
.
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Apa mas ? 25 juta ? " Ucap anisa dengan lantang saat rendra mengatakan jika ibunya meminta uang 25 juta untuk membantu biaya pernikahan nya.
Anisa benar - benar heran dengan ibu mertuanya, sudah tua menikah tinggal ijab qabul saja beres tapi mau mengadakan pesta. Memang tidak mewah tapi mengundang orang satu lingkungan tempat tinggalnya apa tidak membutuhkan uang yang lumayan banyak.
" Iya Nis. Ibu minta uang 25 juta untuk biaya pernikahannya. Dan calon suami ibu tidak mau menanggung biayanya karena dia tidak mampu. Dia hanya membantu 5 juta saja. Makanya aku juga bingung mau membantu ibu apa tidak ?" Ucap rendra bingung.
Bukan dia tidak punya uang, dia uang punya tapi dia ragu untuk memberikannya kepada ibunya karena rendra yakin sang ibu pasti akan meminta tambah jika dia tahu rendra punya uang.
" Terserah kamu sajalah mas,yang penting itu uang kamu bukan uang ku. Ingat ya mas, jika uang kamu habis jangan pernah minta uang sama aku karena kamu selama ini terlalu royal dengan keluargamu tapi kamu tidak memikirkan dirimu sendiri. Terus mas zainal dimintain berapa sama ibu ?" Tanya anisa penasaran.
" Mas zainal hanya bisa membantu 5 juta saja, itupun dapat dari aku yang memaksanya " Jawab rendra .
Hhhuuuffff
Anisa terdengar membuang nafas dengan kasar. Selama ini zainal memang terlalu perhitungan, dari dulu tidak pernah mau memberi ibu uang lebih padahal gajinya juga besar. Hanya memberi 500 ribu itupun sebagai uang makan mereka sebulan , benar - benar kurangajar keluarga zainal itu.
" Terus ibu punya tabungan berapa ? Ibu kan selama ini menerima uang pensiunan almarhum bapak dan dia juga dapat jatah bulanan dari mas, uang makan juga sudah kamu kasih kan ?. Bahkan selama tinggal sama ibu uang belanja dia hanya memberi 50 ribu, sisa banyak kan uang belanja uang kamu beri " Seru anisa dengan kesal.
" Ibu tidak punya tabungan nis,hanya punya uang sekitar 3 juta saja. Mas juga heran kemana uang ibu selama ini,apa dia belikan perhiasan ?" Seru rendra juga heran karena ibunya sama sekali tidak mempunyai tabungan.
" Mas, kalau menurutku lebih baik pernikahan ibu itu cukup ijab qabul saja dengan dihadiri kerabat dan tetangga yang dekat dengan rumah. Jadi tidak perlu mengundang satu kelurahan begitu. " Ucap anisa memberi saran.
Rendra menggeleng, karena sebelumnya dia sudah memberitahu ibunya hal yang sama seperti yang dikatakan anisa. Namun ibunya menolak dan tetap ingin mengundang semua teman - temannya dan semua tetangga.
" Ibu tidak mau Nis " Jawab rendra pelan.
" Ya sudahlah mas terserah kamu, kamu memang tidak pernah bisa menolak permintaan ibu mu. Sebenarnya jika kamu tidak memberi ibumu uang, ibu pasti akan membatalkan rencana pesta nya. Sudah ya aku mau pergi ada janji sama silvia mau jalan - jalan ke mall" Ucap anisa bangkit dan menyambar tas serta kunci mobil yang ada di atas meja.
Namun tiba-tiba langkah anisa terhenti karena rendra memanggilnya.
" Tunggu nis !" Seru rendra sedikit berteriak.
" Mau apa lagi sih mas ? " Seru anisa kesal.
" Emm... Kamu mas antar saja ya, karena ibu bilang dia mau belanja baju untuk acara akad nikah dan dia minta diantar pakai mobil. Apa mas boleh pinjam mobilnya ?" Tanya rendra agak ragu karena takut membuat anisa tersinggung.
Hhhaaaahhh
Anisa terdengar menghela nafas dengan berat. Masih saja ibu mertuanya itu ingin bergaya tapi tidak disesuakan dengan isi dompetnya.
" Ya sudah ini kuncinya, jangan lupa isi bensinya.." Ucap anisa menyerahkan kunci mobil kepada rendra.
" Iya nanti mas isi Nis. Kamu mas antar ya ?" Seru rendra.
" Tidak usah, aku minta jemput silvia saja karena dia sudah ada dijalan sedang menuju kesini. Tadi kami mau berangkat sama - sama dari sini, lagi pula mall nya kan memang searah dengan rumah kita. Ya sudah aku menunggu silvia diteras depan saja " Ucap anisa lalu menuju teras depan.
Rendra mengangguk lalu dia masuk kamar untuk bersiap - siap mengantar ibunya ke mall. Bukan hanya ibunya tetapi juga ada santi yang akan ikut.
__ADS_1
[ Ndra, kamu jangan lupa antar ibu ke mall beli baju untuk acara akad nikah ibu ] Pesan dari ibu ratri baru saja rendra baca karena sedari tadi ponsel rendra ada dikamar.
[ Iya bu . Ini rendra lagi siap - siap ] Balas rendra.
Setelah selesai berganti baju rendra segera keluar kamar dan menuju garasi mobil. Mobil rendra lajukan menuju rumah ibunya. Setelah menempuh perjalan 45 menit rendra sudah sampai dirumah ibunya, terlihat ibu ratri dan santi sudah menunggu diteras. Namun rendra melihat disana juga ada erika.
" Kenapa ada wanita itu ?" Tanya rendra pada dirinya sendiri.
Ibu ratri ,santi dan erika menghampiri mobil rendra. Belum juga rendra turun ibu ratri sudah meminta rendra untuk langsung berangkat agar tidak ketahuan kiki dan koko. Jika mereka tahu santi pergi pasti dua balita itu akan merengek ingin ikut.
" Santi kamu duduk di belakang sama ibu, biar erika duduk depan sama rendra " Ucap ibu ratri sengaja memberi ruang untuk erika dan rendra.
" Kenapa erika harus ikut sih bu ? Kalau memang ibu mengajak erika kenapa tidak naik mobil erika saja, tah dia juga punya mobil. Padahal mobil ini tadi tuh mau dipakai oleh anisa, akhirnya dia mengalah dan memilih minta jemput temannya " Gerutu rendra kesal dengan ibunya. Rendra tahu pasti ibunya sengaja mengajak erika agar erika bisa mendekati rendra lagi.
" Kamu ini bicara apa sih Ndra ? Anisa itu memang istri kamu tapi bukan berarti apa yang kamu punya bebas dia pakai dan dia kuasai. Mobil ini kamu juga berhak memakainya , karena dibeli juga dengan uang kamu. Mobil erika itu masih di bengkel dan ibu sengaja mengajak erika karena ibu tahu erika ini pandai kalau urusan fashion makanya ibu minta bantuan dia untuk memilihkan baju " Ucap ibu ratri beralasan.
Rendra diam, mau menjawab pun percuma. Ibunya memang tidak bisa dibantah. Ini yang membuat rendra sering kesal dengan ibunya, karena selalu memaksakan kehendak.
Mobil yang di kendarai rendra sudah sampai di salah satu mall terbesar di kota itu. Setelah memarkirkan mobilnya rendra dan yang lainnya turun dari mobil.
" Kalian bertiga masuk saja, rendra mau menunggu sambil minum kopi disana. Nanti kalau sudah selesai ibu telepon rendra saja " Ucap rendra sambil menunjuk kearah samping mall yang menjual makanan dan minuman.
" Tidak bisa ! Kamu harua ikut " Jawab ibu ratri.
" Ya sudah ayok !" Seru rendra kesal.
Mereka berempat masuk kedalam gedung mall, ibu dan santi jalan beriringan di depan. Sedangkan rendra dan erika ada dibelakangnya. Mata santi seperti orang yang baru saja masuk mall, padahal menurut ceritanya dia sudah sering keluar masuk mall.
" Wahh... Bajunya bagus - bagus sekali ya bu. " Seru santi takjub.
" Iya san, yuk pilihin baju gamis yang bagus untuk ibu. " Ucap ibu ratri.
" Mas rendra tidak mau belanja baju, nanti aku bantu pilihin " Ucap erika mencoba membuka obrolan dengan rendra.
" Aku tidak mau beli baju. Baju yang di belikan anisa masih banyak bahkan ada yang belum pernah aku pakai. Bukannya kamu ikut karena ingin membantu ibu memilih baju, lantas ngapain kamu disini ? Sana kamu ibu pilih baju !" Ucap rendra dengan ketus.
" Emm... Itu.. Itu sudah ada mbak santi. Jadi aku disini saja menemani mas rendra. Apa mas rendra tidak mau menunggu sambil duduk, capek berdiri terus " Seru erika.
" Kamu saja yang duduk aku mau lihat - lihat siapa tahu ada yang cocok " Ucap rendra beralasan.
Rendra berjalan kearah deretan baju - baju pria yang tergantung dan tersusun rapi. Erika masih saja mengikuti dari belakang , semua itu membuat rendra risih dan tidak nyaman.
" Tolong jangan ikuti saya ! Kamu sama ibu dan mbak santi saja,jangan memancingku untuk berbuat kasar disini." Seru rendra mengancam erika.
Dengan menggerutu erikapun menyusul santi dan ibu ratri di bagian baju - baju wanita.
" Kok kamu kesini ? Rendra mana ?" Tanya ibu ratri saat erika sudah bergabung.
" Mas rendra mau sendiri saja, dia ada di sebelah sana di deretan pakaian pria. " Ucap erika dengan wajah masam.
" Ya sudah kamu jangan paksa rendra, kamu dekati secara pelan - pelan saja. Kamu kan tahu rendra itu memang keras kepala, dia tidak mau di paksa. Hanya dengan ibu saja dia menurut, kamu tenang pokoknya setelah ibu menikah dia akan menikah dengan mu" Ucap ibu ratri menyakinkan erika.
Baru erika kembali tersenyum lalu memeluk calon ibu mertua nya. Erika pun ikut memilih - milih baju, dia berencana ingin membeli baju juga .
Saat erika hendak mengambil dress berwana biru tiba - tiba ada tangan lain yang sudah lebih dulu mengambilnya. Erika kesal dana langsung mihat orang yang mengambil dress itu.
" Anisa !! " Seru erika saat mengetahui anisa yang mengambil dress lebih dulu.
__ADS_1
" Uppssh... Ternyata bibit pelakor ? Emm... Sorry !! Ternyata kamu mau dress ini juga ? maaf ya dress ini sudah duluan aku yang ambil. Jadi kamu cari saja dress yang lain." Seru anisa sambil tertawa kecil.
Sebenarnya anisa juga tidak tahu jika wanita yang ingin mengambil dress tadi erika. Namun erika tidak perduli, karena memang dia yang lebih dulu mengambil dress nya. Dari awal masuk toko itu anisa memang sudah memgincar dress itu dan kebetulan erika juga menginginkannya.
" Kembalikan dress nya kamu tidak pantas memakai dress itu. Lagi pula kamu juga tidak akan mampu membeli dress mahal itu, gaji kamu akan habis untuk membeli dress itu. " Seru erika meremehkan anisa.
" Jangankan cuma 1 dress, 10 dress saja aku bisa membelinya. Bila perlu mulut mu saja bisa aku beli " Ucap anisa sambil menunjuk kearah erika.
" Jangan sombong kamu wanita OB . Pekerjaan cuma OB saja sombong, pakai acara belanja di mall besar segala. Ngaca dong kamu itu siapa? " Ucap erika memandang sinis kearah anisa.
Mendengar ribut - ribut silvia mendekati anisa dan begitupula ibu ratri dan santi. Mereka berdua juga terkejut saat mendapati ada anisa di mall yang sama.
" Siapa dia Nis ?" Tanya silvia ingin tahu.
" Bibit pelakor " Ucap anisa tidak kalah sinis mihat kearah erika.
" Anisa jaga mulut mu ! Kamu ngapain ada disini ? Mau menghabiskan uang anak ku ? Dasar istri tidak tahu diri!" Bentak ibu ratri cukup puas, beruntung keadaan toko masih sepi.
" Hello ibu mertua ku yang matre ! Uang anakmu yang mana yang aku habiskan ? Bukannya selama ini ibu yang sudah menghabiskan uang suamiku? Bahkan suamiku dzolim telah mengabaikan nafkah lahirnya untuk sang istri. " Ucap anisa dengan berani.
Ibu ratri tidak menyangka anisa akan membantah ucapannya di tempay umum seperti ini.
" Dasar menantu kurangajar !! Lihat saja setelah aku menikah aku pastikan rendra akan segera menikahi erika dan akan menceraikan kamu. Kamu akan menangis darah dan kamu akan hidup miskin, dan kamu akan jadi gembel. " Seru ibu ratri.
" Dasar mertua bermulut lemes " Ucap silvia membela anisa.
" Haii... Siapa kamu ikut campur saja dengan urusan keluarga ku." Ucap santi tidak suka dengan perkataan yang dilontarkan silvia.
Silvia tidak menanggapi pertanyaan santi, dia hanya menatap sinis santi. Silvia tahu santi itu cuma berani dimulut saja , tapi otaknya tidak berfungsi dengan baik. Silvia mengajak anisa pergi daripada meladeni mereka ujunng - ujungnya hanya akan bikin malu saja.
" Tunggu sil, aku belum selesai bicara " Seru anisa menolak ajakan silvia.
" Buat kamu sang bibit pelakor, ini kalau kamu mau dress nya. Harga sekitar 5,5 juta silahkan kamu bayar. Kamu kan orang kaya, harga segitu mah kecil. Iya kan ?" Seru anisa meledek erika dengan melemparkan dress kearah erika, dan erika sigap menangkapnya.
Erika menelan salivanya sendiri saat mengetahui harga dress itu 5,5 juta. Itu setara dengan gajinya sebulan, dia melirik dress yang tadi diberikan anisa. Benar saja harga nya 5,5 juta.
" Erika kamu tidak apa - apa sayang?" Tanya ibu ratri saat melihat erika tiba - tiba diam.
" Tidak apa - apa tante " Jawab erika pelan.
Anisa dan silvi ingin sekali menertawakan wajah erika yang tegang. Sudah pasti tegang karena uang gajinya sebulan akan habis hanya untuk sepotong baju yang sedari tadi dia perebutkan dengan anisa. Erika masih bingung antara membeli dress itu atau tidak, jika tidak jadi dibeli pasti dia akan malu dan jika dia beli uang gajinya akan habis. Karena gajinya hanya sekitar 6,5 juta berarti hanya akan tersisa 1 juta saja.
" Ada apa ini ?" Tanya rendra yang tiba - tiba datang dari arah belakang anisa berdiri.
" Mas, kamu disini juga ? Oh iya lupa, kamu tadi makek mobil karena ingin mengantar ibu belanja. " Seru anisa tersenyum manis kearah suaminya.
Rendra tertegun saat mengetahui wanita yang ada di hadapannya adalah anisa. Jangan sampai anisa salah paham, apalagi ada erika juga.
" Loh nis kamu disini juga, tahu begitu tadi kan berangkatnya sama - sama. Nanti pulang sama mas saja ya, oh iya kamu sudah belanjanya ?" Tanya rendra.
" Aku belum selesai mas, tadi barusan berebut baju sama erika tapi setelah dia tahu harga bajunya sepertinya dia akan mundur, karena bajunya mahal mas 5,5 juta " Ucap anisa melirik sinis kearah erika.
Erika terlihat mengepalkan kedua tangan nya, mungkin jika tidak ada rendra dia akan adu mulut dengan anisa. Tapi karena ada rendra, dia memilih bersikap kalem dan tenang agar bisa menarik perhatian rendra
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR , VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHYA YANG BANYAK ❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏