Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kiki dan koko


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sejauh ini Santi sudah melihat perubahan yang baik dari Zainal , dan Zainal masih tetap berusaha mendapatkan hati Santi . Anak-anaknya juga sudah terlihat lengket dan menerima Zainal dengan baik. Setiap hari Zainal menyempatkan diri datang ke rumah untuk mengantar sekolah Kiki dan Koko. Dan sang kakek lah yang akan menjemput karena Kiki dan Koko pulang jam 11 siang, Zainal tidak bisa menjemputnya karena masih jam kerja.


Seperti yang sudah dijanjikan Zainal waktu itu, jika Zainal akan membawa anak-anaknya untuk menginap di rumahnya di saat libur sekolah. Srpulang Zainal bekerja tadi , Zainal mampir menjemput anak-anaknya untuk dibawa menginap di rumahnya. Dan malam ini adalah malam minggu Kiki dan Koko sangat senang bisa menginap di rumah papanya, rumah yang mereka tempati selama 5 tahun ini.


" Salim dulu sama Nenek sayang " Ucap zainal meminta kiki dan koko untuk salim kepada ibunya.


Ibu Ratri terkejut saat dia mendapati zainal pulang dengan membawa kedua anaknya. Ibu Ratri yang berada di teras rumahnya pun langsung menghampiri Zainal , dia ingin menanyakan kenapa Kiki dan Koko ikut dengannya.


Kedua anak itu pun langsung menyalami neneknya dan mencium tangan sang nenek dengan takzim . Setelah itu Zainal langsung membukakan pintu agar mereka masuk lebih dulu . Zainal tahu jika sekarang ibunya ingin menanyakan sesuatu kepadanya yang Zainal tahu pasti perihal kehadiran kiki dan koko.


" Kenapa Bu kok kaget begitu? " Tanya Zainal yang kini sudah duduk di kursi yang ada di depan rumahnya.


Ibu Ratri pun ikut duduk di samping Zainal, dan mulai membuka pembicaraan perihal kedatangan kiki dan koko. Aneh ya ? Zainal kan Papa kandung Kikidan Koko, jadi wajar dong kalau mereka ada di rumah papanya.


" Kenapa anak-anak kamu ada di sini ? Memangnya kamu mengambil alih hak asuh mereka ? Terus siapa yang mau mengurus mereka, sedang kamu kerja Zainal ? Jangan aneh-aneh dulu Zainal. Ibu tidak mau mengurus anak-anak kamu , pekerjaan ibu saja sudah banyak. Masih mau kamu tambahin dengan mengurus Kiki dan Koko. " Ucap ibu ratri sembari bertanya beruntun bak kereta apa yang terus bersambung.


Zainal mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang keluar dari mulut sang ibu. Lagi pula kenapa sang Ibu punya pemikiran jika Zainal akan mengambil hak asuh Kiki dan koko. Padahal Zainal sudah pernah bilang jika Zainal akan rujuk dengan santi. Sekarang lagi tahap memperbaiki diri agar santi mau diajak rujuk.


" Zainal tidak mengambil hak asuh mereka berdua Bu. Zainal sengaja mengajak mereka menginap di sini karena mereka kangen dengan Papanya. Anak - anak juga kangen dengan rumah ini . Tidak ada salahnya kan Zainal mengajak mereka menginap ? Lagi pula mereka berdua itu anak kandung Zainal . Walaupun Zainal dan Santi sudah bercerai mereka berdua tetap tanggung jawab Zainal " Jawab Zainal dengan serius.


" Terus apa Santi tadi mengizinkan mereka kamu bawa ke rumah ini ? Kamu tidak asal mengambil mereka kan ?" Tanya ibu ratri lagi.


" Zainal sudah izin sama Santi sama kedua orang tua Santi juga bu. Memang Zainal sudah janji sama anak-anak dari seminggu yang lalu. " Ucap Zainal lagi.


" Kamu tidak ada niatan untuk rujuk sama Santi kan Nal ? Ingat Zainal, Ibu tidak akan pernah setuju jika kamu rujuk dengan Santi. Pokoknya Ibu tidak akan pernah setuju kalau kamu rujuk. Kamu boleh masih bertanggung jawab sama kedua anakmu . Tapi tidak untuk rujuk dengan Santi. " Ucap ibu rahayu tetap pada keinginannya semula.


Hhhhuuuffff


Helaan nafas berat mengambarkan jika zainal sangat tidak menyutujui apa yang dikatakan oleh ibunya. Namun Zainal tetap pada pendiriannya, dia akan tetap berusaha untuk rujuk dengan santi. Tidak perduli ibunya setuju atau tidak sebab dialah yang akan menajalaninya.


" Bukannya dari waktu itu Zainal sudah bilang sama ibu, jika Zainal ingin rujuk dengan Santi. Zainal juga sudah mengutarakan keinginan Zainal ini kepada Santi , namun sampai sekarang Santi belum memberi kan jawabannya. Mungkin Santi ingin melihat seberapa serius Zaenal ingin membina rumah tangga lagi dengan Santi. Jadi tolong jangan pernah melarang Zainal untuk rujuk. Ini sudah menjadi pilihan Zainal, karena ini hidup Zainal dan Zainal juga yang menjalaninya. Ingay Bu, ada cucu - cucu ibu yang masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya yang utuh. " Ucap Zainal bicara dengan sangat lancar.

__ADS_1


" Kamu ini dari dulu memang tidak pernah mendengar perkataan ibu. Berbeda dengan Rendra Rendra selalu menurut apa kata ibu. Rendra tidak pernah menolak kata-kata ibunya, jika Ibu bilang A dia pasti akan A tidak pernah dia mau mengingkari perkataannya. " Seru ibu ratri membandingkan zainal dengan rendra.


Zainal tertawa simpul menanggapi perkataan Ibunya. Dia bukanlah Rendra yang akan selalu menurut Apa perkataan ibunya. Hingga pada akhirnya rumah tangganya hancur karena ibunya. Anisa , Erika semua sudah pergi meninggalkannya. Bahkan sekarang rumah tangganya dengan Nadin berada di ujung tanduk.


" Jangan bandingkan Zainal dengan Rendra ,sudah pasti kami beda jauh bu. Zainal tidak mau diatur oleh ibu. Ibu bisa lihat sendiri kan, bagaimana kehidupan rendra sekarang? Karena ibu terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga Rendra kini Anisa ,Erika pergi begitu saja meninggalkan Rendra. Bahkan rumah tangga Rendra dengan Nadin sudah ada di ujung tanduk. Seharusnya itu semua bisa membuat ibu sadar diri, koreksi diri. Berhentilah bu ikut campur urusan rumah tangga anak - anak ibu. Kami semua sudah dewasa tahu mana yang baik untuk kami. " Ucap Zainal bicara panjang lebar.


Ingat dengan kedua anaknya yang saat ini ada di rumahnya, Zainal pun mengakhiri pembicaraannya. Dia pamit masuk lebih dulu karena tidak enak meninggalkan anaknya terlalu lama. Melihat Zainal yang masuk rumah membuat ibu Ratri kesal sebab dia belum selesai bicara.


* Sepertinya aku harus menemui Santi , aku tidak sudi dia rujuk dengan Zainal . Apalagi Zainal sekarang sudah lebih baik dia tidak pelit lagi. Dia sudah memberiku jatah bulanan 2 kali lipat dari yang sebelumnya . Jika dia rujuk lagi dengan Santi , aku khawatir jika jatah bulananku akan berkurang. * Gumam ibu Ratri dalam hatinya.


Ibu Ratri pun pulang ke rumahnya dengan wajah yang ditekuk . Rendra yang melihat wajah ibunya ditekuk seperti benang kusut itupun langsung menanyakan ada masalah apa sehingga Ibunya bisa seperti itu.


" Ada apa Bu pulang-pulang wajah ditekuk seperti itu? " Tanya Rendra ingin tahu masalah yang dihadapi ibunya.


" Ibu lagi kesel sama kakakmu. Sudah Ibu bilangin jangan rujuk dengan Santi tapi dia tetap ngotot ingin sama Santi. Mau saja dia dipermainkan sama Santi , bahkan sampai sekarang Santi belum memberi jawaban atas ajakan rujuk dari Zainal . Sok kecantikan banget wanita itu, wajah juga pas - pasan. " Seru ibu Ratri dengan kesal.


Rendra senang mendengar kabar jika Zainal sudah mengutarakan keinginan rujuknya. Rendra mengakui jika Zainal memang pejuang sejati , bahkan dia menentang keinginan Ibunya. Tidak ada yang lebih bahagia selain bisa berkumpul dengan keluarga yang utuh dan orang - orang yang dicintainya. Dan saat ini zainal sedang memperjuangkan kebahagiaannya yang tertunda.


Melihat ibu nya yang marah seperti itu, membuat rendra tidak mau banyak komentar. Rendra tahu jika dia mengatakan setuju soal rujuknya Zainal , sudah pasti saat ini keadaan rumah akan hancur seperti kapal pecah. Ibunya pasti akan mengamuk.


" Mas Zainal yang mau rujuk sama Santi, kenapa Ibu yang repot ? Ibu yang mengurusi kehidupan mereka ? Seharusnya ibu itu juga ikut bahagia karena mas Zainal memilih untuk rujuk daripada menikah lagi. Apalagi mereka sudah ada anak, aneh banget sih Bu anak rujuk kok ditentang. Kebahagiaan mereka , mereka bisa mengukur dengan sendiri bu. Jadi tidak perlu ikut campur Kasihan juga kedua anak mereka yang harus kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya." Ucap nadin ikut berkomentar.


Kali ini Rendra setuju dengan perkataan Nadin, rendra tersenyum kearah Nadin. Seakan memberitahu jika apa yang dikatakan nadin barusan juga sama yang ingin dia sampaikan, tetapi hanya saja dia itu takut kena semprot ibunya.


* Aku menyesal dulu merestui Rendra menikah dengannya. Seandainya Erika saja yang tetap bertahan, mungkin aku tidak akan seperti ini. Erika walaupun wanita seperti itu dia masih mau memberiku uang bulanan. Nadine yang katanya kaya raya ternyata cuman omong kosong, percuma kaya kalau pelit. Bahkan amplop kondangan pun dikuasainya sendiri tanpa menyisakan sedikit untukku. * Gumam ibu ratri dalam hatinya.


" Bukan urusan kamu !" Hardik ibu ratri ketus.


Setelah bicara seperti itu ibu ratri masuk kekamarnya. Dia mencari keberadaan ponselnya. Setelah menemukan ponselnya dia mencari kontak di ponsel atas nama Santi dan mencoba menghubunginya. Sampai panggilan ketiga Santi belum juga mengangkat teleponnya, dan itu membuat Ibu Ratri semakin kesal dan mengira jika santi memang sengaja tidak mau mengangkat teleponnya. padahal nyatanya saat ini Santi sedang bekerja.


" Sial ! Kemana sih orang itu ? Di telpon tidak juga di angkat - angkat. Apa dia sengaja tidak mau mengangkat teleponku. Baiklah kalau begitu aku kirim pesan saja pasti nanti dia membacanya. " Ucap ibu Ratri pada dirinya sendiri.


[ Santi angkat telepon ku. Kamu jangan menghindar ]


[ Baiklah kalau kamu tidak mau menganggkat telepon ku, kamu baca baik - baik pesan ku ini ]


[ Santi, Jangan harap kamu bisa rujuk dengan Zainal ! Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah setuju kamu rujuk dengan Zainal. Kamu sudah pernah menghinaku aku tidak perlu menantu miskin dan sombong sepertimu. Sudah miskin, jelek tambah juga sombong, apa juga yang kamu sombongkan ? Zainal akan aku carikan wanita yang berkelas dan kaya, bukan wanita miskin seperti kamu. Janda pula ]


Yang membuat santi menjadi janda juga Zainal , kenapa jandanya santi jadi masalah ?

__ADS_1


Setelah puas mengirim pesan hinaan kepada Santi . Ibu Ratri meletakkan ponselnya di atas meja samping kasurnya dengan senyum mengembang bahagia. Dia yakin Santi pasti akan down dan kecewa dengan kata-katanya tadi, sehingga dia lebih memilih menolak ajakan rujuk dari Zainal.


" Santi pasti akan menolak ajakan rujuk zainal. Karena dia pasti takut denganku. Dulu memang kita pro tapi sekarang kita tidak pro lagi. Santai tidak cocok dengan Zainal, dulu mengaku orang kaya ternyata cuma anak sopir. Lebih baik aku mencarikan jodoh yang sepadan saja untuk Zainal. Tapi siapa ya wanita yang sepadan yang mau dengan duda. Heleh tidak terlalu pusing meskipun Zainal duda tapi dia mempunyai penghasilan mencapai puluhan juta perbulannya " Ucap ibu ratri bicara pada dirinya sendiri.


Di rumahnya saat ini Zainal sedang mengajak anak-anaknya untuk makan. Tadi sebelum Zainal menjemput anak-anaknya dia lebih dulu membeli makanan di salah satu restoran yang dekat dengan tempat kerjanya.


" Papa sudah beli mobil ya ?" Tanya kiki sambil mengunyah makanannya.


" Belum sayang, nanti ya kalau papa ada rezeki lebih kita beli mobil. Itu tadi mobil teman papa, karena papa mau jemput kalian, jadi kami tukar pakai. Teman papa pakai motor papa dan papa pakai mobilnya. " Ucap Zainal dengan lembut.


" Iya pa. Sekarang papa baik, tidak marah - marah lagi. Kiki sama koko suka sama papa yang sekarang " Ucap kiki dengan polosnya.


Zainal terenyuh mendengar kata-kata anaknya, berarti dulu dia terlalu buruk di mata anak-anaknya. Sehingga anak sekecil mereka sudah tahu mana papanya yang baik dan mana papanya yang tidak baik. Zainal sudah janji pada dirinya sendiri jika dia akan menjadi papa atau orang tua yang baik untuk anak - anaknya.


" Pa, koko mau adik " Ucap koko dengan polosnya.


Uhhhuuk uhhuukkk uhhuuukk


Zainal batuk - batuk dan tersedak makanan, dengan cepat Zainal mengambil air minum yang ada di depannya dan langsung menenggaknya sampai habis. Bagaimana bisa koko bicara seperti itu.


" Kenapa kok koko, bicara seperti itu ? Memangnya siapa yang ngajarin koko Minta adik?" Tanya zainal masih terasa sesak bernafas.


" Kakak Kiki punya adik Koko. Terus Koko kan tidak punya adik makanya kata temen Koko kalau mau adik minta sama papa sama mama. Jadi Koko minta sama papa nanti papa bilang sama mama ya. Soalnya koko pernah bilang sama Mama, tapi mama diam saja." Jawab koko dengan polosnya.


* Hadeh... ada-ada saja ini permintaan Koko ,dikira dia bikin anak gitu tinggal cetak pakai tepung terigu . Pantas saja santi hanya diam saja. Pasti dia tidak bisa menjawabnya, dan bingung memberi alasannya.* Gumam Zainal dalam hatinya.


Zainal sendiri juga bingung mau menjawab apa, mau dijelaskan seperti apapun Kiki dan Koko belum tahu dan belum paham. Mungkin lebih baik Zainal diam saja dan pura-pura sibuk dengan makanannya ,dengan begitu kedua anaknya pasti akan diam dan tidak bertanya lagi.


" Koko kalau lagi makan tidak boleh bicara nanti tersedak seperti Papa tadi . Mama juga sudah sering mengingatkan kan kalau makan itu diam, duduk manis dan nikmati makanannya . Dan jangan lupa berdoa sebelum makan. Koko tadi sudah berdoa apa belum ? Pasti belum kan ? " Seru Kiki menasehati adiknya.


Zainal bangga kepada kedua anaknya , anak seusia mereka sudah bisa mengerti mana yang baik dan yang tidak baik. Santi berhasil mendidik anak-anaknya dengan baik.


" Koko , sudah berdoa kok kak tapi tadi berdoanya dalam hati saja. Jujur Koko tidak berbohong, kalau berbohong itu kan dosa nanti dimarah Allah. Kata ibu guru juga tidak boleh berbohong karena itu tidak terpuji. benar kan papa kalau kita itu tidak boleh berbohong .?"Tanya Koko meminta persetujuan Zainal.


" Iya sayang benar jangan pernah berbohong ya, usahakan jika nanti kalian bersalah tetap jujur dan jangan pernah berbohong. Sedikitpun Papa dan Mama tidak suka dengan anak yang suka berbohong. Begitupun dengan Allah dia tidak akan pernah menyukai anak yang suka berbohong. Betul kata ibu gurunya Koko tadi berbohong itu perbuatan tidak terpuji. Sudah ya sekarang kita makan dulu, nanti selesai makan baru kita bermain dan bercerita lagi. " Ucap Zainal menasehati anak - anaknya dengan lembut.


" Sip pa " Seru kiki dan koko bersamaan.


Kiki dan Koko makan dengan lahapnya. Sedari mereka kecil kiki dan kokomemang sudah diajarkan untuk makan sendiri. Mungkin dulu santi tanpa sengaja mengajari mereka ,karena Santi tidak mau ribet untuk menyuapi mereka berdua. Jadi sampai sekarang mereka berdua lebih suka makan sendiri tapi sesekali terkadang Santi maupun neneknya menyuapi mereka makan.

__ADS_1


Acara makan pun selesai , dan Zainal mengajak anak-anaknya untuk membereskan meja makan dan membereskan piring serta gelas kotor yang tadi mereka gunakan saat makan. Selesai dengan urusan mencuci piring mereka bertiga kumpul bersama di ruang televisi, menonton televisi sembari bermain.


**********


__ADS_2