
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hari - hari sudah berlalu dan kini masa iddah Anisa juga sudah selesai. Tanpa Anisa sadari bahwa dia juga mulai timbul rasa untuk Riko, entah kapan perasaan itu datangnya. Yang pasti sekarang setiap bertemu riko jantung anisa terasa berdebar - debar dan anisapun menjadi salah tingkah, tidak seperti biasanya.
Kedua orang tua Anisa dan abi juga sudah setuju jika Anisa dan Riko memiliki hubungan serius. Tanpa sepengetahuan Anisa , Riko sudah meminta anisa langsung kepada orang tuanya. Itu semua riko lakukan agar dia tidak kalah cepat dari pria lain dan sebagai bentuk keseriusan Riko kepada Aluna.
" Kamu yakin dengan perasaan kamu Nis ?" Tanya serena saat anisa menyampaikan apa yang dia rasakan kepada kakak iparnya.
" Saya yakin mbak. Riko sudah berhasil membuka hatiku kembali mbak, aku terasa damai dan tenang saat ada didekat Mas Riko mbak. Apa aku salah mbak membuka hatiku untuk pria lain ?" Tanya anisa mencari sebuah pembelaaan dari sang kakak ipar.
" Kamu tidak salah Anisa, kita memang tidak tahu kapab rasa itu akan datang. Lagipula Riko maupun kamu sama - sama sendiri. Jadi tiddk masalah dong jika kalian saling membuka hati dan berakhir dipelaminan. Mbak yakin Riko bisa jadi imam yang baik untuk kamu dan anak - anakmu kelak. " Seru Serena memberi semangat untuk Anisa.
Sebuah hubungan harus didasari dengan kejujuran dan saling mengerti satu sama lain. Dan hal itu kelak yang akan anisa terapkan saat menjalin hubungan dengan seorang pria. Kegagalannya berumah tangga dengan renda menjadi sebuah pengalaman buruk baginya, perpisahan dan kegagalan itu akibat adanya orang ketiga yang masuk kedalam rumah tangganya.
" Mbak, emm... Apa orang tua mas riko nanti bisa menerima keadaan Anisa ya mbak?. Saya bukan lagi gadis ataupun perawan mbak, saya seorang janda. Dan banyak orang yang menganggap seorang janda wanita tidak benar , kebanyakan menganggap negatif. Aku tidak mau gagal lagi mbak,cukup rumah tanggaku dengan mas rendra saja yang gagal. Kegagalan itu selain adanya orang ketiga, ada juga campur tangan ibu mertua yang memang tidak setuju dengan pernikahan kami. " Ucap anisa dengan wajah penuh penyesalana.
" Sudah jangan di ingat lagi masalalu mu itu, sekarang yang penting segera kamu kasih kepastian kepada riko dan memang sudah yakin dan pasti langsung saja menikah dan tidak perlu menunggu lama - lama. Mbak yakin orang rua riko tidak memandang status kamu , bukannya kita juga sudah mengenal orang tua riko ?" Ucap serena lagi dan lagi menyemangati anisa agar bisa percaya diri.
" Terimakasih mbak " Seru Anisa memeluk manja kakak iparnya. Kakak ipar yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri.
Harapan anisa hanya ingin kelak jika dia dan riko berjodoh, riko menjadi jodoh dan tambatan hatinya yang terakhir. Rasa trauma kini secara perlahan sudah dia kikis dengan sebuah keyakinan , jika tidak semua laki - laki bermoral seperti Rendra sang mantan suaminya.
********
__ADS_1
Dirumah ibu ratri saat ini sedang ada keributan antara erika, nadin dan rendra. Nadin menginginkan rendra untuk mencari pekerjaan , sedangkan erika ingin rendra segera menceraikannya agar dia bisa pergi dari rumah yang menurutnya seperti neraka itu.
Erika tidak sanggup tinggal seatap dengan nadin dan rendra, setiap malam dia selalu mendengar suara permainan nadin dan rendra. Rendra semakin menyakiti erika dengan tidak mau perduli dengan erika, meski bagaimanapun erika masih istri sah rendra.
" Aku ingin kamu segera menceraikan aku mas, aku sudah tidak sanggup hidup seperti ini ! Aku punya suami tetapi seperti tak punya suami. Kamu sama sekali tidak menghargaiku , kamu tidak perduli dengan ku. Bahkan kamu sudah tidak lagi menyentuhku, didepan mata kepalaku kamu bercinta dengan istri barumu. Lalu aku ini kamu anggap apa,apa kamu menganggap aku ini patung atau boneka hidup !" Sentak erika dengan lantang.
Plaaakkkkkk
Rendra paling tidak suka ada orang yang bicara keras dengannya. Tamparan rendra membuat erika semakin sakit hati dan tidak ada harga nya sama sekali sebagai seorang istri . Apapun yang dilakukan rendra terhadap erika tidak ada yang mencegahnya. Nadin, ibu ratri seakan menutup mata , mereka tidak mau ikut campur dengan urusan erika dan rendra.
Derasnya air mata erika sama halnya dengan derasnya hujan yang turun membasahi bumi pada sore itu. Rendra masih saja belum mau melepaskan erika, karena dendamnya sudah mendarah daging.
" Tampar terus, tampar saja mas. Kamu memang bukan manusia lagi. Apa belum puas kamu menyiksa hati dan fisikku. ?" Seru erika dengan air mata yang berderai.
" Rendra, jika kamu memang sudah tidak menginginkan erika lagi, jangan kamu berbuat kasar seperti ini. Kasihan erika, setidaknya kasihan anak kamu ndra. Ibu tidak mau anak dalam kandungan erika bermasalah, setelah erika melahirkan segera proses perceraian kalian ." Ucap ibu ratri akhirnya ikut buka suara.
Ibu ratri memang belum tahu jika anak yang dikandung erika bukanlah darang daging rendra. Bagainana anak itu mau darah daging rendra ? Rendra saja mandul dan tidak akan pernah bisa mempunyai keturunan lagi.
Erika yang mendengar pengakuan rendra hanya bisa tersenyum miris. Ternyata sampai detik ini sang suami masih belum melupakan mantan istri pertamanya.
" Ohhh... Jadi kamu belum move on dari Anisa mas ? Terus untuk apa kamu menikahi nadin ? Apa karena kamu ini seorang pengangguran dan ingin menumpang hidup dengan nadin. ? Dasar pria tidak bermodal, cuma modal senjata yang ternyata tidak ada fungsinya sama sekali. " Ucap erika tersenyum sinis.
Rendra mengepalkan kedua tangannya , beruntung nadin ada didalam kamar mandi jadi tidak mendengar pernyataan erika. Yang pasti akan membuat nadin salah paham.
" Jangan banyak bicara kamu erika, sekarang lebih baik kamu masuk kamar sebelum aku menyakiti kamu dan anakmu !!" Seru rendra dengan geram.
Erika takut dan langsung diam,dia tidak mau rendra menghajarnya lagi seperti tempo hari. Sampai erika tidak sadarkan diri. Alasan rendra masih mempertahankan erika sebenarnya hanya sebagai tameng, agar kemandulan dia tidak ada yang mengetahuinya selain dirinya dan dokter tempatnya periksa kesehatan.
" Ada apa sih mas ribut terus ,malu didengar tetangga. Erika itu sedang hamil apa kamu tidak kasihan terus memarahinya dan bersikap kasar sama dia. Daripada kamu bisanya cuma marah - marah tidak jelas begini lebih baik kamu cari kerja agar bisa menafkahi kami. " Ucap nadin dengan ketus.
__ADS_1
" Eh sayang . Ini sudah sore loh sayang mana hujan juga. Besok ya, mas janji besok akan mencari pekerjaan . Sekarang kita masuk kamar yuk, dingin loh sayang enaknya main bola nih " Seru rendra tersenyum jahil.
Nadin sudah tahu arah pembicaraan sang suami, namun kali ini nadin tidak mau menuruti keinginan rendra. Nadin justru melengos dan berjalan menjauh dan duduk di sofa ruang tamu.
Rendra dan ibu ratri saling lempar pandangan , lalu mereka mengikuti nadin dan duduk di sofa yang sama.
" Aku ini istrimu mas,aku juga butuh nafkah lahir darimu bukan hanya nafkah batin saja. Pokonya aku tidak mau keluar uang jika kamu tidak bekerja,aku bukan ATM kalian !" Ucap tegas nadin.
" Sayang ,,, jangan bicara seperti itu. Mas akan berusaha untuk menjadi suami yang baik dan mas janji besok mas akan cari pekerjaan. " Ucap rendra.
" Kamu jangan seperti ini nadin. Bagaimanapun kamu harus menghargai suami kamu meskipun dia tidak mempunyai pekerjaan. Sebagai istri yang banyak uang jangan pelit - pelit kamu, lagipula kemarin uang amplop ada sama kamu semua jadi wajar dong kami minta uang sama kamu, karena di uang itu juga ada hak kami berdua " Ucap ibu ratri masih tidak terima dengan uang amplop pernikahan masuk ketangan nadin semua.
" Nadin, ibu butuh uang 1juta untuk bayar arisan. Bapak belum gajihan jadi ibu minta sama kamu dong, lagipula uang kamu kan banyak. " Ucap ibu ratri tidak tahu malu masih saja meminta uang kepada menantunya itu.
Nadin tersenyum sinis mendengar ibu mertuanya meminta uang untuk arisan, bahkan dengan percaya dirinya mengatakan jika uang itu juga uang nya. Sejak kapan uang nadin menjadi hak nya rendra dan ibunya. Kalau bukan orang tua suaminya mungkin saat ini ibu ratri sudah nadin pukul mulut lemesnya.
" Uang ku adalah uang ku , tidak ada uang ibu ataupun mas rendra dalam uang ku. Dan mulai hari ini aku tidak mau mengeluarkan uangku untuk kebutuhan rumah, semua itu menjadi tanggung jawab kamu mas sebagai seorang suami " Seru nadin tegas.
Deg...
Jantung rendra dan ibu ratri seakan berhenti berdetak, tidak menyangka nadin bisa bicara seperti itu. Jika bukan nadin siapa yang akan membiayai hidup rendra, erika tidak mungkin karena gajinya juga tidaklah besar, belum untuk biaya dia melahirkan saja entah cukup atau tidak.
Rendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung dan pusing jika nadin sampai benar - benar tidak mau mengeluarkan uangnya untuk kebutuhan rumah.
* Huuhhh... Kenapa nadin sekarang perhitungan begini ya, dia benar- benar sudah berubah. Padahal dulu dia sangat royal sekali kira - kira dirasuki apa ya si nadin ini * Gumam rendra dalam batinnya.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️