
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Urusan dikantor polisi sudah selesai, agus resmi di tahan karena terbukti bersalah. Rekaman CCTV yang diberikan anisa sudah cukup menjadi bukti kejahatan yang dilakukan oleh Agus. Untuk Erni, anisa tidak memperkarakannya jadi erni tidak ditahan namun dia dikenakan wajib lapor selama 2 minggu.
" Maafkan aku ya nis. Ini semua terjadi karena keluarga ku. Seandainya ibu tidak menikah dengan pak iwan kamu dan agus tidak akan saling mengenal. Dan agus tidak akan memperlakukanmu seperti ini, laki - laki itu memang kurangajar. Seenaknya saja dia mau menumpang dirumah mu padahal dia bukan saudara atau keluargamu. Kenapa juga ibu harus menikah dengan pak iwan yang memiliki anak tamak dan jahat seperti Agus itu. !" Ucap rendra meminta maaf namun tiba - tiba wajah rendra berubah kesal karena membicarakan soal agus.
Pak iwan hanya bisa melirik rendra dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya untuk membela diri. Dia tidak mau memperkeruh masalah apalagi saat ini mereka masih ada di pelataran kantor polisi.
" Kamu sadar bicara seperti itu Ndra ? Padahal saat ini ada pak iwan di samping kamu. Walaupun beliau bukan ayah kandungmu, tetapi beliau saat ini adalah suami ibumu dan sudah pasti menjadi orangtua mu juga " Ucap abi tegas membuat rendra salah tingkah.
" Emmm... Aku tidak bermaksud seperti itu. Oh iya anisa, bagaimana kalau kita rujuk sehingga aku bisa melindungi kamu jika ada hal yang membahayakan kamu. " Ucap rendra tanpa malu.
" Aku tidak bisa. Maaf aku dan mas abi duluan ya, karena sudah semakin sore. " Ucap anisa tanpa memandang kearah rendra.
Rendra diam , tidak mau memaksa anisa untuk mau rujuk. Apalagi ada abi yang pasti akan susah untuk bicara dengan anisa. Rendra melirik abi, sedangkan abi hanya menatapnya dengan sinis.
" Anisa maafkan agus ya. Bapak juga minta maaf karena dulu bapak juga sempat bersikap buruk sama kamu. Maukah kamu memafkan bapak ?" Tanya pak iwan dengan tulus.
" Saya sudah memaafkan bapak dari jauh - jauh hari. Kalau begitu aku dan kakakku pamit duluan ya pak. Mari Assalamualaikum " Seru anisa berjalan mendekati mobil abi.
" Wa'alaikumsalam " Jawab pak iwan.
Mobil yang dikendarai abi sudah meninggalkan parkiran kantor polisi. Kini tinggalah rendra dan pak iwan yang masih tetap berada di parkiran. Rendra memandang sinis kearah pak iwan. Dalam masalah ini dia juga menyalahkan pak iwan.
" Bapak lihatkan anak tidak bergunamu itu sudah membuatku malu. Gara - gara dia anisa semakin membrnciku. Gara - gara ibu menikah dengan bapak masalah kami semakin banyak " Ucap rendra sama sekali tidak bersikap sopan kepada pak iwan.
" Maaf rendra. Lebih baik kita pulang jangan ribut di kantor polisi seperti ini. Apa kamu juga mau hidup seperti ini agus, yang mendekam didalam penjara ?" Tanya pak iwan kesal karena rendra justru menyalahkannya.
" Bapak pulang saja sendiri karena aku ada keperluan lain. " Ucap rendra langsung menuju motornya dan mengendarainya menjauh dari pak iwan.
Pak iwan mengambil ponselnya dan memesan ojek melalui aplikasi online yang ada di ponselnya. Setelah lima menit menunggu ojek online yang dipesan pak iwan sudah sampai , pak iwanpun pulang dan meninggalkan kantor polisi tanpa memperdulikan erni yang baru keluar dan memanggil - manggil pak iwan.
__ADS_1
* Sial kalau begini bagaimana aku pulang, uang saja tidak pegang sama sekali. Motor mas agus masih dirumah anisa, barang - barangku juga masih disana. Bagaimana aku sampai rumah anisa kalau aku tidak punya uang untuk naik ojek. * Gumam erni pada dirinya sendiri.
Sementara itu rendra saat ini sedang berada dirumah wanitanya, wanita malam yang sering dia datangi dan menemani tidurnya. Wanita itu memang sudah tidak menerima tamu lagi semenjak menjalin hubungan dengan rendra, sepertinya wanita itu jatuh cinta dengan rendra.
" Sayang kapan kamu akan menikahiku ?" Tanya sang wanita dengan manja.
" Sabar ya sayang. Aku belum ada biaya untuk menikahimu sayang, apa kamu mau menikah tanpa pesta ? Jika kamu mau ya tidak masalah " Ucap rendra sambil memainkan rambut sang wanitanya.
Nadin, iya wanita itu bernama nadin. Wanita yang dia kenal pertama kali masuk club malam. Nadin sebenarnya wanita yang canti dan cukup berada. Rumahnya saja besar dan cukup mewah namun tidak semewah rumah anisa. Bahkan setiap mereka bermain nadin tidak mau dibayar, rendra mendapatkannya secara gratis tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun.
" Kalau soal itu mas tidak perlu khawatir, aku yang akan membiayai pernikahan kita. Aku punya cukup banyak uang untuk menghidupi kita mas. Tapi bagaimana dengan istrimu mas ?" Tanya nadin mempertanyakan soal erika.
" Soal dia gampang sayang. Kita menikah ya menikah saja tidak perlu memikirkan wanita itu. Lagipula aku juga muak dengan dia, biarkan saja dia merasakan sakit hati karena aku tinggal menikah dengan mu. Tapi ngomong - ngomong kamu dapat uang darimana sayang ?" Tanya rendra ingin tahu sumber kekayaan nadin.
" Mas mau tahu ? Hemm... Sebenarnya aku ini bukan wanita malam mas ? Aku pemilik club malam dimana tempat pertama kali kita bertemu. Aku seorang janda mas, dan usaha itu milik mantan suamiku yang sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Apa mas masih mau menerimaku setelah tahu aku seorang janda ?" Tanya nadin.
* Waahhhh... Ternyata nadin orang kaya. Biarpun dia sudah janda tidak kalah cantik dari anisa. Mana rumahnya juga besar, dia banyak uang. Hemmm...sepertinya aku harus segera menikahi nadin agar dia tidak diambil pria lain. * Gumam rendra dalam hatinya.
Rendra tersenyum senang saat mengetahui nadin orang kaya. Bisa dia pamerkan kepada anisa jika dia bisa mendapatkan wanita yang lebih dari anisa.
" Aku akan menikahimu sayang. Bagaimana kalau malam ini kamu ikut aku kerumah ibuku. Aku akan mengenalkanmu kepada keluargaku. Dan seminggu lagi kita akan menikah, bagaimana kamu setuju ?" Tanya rendra penuh semangat.
" Aku setuju mas. Baiklah sekarang kita mandi yuk. Tapi mandi saja ya jangan yang aneh - aneh. Karena aku tidak mau kelelahan , ingat mau ketemu keluargamu " Ucap nadin memperingatkan rendra.
" Iya sayang kita hanya mandi saja " Jawab rendra dengan mengulas senyum bahagia.
Merekapun mandi bersama, mulut bisa berjanji tetapi saat mereka sudah dikamar mandi janji tinggal janji. Bahkan mereka melakukannya hampir satu jam. Setelah semuanya selesai mereka menuju rumah orang tua rendra. Nadin dan rendra mengendarai mobil nadin , motor rendra ditinggal dirumah nadin.
" Ini rumah orang tuamu mas ?" Tanya nadin saat rendra membelokkan mobil kehalaman rumah.
" Iya sayang yuk turun " Ajak rendra dengan lembut.
Nadin mengangguk dan membuka pintu mobil lalu turun, mereka berdua bergandengan tangan dengan sangat mesra. Saat mereka masuk sepasang mata terlihat murka melihat rendra pulang dengan membawa seorang wanita cantik dan seksi.
" Siapa dia mas ?" Tanya erika dengan tatapan penuh kebencian kearah sang wanita.
" Oh... Ini nadin. Dia pacarku dan seminggu lagi kami akan menikah." Jawab rendra dengan santainya.
__ADS_1
" Gila kamu mas ! Aku ini istri sah mu mas, apa kamu tidak cukup dengan satu istri. Dan apa kamu lupa jika saat ini aku juga sedang hamil !" Bentak erika dengan lantang. Sehingga pak iwan dan bu ratri yang ada dikamar langsung keluar melihat keributan yang ada.
Mata ibu ratri terbelalak saat melihat wanita cantik yang ada disamping rendra dengan tangan mereka yang masih saling bertaut. Dari penampilannya ibu ratri bisa menilai jika wanita yang bersama rendra pasti orang kaya.
" Ada apa ini ?" Tanya pak iwan.
" Rendra siapa wanita cantik ini ?" Tanya ibu ratri mengumbar senyum ramahnya.
" Bu, mas rendra pulang membawa wanita dan mengakui jika itu pacarnya . Bahkan mereka berencana akan menikah bu , ibu harus bicara sama mas rendra untuk membatalkan pernikahannya. Aku sedang hamil bu dan ini cucu ibu" Ucap erika sambil menangis berharap sang ibu mertua bisa membantunya bicara dengan rendra.
Ibu ratri menatap erika, ada rasa kasihan kepada erika apalagi erika sedang hamil dan dialah dulu yang menjadikan erika menantunya. Tapi melihat wanita cantuk yang ada disamping rendra seperti orang kaya membuat ibu ratri mengesampingkan rasa ibanya.
" Bu, ini nadin . Dia pacar rendra dan kami akan segera menikah. Nadin akan membuat pesta yang besar bu, dan nadin sendiri yang akan menanggung biayanya. " Ucap rendra membanggakan nadin.
" Sekarang kita duduk dulu ya biar enak ngobrolnya. Erika kamu buatkan minum untuk tamu kita. " Ucap ibu ratri menyambut ramah nadin.
" Bu,...." Belum juga erika meneruskan ucapannya ibu ratri sudah menyuruhnya pergi dengan mengibaskab tangannya ke udara.
Dengan kesal dan airmata yang terus membasahi pipi erika masuk kedapur dan membuatkan minuman untuk tamunya, lebih tepatnya pacar sang suami.
" Bagaimana kalau pestanya nanti di rumah saja. Biar orang - orang sini tahu kalau ibu mempunyai menantu yang cantik dan kaya. " Ucap ibu ratri yang berniat menyombongkan diri.
" Tidak masalah bu. Tapi bagaimana dengan istrinya mas rendra. ?" Tanya nadin.
" Itu tidak perlu dipusingkan . Biarkan saja dia, nanti kalau kalian sudah menikah dia juga bakal diam. Oh iya ndra kamu panggil kalakmu agar dia kesini dan kita makan malam sama - sama " Ucap ibu ratri.
" Tidak perlu dipanggil bu, aku dan istriku sudah datang nih. " Ucap zainal yang tiba - tiba sudah ada di depan pintu.
Zainal dan anita masuk dan berkenalan dengan nadin. Erika keluar dan membawa dua camgkir teh untuk nadin dan suaminya. Mata erika terlihat sembab dan itu semua tidak membuat mereka merasa iba dengan erika, hanya pak karim yang terlihat kasihan melihat nasib erika.
* Sepertinya hukum tabur tuai sudah mulai bertaburan. Cepat atau lambat keluarga ini juga akan berantakan. Dua anak lelaki ratri tukang selingkuh , tidak puas dengan satu wanita. * Gumam pak iwan.
Pak iwan melirik kearah anita , anita hanya mengenakan celana pendek dan kaos ngetat yang menonjolkan aset kembarnya. Anita tersenyum sambil mengedipkan matanya kearah pak iwan.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️