Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Pelaku yang sesungguhnya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Tiga hari sudah Nadin dirawat dirumah sakit dan hari ini dia sudah bisa pulang. Dan hari ini juga Nadin akan mencari tahu siapa sebenarnya yang sudah mencoba mencelakainya sampai dia harus kehilangan calon anaknya. Padahal anak itu sangat dia tunggu - tunggu kehadirannya.


" Mobilku dimana mas ?" Tanya Nadin saat sudah berada dalam taksi online yang dipesan oleh Rendra.


" Masih ada di kantor polisi Din. Mas belum mengurusnya, kamu tahu sendiri mas tidak ada uang untuk nengurus semua itu. Sebenarnya polisi membolehkan untuk dibawa kebengkel, tapi tidak ada uang. Jadi ya mas biarkan dulu di sana." Ucap Rendra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Nadin terlihat menghela nafaanya, ingin rasanya dia mencakar wajah suami tidak bergunanya itu. Status nya saja sebagai seorang suami tetapi tidak ada tanggung jawabnya sama sekali. Nadin juga lama - lama muak menjalani rumah tangga dengan Rendra. Sepertinya dia juga akan secepatnya mengurus perceraian, sebab sudah tidak ada lagi yang menghalanginya. Kandungannya juga sudah tidak ada, dulu tidak mau menjada karena sedang hamil.


" Mas kamu turun disini saja ya, aku mau kekantor polisi untuk mengambil mobilku. Pak tolong berhenti dulu." Seru Nadin.


Rendra tidak mengerti dengan jalan pikiran Nadin, kenapa justru dia meminta dirinya untuk turun. Jika mau kekantor polisi mengurus mobil seharusnya mengajak Rendra. Sebenarnya Nadin tidak kekantor polisi tetapi dia mau mencari bukti disekitar taman.


" Tapi kenapa mas tidak boleh ikut. Terus mas mau naik apa Din ?" Tanya Rendra heran.


" Ini uang 100 ribu untuk kamu beli makan sama naik ojek online." Seru Nadin serius.


" Tapi....."


" Sudah sana turun, keburu siang dan panas." Belum juga Rendra menyelesaikan ucapannya Nadin sudah menyela dan memintanya segera turun.


Tidak bisa menolak, Rendra pun turun dari mobil dengan perasaan kesal. Nadin meminta pak sopir untuk kembali melajukan mobilnya dan mengantarkan Nadin sesuai dengan alamat sesuai dengan pesanannya. Nadin tadi memang memesan taksi online dengan tujuan ketaman dimana tempat dia bertemu dengan santi.


Saat sudah sampai taman Nadin meminta pak sopir untuk menunggunya. Hari ini Nadin full menyewa sopir dan mobilnya langsung agar dia tidak susah untuk kesana - sini.


" Maaf bu apa di toko ibu ini ada CCTV nya. Maksud saya bagian luar ada Cctv nya ?" Tanya Nadin membuat pemilik toko bunga itu mengerutkan keningnya.


Pemilik toko itu takut jika Nadin orang yang punya niat jahat , menanyakan Cctv segala. Nadin tahu jika wanita yang saat ini ada dihadapannya heran dengan pertanyaannya.


" Saya sedang mencari bukti kejahatan seseorang yang sudah memotong rem mobil saya saat mobil saya terparkir dibawah pohon depan ibu itu." Ucap Nadin sambil menunjuk kearah pohon yang ada di seberang jalan depsn toko.


" Oh.. Toko ini Cctv luarnya rusak mbak. Sudah seminggu yang lalu. Coba di toko bakmi sebelah, dia juga pasang Cctv kok mbak." Ucap sang ibu pemilik toko.

__ADS_1


" Baik bu. Terimakasih." Jawab Nadin berusaha ramah agar orang - orang bisa membantunya.


Nadin berpindah ke toko yang berada disamping Toko bunga itu. Sebenarnya Nadin tipe orang yang malas untuk beramah tamah dengan orang lain, tapi mau bagaimana lagi. Dia sedang butuh bantuan dari orang lain sehingga dia memaksakan diri untuk bisa tersenyum dan ramah dengan orang lain.


Sesampainya di toko itu , Nadin langsung mengutarakan niat nya. Sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepada Nadin. Toko itu ada Cctv dibagian luar tokonya dan Nadin diizinkan untuk melihat Cctv itu setelah Nadin menyampaikan alasannya.


" Tapi ini aman ya mbak. Saya tidak mau jika usaha saya justru akan yang merecokin hanya gara - gara saya membantu mbak. " Ucap sang pemilik toko bakmi itu.


" Saya jamin aman. Saya akan memberi imbalan 2 juta jika rekaman Cctv itu bisa saya dapatkan." Ucap Nadin mulai menyombongkan diri.


Pemilik toko itupun menganggukkan kepalanya dan mengajak Nadin keruangan pribadinya. Disana ada layar monitar yang bisa mengakses rekaman Cctv. Pemilik toko itipun mulai menghidupkan monitornya.


" Rekaman tanggal berapa yang ingin mbak lihat." Ucap sang pemilik toko.


" Aku lupa tanggal berapanya. Tetapi saya ingat 3 hari yang lalu, sekitar hari selasa sekitar jam 10 pagi. " Ucap Nadin sambil mencoba mengingat hari pertemuannya dengan Santi.


Pemilik toko itipun langsung membuka rekaman Cctv sesuai dengan yang dikatakan Nadin. Nadin sudah tidak sabar ingin segera tahu siapa pelaku yang sudah mencelakainya. Dengan hati yang berdebar - debar Nadin memperhatikan rekaman Cctv yang sedang diputar.


" Apa ini mobil mbak?" Tanya sang pemilik toko.


" Benar pak, itu mobil saya. Dan saya ada ditaman itu sedang bertemu dengan teman saya. Coba dipercepat pak, saya sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa yang sudah mencelakai saya. Saya yakin orang itu memotong kabel rem mobil saya saat mobil saya terparkir disitu. Sebab saat pulang dari taman rem mobil saya tidak berfungsi lagi, hingga saya kecelakaan dan saya keguguran." Seru Nadin sambil mengepalkan tangannya.


" Iya" Jawab Nadin singkat.


Pemilik tokopun mempercepat rekaman Cctv itu, saat itu juga terlihat seseorang mendekati mobil Nadin dengan cara mengendap - endap.


" Haahh... Ini kan ibu ? Ibu mertua ku ? Jadi benar dia pelakunya. Ternyata tebakanku tidak meleset." Seru Nadin sambil menyunggingkan senyum jahatnya.


" Tolong saya minta salinan rekaman Cctv itu pak. Saya akan memberikan anda imbalan berapapun anda mau.Dua juta, lima juta atau 10 juta pun akan saya berikan. Tidak jadi 2juta , tersetah anda mau minta berapa." Ucap Nadin mulai sombong. Dia hanya senang karena dia sudah menemukan apa yang dia cari.


Dengan rekaman Cctv itu Nadin akan memenjarakan ibu mertuanya. Tidak perduli meskipun itu mertuanya sendiri, karena sebentar lagi juga hanya akan menjadi mantan mertua.


" Saya tidak meminta imbalan apa - apa mbak. Saya ikhlas membantu mbaknya, semoga masalahnya segera selesai. Oh iya ini salinan rekaman Cctv yang mbak minta." Seru pemilik toko dengan ramah.


Deg...


Nadin sangat terharu dengan kebaikan sang pemilik toko itu. Ternyata disekitarnya masih ada orang baik yang rela menoling tanpa pamrih. Nadin seakan malu sendiri dengan kata - katanya yang menyombongkan diri tadi.


* Ternyata jika kita punya niat baik pasti akan ada orang - orang yang juga akan baik kepada kita. Ternyata masih ada orang yang baik seperti bapak ini.* Gumam Nadin dalam hatinya sangat terharu dengan kebaikan sang pemilik toko.

__ADS_1


" Terimakasih pak. Maaf kalau kata - kata saya tadi ada yang menyombongkan diri." Seru Nadin berkata dengan sungguh - sungguh.


" Iya sama - sama mbak. " Jawab bapak pemilik toko.


Setelah salinan rekaman Cctv itu dia dapatkan, Nadin langsung pamit pulang. Taksi online yang tadi dia sewa juga masih setia menunggu meskipun hampir 1 jam Nadin berada didalam toko. Nadin kembali naik ke mobil dan meminta sopir untuk melajukan mobilnya menuju rumah ibu mertuanya. Untuk sementara Nadin akan pura - pura tidak tahu terlebih dahulu. Dia akan menyeret mertuanya kepenjara saat pernikahan Zainal dan Santi sudah beres.


* Tunggu saja bu. Dua hari lagi Zainal dan Santi akan menikah jadi aku tidak mau membuat kacau pernikahannya. Tunggu sehari setelah mereka menikah aku akan menyeretmu kepenjara. Membusuklah kamu dipenjara, aku pastikan kamu dihukum dengan berat. Karena kamu sudah mencelakaiku sampai aku kehilangan calon anakku.* Gumam Nadin dalam batinnya.


Mobil sudah sampai dirumah ibu Ratri , Nadin turu dari mobil disambut oleh Rendra yang memang sedang berada di teras rumah. Dirumah juga saat ini sedang berkumpul, ada ibu ratri dan ke tiga anaknya. Nadin nampak biasa saja dan tidak menunjukan rasa bencinya, agar semua nya berjalan dengan lancar.


" Tumben pada kumpul?" Tanya Nadin berbasa - basi.


" Iya mumpung libur Din. Aku ambil cuti mulai hari ini sampai 5 hari kedepan,biasalah orang mau menikah pasti butuh persiapan. Bagaimana keadaan kamu?" Tanya balik Zainal.


" Aku baik. Kalau begitu aku masuk kamar dulu ya, capek mau istirahat. Oh iya ibu apa kabar ? Kom tumben diam saja, oh iya kenapa ibu tidak menjengukku selama aku dirawat dirumah sakit ? Padahal aku habis kehilangan calon bayiku loh bu, atau jangan - jangan ibu malah senang aku keguguran?." Tanya Nadin sambil tersenyum aneh kearah mertuanya.


Ibu Ratri terlihat mendengus dengan kesal, dia juga melirik tajam kearah Nadin. Lirikan yang mengisyaratkan jika dia sangat membenci Nadin. Dulu Nadin dipuja - puja sekarang justru dia celakai bahkan anak Nadinpun dia buat meninggal.


" Aku sibuk. Lagipula aku sama Nira juga banyak jadwal. Kami dari salon, dia mentraktir ibu shopping. Dia itu calon menantu terbaikku." Ucap ibu Ratri membanggakan diri.


" Memang anak ibu yang mana yang mau ibu nikahkan dengan janda anak dua itu ? Mas Rendra sudah ada mbak Nadin, Mas Zainal dua hari lagi menikah. Lalu aku gitu yang harus menikah dengan janda itu ? Ogah banget bu." Seru Bagas dengan yakin.


" Bukan kamu, kamu itu masih kuliah jangam mikirin pacaran atau menikah dulu. Mas mu, Zainal yang akan ibu nikahkan dengan Nira. Bila perlu besok itu dia langsung menikahi dua wanita saja." Ucap ibu Ratri dengan santainya.


Pranggg....


Zainal membanting asbak yang ada di atas meja ruang tamu. Dia sangat kecewa dengan keputusan ibunya, bagaimana bisa ibunya tetap memaksanya untuk menikah dengan Nira, padahal pernikahannya dengan Santi tinggal dua hari lagi.


" Jika ibu tetap saja memaksaku untuk menikah dengan Nira, aku pastikan aku tidak akan memberi ibu uang sepeserpun. Dan aku tidak akan pernah mau bertemu ibu. Apa? Ibu mau mengancam untuk bundir ? Silahkan Zainal tidak takut." Seru Zainal dengan lantang.


Zainal terlihat marah sekali , diapun melangkah keluar rumah ibunya dengan pasti. Seharusnya ibunya bisa mendukung pernikahannya dengan Santi, dan seharusnya hari ini di rumah Zainal sudah ramai orang untuk memasak dan mempersiapkan apapun yang akan dibawa ke rumah Santi. Tetapi rumah Zainal sampai hari ini nampak terlihat kosong, karena Zainal memang tidak mengadakan acara di rumah atau masak-masak di rumahnya. Semuanya sudah diuruskan oleh Anisa dan Bagas, mereka lebih memilih untuk memesan ketering. Dan untuk para tetangga pun tidak banyak yang akan diajak, hanya perangkat desa seperti RT RW dan beberapa saksi saja.


* Seharusnya ibu yang membantuku mempersiapkan semuanya. Bagaimana aku mau memanggil tetangga untuk masak - masak dirumah sedangkan ibuku saja tidak perduli, apa kata orang jika dirumahku sedang repot tapi ibu sama sekali tidak muncul.* Gumam Zainal dalam batinnya.


" Mas Rendra saja bu yang kamu nikahkan sama Nira." Ucap Nadin sambil memainkan alisnya dan senyum mengejek kearah ibu mertuanya.


Setelah bicara seperti itu itu, Nadin memilih segera meninggalkan perkumpulan yang sudah tidak ada manfaatnya itu. Nadin masuk ke kamarnya dan lebih memilih untuk segera beristirahat.


* Tunggu tanggal maiinya ibu mertuaku yang tersayang.* Gumam Nadin.

__ADS_1


***********


__ADS_2