
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Anisa tidak menyangka jika yang dikatakan dan di banggakan oleh mantan mertuanya hanyalah kebohongan belaka. Nadin yang tadi dia banggakan di depannya ternyata perlakuannya kasar dan tidak soan sama sekali. Ibu Ratri terlihat cuek seoalah tidak terjadi apa - apa. Padahal dalam hatinya dia sangat malu dengan Anisa. Kedatangan Nadin tadi seolah skak mati untuk dirinya.
" Sejak kapan kamu ada disini ?" Tanya Nadin.
" Sejak tadi sih, bahkan aku sudah cukup lama berbincang dengan mantan ibu mertua. Oh iya kata ibu mertua tadi kamu itu baik banget loh. Berarti ibu mertua tidak salah pilih Menantu dong." Seru Anisa melirik kearah mantan ibu mertuanya yang terdiam.
* Jangan sampai Nadin buka mulut jika selama ini perlakuannya kasar dan apalagi memberitahu kemandulan Rendra. Bisa malu banget aku.* Gumam ibu Ratri dalam hatinya.
Nadin melirik kearah Ibu mertuanya yang terlihat diam namun dalam hatinya takut dan gugup. Terlihat sekali didepan Anisa dia mau menunjukan kehidupannya yang bahagia selepas Rendra bercerai dengan Anisa. Namun sepertinya Nadin seolah tidak perduli dengan ibu mertuanya.
" Kenapa memangnya kalau ibu membanggakanku ? Meskipun aku tidak suka dibanggakan juga sih, karena aku tidak mau orang baik denganku disaat ada maunya saja. Kamu beruntung pisah sama Rendra sehingga tidak perlu lagi hidup dengan mantan mertuamu yang mata duitan ini." Ucap Nadin sambil melirik ibu mertuanya.
Mata ibu Ratri langsung melotot kearah Nadin dengan tangan yang terkepal. Bisa-bisanya dia menjelekkan Ibu mertuanya di depan Anisa. Meskipun apa yang dikatakan oleh Nadin itu benar , ibu Ratri tidak terima Nadin membicarakan kejelekannya di hadapan Anisa. Sebenarnya tanpa Nadin bicarapun Anisa sudah paham bagaimana dengan watak mantan Ibu mertuanya itu.
__ADS_1
" Oh begitu. Ya sudahlah terserah kalian yang penting aku sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi dengan mantan keluarga mertuaku ini. Oh iya bu , ingat ya kalau yang menuntut cerai dan meminta cerai itu aku bukan mas Rendra. Masih ingatkan bagaimana anakmu itu nangis - nangis tidak mau cerai dari ku ? Bahkan kalian seenaknya mau menuntut harta gono-gini yang aku punya. Kalau mau dapat menantu yang baik ibu jangan matrai dong. Masih ada bagas loh yang belum menikah. " Seru Anisa bicara dengan nada seolah mengejek mantan ibu mertuanya.
Setelah bicara seperti itu Anisa meninggalkan mantan Ibu mertuanya dan Nadin. Dia melanjutkan belanjanya yang sempat tertunda karena bertemu dengan mantan Ibu mertuanya. Ibu Ratri menatap tajam kearah Nadin, dia sangat marah karena ucapan Nadin tadi.
" Kenapa kamu bicara seperti tadi?." Tanya Ibu Ratri dengan kesal.
" Kenapa ? Tidak boleh ? Kenyataannya memang begitu kenapa harus marah ?" Tanya Nadin ketus.
" Tapi tidak perlu kamu bicara juga sama Nadin. Lagipula tadi ibu sama sekali tidak menjelekkan kamu. Ibu justru membicarakan kamu yang baik - baik. Ibu jadi malukan sama Anisa." Jawab ibu Ratri dengan kesal.
" Masa bodo bu. Sudahlah segera bawa semua ini kemeja kasir nanti aku bayar. Kita langsung pulang karena aku sudah tudak mood mau belanja kebutuhanbayi. " Seru Nadin begitu saja lalu dia berlalu meninggalkan ibu mertuanya.
Ibu Ratri langsung mendorong troli sambil mengejar Nadin karena dia belum beli baju baru seperti yang sudah dijanjikan oleh Nadin tadi. Nadinpun kesal lalu kembali menghampiri ibu mertuanya.
" Mana baju baru untuk ibu. Kita belum naik kelantai atas untuk membeli baju jadi jangan seenaknya kamu mengajak ku pulang !" Seru ibu Rahayu meninggikan suaranya.
" Terus saja ibu tinggikan suaranya jika tidak aku permalukan dihadapan para pengunjung Mall. " Ketus Nadin.
Nadin mengeluarkan uang 300 ribu dari dalam dompetnya lalu menyerahkannya kepada ibu mertuanya dengan kasar. Bahkan uang itu dilemparkan oleh Nadin dan berjatuhan di dalam troli yang ada dihadapan ibu Ratri.
" Cepat sana kalau mau beli baju aku tunggu di kasir bawah sambil bayar belanjaan ini." Ucap Nadin ketus sambil merebut troli yang dipegang ibu mertuanya.
__ADS_1
* Kenapa Nadin memperlakukanku seperti ini? Memangnya dia anggap aku ini apa ? Padahal dia juga ikut tinggal di rumahku. Sepertinya tidak bisa begini terus-menerus, aku harus bersikap tegas aku harus segera memaksa Rendra agar segera menceraikan Nadin." Gumam ibu Ratri dalam hatinya.
Sebelum troli tadi diambil oleh Nadin, Ibu Ratri sudah lebih dulu mengambil uang yang berjatuhan. Uang sebanyak 6 lembar pecahan 50 ribuan itu kini sudah berpindah ke dalam dompetnya. Ibu Ratri tidak jadi membeli baju dan memilih segera pulang karena moodnya untuk berbelanja sudah hilang. Apalagi uang yang diberikan Nadin hanya 300 ribu tidak cukup untuk membeli baju yang dia inginkan yang harganya sekitar 475 ribu.
Melihat ibu mertuanya berjalan di belakangnya, membuat nadin semakin kesal, karena sudah dikasih uang bukanya segera belanja baju yang dia inginkan tetapi justru ikut ke meja kasir.
" Kenapa tidak jadi belanja Bu.?" Tanya Nadin dengan ketus.
" Uang yang kamu berikan cuma 300 ribu mana cukup ? Sedangkan baju yang aku inginkan harganya hampir 500 ribu." Jawab ibu Ratri dengan cepat sambil menunjukan uang yang ada dalam dompetnya.
" Terserah kalau tidak mau beli baju ya sudah, yang penting aku sudah memberikan uangnya kepada Ibu. Jadi jangan meminta untuk lebih dan jangan menagih ku saat di rumah nanti. Karena uang sudah aku berikan , paham !" Seru Nadin lagi dengan kasar.
Nadin sudah tidak memperdulikan Ibu mertuanya lagi. Dia sudah sampai di meja kasir dan menurunkan barang-barang yang ada di troli untuk di scan petugas kasir. Setelah barang belanjaan sudah selesai dibayar Nadin meminta ibu Ratri untuk membawa barang-barang belanjaan itu semua sendirian.
Padahal barang belanjaan ada tiga kantong besar dan isinya pun penuh. Nadin sama sekali tidak mau membantunya. Hanya ibu Ratri sendiri yang membawa, ibu Ratri terlihat kesusahan membawa kantong plastik yang besar-besar itu.
Dari meja kasir yang lain, Anisa melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri. Dia sebenarnya kasihan dengan mantan Ibu mertuanya itu, akan tetapi mau bagaimana lagi Nadin adalah menantu pilihannya. Dinikmati saja yang sudah menjadi pilihannya.
* Kasihan banget sih Ibu, dulu saat aku masih menjadi istri mas Rendra. Jangankan untuk membawa barang sebanyak itu, Ibu memegang sapu di rumah pun tidak pernah. Sekarang semua sudah berbalik kepada ibu sendiri, cukup nikmati saja Bu itu kan menantu pilihanmu semoga kamu bahagia dengan menantu pilihanmu itu. Ih iya satu bukannya menantu ibu ada satu lagi ya, hemm si Erika. Tapi beruntung juga Erika sudah keluar dari rumah itu kalau tidak pasti dia juga diperlakukan secara tidak baik sama Nadin dan Ibu.* Gumam Anisa dalam hatinya.
Anisa segera menyelesaikan pembayarannya lalu dia keluar dari gedung Mall. Pertemuannya dengan Nadin dan Mantan mertuanya hari ini cukup membuat dia tahu jika selama ini ternyata kehidupan Ibu Ratri penuh kebohongan.Tidak perlu lagi dijelaskan A atau B, Anisa sudah tahu dan melihat dengan mata kepalanya sendiri.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama Anisa sudah sampai di parkiran mobil dan segera membuka mobil untuk memasukan barang - barangnya. Beres semua , diapun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat tinggalnya.
*********