
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Keluarga benalu itu kini telah berkumpul di kandangnya kembali, lebih tepatnya mereka sudah tinggal dirumah ibu ratri. Anisa berhasil mengusir rendra dan erika dari rumahnya dengan mengancam akan membawa kasuh perselingkuhan mereka kekantor polisi, untuk menghindari hal yang semakin sulit akhirnya rendra membawa erika tinggal dirumah ibunya.
" Tidak bisa begini dong mas, masak kita tinggal dirumah ibu. Sedangkan rumahmu di kuasai sama istri tua mu itu. " Ucap erika memprotes rendra yang setuju keluar dari rumah anisa.
" Kamu bisa diam tidak sih Erika ? Aku itu pusing. Itu memang rumah anisa bukan rumahku jadi dia berhak mengusir kita. Baru juga dua hari menikah dengan mu, hidupku sudah susah begini. Kamu itu pembawa sial !!" Ucap rendra ketus.
" Mas, kok kamu bicara seperti itu sih. Aku ini sedang hamil anak kamu loh mas, seharusnya kamu itu perduli dan perhatian denganku bukan malah bicara kasar dan menyalahkan aku begini. Aku lebih berharga dari istri tuamu itu mas, karena aku bisa hamil dan memberikan kamu keturunan. " Seru erika tetap menganggap dirinya lebih dari anisa.
Jika dia menyadari, dirinya tak ubahnya batu koral sedangkan anisa batu berlian yang indah dan sangat berharga. Manusia-manusia tamak dan para benalu memang tidak bisa memandang kesalahan dan kekeliruan yang ada pada dirinya sendiri. Mereka hanya bisa menyalahkan orang lain dan menganggap milik orang lain berhak mereka miliki.
" Rendra, erika kamu ini kenapa sih ribut terus. Ibu pusing denger kalian ribut, sekarang lebih baik kalian cari cara agar rumah itu bisa kita kuasai. Padahal ibu tadi sudah janji sama teman - teman arisan kalau minggu depan arisan ibu yang narik tapi dirumah baru kamu ndra, hitung - hitung sekalian syukuran. Tapi kalau begini ibu yang malu. " Ucap ibu ratri dengan raut wajah yang sedih.
Bagaimana jika teman arisannya tahu jika tidak jadi arisan dirumah mewah itu , bisa malu tujuh turunan dia.
" Ibu juga sih yang menyuruh aku untuk menikah dengan erika , bahkan memaksaku menikah dengannya. Sekarang ibu lihatkan hasil dari rendra mengikuti kemauan ibu. Rendra kehilangan anisa dan sekarang tidak adalagi rumah yang ibu banggakan. Sampai detik ini cinta rendra tetap untuk anisa bu secuilpun tidak ada untuk erika " Ucap sambil melirik erika dengan sinis.
" Tapi kamu sudah menghamili erika jadi jangan sakahkan ibu dong Ndra. Kamu juga menikmati kenapa ibu yang disalahkan." Gerutu ibu ratri kesal.
" Itu semua karena kalian bertiga yang menjebakku. Sudahlah bu, aku capek mau istirahat. Bahkan sudah malam begini aku juga belum mandi dan makan malam. Erika sana pergi kedapur, masak apa aja yang ada didapur, yang penting bisa aku makan. " Seru rendra mengusir erika kedapur untuk memasak makanan untuk dia makan malam.
Bagas sedari tadi yang menyimak perdebatan didalam kamarnya, kini dia keluar dan melontarkan pertanyaan untuk kakaknya.
" Bagaimana mas ? Apa kamu sudah mulai terkena karma dari perbuatan mu ? Kamu membuang batu berlian demi batu koral yang busuk dan murahan, jangan sampai kamu semakin menyesal setelah mengetahui kebenarannya " Ucap bagas bicara dengan ketus.
" Maksud kamu apa gas ? Kamu jangan ikut campur urusan mas, urus saja kuliah kamu. " Jawab rendra.
" Wanita yang kamu jadikan istri kedua itu bukan wanita baik - baik mas. Aku sudah pernah ingatkan ibu dan mbak santi tapi mereka tetap tidak percaya, jadi aku memutuskan tidak memberitahumu karena percuma, percuma aku memberitahu mu mas. Karena kamu tetap akan mengikuti kemauan ibu, kamu itu tidak punya pendirian. Selamat menikmati hari - harimu mas " Ucap bagas lalu kembali masuk kekamarnya.
__ADS_1
* Kurangajar ! Dari dulu bagas itu memang tidak menyukaiku, ini tidak bisa dibiarkan. Makin kesini bagas semakin kurangajar, sampai sekarang aku masih penasaran sebenarnya video apa yang ada pada bagas sehingga dia selalu mengancamku dengan video itu * Gumam erika dalam batinnya.
Semenjak erika kembali dalam kehidupan rendra dan mulai dari situ juga bagas memata - matai erika dengan meminta tolong temannya untuk mengikuti erika. Dan hasilnya membuat bagas tercengang , ternyata selain bekerja di bank erika juga menjadi teman kencan para pria hidung belang dan selalu berakhir di atas ranjang.
Bagas mengira erika sudah berubah semenjak putus dari rendra ternyata masih sama saja, dulu saat pacaran dengan rendra bagas pernah melihat erika berselingkuh dan beradegan ranjang dengan selingkuhannya. Dan pada akhirnya dia memilih pergi dengan selingkuhannya dan meninggalkan rendra.
" Mana makanannya erika ?" Tanya rendra.
" Aku belum kedapur mas, kamu kan tahu sedari tadi aku duduk disini. Ya sudah sekarang kamu mandi saja dulu, aku siapkan makan malam untuk mu " Ucap erika berusaha bersikap baik dengan rendra agar rendra semaki dalam genggamannya dan tidak percaya apapun yang dikatakan bagas.
Erika curiga jika bagas sudah tahu semua sepak terjangnya selama ini. Jika rendra tahu kelakuan erika pasti erika akan dicerai dan anak dalam kandungannya tidak punya ayah.
*************
Udara pagi terasa dingin menusuk kedalam tubuh, anisa bangun dan langsung masuk kekamar mandi. Hari ini anisa tidak akan kekantor karena ada hal yang ingin dia kerjakan. Beginilah enaknya jika perusahaan punya sendiri, meskipun begitu bukan berarti anisa lepas tangan. Saat kakaknya butuh bantuan dia pasti akan datang kekantor.
" Hemmm.... Aku jogging dulu kali ya biar badanku mengeluarkan keringat, sudah lama juga aku tidak berkeringat. Heheeeheee " Ucap anisa terkekeh sendiri.
Anisa sudah mengganti pakain untuk jogging lalu turun dan langsung menuju dapur mencari keberadaan bik marni.
" Samakan saja mbak " Ucap bik marni sopan .
" Baiklah aku jogging dulu ya bik. " Ucap anisa berpamitan.
" Iya mbak , hati - hati ya mbak " Seru bik marni.
Anisa keluar rumah tidak lupa dia menyapa pak burhan yang sedang membantu kakaknya membersihkan taman depan. Satpam itu memang rada aneh, biarpun tugasnya sebagai satpam dia juga mau membantu pekerjaan kakaknya.
Anisa sudah sampai di taman komplek, tidak terlalu ramai karena memang bukan hari libur. Anisa berlari memutari taman komplek sendirian, setelah tigapuluh menit anisa memilih beristirahat dan duduk di bangkyu taman sambil meminum air yang tadi dia bawa dari rumah.
" Sendirian aja neng ?" Tanya seorang pria yang tiba - tiba datang menghampiri anisa.
Anisa mengalihkan pandangannya mencari sumber suara, ternyata ada agus yang sudah berdiri di sampingnya dan kini ikut duduk di bangku yang sama dengan anisa.
" Sendirian saja ? " Tanya agus mengulangi pertanyaanya karena tadi belum dijawab oleh anisa.
__ADS_1
" Kamu lihatnya aku sama siapa ? Sendirikan ? Mata kamu belum rabun ?" Tanya anisa ketus.
" Galak amat sih neng, nanti tidak ada yang mau loh sama wanita yang galak - galak begitu. Apalagi sebentar lagi bukannya kamu akan menjadi janda ?" Tanya agus dengan senyum mengejek anisa.
Deg...
Anisa langsung memandang lekat kearah agus, kenapa berita perceraiannya dengan rendra sudah sampai ditelinga agus ? Cepat sekali beritanya menyebar.
" Jangan bingung ! Aku tahu suami kamu menikah lagi dengan mantan pacarnya yang saat ini sedang hamil dan kamu akan diceraikannya. Ibu yang menceritakan semuanya , makanya jadi wanita jangan mandul ! Tidak enakkan ditinggal menikah lagi dan akan diceraikan ?" Seru agus lagi.
" Jangan banyak bacot ! Aku sama sekali tidak rugi bercerai dengan suamiku. Harta ku banyak dan aku bisa hidup bahagia dengan harta ku dan siapa yang tidak mau sama wanita yang kaya sepertiku " Ucap anisa sengaja menyombongkan dirinya dihadapan agus.
" Heeleehh... Harta darimana ?.Yang ada semua itu milik mantan suamimu itu. Gara - gara kamu aku tidak jadi buka usaha, pelit banget dipinjami uang 100 juta " Ucap agus dengan tidak tahu malunya.
Anisa mengepalkan tangannya ingin rasanya dia menggampar mulut lemes agus. Lelaki tapi mulut sama persis dengan mulut wanita.
" Emmm...kamu pasti kesepian kan ? Bagaimana kalau nanti malam kita jalan ? Aku yang traktir deh " Ucap agus.
" Tapi ada imbalannya. Kamu harus mau menemaniku semalaman di kamar hotel " Seru agus sedikit berbisik.
Anisa bangkit dan langsung melayangkan dua tamparan di wajah agus.
Plaakk Plaaakkk
" Dasar pria brengsek !! Kamu kira aku wanita murahan ?. Biarpun didunia ini sudah kehabisan stok lelaki, aku tidak akan mau dengan lelaki sepertimu !!" Ucap anisa dengan lantang.
Anisa berjalan meninggalkan agus yang masih terdiam sambil memegangi pipinya yang sakit dan panas akibat tamparan yang diberikan oleh anisa.
Anisa menghampiri pedagang soto yang ada di pojok taman , dia memesan 4 porsi soto ayam lengkap dengan gorengannya. Setelah pesanannya selesai anisa membayar dengan selembar uang merah tanpa meminta kembalian.
************
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️