
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Untuk yang pertama kalinya hari ini anisa datang keperusahaan RR Group dimana perusahaan RR Group adalah tempat rendra bekerja. Hari ini akan diadakan rapat dewan direksi, dimana para pemegang saham harus ikut serta. Tepat jam 8 pagi anisa sudah sampai di perusahaan RR Group.
Rendra melihat kedatangan anisa dan langsung menghampiri anisa menanyakan ada kepentingan apa sampai anisa datang ketempat kerjanya. Apalagi anisa datang masih pagi begini.
" Anisa ! Kamu ngapain disini ? Kamu mencariku ?" Tanya rendra percaya diri sekali mengatakan anisa datang untuk mencarinya.
Anisa tersenyum tipis menanggapi perkataan rendra yang sama sekali tidak masuk akal. Ada perlu apa juga dia mencari rendra, rendra sudah tidak penting lagi dalam kehidupannya. Bahkan sebentar lagi mereka juga akan bercerai.
" Aku tidak mencarimu. Aku kesini karena memang aku ada meeting di perusahaan ini. Memang salah ya kalau aku datang kesini terus ikut meeting?" Tanya anisa dengan menyunggingkan senyum aneh dan rendra tidak perduli dengan senyum anisa .
" Tidak salah si, tapi hari ini itu semua petinggi perusahaan ada rapat dengan dewan direksi jam 9 nanti . Dan kamu datang jam segini ? Memang kamu ada meeting jam berapa? Dan sa.a " Tanya rendra dengan heran.
Anisa mengangkat kedua tangan dan bahunya sambil mencebikkan bibirnya. Rendra dibuat semakin penasaran dengan kelakuan anisa yang menurutnya tidak mengharagi sama sekali.
" Ingat aku ini masih sah suami kamu dan kamu masig wajib patuh terhadap ku. Setidaknya kamu bisa menghargai aku. Sekarang kamu sudah berubah anisa, kamu jadi sombong dan angkuh . Jangan mentang - mentang kamu banyak uang kamu bisa seenaknya begini. Jangan buat aku marah anisa !! " Gertak rendra dengan kesal.
" Aku tidak perduli, lagipula seminggu lagi kita akan resmi bercerai. Aku yakin hakim akan segera mengetuk palunya dan perceraian kita sah ! Ingat tidak ada harta gono gini yang akan aky bagikan !" Ucap anisa menegaskan.
Rendra baru ingat jika ibunya meminta untuk anisa mengembalikan biaya hidupnya selama menjadi istrinya , yang tidak lain adalah uang makan anisa.
" Tunggu anisa ! Jika kamu tidak mau membagi harta itu tidak masalah karena itu memang hak mu dan hartamu pribadi. Disini aku hanya meminta uang ganti rugi karena aku sudah membiayai hidup mu selama kamu menjadi istriku.
Deg.
__ADS_1
Jantung anisa seakan berhenti berdetak mendengar pernyataan dari rendra. Dengan mudahnya rendra meminta uang ganti rugi karena sudah memberi anisa makan selama menjadi istrinya. Anisa benar - benar tidak habis fikir dengan apa yang dikatakam rendra.
" Dasar pijik ! Jangan buat aku marah di perusahaan orang mas. Kamu meminta aku untuk mengembalikan uang makan ? Lantas apa kamu bisa mengembalikan keperawanan ku, tenaga ku yang selama 1 tahun setengah ini dipakdi secara cuma - cuma. Bisa tidak !!" Teriak Anisa lumayan keras. Beruntung saat ini parkiran sepi karena sudah masuk jam kerja dan rendra masih bicara dengan anisa diparkiran.
Nafas anisa tersengal dan naik turun, dia sudah tidak mood lagi untuk ikut rapat. Anisa menatap tajam rendra, seandainya ini tidak ada dilingkungan perusahaan mungkin anisa akan memaki - maki rendra. Namun anisa tidak mau mempermalukan dirinya sendiri , tidak mau menjadikan masalah rumah tangganya menjadi konsumsi publik.
" Kenapa diam Rendra ? Apa kamu tidak bisa menjawabnya ? " Tanya anisa marah .
" Itu semuakan sudah menjadi kewajibanmu sebagai seorang istri " Jawab rendra dengan santainya.
" Kalau itu memang kewajiban terus kenapa kamu meminta uang makan ku selama ini ? Bukankah itu juga kewajiban seorang suami ? Dimana harga dirimu mas, aku tidak menyangka kamu sangat pijik mas. Kamu sudah seperti keluarga benalu mu itu. " Ucap anisa .
Plaaakkk
Tangan rendra terulur dengan kasar menampar pipi anisa sampai memerah. Anisa meringis sambil memegangi pipinya yang terasa panas dan sakit. Sedikitpun tidak ada air mata yang anisa keluarkan karena dia sudah berjanji tidak akan mengeluarkan air matanya untuk rendra.
" Maaf.... Aku tadi reflek. Kamu yang sudah memancingku, dengan mengatakan keluargaku benalu. " Ucap rendra menyesal.
" Seminggu lagi kita bertemu dipersidangan terakhir. Jika kamu masih tetap menuntut harta gono gini, lihat saja kamu akan malu seumur hidup kamu ! Akulah saksi perjalanan hidupmu mas , dalam sekejap aku bisa menjadikan mu pengangguran !!" Seru anisa tegas dan terdengar menakutkan.
" Dasar pria brengsek. Seenaknya saja dia minta ganti rugi , apa dia pikir aku ini menghabiskan uangnya . Yang ada aku sudah beli ini dan itu menggunakan uang ku sendiri. Ya memang benar dia memberiku uang 1 juta itupun habis juga untuk biaya dapur. " Gumam anisa .
Mobil anisa belok ke salah satu cafe yang memang sudah sering dia datangi. Cafe siapa lagi kalau bukan cafe sahabatnya, Silvia.
[ Hallo kamu dimana ?] Tanya anisa to the point saja tanpa basa - basi.
[ Aku ada di ruangan ku, baru juga datang dan masuk ruangan.Ada apa nis ?].
[ Ya sudah aku kesana sekarang. ].
Sambungan telepon terputus, memang anisa yang sudah mematikan sambungan teleponnya. Dia berjalan masuk ke cafe dan langsung menuju ruangan silvia yang memang dia sudah tahu dan hafal tempatnya.
__ADS_1
" Ada apa lagi Nis ? Pagi - pagi sudah sampai sini. Bukannya kekantor. " Tegur silvia sedikit mengomeli anisa.
" Aku tadi sudah sampai perusahaan RR group karena aku ada urusan pekerjaan disana. Namun saat di parkiran aku bertemu mas rendra, dia sudah membuat aku marah dan kesal. Bahkan tadi sempat terjadi perdebatan. " Ucap anisa.
Anisa meneruskan ceritanya dan menceritakan semua yang barusaja terjadi. Silvia yang mendengar ceritanya saja sudah terpancing emosi, bagaimana jika mengalaminya langsung.
" Dasar pengecut !! Dia itu tidak pantas disebut lelaki, beruntung kamu sebentar lagi sudah lepas dari lelaki macem begitu. Kalau aku sudah aku hajar tadi nis " Ucap silvia ikut geram.
" Tadi di tempat umum Sil ? Kalau bukan di parkiran perusahaan sudah aku hajar dia, aku tidak mau mempermalukan diriku sendiri. " Jawab anisa.
Anisa mengambil ponselnya dan menghubungi Riko jika dia tidak bisa ikut rapat dewan direksi. Dia tidak memberitahu alasan yang sesungguhnya, hanya beralasan sedang tidak enak badan.
" Sepertinya mas rendra sudah menjadi anak mama. Dia mengikuti semua kemauan ibunya tanpa memikirkan resikonya. Jika dia tetap menuntut harta gono gini , lihat saja dia akan malu selama nya " Ucap anisa tersenyum sinis.
Silvia hanya mengangguk sambil memeriksa laporan keuaangan mingguan .
" Sil, masih ingat sama mbak santi ?" Tanya anisa.
" Santi ipar songong itu ?" Jawan silvi.
" Iya, tapi sekarang dia sudah tidak songong lagi. Justru aku kasihan sama diq dan kedua anaknya sil. Ternyata mas zainal selingkuh dan dalam bulan ini dia akan meniksh dengan wanita selingkuhannya itu. " Ucap anisa. Membuat silvia terkejut.
Wanita sombong dan angkuh seperti santi ternyata bisa merasakan sedih akibat perselingkuhan suami nya .
" Karma instan " Gumam silvia.
Bersambung....
***********
JIKA ADA YANG TYPO HARAP DIMAKLUMI YA KAK 🙏🙏🙏
__ADS_1
LIKE KOMENTAR, VOTE,FAVORITE , RATE BINTANG 5 NYA KAK , JANGAN LUPA HADIAHNYA 🙏🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️