Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Teguran dari riko


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sampai sekarang erika belum tahu jika rendra bukan seorang menejer lagi. Erika saat ini baru saja turun dari ranjang , dia hendak mandi dengan air hangat karena badan dan area sensitifnya masih terasa sakit dan nyeri.


Tok Tok Tok


Pintu kamar erika diketuk dari luar, erikapun menyuruhnya untuk masuk, dan dia kembali berbaring lagi di kasur tidak mau sampai ibu mertuanya tahu keadaannya.


" Sayang ini ibu bawakan sarapab untuk kamu. Kata rendra kamu tidak enak badan dan rendra meminta tolong sama ibu untuk mengantarkan sarapanmu kekamar. " Ucap ibu ratri meletakkan nampan yang berisi sepiring nasi lengkap dengan lauknya dab segelas air putih.


* Perhatian juga monster itu. Setelah apa yang dialakukan tadi malam, pagi ini dia meminta ibu membawakan sarapan ku. Hemmm... Sepertinya memang dia itu masih banyak masalah jadi semalam emosinya tidak terkontrol * Gumam erika dalam hatinya.


" Terimakasih bu " Jawab erika dengan senyum yang dipaksakan.


Erika sebenarnya hanya pura - pura baik dengan keluarga rendra,apalagi dengan ibu mertuanya. Dia sangat benci dengan ibu mertuanya yang pandai bermuka dua. Erika menikahi candra selain karena untuk menutupi kehamilannya juga ingin hidup enak . Namun semenjak menikah dengan rendra baru uang 2 juta saja yang pernah rendra kasih itupun dibulan pertama pernikahan mereka.


" Erika sayang , kamu sudah minum obat ?" Tanya ibu ratri perhatian.


" Belum bu. Akukab belum makan, ini lagi mau makan baru minum obat. " Jawab erika dengan sedikit malas.


Ibu ratri tersenyum hambar melihat perubahan sikap erika. Tapi ibu ratri tidak curig apapun kepada erika, dia mengira karena erika sedang hamil jadi hormon ibu hamil sewaktu - waktu suka berubah. Kadang garam, tahu - tahu jadi gula atau penyedap makanan. Erika yang tadinya hendak turun ranjang dan mau mandi kini urung karena ibu mertuanya lebih dulu masuk kamarnya.


" Ibu pijit ya, kamu sambil makan agar bisa segera minum obat." Ucap ibu ratri memijiyt pelan kaki erika.


" Bu, kalau misalnya mas rendra punya istri lagi apa ibu setuju ?" Tanya erika pada ibu mertuanya.


" Kok pertanyaanya seperti itu sih ? Mana mungkin rendra mau menikah lagi, kamu ini istri yang sempurna. Pendidikan bagus, pekerjaan bagus, punya gaji sendiri dan yang terpenting kamu sudah bisa memberikan ibu cucu. " Ucap ibu ratri.


Semua ucapnnya sebnrnya berbanding terbalik dengan isi hatinya. Jika rendra mau menikah lagi tidak masalah asalkan wanita yang dinikahinya lebih kays dari erika. Jangan seperti zainal, menikah lagi tapi hanya wanita miskin. Beruntung punya warisan sawah yang bisa diharapkan.

__ADS_1


" Emm... Erika ibu mau arisan tapi uang ibu habis. Kamu ada uanh tidak, ibu minta dong" Tanya ibu ratri tanpa ragu.


" Arisan apalagi bu ? Bukannya semenjak kejadian dirumah anisa waktu itu ibu sudah tidak ikut arisan lagi ? Lagipula ibu sendiri juga sudah dapat jatah dari mas rendra, aku ini baru du bulan pertama pernikahan saja di kasih uang sama mas rendra dan sampai sekarang tidak lagi." Ucap erika yang ada di otak ibu mertusnya ini hanya uang dan uang terus menerus.


Demi mendapat dukungan dari ibu mertuanya , erika akhirnya memberikan uang yang diminta oleh ibu ratri. Dia tidak mau ibu mertuanya mengatainya pelit dan membiarkan rendra menikah lagi. Orang seperti ibu ratri ini di tempel dengan uang semua akan beres.


" Berapa bu?" Tanya erika.


" Cuma 500 ribu saja kok Rik. " Jawabnya dengan cepat.


Erika mengambil dompet yang ada di laci meja samping tempat tidurnya. Dan menarik uang 1 juta dari dalam dompet dan menyerahkan semuanya kepada ibu ratri.


" Ini 1 juta , 500 untuk arisan dan yang 500 untuk ibu belanja. Terserah ibu mau belanja atau mau beli apa, emm... Tolong sekalian bawa piringnya ya. Soalnya erika masih lemes banget , ini mau mandi juga masih belum sanggup turun ranjang " Ucap erika sengaja agar ibu mertuanya cepat keluar dari kamarnya.


" Terimakasih menantu tersayang ku. Baiklah sekarang kamu istirahat saja ya, apa mau ibu bantu kekamar mandi?" Tawar ibu ratri.


" Tidak perlu bu, aku bisa sendiri. " Jawab erika cepat.


Ibu ratri keluar kamar erika dengan perasaan bahagia, karena menantu tersayangnya selain bisa memberikan cucu juga bisa memberikan dia uang. Soal uang yang diberikan erika kepada sang mertua memang sudah tidak terhitung lagi. Setiap minggu ada saja alasan ibu ratri saat meminta uang selagi posisi erika aman , erika tidak mempermasalahkan soal uang.


Pesan masuk di ponsel erika, erika mengambil ponsel yang ada di atas nakas dan segera membukanya.


[ Jaga suami kamu . Bilang sama dia jangan pernah menggangguku lagi, apalagi meminta rujuk dengan ku. Lelaki sampah itu lebih pantas bersama sampah ! Kamu tahukan maksud ku Nyonya Rendra !]


Sebuah pesan masuk yang erika tahu jika itu pesan dari anisa. Iya,anisa yang sudah mengirim pesan kepada erika disertai foto rendra saat memohon untuk mengajak anisa rujuk. Erika mengepalkan tangannya, dia merasa dikhianati oleh rendra. Semalam rendra sudah mengakui jika tidur dengan wanita malam, dan pagi ini dia menemui anisa dan memintanya untuk rujuk.


" Kurangajar kamu mas, kamu anggap apa aku ini. " Gumam erika dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


[ Kamu juga jangan kecentilan gangguan suamiku. Suamiku tidak akan seperti itu jika kamu tidak kecentilan lebih dulu . Jangan murahan dong, kayak tidak ada pria yang single saja ] Balas erika mencibir anisa.


[ Duhhh.... Murahan teriak murahan ! Ngaca dulu dong, kalau tidak punya kaca bisa aku kirimi kaca nih ]


[ Dasar wanita gila ! Janda gatel !]


Erika melempar sembarang ponselnya, namun masih tetap diatas kasur. Amarahnya semakin meningkat saat mengingat foto yang dikirimkan anisa dimana rendra memohon untuk rujuk.

__ADS_1


" Aku harus bagaimana agar mas rendra hanya menjadi milikku seorang. Aku tidak mau berbagi suami dengan wanita lain." Ucap erika kesal.


Erikapun turun lagi dari kasur lalu menuju kamar mandi. Erika mandi dengan cepat karena area sensitifnya masih terasa sakit dan badannya juga pegal dan sakit - sakit.


***********


Diperusahaanya rendra dipanggil oleh direktur perusahaan, Riko. Riko mendapat pengaduan jika rendra semakin hari kinerjanya semakin menurun, bahkan berangkat juga sering terlambat dengan alasan yang tidak jelas.


" Kamu ini niat bekerja apa tidak Pak Rendra ?" Tanya riko tegas.


" Masih dong pak. Kalau saya tidak mau kerja lagi pasti saya tidak ada diruangan bapak. Bapak ini ada - ada saja, lagi pula bapak ini kenapa tidak menaikan jabatan saya sih. Jangan pelit - pelit pak agar bapak cepat dapat jodoh tidak menjomblo terus, jadi perjaka tuakan ." Jawab rendra dengan tenang.


Braaaakkkk


Riko menggebrak meja dengan keras, sebagai pimpinan perusahaan dia merasa tidak dihargai dengan sikap rendra yang sama sekali tidak ada sopan santunnya dalam bersikap.


" Saya ini pimpinan kamu , apa pantas kamu bicara seperti itu ?" Tanya riko tegas.


" Maaf pak cuma bercanda " Jawab rendra sambil tersenyum simpul.


" Jangan sembarangan berucap. Aku tidak suka dengan cara bicaramu, sekali lagi anda bicara tidak sopan seperti itu aku pastikan hari itu juga aku akan memecatmu. Pak Rendra ini peringatan terakhir untuk anda, sekali lagi saya mendapat kabar jika anda masuk telat dan semaunya. Jangan berharap anda bisa bekerja lagi di perusahaanku." Ucap riko dengan tegas.


Rendra menelan salivanya sendiri, jangan sampai dia dipecat. Jika dia dipecat dia tidak ada penghasilan lagi. Apalagi sang ibu selalu menuntut uang lebih.


" Baik pak " Jawab rendra singkat sambil menunduk.


" Sekarang anda bisa keluar dari ruangan ku." Ucap riko tegas.


***********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA .


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2