
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Mas, Untuk biaya pernikahan aku semua yang tanggung ya. Tapi nanti amplop dari tamu undangan untuk ku semua sebagai ganti biaya pernikahan. Meskipun tidak semuanya juga sih, setidaknya pengeluaranku balik lagi meskipun setengahnya. " Ucap nadin saat sedang feeting baju pengantin di salah satu butik terkenal.
Rendra mengangguk setuju, karena dia yakin nanti uang amplop itu pasti bisa balik modal. Tidak ada salahnya uanb itu untuk nadin, lagipula biaya semua nadin yang tanggung. Rendra sama sekali tidak mengeluarkan uang, dia berharap setelah menikah dengan nadin kehidupannya akan bahagia dan bisa numpang hidup. Masalah erika dia tidak perduli, anak yang dikandung erika juga bukan anaknya.
" Iya sayang. " Jawab rendra singkat.
" Tapi nanti setelah menikah aku mau tinggal dirumahmu loh mas, karena rumahku mau aku kontrakan saja. Biar dirumah ada temannya, sepi aku kalau pas kamu kerja terus aku dirumah sendirian. " Seru Nadin dengan suara manjanya.
* Hemm... Aku sih tidak masalah tinggal dirumah ibu . Tapi mau tidur dimana ? Dirumah ibukan kamar sudah penuh semua, ada juga kamar belakang. Ahh... Nanti erika suruh pindah dikamar belakang saja biar dia merasakan sakit dan penderitaan yang lebih banyak lagi. * Gumam rendra dalam hatinya.
" Iya nanti kita tinggal dirumah ibu. Biar ramai juga, jadi aku dan ibu bisa membanggakan kamu sama para tetangga juga ya. Iniloh istriku yang kaya dan cantik itu hemm aku sudah tidak sabar untuk menjadi suami mu sayang " Ucap rendra lalu memeluk nadin.
Nadin tersenyum simpul menanggapi perkataan rendra. Pernikahan nadin dan rendra tinggal 3 hari lagi dan hari ini feeting baju terakhirnya. Pesta yang dibuat ibu ratri tidak main - main, menghabiskan biaya yang cukup fantastis. Sebenarnya nadin tidak suka dengan keinginan ibu mertuanya itu, tetapi nadin tidak menolak karena tidak mau membuat malu keluarga rendra.
Selesai feeting baju nadin pergi kesalah satu cafe untuk makan siang. Dia sama sekali tidak tahu jika rendra sudah tidak bekerja, yang dia tahu rendra bekerja sebagai menejer dengan gaji yang cukup besar. Dia mau menikah dengan rendra karena dia cinta dan ingin kehidupannya ada yang menopang.
" Mas , memangnya kamu ambil cuti berapa hari sih kok sepertinya kamu ini terlihat santai banget ?. " Tanya nadin saat sedang makan siang di cafe .
Uhhuuukk Uhhuukkk
Tiba - tiba saja rendra batuk dan tersedak, belum berani mengatakan jika saat ini dia sudah tidak bekerja alias pengangguran. Bahkan ibunya saja belum dia kasih tahu. Tetapi rendra salah duga, ibu ratri dan erika sudah tahu dari anisa.
" Emm... Kantor memberi mas libur sebulan sayang. Karena selama ini mas tidak pernah ambil cuti dan pekerjaan mas bagus, jadi kantor mempermudah cuti mas. " Ucap rendra sengaja berbohong agar nadin tidak tahu jika dia sudah tidak bekerja lagi.
__ADS_1
" Ohh... Begitu. Baguslah mas jadi nanti kita bisa berbulan madu juga. Eemm terus urusan erika bagaimana mas ? Dia sampai sekarang tidak mau menegurku loh mas, masih marah kayaknya dia sama aku mas. " Seru nadin membicarakan soal erika.
" Jangan difikirkan, biarkan saja dia seperti itu . Nanti kalau dia lelah dan capek pasti pergi sendiri. Aku tidak mau menceraikan dia, sayang uang untuk mengurus perceraian nya. Sudah sekarang makan saja jangan bahas soal erika. " Seru rendra yang memang malas membahas erika.
Sampai detik ini rasa bencinya terhadap erika makin mendarah daging. Belum cukup puas dia membuat erika menderita dan menyiksa batinnya. Rendra ingin membuat erika hancur dan memilih pergi sendiri dari kehidupannya.
Saat sedang menikmati makan siangya tiba - tiba ada seseorang yang menghampiri meja rendra. Rendra maupun Nadin sama - sama terkejut dengan kedatangan orang itu.
" Kalian makan disini juga ?" Tanya erika yang tadi niatnya mau makan siang ternyata bertemu dengan rendra dan calon adik madunya.
" Iya kami makan disini ? Kenapa ? Tidak boleh ?" Tanya nadin ketus. Kedatangan erika sudah membuat nafsu makannya hilang.
Nadin dan Erika sama - sama keras kepala,tidak ada yang mau mengalah. Bahkan tidak mau akur sama sekali, terkadang membuat rendra bingung dan pusing saat mereka adu mulut.
" Boleh dong, boleh banget. Yang tidak boleh itu manggoda suami orang, jadi perempuan itu punya harga diri dong, cari laki itu yang masih sendiri, bukan laki yang sudah berkeluarga diembat juga. Atau jangan - jangan kamu itu tidak laku ya. Dasar wanita murahan... !" Seru erika sedikit mengeraskan suaranya agar didengar oleh pengunjung yang lainnya.
Erika dan Nadin sama - sama memendam kebencian, rendra yang melihat tidak bisa berbuat banyak. Justru dia merasa bangga karena diperebutkan oleh dua wanita yang cantik - cantik.
" Wajar dong aku gemuk, itu juga karena aku sedang hamil. Mana ada orang hamil yang kurus kering ! Pantas saja menjanda, dirinya murahan sih. " Cibir erika tidak kalah sinis.
Pertengkaran keduanya menjadi bahan tontonan pengunjung cafe yang lainnya. Bahkan kasak - kusuk dari para pengunjung sudah mulai terdengar, dari kejauhan santi melihat keributan yang terjadi. Mereka ternyata makan siang di cafe tempat santi bekerja yang tak lain adalah cafe milik silvia.
Santi mendekati meja rendra untuk melerai keributan agar tidak semakin melebar dan mengganggu pengunjung cafe yang lainnya.
" Kalian kalau mau ribut jangan disini, mengganggu ketenangan pengunjung yang lainnya. " Ucap santi menegur dengan sopan.
" Mbak santi !" Seru erika dan rendra bersamaan.
Sedangkan nadin memandang santi penuh tanda tanya. Dia tidak tahu siapa santi, namun dia yakin santi ada hubungan dengan erika dan rendra.
" Iya aku bekerja disini jadi aku berhak menegur kalian. Tolong jangan buat keributan disini, jika kalian masih saja ribut aku akan menyuruh pihak keamanan menyeret kalian keluar dari sini " Ucap santi dengan tegas.
__ADS_1
" Apa-apaan sih mbak. Jangan sok jadi pemilik cafe ini mbak, kamu disini cuma karyawan jadi kamu tidak berhak mengusir kami. Oh iya , setelah diceraikan mas zainal ternyata mbak bekerja disini ? Heemmm bagus deh ada kemajuan walaupun sedikit, oh iya sebenarnya aku juga mau buat perhitungan sama mbak santi. Tapi tidak disini dan tidak sekarang " Ucap erika dengan ketus.
" Memang dia siapa sih mas ?" Tanya nadin ikut buka suara.
" Dia mbak santi. Mantan istri mas zainal. Sayang sudah jangan diurus lagi dia, lagipula cuma mantan kakak iparku saja kok. " Jawab rendra memberitahu.
Santi memandang rendra, erika dan nadin secara bergantian. Senyum sinis tersungging dibibir santi, dia tahu siapa wanita yang bernama nadin. Tak lain tak bukan adalah calon istri rendra lagi. Betapa bodohnya rendra membuang anisa demi erika dan kini justru menjalin hubungan lagi dengan wanita lain.
" Ini calon istri kamu Ndra ?" Tanya santi melirik kearah nadin.
" Iya mbak. Dia cantik kan ? Dia ini kaya raya loh mbak, tidak kalah kaya dari anisa yang sombong itu " Jawab rendra membanggakan nadin.
" Erika bagaimana rasanya saat kamu tahu jika suami kamu ingin menikah lagi ? Pasti sakit banget kan, itu yang dulu dirasakan oleh anisa. Ternyata allah itu maha adil ya, hukum tabur tuai sudah kamu dapatkan erika. Ya sudahlah aku mau balik kerja lagi, sekali lagi tolong jangan buat kekacauan disini " Ucap santi lalu melangkah meninggalkan meja rendra.
Namun tiba - tiba langkahnya terhenti karena rendra memanggilnya.
" Mbak santi, jangan lupa minggu nanti datang ke pesta pernikahanku yang akan di adakan dirumah ibu. Pestanya meriah dan mewah, ada artis ibu kotanya juga loh. Maaf aku lupa bawa undangannya, jadi aku bilang langsung saja sama mbak santi. " Ucap rendra sedikit berteriak karena santi sudah lumayan jauh.
" Aku pasti datang " Jawab santi singkat.
Rendra dan nadin melanjutkam makan siangnya sedangkan erika tidak jadi makan siang karena waktu istirahatnya sudah habis . Dia kembali lagi ketempat kerjanya, nadin semakin membenci erika. Gara-gara erika pandangan para pengunjung cafe tidak mengenakan. Banyak kasak - kusuk yang bisa dia dengar mengatakan jika dirinya adalah seorang pelakor .
* Dasar pelakor teriak pelakor ! Dulu kamu menikah dengan mas rendra juga hasil merebut dari istri pertama mas rendra * Gumam nadin dengan kesal.
*********
MAAF YA KAK BARU BISA UP 🙏🙏
TETAP DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1