Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Berebut amplop


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Malam hari kediaman ibu ratri sudah mulai sepi dan mereka juga sudah selesai istirahat. Kini mereka semua sedang makan malam, malam ini nadin sudah mulai tinggal di rumah ibu ratri. Kali ini mereka makan malam satu keluarga besar, ada zainal dan anita juga. Bagas sudah dua hari ini tidak pulang kerumah, baik rendra maupun ibu ratri tidak ada yang menanyakan keberadaan bagas.


" Setelah ini kita buka amplop dari hasil pernikahan kamu ndra, din. " Ucap ibu ratri memberitahu rendra dan nadin.


" Amplop ? Hemmm... Oh iya nadin lupa bu, kalau masih ada tugas buka amplop. Baiklah nanti kita buka sama - sama ya bu. " Ucap nadin masih bersikap sewajarnya saja.


* Aduh... aku lupa kalau ibu belum aku kasih tahu jika nadin mau uang hasil pesta itu semuanya sebagai uang ganti biaya pernikahan. * Gumam rendra dalam hatinya.


" Bapak nanti tidak ikut membantu ya, bapak mau kerunah mega. Katanya mega sakit makanya tadi dia tidak bisa datang kemari saat pesta pernikahan rendra sama nadin. Bapak mungkin menginap saja disana, karena pulang pasti juga malam banget. " Ucap pak iwan beralasan padahal dia ada janji dengan seseorang.


Ibu ratri mengangguk dan sama sekali tidak curiga dengan suaminya. Acara makan malam pun selesai dan kini mereka sudah berkumpul diruang keluarga untuk menghitung uang hasil pesta pernikahan. Erika memilih tidak mau bergabung, dia istirahat dikamarnya.


" Anita mana Nal ?" Tanya ibu ratri menanyakan keberadaan istri zainal.


" Dia pulang bu katanya capek mau istirahat. " Jawab zainal.


" Kapan dulu warisan istri kamu itu keluar Nal, sudah 2 bulan lebih kamu menikah tapi warisan itu belum juga dibagi. Atau jangan - jangan ini akal - akalanmu saja agar ibu merestui pernikaha mu dengan wanita penjaga kantin itu ?" Tanya ibu ratri mulai marah.


" Bu, sudah sih jangan bahad yang lainnya. Kita ini mau membuka amplop loh bu. Jangan bikin perkara dulu, ini sudah maldm " Jawab zainal tidak suka dengan pertanyaan sang ibu yang membuat dirinya sulit untuk menjawab.


Hhhuuuufffff....


Rendra yang melihat perdebatan antara ibu dan kakaknya hanya bisa membuang nafas dengan kasar sambil menggelengkan kepalanya. Dia melirik nadin sekilas, yang dilirik sama sekali tidak merespon karena sudah fokus dengan amplop yang ada ditangannya.


" Wahh mas ini dari mantan bos kamu, lumayan juga mas 2 juta isi amplopnya. Tapi ngomong - ngomong kamukan pengangguran mas, besok kamu harus cari kerja. Aku tidak mau mempunyai suami yang pengangguran, malu mas. Nanti teman - temanku pasti bertanya tentang pekerjaan suamiku. Lagi pula biaya hidupku juga sudah menjadi tanggunganmu mas. " Ucap nadin bicara tanpa melihat kearah rendra karena sibuk membuka amplop.

__ADS_1


Disini yang terkejut dengan sikap nadin bukan hanya rendra tetapi ibu ratri juga. Dia hampir saja tidak yakin jika nadin bisa berkata seperti itu, nadin jadi perhitungan benar - benar beda dari nadin yang awal ibu ratri lihat.


" Nak nadin , besok itu apa sebaiknya kalian istirahat saja dulu. Atau kalidn bulan madu, menikmati masa - masa pernikahan kalian terlebih dahulu. Masak sudah harus cari pekerjaan, untuk sementara kebutuhan pakai uang nak nadin dulu ya. " Ucap ibu ratri mencoba menasehati nadin.


" Bulan madu uang darimana bu ? Mau pakai uang hasil pernikahan ini ? Oh tidak bisa, uang ini mau nadin tabungkan untuk mengganti uang nadin yang kemarin sudah nadin keluarkan untuk biaya pesta pernikan " Ucap nadin serius.


Deg....


Jantung ibu ratri mulai tidak aman lagi. Bagaimana mau aman jika nadin mau mengambil uang amplop itu semuanya. Ibu ratri tidak terima , setidaknya dia bisa mendapatkan setengagnya. Iya , dia mau uang itu dibagi dua bukan untuk nadin semuanya.


" Maksudnya ? Uang itu mau kamu ambil semuanya ? " Tanya ibu ratri memperjelas pernyataan nadin.


" Iya. Inikan haknya nadin, ingat ya bu untuk semua biaya pernikahan itu aku yang tanggung. Jadi uang ini buat nadin semua, tapi tenang saja nanti ibu nadin kasih 1 juta sebagai uang capek karena sudah membantu menghitung hasil amplop ini " Ucap nadin lagi.


" Tidak bisa begitu dong ! Uang ini harus dibagi dua, karena ibu juga berhak atas uang ini. " Ucap ibu ratri mempertahannkan pendapatnya sendiri.


" Tidak ! Mas, jelaskan sama ibumu jika dari awal aku sudah bilang kalau uang amplop hasil pernikahan itu semua buat ku tidak untuk dibagi dua. Kalau begini ceritanya lebih baik kemarin tidak usah mengadakan pesta, kita menikah saja di KUA . Kamu menikah denganku itu tidak mengeluarkan uang sama sekali loh mas " Ucap nadin mulai marah.


" Bu, sudah jangan berdebat lagi. Yang dikatakan nadin benar bu, lagipula ini memang haknya nadin. Nanti ibukan pasti dapat jayah juga dari nadin" Ucap rendra menengahi.


" Tapi ndra, masak iya untuk nadin semua. " Keluh ibu ratri.


" Mengalah dulu bu, ingat nadin itukan orang kaya nanti pasti uang itu keluar juga bu untuk kebutuhan rumah. Nanti rendra bicara lagi sama nadin. " Bisik rendra ditelinga ibu ratri.


Ibu ratri menatap rendra untuk meminta kepastian, rendra mengangguk untuk menyakinkan sang ibu. Akhirnya setelah bujuk rayu rendra,ibu ratri bisa mengalah dan menerima keputusan Nadin. Mereka kembali membuka dan menghitung uang hasil pesta pernikahan.


Sementara itu saat ini dirumah Zainal sedang terjadi olah raga sengit antara anita dan pak iwan. Mereka mencari kesempatan disaat zainal dan yang lainnya sedang sibuk dirumah ibu ratri. Sebenarnya pak iwan tidak kerumah mega, tetapi dia sengaja berbohong untuk menemui anita, mereka sudah janjian dari sore.


" Anita kenapa kamu semakin lincah saja si sayang, bapak jadi ketagihan terus loh bermain sama kamu. " Ucap pak iwan sambil membelai rambut anita dengan lembut.


" Bapaj juga semkin hot cara mainnya. Pak, malam ini tidur disini saja ya. Lagipula mas zainal tidak akan tahu kalau bapak tidur disini, mas zainal tidak pernah masuk kamar ini. " Seru Anita dengan manja.


" Baiklah sayang ku. " Ucap pak iwan lalu kembali menerkam anita dengan penuh semangat. Meskipun sudah tua, tenaga pak iwan tidak bisa diragukan lagi.

__ADS_1


Mereka kembali bermain selama satu jam,setelah selesai anita keluar kamar untuk membersihkan tubuhnya dikamar pribadinya. Karena sebentar lagi zainal pasti akan pulang dan tidak mau membuat zainal menaruh curiga.


Baru saja anita selesai mandi zainal sudah pulang dan masuk kekamarnya.


" Loh sayang kok kamu mandi malam - malam begini ?" Tanya zainal bingung.


" Emm...anu mas, itu aku gerah jadi aku mandi saja " Jawab anita gugup.


" Ohh... Mas kira kamu habis gituan. " Ucap zainal sambil terkekeh.


" Tidak dong mas, lagipula sama siapa aku main. Mas saja baru pulang,aku pakai baju dulu ya mas " Ucap anita berjalan kearah lemari untuk mengambil baju.


Namun tiba - tiba tangan anita ditarik oleh zainal, mata zainal menatap penuh gairah kearaha anita. Anita tahu maksud sang suami, tetapi saat ini anita benar - benar lelah karena sudah bermain selama 2 jam dengan bapak mertuanya sendiri.


" Maaf mas, aku lagi kedatangan tamu bulanan " Ucap anita beralasan.


Hhhhuuuuhhh


Rendra menguaap wajahnya dengan kasar, berarti dia harus berpuasa selama seminggu lebih. Zainal sama sekali tidak menaruh curiga jika anita baru saja mendapatkan kebutuhan batinnya dari pria lain.


" Ya sudah , sana kamu pakai baju nanti masuk angin " Ucap zainal terlihat pasrah.


Anita mengangguk lalu mengambil baju dalam lemari dan memakainya. Dalam hatinya sebenarnya dia tertawa karena berhasil membohongi suaminya, sama sekali tidak kasihan dengan wajah zainal yang nampak frustasi karena hasratnya tidak terpenuhi.


* Terpaksa harus dituntaskan dikamar mandi. Huuuhhh.... Tidak apa - apa daripada ditahan * Gumam zainal dalam hatinya.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2