
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Anisa seorang menejer ?" Seru santi dan ibu mertuanya secara bersamaan.
Mereka tidak percaya jika anisa seorang menejer, yang mereka tahu anisa hanya seorang OB. Tapi kenyataannya anisa seorang menejer keuangan.
" Iya anisa memang seorang menejer , bahkan jabatan itu sudah di dapat sebelum anisa kenal dan menikah dengan rendra. Kalian fikir anak ku ini hanya OB kan ? Anisa memang tidak mau menyombongkan dirinya dengan jabatan, tapi kali ini aku sudah tidak bisa tinggal diam dengan kelakuan kalian. Rendra, maaf ibu terpaksa bicara keras kepada ibumu dan ipar mu" Ucap ibu marwah melirik kearah rendra.
" Iya bu tidak apa - apa " Jawab rendra sambil menganggukkan kepalanya.
Ibu marwah menatap sinis kearah santi yang masih saja diam terpaku. Terlihat zainal juga terdiam sama seperti istrinya.
" Dengan tidak tahu malunya kamu menuduhku memberi cincin palsu, dan dengan santai nya kamu datang kerumah ini dan berkoar - koar serta menyudutkan ku. Tapi ternyata kamu sudah mengganti cincin itu dengan yang palsu, dasar licik. " Ucap ibu marwah.
Anisa melihat gurat kemarahan dalam wajah ibunya, baru sekali ini anisa melihat ibunya marah. Selama ini ibu marwah selalu bicara dengan lemah lembut bahkan stok kesabarannya tidak terhitung lagi. Jika dia sampai marah seperti itu, tandanya kelakuan santi dan ibu ratri sudah fatal.
" Menejer juga percuma kalau tidak menghasilkan. Rumah saja masih menumpang, gak malu tuh jabatan menejer " Ucap ibu ratri sinis dan di angguki oleh santi.
Rendra mengepalkan kedua tangannya, ingin rasanya dia memarahi ibu nya namun dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri didepan orang tua anisa. Ibu marwah hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Maksud ibu bagaimana ? Apakah anisa harus punya rumah sendiri terus menafkahi dirinya sendiri ?" Tanya ibu marwah.
" Iyalah , jadi uang gajinya rendra untuk ibunya" Jawab ketus ibu ratri.
__ADS_1
" Kalau ibu berfikir seperti itu untuk apa rendra menikah ? Dan untuk apa anak saya menikah dengan rendra ? Ibu tahukan jika seorang wanita sudah menikah dia itu sudah menjadi tanggung jawab suaminya. Dari sandang pangan papan itu kewajiban suaminya ! Seorang istri bekerja hanya untuk membantu suaminya, uang istru tetap uang istri. " Seru ibu marwah tegas.
" Lagi pula anisa juga sudah hidup enak kan ? Semua terpenuhi bahkan rumah dan mobil mewah sudah dipenuhi oleh anak saya. " Ucap ibu ratri membalas sinis.
Huuufffft
Rendra terlihat menghela nafas dengan berat, dia mengusap wajahnya dengan kasar. Hari ini dia benar - benar malu dengan kelakuan ibunya. Masih saja ibunya menganggap semua yang dimiliki anisa hasil dari rendra.
" Bu... Sudah jangan buat rendra semakin malu bu. Tolong bu, sudah berapa kali rendra bilang jika semua ini adalah milik anisa tidak ada uang rendra sedikitpun bu. " Ucap rendra dengan suara lembut.
Tidak tahu lagi dengan cara apa dia memberitahu ibunya. Semua cara sudah dia lakukan tetap saja tidak percaya.
" Jangan terlalu mengalah kamu sama istri rendra ! Lihat dia jadi menguasai semua harta mu !!" Teriak ibu ratri.
" Harta mana yang ibu maksud ? Hehh... Harta mana? Rumah seisinya dan mobil itu punya ku pribadi, mobil dan rumah ini aku beli 1 tahun sebelum aku menikah dengan mas rendra jadi secuil pun tidak ada uang mas rendra dalam rumah dan mobil itu. Sebenarnya anisa malas bu membahas masalah ini, padahal tadi kita membahas kelakuan mbak santi. Tapi ibu semakin kesini semakin meremehkan anisa dan merendahkan anisa, jadi terpaksa anisa menjelaskan semuanya. Dan kamu mbak santi, aku tidak terima ya kamu memfitnah ibuku. Aku akan membawa masalah ini kejalur hukum, aku tidak perduli meskipun kamu itu istri dari kakak iparku. " Ucap anisa dengan tegas.
Wajah santi langsung pucat pasi, dia ketakutan. Tidak menyangka jika semua nya akan serunyam ini. Berurusan dengan polisi sangat menakutkan.
" Terserah apa kata ibu. Yang jelas semua ini milikku bahkan kapan pun aku bisa mengusir ibu dari rumah ini. Masalah mbak santi suka tidak suka tetap akan aku proses secara hukum. Kareba mbak santi sudah memfitnah ibu ku dan bisa jadi ibu juga akan terseret " Seru anisa tersenyum sinis.
" Kamu memang keterlaluan anisa, apa seperti ini kamu memperlakukan keluarga suamimu ? Jangan mentang - mentang kamu punya banyak uang jadi bisa bersikap semaumu. !" Bentak zainal dengan tatapan bengis kearah anisa.
Keributan dan perdebatan tidak dapat dihindari lagi. Sampai akhirnya anisa memilih mengusir orang yang menciptakan biang masalahnya. Dengan menggerutu dan sumpah serapah santi , ibu ratri dan zainal meninggalkan rumah anisa.
" Bu, Nis... Maafkan kelakuan keluarga mas ya . Mas benar - benar malu nis dengan kelakuan ibu. " Ucap rendra dengan raut wajah penuh kesedihan.
" Iya mbak maafkan ibu ya mbak. Kalau masalah mbak santi mau mbak bawa kejalur hukum bagas setuju mbak. Setidaknya bisa membuat dia jera mbak, bagas juga sudah jengah sama kelakuan mbak santi. " Ucap bagas.
" Iya Gas. Mbak berterimakasih sama kamu, karena kamu fitnahnya mbak santi bisa terkuak. Untuk mas rendra tidak perlu meminta maaf, mas tidak salah apapun. Anisa cuma minta, mas bersikaplah lebih tegas lagi. " Ucap anisa memandang suaminya dengan lembut.
__ADS_1
Rendra mengangguk paham, tidak ada kata - kata lagi yang dia ucapkan.
" Beruntung bapakmu sedang ikut mas mu pergi Nis, kalau ada bapakmu ibu tidak tahu apa yang akan terjadi. Pasti dia akan mengamuk " Ucap ibu marwah.
Anisa terdiam, memang benar beruntung sekali bapak nya tidak ada. Dari dulu Bapak anisa memang tidak suka dengan kelakuan mertua anisa dan iparnya itu. Makanya dia malas berkunjung menemui anisa saat anisa masih tinggal dengan mertuanya.
*********
Sesampai dirumah nya, ibu ratri santi dan zaina langsung menjatuhkan bobot tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Mereka terlihat kelelahan , jarak rumah anisa kerumah mereka memang lumayan jauh.
" Bu, mas ! Bagaimana kalau anisa benar - benar melaporkan masalah tadi kepolisi? Aku takut mas, aku tidak mau tidur di penjara. Apa kata tetangga jika aku di penjara? Aku malu mas , bu." Seru santi ketakutan.
" Kamu juga sih yang cari masalah, mana cincin ibu bawa sini " Ucap ibu ratri ketus sambil menarik tangan santi dan melepas paksa cincin yang dipakai santi.
Santi hanya mendengus kesal karena harus merelakan cincin emas yang memang sangat dia sukai. Bentuknya bagus dan gramnya juga bagus.
" Lagian kenapa juga kamu mencuri cincin ibu lalu menukarnya dengan cincin palsu. Beruntung kamu itu menantu kesayangan ibu, kali ini kamu ibu maafkan tapi tidak untuk lain kali. Ingat jika anisa melaporkanmu ke kantor polisi ibu tidak mau ikut - ikutan, pokoknya itu urusan kamu. Ibu juga tidak rela jika anisa hidup bergelimang harta seperti itu, dia tidak pantas mendapatkan semua itu. Pokoknya anak kampung tetap anak kampung. Ibu mau tidur jangan ada yang mengganggu ibu. " Ucap ibu ratri lalu bangkit dan masuk kekamarnya.
Santi mencebikkan bibirnya, dia kesal karena ibu mertuanya tidak mau perduli dengan dirinya. Padahal dia seperti itu untuk membantu ibu mertuanya mempermalukan anisa juga.
" Mas ini bagaimana ? Aku tidak mau di penjara. Kalau aku di penjara siapa yang mau mengurus anak - anak. Mas kamu harus melakukan sesuatu. Apa kamu tidak malu jika teman kantor mu tahu kalau aku di penjara ? Nama baikmu dikantor pasti akan jelek mas, jadi tolong kamu lakukan sesustu." Ucap santi mengiba.
" Mana aku tahu itu sudah menjadi resiko dari perbuatanmu. Lagi pula kenapa juga kamu bisa tidak tahu kalau bagas mengetahui tindakanmu itu sampai dia memvideo seperti itu. Lain kali kamu itu lihat - lihat dulu jangan asal ambil barang orang. Makanya sebelum bertindak itu difikir dulu, kalau seperti ini aku juga yang malu dan susah " Ucap zainal sama sekali tidak melarang tindakan istrinya.
" Sudahlah.. Bicara sama kamu itu malah bikin aku sakit kepala. Lebih baik aku pulang mandi dan segera istirahat, jangan lupa pangggil anak - anak suruh dia pulang mas. Oh iya jangan lupa pesan makanan mas. " Ucap santi lalu keluar dari rumah mertuanya dan berjalan menuju rumahnya.
Zainal juga bangkit lalu berjalan memanggil anaknya yang main dirumah tetangga. Sebenarnya zainal sudah bosan dengan sifat santi. Pemalas, boros dan suka memerintah dengan ketus, sehingga zainal sering mencari kesenangan diluar sana dengan dalih bekerja lembur.
*********
__ADS_1
TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK. JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️