangan. Jika tidak membawa tidak diperbolehkan untuk masuk.


Terlihat santi juga sudah datang , santi datang memang sendirian. Malam ini santi terlihat lebih cantik dan anggun, kini tubuh santi juga sudah berisi dan terlihat lebih segar. Jauh berbeda dengan santi saat masih menjadi istri zainal.


" Selamat ya Nis, maaf kemarin saat akad aku tidak bisa datang karena pekerjaan tidak bisa ditinggal. Karena kemarin kasir yang satunya sakit jadi tidak masuk , terpaksa gantiin." ,Ucap santi merasa tidak enak dengab Anisa. Padahal anisa selama ini sudah sangat baik denga dirinya.


" Iya mbak santi tidak apa - apa. Lagipula acaranya justru seru disini, oh iya mana koko dan kiki ?" Tanya anisa sambil matanya melihat kesana kemari mencari keberadaan kiki dan koko.


" Mereka tidak ada disini. Mereka tadi sudah aku ajak tetapi tidak mau ikut, katanya lebih enak dirumah bisa main sama nenek dan kakeknya. Biasa nis lagi senang main , mainan yang lagi viral itu sampai terkadang lupa makan. " Ucap santi menceritakan.


" Yah.. Padahal berharap mereka ikutan, tadi kenapa bapak dan ibu juga tidak diajak kemari mbak ?" Tanya anisa lagi.


Saat ini anisa memang tidak dipelaminan, anisa duduk di kursi biasa para tamu duduk. Anisa kebetulan hanya duduk dengan serena dan silvia,sedangkan kedua orang tuanya lebih memilih bergabung dengan besannya. Sedangkan riko dan abi sedang berbincang dengan tamu dimeja yang lain.


Acara sengaja tidak dibuat terlalu resmi, sehingga siapapun yang datang tidak akan bosan. Makanan dan minuman sudah terhidang di meja prasmanan. Segala macam makan dan minuman,buah dan yang lainnya ada dan lengkap.


" Mereka mana mau , pilih dirumah " Jawab santi .


Ditempat lain saat ini keluarga rendra sedang dalam perjalanan menuju tempat resepsi mengendarai mobil nadin dengan zainal yang memegang kemudinya. Mereka gagal membuat pakaian seragam karena kejadian yang memalukan beberapa hari yang lalu sudah mengacaukan segalanya.


" Penampilan ibu bagaimana Nadin ? Apakah gaya ibu sudah seperti istri - istri pejabat ?" Tanya ibu ratri sambil memoleskan bedak dipipinya lagi.


" Sudah sih bu, Kok aku malah malu ya melit dandanan ibu yang terlalu berlebihan begini. Kalau untuk baju sih Ok, sanggulan rambut juga oke. Yang bikin rusak itu ya mek up ibu. " Jawab nadin jujur.


Nadin sebenarnya sudah menawarkan untuk membantu memakaikan mek up sang ibu mertua. Tetapi semua itu ditolak oleh ibu ratri karena dia merasa bisa mek up tanpa bantuan dari nadin.


" Yang dikatakan nadin itu benar bu , mek up ibu terlalu tebal. Lebih baik ibu perbaiki saja,ini sekitar 15 menit lagi kita akan sampai di hotel Grand XX loh. Biar nadin merapikan mek up ibu agar tidak bikin malu. Jangan buat malu bu, soalnya yang datang ini semua orang -'orang kaya bu. Jadi kita semua harus jaga penampilan agar tidak malu.


Akhirnya ibu ratri pun mau , nadin segera membenarkan riasan sang ibu mertua. Hanya bedak nya saja yang nadin tipisin dan lipstik nadin ganti yang sesuai dengan mek up ibu ratri.


" Kira - kira bagas diundang tidak ya Ren?" Tanya zainal tetap fokus dengan stang setir mobil.


" Soal itu aku tidak tahu mas. Sepertinya sih di undang, sebab bagas dan nadin itu dari dulu dekat. Nadin sudah menganggap bagas adik nya sendiri. " Jawab rendra .


" Iya juga sih " Jawab rendra .


Mobil yang dikendarai zainal sudah sampai di plataran hotel mewah,zainal memarkirkan mobil dan segera turun dari mobil. Mereka datang berempat saja , dua personil sudah ditendang jauh - jauh.


" Jangan lupa undangannya mas " Seru nadin memgingatkan.


" Iya sayang. Undangan ada ditas ibu semua " Jawab rendra sok romantis dengan menggandeng tangan nadin dengan mesra.


Mereka masuk kedalam gedung yang hanya dipergunakan untuk acara - acara tertentu. Tidak lupa mereka menunjukan kartu undangan. Setelah mengisi buku tamu mereka diperbolehkan masuk ke tempat acara.


" Wah, acaranya mewah banget ya ndra " Seru zainal dengan kagum.


" Iya mas, lihat saja dekorasinya ini pasti puluhan juta. Sewa gedungnya saja ini bisa sampai seratus juta mas. " Jawab rendra juga takjub dengan acara resepsi pernikahan yang digelar oleh anisa dan riko.


" Biasa saja " Jawab ibu ratri dengan sinis.


Padahal dalam hatinya dia mengakui jika acara yang dibuat oleh anisa memang sangat mewah, tidak membosankan. Mata ibu ratri menangkap sosok santi yang saat ini sedang berbincang dengan dua orang wanita yang sudah ibu ratri kenal.


Anisa sendiri sedang menemani suaminya untuk menemui para kolega bisnisnya sekalian memperkenalkan anisa kepada rekan bisnisnya. Pada dasarnya hampir semuanya sudah mengenal anisa, anisa sang menejer keuangan di perusahan abimana memang cukup terkenal. Terkenal cantiknya, ramahnya, tegasnya dan keuletannya bahkan anisa juga sering memenangkan beberapa tander atau proyek.

__ADS_1


Tanpa sengaja ekor mata anisa melihat kedatangan keluarga mantan suaminya. Anisa membisikkan sesuatu di telinga riko, dan riko terlihat mengangguk begitu saja. Anisapun kembali bergabung dengan santi dan serena, sudah pasti dia siap dengan apa saja yang ingin diucapkan oleh mulut mantan ibu mertuanya .


" Itu si anisa juga ada dimeja yang sama dengan santi." Ucap zainal memberitahu.


" Sudah biarkan saja. Sekarang lebih baik kita ambil makanan, sayangkan jauh - jauh datang kesini kalau tidak makan atau minum dulu. Kita nikmati saja hidangan yang ada, jarang - jarangkan kita makan seperti ini. Nanti baru kita samperin si anisa sombong itu " Ucap ibu ratri sambil mencibir anisa.


Perkataan ibu ratri tadi membuat nadin malu , beruntung tidak ada orang yang mendengar perkataan ibu ratri. Meskipun begitu tetap saja membuat nadin malu. Sikap ibu ratri menurutnya sangat kampungan dan tidak ada elegantnya sama sekali, tidak bisa menyesuaikan tempat dimana dia saat ini berada.


Pesta kalangan orang elit dibandingkan dengan pesta di kampung-kampung. Rendra dan zainal juga seolah menutup mata dengan sikap ibunya.


* Duhh... Semoga saja ibu tidak bikin malu. Aku akan malu jika ibu bikin ulah. Tamu undangan disini ada beberapa yang aku kenal, lihat saja bu sampai kamu bikin aku malu , aku tidak segan - segan memarahimu. * Gumam nadin dalam hatinya.


Kini mereka sudah berada di depan meja prasmananan,disana sudah tersedia berbagai banyak makanan. Dan dimeja lainnya juga ada berbagai macam minuman dan buah - buahan serta disert yang tentunya terlihat enak dan lezat. Ibu ratri sendiri sampai kalab, dia mengambil apa saja yang ada dihadapannya.


Ehheemmm... Eheeemmmm


Tiba - tiba ada suara deheman yang mengagetkan ibu ratri. Diapun beralih menatap siapa orang yang berdehem. Karena tadi dia memang memisahkan diri dari nadin, dia mengambil kue yang berada dimeja lain.


" Awas tumpah tuh makanan " Seru santi sambil terkekeh.


" Santi. Ngapain kamu disini ? Sana pergi jangan ganggu aku" Seru ibu ratri dengan ketus.


" Aku hanya mengingatkan ibu saja loh agar ibu tidak malu, lihat tuh disini tamunya itu elite - elite dan orang nya tidak rakus bu. Kalau ibu mengambil sebanyak itu sama saja mempermalukan diri ibu sendiri. Aku masih baik loh mau mengingatkan ibu, lihat si nadin saja malaa mendekati ibu. Pasti nadin itu malu juga melihat kelakuan ibu mertuanya. " Ucap santi sambil menunjuk kearah nadin yang sedang duduk bersama rendra.


Ibu ratri lalu melihat kearah nadin dan keselilingnya, dia melihat jika orang - orang memang mengambil makan tidak seperti dia. Terlihat sekali mereka dari kalangan orang kaya dan elite.


* Sial banget sih, kenapa anisa bisa menikah dengan pak Riko mantan bossnya rendra. Sudah kaya, pemilik perusahaan juga. Mujur banget sih hidupnya anisa, lepas dari rendra dapatnya yang lebih dari rendra * Gumam ibu ratri dalam batinnya.


" Bukan urusan kamu !" Bentak ibu ratri mengembalikan kembali beberapa potong cake dari piringnya di tempat semula dia mengbilnuaya . Ibu ratri sendiri langsung meninggalkan santi dan bergabung dengan anaknya, saat ibu ratri bergabung disana sudah ada bagas yang juga ikut bergabung.


Anisa sengaja hanya melihatnya tidak mau menegur ibu ratri, tabiat buruk ibu ratri membuat anisa takut jika wanita itu berulah dan membuat pestanya berantakan. Sebab mulut ibu ratri itu lebih pedas dari seblak level sepuluh.


" Eh... Kabarku baik mas. " Jawab santi singkat tanpa mau berbasa - basi dengan zainal.


Santi kembali fokus dengan ponselnya dan tidak menghiraukan keberadaan zainal. Zainal terus memandangi santi tanpa henti dan hal itu membuat santi menjadi risih.


" Mana istri mu kok tidak diajak ?" Tanya santi pura - pura tidak tahu masalah penggerebekan anita dan pak iwan.


" Mas sudah cerai sama anita , emm.. Jadi sekarang aku sendiri. San, kamu kenapa kok dingin banget sih sama mas ? Soal yang dulu maaf ya san, aku khilaf. Kamu mau kan memaafkan aku ?" Tanya zainal penuh harap.


" Aku sudah lama memaafkan mu. Maaf ya mas aku mau kesana dulu " Ucap santi meninggalkan zainal begitu saja. Bukan tanpa alasan, dia sengaja menjauhi zainal karena tidak mau lagi berurusan dengan mantan suaminua itu.


Zainal memandangi kepergian santi dan melihat santi yang kembali bergabung dengan teman - temannya. Zainal mengagumi kecantikan dan perubahan santi.


* Santi sekarang sudah berubah, dia cantik banget. Aku harus bisa rujuk dengan santi, apalagi ada anak - anak. Aku akan menggunakan anak - anak sebagai alat agar santi mau rujuk dengan ku * Gumam zainal dalam hatinya.


Waktu terus berjalan dan malam pun semakin larut, tamu undangan sudah mulai berpamitan pulang. Mereka naik kepelaminan dan mengucapkan selama untuk kedua mempelai. Sebelum berpamitan bagas terlebih dahulu mengingatkan ibunya agar bisa menjaga sikapnya.


" Bu, ingat jangan berulah. Jika ibu tidak mau mengucapkan selamat lebih baik ibu tidak perlu ikut berpamitan, ibu tunggu saja disini. " Tegur bagas.


" Kamu ini kenapa sih gas ? Sama ibu kok sepertinya curigaan terus ? Dikasih apa kamu sama si anisa itu ? " Tanya ibu ratri ketus.


" Bu sudah jangan seperti ini. Benar kata bagas,jika ibu tidak mau mengucapkan selamat lebih baik disini saja dan biarkan kami yang kesana " Ucap rendra setuju dengan bagas.


" Ibu ikut " Jawab ibu ratru singkat .


Akhirnya mereka semua bangkit dan mengantri untuk berpamitan dan memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin. Kini tiba giliran keluarga rendra dan ibu ratri memberikan selamat lebih dulu.


" Kok mau sih pak riko menikah sama wanita janda bekas anak saya ? Padahal pak riko bisaloh dapat yang lebih segalanya dari anisa. Masak pemilik perusahaan besar menikah sama janda,malu dong pak " Ucapan ibu ratri berhasil membuat malu anak - anaknya.


Begitipun riko, riko sangat geram dengan pernyataan ibu ratri yang menurutnya sama sekali tidak sopan. Beruntung orang - orang dibelakang ibu ratri adalah keluarganya sehingga perkataannya tadi tidak didengar oleh orang lain.

__ADS_1


" Lebih baik menikahi janda yang terhormat daripada menikahi wanita murahan yang tukang selingkuh. Apalagi selingkuhnya sama mertua sendiri ya bu. " Ucap riko menyindir ibu ratri.


Wajah ibu ratri langsung berubah memerah menahan malu. Tidak menyangka riko akan mengeluarkan kata - kata seperti itu.


" Jangan mempermalukan diri ibu sendiri bu. Aku sangat beruntung bisa terlepas dari keluarga toxic seperti kalian." Ucap anisa ikut menambahi.


" Awas kamu anisa ! Aku doakan rumah tanggamu tidak akan bahagia. Camkan itu !! " Bentak ibu ratri.


Deg...


Anisa langsung mengepalkan kedua tangannya. Jika tidak ingat ibu ratri lebih tua dari dirinya mungkin saat ini dia sudah menamparnya. Melihat ada perselisihan diatas pelaminan membuat dua orang keamanan menghampiri dan segera membawa ibu ratri turun dari pelaminan.


" Lepaskan ! Aku bisa jalan sendiri. Lihat saja aku akan membalas perbuatan kamu , Anisa. " Ucap ibu ratri .


Para tamu undangan yang belum pulang hanya menatap heran dengan kelakuan ibu ratri. Bagas dan kedua kakaknya juga sangat malu dengan kelakuan ibunya, apalagi nadin. Dia segera bersalaman dan segera keluar gedung dan menunggu diparkiran.


" Maafkan ibu ya pak riko , anisa . Dan selamat atas pernikahan kalian." Ucap rendra.


" Terimakasih ucapannya. " Jawab anisa dan riko bersamaan.


" Selamat ya mbak. Semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan. Maaf soal yang tadi dan perkataan ibu sudah jangan difikirin lagi. Doa jelek dari ibu itu sudah dialami kedua kakakku sendiri." Ucap bagas.


" Aamiin. Terimakasih ya gas,kamu segera selesaikan kuliah kamu ya jangan pacaran dulu " Seru Anisa.


Bagas mengangguk lalu dia turun dari pelaminan dan bergantian tamu undangan yang lainnya untuk bergiliran mengucapkan selamat serta berpamitan langsung.


Brukkk...


Tiba - tiba rendra saat keluar dari gedung menabrak seorang perempuan yang ada didepannya. Beruntung perempuan hamil itu tidak jatuh.


" Erika " Seru rendra.


" Iya mas ini aku. Kenapa kaget ? Anisa juga mengundangku kok mas. Mas - mas masih saja ya ibu mu itu bikin malu, diacara sebesar ini saja dia masih bikin ulah. Mas bawa tuh ibu mu ke psikiater atau psikolog siapa tahu dia kejiwaannya terganggu. Bikin malu saja " Ucap erika tersenyum sinis.


" Jaga mulut mu ! Jangan menghina surgaku kamu erika ! Dasar wanita murahan, jangan bangga dulu kamu sudah lepas dariku. Lihat saja aku pasti akan buat perhitungan sama kamu,karena kamu sudah membuat anisa pergi dariku. " Ucap Rendra dengan penuh emosi.


Hahahaaaa Erika tertawa mendengar pernyataan gila dari rendra. Masih saja dia menyalahkan erika, padahal sudah jelas biang masalshnya adalah ibunya sendiri.


" Biang masalahnya itu ibu mu sendiri. Bukan sepebuhnya aku yang salah, kalau bukan karena dorongan dan keinginan ibumu untuk aku menikah dengab mu aku juga tidak akan mau menikah dengan pria kere seperti mu. " Seru Erika tersenyum sinis kearah rendra.


Keluarga yang lainnya sudah menunggu rendra di mobil tetapi yang ditunggu tidak kunjung datang juga. Malah sedang asik berdebat dengan erika, hal itu membuat nadin turun dari mobil dan mencari kebetadaan rendra.


" Dasar wanita murahan !" Seru rendra lagi.


" Pria kere " Jawab nadin.


" Mas rendra ! Ternyata kamu disini sama dia, kami sudah menunggumu dimobil sampai lumutan. Kamu mau pulang atau tidak? Apa mau aku tinggal disini agar puas kalian berbincang nya ?" Tanya nadin kesal karena yang ditunggu ternyata malah asik dengan mantan istri keduanya.


Rendrapun mendekati nadin dan memeluk pinggang nadin dengan mesra agar nadin tidak marah. Bisa susah kalu sampai nadin marah.


" Tidak kok sayang tadi hanya ada perdebatan sedikit saja, maklumlah wanita murahan ini sudah membuat aku kesal. Yuk kita pulang dan kita bersenang - senang dikamar " Ucap rendra sambil melirik kearah erika agar erika cemburu dan memanas.


Nadin mengangguk dan kini mereka berjalan betiringan menuju mobil dengan tangan rendra tetap memeluk pinggang nadin dengan mesra. Hal itu sama sekali tidak membuat erika cemburu. Dia justru senang bisa segera keluar dari keluarga benalu yang sama sekali tidak tahu malu.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2