
.
.
.
💞 HAPPY READING 💞
Rumah sakit
Rendra dan nadin sudah berada dirumah sakit, kini mereka sudah ikut mengantri bersama ibu - ibu hamil yang lainnya. Saat sedang mengantiri ternyata ada erika juga yang sedang menunggu giliran untuk dipanggil. Sebagai mantan adik madu yang baik, nadin menghampiri erika dan duduk tepat disamping erika .
" Hai erika... Sepertinya perut kamu sudah besar banget ya. Sudah berapa bulan itu ?" Tanya nadin mencoba berbasa - basi dengan erika.
" Delapan bulan " Jawab erika dengan malas.
" Ohh... Hemm, aku juga hamil loh. Dan yang aku kandung ini anaknya mas rendra, darah daging mas rendra. Tidak seperti mu suami siapa hamil juga sama siapa ? Tapi tidak masalah juga sih, ada bagus nya kamu hamil anak pria lain sehingga mas rendra ada cara untuk menceraikan mu. Aku jadi tidak berbagi suami lagi sama kamu " Ucap nadin sombong.
" Mas rendra tidak menceraikan aku tetapi aku yang menggugatnya cerai. Oh iya tunggu saja mungkin 3 hari lagi surat cerai nya keluar. Menyesal aku kenapa dulu aku meminta mas rendra mendaftarkan pernikahan kami saat dia resmi bercerai dengan anisa, sehingga sekarang aku harus ribet mengurus perceraiannya " Ucap erika kesal.
Rendra hanya menjadi pendengar setia beruntung sekali mereka duduk di bagian pojok dimana hanya ada mereka bertiga saja.
" Baiklah nanti aku bantu uang untuk memgurus perceraian nya. Kirim saja nomor rekdningnya nanti aku transfer " Ucap nadin.
" Tidak perlu ! Aku masih mampu membiayainya sendiri. Oh iya kamu sedang hamil juga ? Emm... Yakin itu anak nya mas rendra ? Bisa juga kamu mas menghamili istrimu,aku kira kamu ini pria gabuk " Ucap erika menatap sinis rendra.
Deg...
Rendra terlihat salah tingkah dan gugup dengan pernyataan erika. Kenapa pernyataan erika bisa pas dengan keadaan rendra yang sebenarnya. Namun berbeda dengan nadin. Dia memarahi erika dan tidak terima dengan kata - kata erika.
" Sembarangan kamu ini bicara ! Meskipun aku mantan wanita yang tidak benar saat sudah menikah dengan mas rendra aku tidak lagi tidur dengan pria lain.Lagi pula saat dengan pria lain dulu juga selalu aman tidak sembarangan aku mau ditanam benih. Memang nya kamu !" Bentak nadin kesal.
Saat ingin menjawab perkataan nadin, tiba - tiba nama erika dipanggil. Erikapun masuk ke ruang pemeriksaan, sedangkan nadin dan rendra masih menunggu gilirannya. Banyak ibu hamil yang sedang menunggu giliran, ada yang bersama suaminya ada juga yang sendirian.
__ADS_1
Erika sudah selesai dia keluar tanpa melihat kearah nadin dan rendra. Dia berjalan begitu saja tanpa menyapa nadin dan rendra.
Cukup lama menunggu akhirnya giliran nadin yang diperiksa,saat ini usia kandungan nadin baru dua minggu, nadin dan rendra mendengarkan penjelasan dokter. Sebagai calon orang tua baru mereka memang masih harus banyak mendengar masukan - masukan dari dokter.
" Mas, antar aku ke supermarket. Aku mau beli susu hamil sama buah - buahan." Seru nadin.
" Iya " Jawab rendra dengan singkat.
" Kamu kenapa sih mas ? Tidak senang dengan kehamilanku ? Dari tadi aku perhatikan kamu seperti terpaksa gitu nganter aku kedokter ?" Tanya nadin penuh selidik.
" Bukan begitu sayang. Tadi hanya malas ada erika, mood baikku tiba - tiba rusak karena erika." Ucap rendra berbohong.
Nadin hanya mengangguk saja, kini mobil yang dikendarai oleh rendra sudah sampai di depan gedung supermatket. Rendra dengan segera turun dan membukakan pintu mobil nadin. Mereka sama - sama masuk supermarket , banyak cemilan yang dibeli oleh nadin sampai rendra heran nadin mau buka warung apa bagaimana.
*********
Anisa dan riko sang pengantin baru saat ini mereka baru pulang dari berbulan madu di negara prancis. Selama 10 hari mereka ada di negara menara eiffel itu, kini mereka harus pulang karena pekerjaan dan kesibukan mereka sudah menanti.
" Mas, kita di jemput apa naik taksi ?" Tanya anisa saat mereka sudah sampai bandara di tanah air.
" Mas kan sudah bawa koper juga, mana besar banget lagi. Yang ini biar aku yang bawa mas. Lagian tinggal tarik ini kagak perlu diangkat - angkat." Ucap anisa menolak secara halus .
" Baiklah " Jawab riko sambil mengulas senyum manis yang dia miliki. Membuat para wanita ikut kesemsem melihat senyuma manis riko.
Mereka beriringan berjalan keluar menuju area para penjemputan. Disana sudah ada pak Sukir yang menjemput mereka, pak sukir adalah sopir pribadi riko yang bekerjasama dengan riko sudah selam 8 tahun. Pak sukir mengambil koper yang dibawa anisa dan memasukannya kedalam bagasi mobil begitupun koper yang dibawa riko.
" Kita pulang kemana ini pak ?" Tanya pak sukir.
" Kerumah saya saja pak, soalnya kami sudah memutuskan akan tinggal dirumah saya. Biarlah apartemen mas riko nanti dijual saja atau disewakan. " Ucap Anisa sambil memainkan alisnya dengan senyum jahil kearah suaminya.
Riko selama ini memang tinggal bersama kedua orang tuanya dan terkadang juga di apartemen nya sendiri. Saat menikah kemarin dia mau beli rumah untuk di tempati bersama anisa dan anak - anaknya nanti. Tetapi anisa melarangnya , sebab dia sendiri susah ada rumah yang cukup besar. Merasa sayang jika tidak ditempati, akhirnya riko membatalkan membeli rumah. Uangnya dia tabung untuk membeli rumah nanti untuk anak - anaknya.
" Iya pak kerumah istriku saja " Ucap riko.
__ADS_1
" Rumah kita mas, bukan istriku !" Ucap anisa protes tidak suka dengan cara penyebutan riko.
" Iya istriku sayang, rumah kita " Ucap riko.
Pak sukir hanya tersenyum melihat perdebatan kecil antara suami istri itu. Pak sukir melajukan mobilnya menuju rumah anisa sesuai intruksi sang majikan. Setelah 1 jam perjalanan mobil yang dikendarai pak sukir sudah sampai di depan gerbang rumah anisa, dengap sigap pak burhan membukakan pintu gerbang .
Pak burhan ikut membantu pak sukir menurunkan koper dan membawanya masuk kedalam rumah.
" Sudah letakkan saja situ pak,nanti biar saya yang bawa keatas. Sekarang bapak istirahat saja,terimakasih ya sudah menjemput kami. " Ucap riko berterimakasih kepada pak sukir.
" Sama - sam pak riko " Jawab pak sukir sambil menganggukkan kepalanya.
Anisa dan riko naik ke lantai atas dimana kamar mereka berada. Bik marni sibuk didapur membuatkan minuman segar kesukaan anisa dan akan mengantarkannya ke kamar Anisa.
" Mas riko mau mandi dulu atau langsung istirahat ?" Tanya anisa.
" Mas mau makan Sayang " Ucap riko menjawab keluar dari apa yang ditanyakan oleh anisa.
" Mas lapar, baiklah kalau begitu aku minta tolong bik marni untuk menyiapkan makanan dulu ya. Tumben banget kamu lapar mas, padahal tadi saat dibandara sudah makan" Ucap anisa heran.
" Bukan makan makanan sayang tapi mas pengen makan kamu" Ucap riko langsung menyergap anisa.
Anisa yang belum siap dengan penyerangan riko yang secara tiba - tiba hanya bisa pasrah dan mengikuti alur permainan yang dilakukan oleh suaminya. Riko seakan tidak bosan melakukannya , sedangkan di depan pintu kamar anisa ada bik marni yang hendak mengantarkan minuman untuk anisa dan riko. Mendengar suara - suara yang tidak asing lagi membuat bik marni mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu, yang ada bik marni nanti yang akan malu sendiri.
" Dasar pengantin baru, baru saja sampai rumah sudah main lagi. Kurang kayaknya bulan madunya. Semoga segera diberi momongan untuk pak riko dan mbak anisa " Ucap bik marni.
Bik marni membawa kembali minumannya dan meletakkannya di dalam kulkas agar tetap dingin. Sekitar 1 jam lagi nanti dia akan mengantarkannya lagi kekamar anisa.
" Kok dibawa lagi bu?" Tanya suami bik marni.
" Mereka sepertinya kelelahan pak sampai mereka sudah tidur , ibu ketok - ketok tidak dengar betartikan tidur " Ucap bik marni berbohong.
" Iya pasti merela capek habis perjalan jauh bu " Jawab suami bik marni.
__ADS_1
* Capek apa pak,justru mereka saat ini itu sedang berolah raga. Masak iya ibu harus bilang jika mereka sedang berolah raga,malu dong pak..* Gumam bik marni dalam batinnya.
***********