Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Amplop putih


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Seminggu berlalu, rendra dan erika masih saja tetap tinggal dirumah ibu ratri. Sampai sekarang rendra belum cerita jika dirinya bukan sebagai menejer lagi namun hanya karyawan biasa. Erika juga sudah mulai kembali bekerja, tadinya dia sudah berangan - angan akan tinggal dirumah mewah dan menerima uang bulanan yang besar dari rendra namun nyatanya nihil, rendra hanya memberinya uang 2 juta.


" Rendra ini tadi siang ada kiriman untuk mu, mbak tidak tahu itu surat apa. Mbak tidak berani membukanya karena takut siapa tahu isinya penting " Ucap santi memberikan amplop berwarna putih kepada rendra.


" Memangnya rumah kosong kok mbak yang menerima suratnya.?" Tanya rendra sambil menerima surat yang diulurkan oleh santi.


" Ibu kalau siang apa pernah dirumah, dia pasti arisan kalau tidak kumpul sama teman - temannya. Ya sudah mbak mau pulang, kiki dan koko juga belum mandi. Oh iya ndra kamu coba hubungi mas zainal dong soalnya dari tadi siang mbak telpon tidak di angkat." Ucap santi dengan wajah yang terlihat sedih.


Rendra memicingkan matanya, merasa aneh saja dengan kakak iparnya.Tidak biasanya dia memasang wajah sedih seperti itu, biasanya wajahnya terlihat sombong dan angkuh..Rendra curiga sedang terjadi sesuatu dengan rumah tangga kakak iparnya.


" Memang mas zainal kemana ? Kalau kerja pasti sebentar lagi pulang mbak " Tanya rendra.


" Mas zainal sudah 2 malam tidak pulang " Jawab santi dengan wajah yang semakin sedih.


" Hemm... Ya sudah nanti rendra coba hubungi mas zainal. Sekarang mbak santi pulang dulu dan urus anak - anak. Kasihan ini sudah sore tapi belum pada mandi , setelah magrib nanti kita makan malam sama - sama " Ucap rendra meminta santi untuk pulang terlebih dahulu.


Santi mengikuti nasehat rendra , dia segera pulang untuk memandikan anak - anaknya. Setelah santi pulang rendra masuk kekamarnya, dilihatnya erika sudah selesai mandi.


" Surat apa itu mas ?" Tanya erika ingin tahu.


" Tidak tahu, nanti saja mas buka. Karena mas mau mandi dulu, kamu cepat kedapur untuk masak makan malam. Sepertinya ibu juga sudah didapur, kamu harus terbiasa dengan urusan dapur apalagi memasak. Karena aku paling suka makan masakan rumahan, dulu anisa saja biarpun bekerja dia masih tetap mengurus rumah. Masak kamu kalah sama anisa,apa mau aku lebih memilih menginap dirumah anisa ?" Tanya rendra.


Rendra sengaja bicara seperti itu agar erika mau mengerjakan pekerjaan rumah terutama memasak, sebab dia tidak mau jika rendra menginap dirumah anisa jadi sudah pasti dia akan mengikuti perintah rendra.


" Ishh... ya sudah aku kedapur " Jawab erika terpaksa.

__ADS_1


Erika keluar kamar sambil menghentakkan kakinya dengan mulut yang tidak berhenti menggerutu. Mau tidak mau dia harua mengikuti perintah rendra, daripada rendra menginap dirumah istri tuanya.


Bicara soal anisa, rendra sudah sering menemui anisa di kantornya tapi selalu nihil. Anisa tidak mau menemuinya dan berujung pengusiran dari abimana, bahkan hampir saja abimana menghajar rendra saat rendra ngotot ingin masuk keruangan anisa. Saat dirumahpu seperti itu, anisa tidak mau menemui rendra bahkan pintu gerbangpun tidak diizinkan untuk dibuka.


Rendra menyimpan amplop putih yang diberikan santi tadi didalam laci nakas samping tempat tidurnya. Setelsh itu dia masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


" Mau masak apa bu ?" Tanya erika yang saat ini sudah didapur dengan ibu mertuanya.


" Masak yang cepat saja ya Er, ibu capek dan kamu juga pasti capek karena baru pulang kerja. Ini bikin sayur bening bayam, goreng ikan sama tempe terus bikin sambal saja. Sayur baik untuk kehamilan kamu, apalagi sayur bayam. Ibu mau cucu ibu didalam perutmu sehat, jadi kamu juga harus banyak makan buah dan sayur. " Ucap ibu ratri bicara dengan lembut.


" Iya bu. Ya sudah masak apa sajalah bu yang penting cepat selesai. Besok - besok kita cari pembantu saja ya bu agar kita tidak capek - capek masak dan mengurus rumah. Si anisa saja punya pembantu dan tinggal dirumah yang mewah. Kita kapan bu mau tinggal disana lagi, setidaknya lebih baik rumah itu dijual dan hasilnya dibagi. Mas rendra kan punya hak juga atas rumah dan mobil yang dipakai anisa " Ucap erika terus membahas harta yang dimiliki anisa .


" Nanti kita bicarakan sama rendra, ini juga sudah seminggu. Sudah cukup kita berdiam diri, kita harus melakukan penawaran. Oh iya besok kamu libur kan, besok ikut ibu ya kerumah itu. Ibu mau mengadakan arisan sama teman - teman ibu dirumah itu. " Ucap ibu ratri dengan percaya diri.


" Ok bu." Ucap erika mengacungkan jempol tangannya.


Merekapun melanjutkan aktifitas memasaknya. Lurang lebih satu jam masakan mereka sudah siap terhidang dimeja. Erika memanggil suaminya dan ibu ratri juga memanggil suaminya untuk makan. Tidak ketinggalan santi dan kedua anaknya malam ini ikut makan malam dirumah ibu ratri.


" Mas zainal mana mbak ?" Tanya bagas tidak melihat keberadaan kakak pertamanya itu.


Bagas hanya mengangguk dia sudah curiga ada sesuatu dengan rumah tangga kakak pertamanya. Sebab sudah berhari - hari bagas tidak melihat keberadaan zainal. Yang lainnya menikmati makan malamnya karena tidak menaruh curiga dengan perkataan santi. Hanya rendra dan bagas yang mencurigai zainal bermain api.


" Sudah kamu buka surat yang tadi ndra ?" Tanya santi yang ternyata ikut penasaran dengan isi surat.


" Surat apa ndra ?" Tanya ibu ratri juga ikut penasaran.


" Tidak tahu bu, belum rendra buka. Mungkin dari asuransi karena bulan kemarin rendra sempat mendapat tawaran asuransi. Mungkin itu cuma brosurnya saja biar bisa rendra pelajari." Ucap rendra dengan santainya tanpa tahu apa isinya sudah beranggapan dari asuransi.


" Oh ibu kira surat dari pengadilan agama " Ucap ibu ratri.


Deg...


Rendra langsung menghentikan makannya dan meletakkan sendok dengan kasar. Dia lupa jika anisa pernah bilang jika dia sudah mendaftarkan perceraian kekantor pengadilan agama. Rendra bangkit dan langsung berjalan menuju kamar untuk mengambil surat yang dia simpan dilaci nakas tadi.

__ADS_1


Dengan buru-buru rendra mengambil dan membuka surat itu. Betapa terkejutnya dia jika isi surat itu ternyata surat panggilan sidang pertama yang akan dilaksanakan 3 hari lagi.


Arrrgghhhh.....


Rendra beteriak dengan kencang sampai suaranya terdengar sampai luar kamar. Ibu ratri , santi dan erika langsung berlari menuju kamar menghampiri rendra, takut terjadi sesuatu dengan rendra.


" Ada apa ndra ?"


" Ada apa mas ?"


Tanya ibu ratri dan erika hampir bersamaan.


" Anisa menggugat cerai bu. Anisa beneran menggugat ku bu. " Seru rendra dengan mata yang berkaca - kaca.


Ibu ratri dan erika saling beradu pandang dan melempar senyuman penuh arti. Akhirnya keinginan mereka terkabul juga, dengan anisa dan candra bercerai mereka akan semakin mudah untuk menuntut harta gono - gini. Dan sudah pasti rendra akan mendapat bagian lebih banyak, sebab semua itu dibeli dengan uang rendra.


" Sudahlah ndra, untuk apa kamu sesali. Kamu masih punya erika yang saat ini sedang hamil anakmu, dia butuh perhatian yang lebih. Jadi tidak ada salahnya kamu dan anisa bercerai , lagipula anisa itu semakin lama - semakin kurangajar. Ibu justru bersyukur kamu dan anisa bercerai, tapi jangan lupa untuk mengamankan semua aset mu " Ucap ibu ratri dalam keadaan rendra terpukul masih saja membahas soal uang dan uang.


" Iya mas, kamu jangan sedih ya. Ada aku yang akan selalu menemanimu dalam suka maupun duka. Dan untuk Aset mu ,benar kata ibu harus mas amankan dulu agar tidak dikuasai oleh istri kurangajar itu. " Ucap erika mengusap punggung rendra lembut.


" Diam !! Diam kalian semua !! Ini bukan saatnya membahas soal harta ! Lagipula harta siapa yang kalian ributkan ? Rumah, mobil ? Itu semua milik anisa, bukan miliku. Tidak ada secuilpun uang ku yang masuk kesana . Kalian hanya uang saja yang diributkan " Ucap rendra lantang sampai terdengar di ruang makan.


Erika dan ibu ratri langsung terdiam, mungkin memang bukan waktu yang tepat untuk mereka membicarakan soal aset atau harta yang akan dijadikan gono gini.


Santi hanya diam menyaksikan semua ketibutan yang ada di depan matanya.


* Dulu aku dan ibu sangat membenci anisa, sampai kami ingin rendra menceraikan anisa. Tapi justru kini anisa sendiri yang menggugat rendra setelah rendra menikahi erika. Pasti anisa sangat sedih saat mengetahui suaminya berselingkuh apalagi saat aku mengirimkan video itu. Dan sekarang aku bisa merasakan apa yang dirasakan anisa, apa ini karma untuk diriku ?* Gumam santi dalam batinnya.


Santi meninggalkan kamar rendra dan kembali kemeja makan. Ternyata disana sudah tidak ada siapa - siapa. Terdengar tawa riang kiki dan koko dari kamar bagas. Bagas sengaja membawa dua keponakannya masuk kamarnya untuk diajak nonton kartun di laptopnya agar tidak mendengar keributan yang terjadi.


***********


MAAF YA KAK KALAU TELAT UPDATE. 🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TERUS DUKUNG KARYA AUTHOR AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK UPDATE


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏❤️❤️


__ADS_2