Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Gara - gara mobil anisa


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Setelah resmi bercerai dari rendra kini kehidupan anisa jauh lebih baik dan lebih tenang. Dia sudah melupakan masalalunya dengan rendra, namun untuk membuka hati untuk pria anisa belum sanggup. Dia masih trauma dan masih ingin sendiri menikmati kebebasannya. Dulu sebenarnya banyak pria kaya dan mapan yang mengejar anisa, namun cintanya anisa sudah terpaut kepasa rendra.


Abimana sendiri pernah menentang hubungan anisa dan rendra. Namun anisa berhasil menyakinkan kakaknya jika rendra adalah pria pilihannya, pria yang baik yang bisa menjadi imamnya. Ternyata semua itu hanya bisa bertahan kurang lebih 2 tahun, bahkan berbagai rasa sakit hati dan perlakuan buruk sudah dia terima dari mantan suami dan keluarganya.


" Kamu tidak ingin menikah lagi Nis ?" Tanya abi saat sedang makan malam dirumahnya.


" Anisa belum memikirkan soal itu mas. Saat ini anisa hanya ingin menikmati kebebasan anisa saja, belum sanggup aku membuka hati untuk pria manapun. Rasa sakit dimasalaluku juga belum kering kak, dan yang pasti masa iddah ku juga belum habis kak. " Ucap anisa menjelaskan.


" Bukan karena masih mencintai rendra kan ?" Tanya abi dengan serius. Dia tahu bagaimana rasa cintanya anisa terhadap rendra sampai dulu dia tidak menghiraukan nasehatnya.


Anisa hanya menggelengkan kepalanya saja, dia terlihat enggan membahas tentang mantan suaminya itu. Serena yang melihat perubahan wajah anisa, mencoba membuat suasana kembali ceria dengan mengganti topik pembahasan.


" Emm... Nis, besok kita kesalon yuk sudah lama loh kita kita nyalon bareng. Mbak kepengen kayak dulu lagi, kita shopping terus nyalon seharian " Ucap serena.


" Wahh .. Boleh itu mbak. Biar fikiran juga rileks tidak melulu pekerjaan yang di urusin. Baiklah kalau begitu besok jam 9 pagi aku jemput mbak serena. " Ucap anisa kembali ceria lagi.


" Terus cantika bagaimana ?" Tanya abi . Dia tahu bagaimana jika serena dan anisa jika sudah shopping dan kesalon, mereka bisa lupa waktu.


Serena dan anisa saling pandang lalu tersenyum jahil. Mereka berdua tahu apa yang akan mereka katakan.


" Sama papanya dong " Jawab serena dan anisa secara bersamaan lalu mereka tertawa bersama.


" Baiklah, aku mengalah. Kebetulan juga werkend jadi aku ajak cantika jalan - jalan saja. Siapa tahu nanti pulang papanya bisa dapat gandengan baru. " Seru abi sambil tersenyum jahil.


Bugghhh..


Serena memukul lengan abimana, abi hanya meringis sambil mengusap lengannya. Beruntung cantika sudah tidur , karena tadi dia sudah makan lebih dulu. Jadi tidak mendengar semua obrolan mereka, jika ada cantika didekat mereka mana mungki mereka akan sepeeti itu.


" Maaf ma cuma bercanda loh " Seru abi sambil pura - pura memohon.


" Lihat saja pembalasan ku. Malam ini tidur diluar, anisa cepat kita selesaikan makan malamnya. Setelah ini kita tidak usah menegur tuh calon kucing garong. " Ucap serena sambil menunjuk abi dengan bibirnya.


Anisa hanya tertawa melihat tingkah kakaknya dan sang istri. Beginilah pasangan yang sesungguhnya, saling melengkapi dan saling bercanda tanpa adanya amarah dan kebohongan. Terkadang anisa juga iri melihat keharmonisan keluarga abi dan serena. Anisa melanjutkan makan malamnya sambil senyum - senyum sendiri melihat kekonyolan dua kakaknya.


Selesai makan malam anisa memilih untuk segera pulang karena ingin segera istirahat dikamar ternyamannya. Serena sudah memintanya untuk menginap tetapi Anisa tidak mau.


" Lohh... Kenapa ini mobil ku ?" Gumam anisa saat mobilnya tiba - tiba jalan tersendat.


Anisa menepikan mobilnya kepinggir jalan lalu dia turun untuk melihat keadaan mobil. Anisa tidak tahu soal mesin mobil, dia mencoba menghubungi bengkel langgananya namun tidak ada jawaban. Mau menghubungi abi sang kakak tidak mungkin kakaknya juga tidak tahu mesin. Lagi pula jarak nya juga sudah lumayan jauh dari rumah abi.


" Mbak anisa ! Mobilnya kenapa mbak ?" Tanya seorang pria yang baru saja turun dari motor dan menghampiri anisa.

__ADS_1


" Ehh... Bagas ! Tidak tahu gas ini mobil mbak kenapa. Tahu - tahu ngadat begitu saja, mbak sudah telepon bengkel tapi tidak ada jawaban. Mana mbak tidak tahu soal mobil lagi." Ucap anisa terlihat sekali kebingungan sambil melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Bagas melihat kepanikan diwajah anisa, sebenarnya bagas canggung berhadapan langsung dengan anisa. Setelah apa yang dilakukan kakakknya kepada anisa, bagus sendiri merasa malu dan tidak enak dengan anisa. Apalagi selama ini anisa sudah banyak membantu kuliahnya.


" Sudah jam 9 mbak, bengkel pasti sudah tutup . Coba bagas lihat ya, nanti kalau misalnya bagas bisa ya bagas perbaiki. Kalau tidak ya mbak pulang bawa motor bagas saja." Ucap bagas memberikan solusi.


" Terus kamu pulangnya bagaimana gas?" Tanya anisa.


" Gampang soal itu mbak " Jawab bagas.


Bagas mencoba memperbaiki mobil anisa namun tetap saja tidak bisa. Bagas akhirnya menghubungi temannya yang tahu soal mesin mobil, dan temannya bersedia datang namun butuh waktu sekitar 45 menit karena jarak yang lumayan jauh.


" Sudah mbak anisa pulang saja bawa motor bagas. Nanti kalau mobil mbak anisa sudah selesai bagas antar kerumah mbak anisa saja " Ucap bagas.


" Hemmm... Baiklah..Tapi kalau misalnya tetap tidak bisa tolong kamu bawa kebengkel saja ya Gas. Ini memamg sudah waktunya servise mbak saja yang lupa. Tapi kalau memang bisa diperbaiki dan sudah malam kamu bawa pulang saja tidak apa - apa, besok biar mbak ambil sekalian nganter motor kamu. " Ucap anisa.


" Baik mbak " Jawab bagas sambil mengangguk.


Anisa pulang dengan mengendarai motor bagas, tidak lama dari anisa pergi teman bagas sudah datang dan mencoba memperbaiki mobil anisa. Setelah 30 menit mobil sudah selesai diperbaiki.


" Terimakasih ya bro " Ucap bagas .


" Santai saja bro, seperti sama siapa saja loh. Ya sudah yuk balik, kita kan searah jadi kamu bawa mobil dan aku naik motor ku " Ucap teman bagas sambil tersenyum.


Bagas akhirnya memutuskan pulang dengan membawa mobil anisa. Pasti nanti akan terjadi sesuatu dirumah ibunya saat mereka melihat mobil anisa.


" Kemana mas rendra ? Kok tumben dia jam segini sudah bangun, biasanya dia akan bangun siang. Apalagi ini hari libur. " Gumam erika lalu turun dan masuk kekamar mandi.


Selesai dengan hajatnya erika keluar kamar berniat untuk mencari rendra. Dia berjalan keluar rumah, pintu depan susah tidak terkunci lagi, erika mengira jika rendra pasti keluar rumah.


" Haahhh... Itukan mobil pelakor murahan itu ? Kenapa mobil itu ada disini ? Apa dia menginap disini ?" Gumam erika pada dirinya sendiri.


Erika mendekati mobil anisa dan melihat - lihat dalam mobil lewat kaca. Tidak ada siapa pun didalam mobil, erika curiga jika malam - malam anisa datang dan merayu rendra kembali. Erika berlari kedalam rumah sambil meneriaki nama anisa dan rendra.


" Anisa.... Anisa... !! Mas Rendra keluar kalian !" Teriak erika dengan lantang.


Erika ingat jika di dekat dapur ada kamar satu lagi, erika langsung menuju kekamar itu dan langsung mendobrak pintu kamar. Rendra yang ada didalam kamar itu langsung kaget dan menutup tubuhnya yang bagian bawah nya setengah telanjang.


" Mas rendra ! Ngapain kamu disini dengan tubuh setengah telanjang seperti itu ? Buka saja, tidak perlu kamu tutup - tutupi. Dimana wanita murahan itu ?" Bentak Erika dengan amarah yang sudah memunjak.


" Emm... Wanita siapa ? Kamu juga kenapa masuk kekamar ini, apa tidak punya sopan santun kamu masuk tanpa permisi terlebih dahulu ?" Tanya rendra.


Rendra melepas selimutnya dan mengambil pakaian dalamnya yang berserakan dan segera mengenakannya langsung didepan erika.


" Kamu berzina sama wanita murahan itu mas ?. Mana wanita murahan itu mas?" Tanya erika lagi.


" Wanita murahan siapa? Disini tidak ada wanita murahan, wanita murahan disini itu ya cuman kamu. Jadi murahan jangan teriak murahan !!" Bentak rendra tak kalah sengit.


Erika mencari keberadaan anisa sampai dia mengacak kasur, dia memeriksa kolong ranjang dan dalam lemari tidak ditemukan juga wanita yang bernama anisa.

__ADS_1


" Kamu nyari siapa ?" Tanya rendra heran.


" Anisa ! Mana anisa ?Aku yakin pasti kamu menyembunyikan anisa di dalam kamar ini. " Seru erika.


* Apa dia bilang anisa ? Kenapa dia mencari anisa di kamar ini ? Apa dia mengira aku bersama anisa ? Padahal tadi hanya on**i sambil memandang foto anisa di ponsel ku * Gumam rendra dalam hatinnya.


" Mau kamu cari sampai kiamatpub tidak ada anisa disini. " Seru rendra dengan kesal.


" Lalu kamu tadi ngapain, aku dengar kamu mengerang sambil menyebut nama anisa" Bentak erika.


" Aku on**i sambil membayangkan anisa, ini aku memandangi foto anisa dalam ponsel ku. Tahu tidak, anisa yang sekarang itu semakin cantik dan aku semakin tergoda untuk menikmati tubuhnya * Ucap rendra tanpa memperdulikan perasaan erika.


Deg....


Hati anisa memanas dan mata erikapun sudah berkaca - kaca. Tega suaminya mengakui perbuatan mesum yang menjijikan itu. Padahal jika dia menginginkannya tinggal bilang dan melakukannya dengan nya, tidak perlu melakukan hal menjijikan sambil memandang foto mantan istrinya.


" Kenapa tidak minta sama aku mas ? Aku ini istrimu, kamu anggap apa aku mas ?" Tanya erika sambil menangis.


" Aku butuh sensasi baru." Jawab rendra dengan mudahnya.


Suara mereka berdus tadi sudah membangunkan siisi rumah, ibu ratri menghampiri rendra dan erika yang ada di kamar dapur.


" Kalian itu ngapain ada disini ? Pagi - pagi sudah heboh , suara kalian berdua itu sampai mana - mana tahu. Malu didengar sama tetangga. Erika sayang kamu tidak apa - apa kan ?" Tanya ibu ratri mendekati erika


" Erika ini bu pagi - pagi heboh menuduh aku tidur sama anisa. Padahal aku tiduran disini karena ingin tenang dan agar tidak ada yang ganggu, ini hari libur jadi aku mau bangun siang. Kalau aku tidur dikamar sama dia yang ada tidak bisa nyenyak, pasti digangguin sama dia. Aneh saja kok bisa mikir aku tidur sama anisa " Gerutu rendra kesal, pintar sekali kamu menutupi kebusukanmu rendra.


" Kalau anisa tidak ada disini lantas dia tidur dimana ? Soalnya itu didepan ada mobil anisa, pasti dia menginapkan dirumah ini ?" Tanya erika dengan kesal.


Haaahhhh ? Ada mobil Anisa ? Apa amisa menginap dirumah ini?


Rendra langsung berlari menuju pintu utama untuk memastikan ucapan erika. Benar saja di samping mobil anisa ada mobil anisa yang sudah terparkir rapi. Rendra menanyakan kepada ibunya tentang keberadaan anisa,namun ibunya juga tidak tahu jika anisa datang.


" Kalian nyariin mbak anisa ? " Tanya bagas yang baru saja keluar dari kamar.


" Iya, kamu tahu dimana dia gas ?" Tanya rendra.


" Mbak anisa ya ada dirumahnya. Mobil itu semalam aku yang membawanya, saat aku pulang ketemu mbak anisa dijalan dan mobilnya mogok. Jadi aku suruh mbak anisa pulang membawa motor ku saat mobil masih diperbaiki. Jadi heboh kan pagi - pagi cuma karena mobil mbak anisa ? Hahaaaaa..... " Ucap bagas tertawa puas.


Erika memandang tidak suka kearah bagas, sepertinya sampai sekarang bagas juga tidak menyukai keberadaannya. Gara - gara mobil anisa , erika sudah menuduh rendra tidur dengan anisa. Erika masuk kamar dan menutup pintu kamar dengan kuat.


Brraaaakkkk.....


************


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏🙏❤️❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2