Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kasihan juga Rendra


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sepulang dari menjemput anak - anaknya, Santi mengajak mereka ke Mall terlebih dahulu untuk belanja bulanan. Santi tidak membawa motornya sendiri, melainkan dia naik taksi online sebab tadi dia berangkat menjemput anaknya dari rumah sakit. Zainal sendiri saat ini masih di rumah sakit menemani Rendra, dan Bagas ada jadwal kuliah.


" Mama itu kan Tante Anisa Ma !" Ucap Koko menunjuk ke arah di mana Anisa sedang menikmati makan siang sendirian di salah satu gerai makanan siap saji yang ada di dalam Mall.


Santi mengikuti arah tangan Koko dan benar saja di sana ada Anisa yang sedang makan siang. Kebetulan Santi sudah selesai berbelanja dan tadi hendak pulang, akhirnya Santi dan kedua anaknya menghampiri Anisa.


" Anisa ! Sendirian saja kamu?" Seru Santi setelah sudah ada didekat Anisa.


" Ehh.. Mbak Santi sama si kembar. Sini duduk gabung sama saya saja. Tadi sama mas Riko kok mbak, tapi mas Riko sudah balik kantor. Aku mau diantar pulang tapi aku bawa mobil sendiri, dan aku juga lagi ingin menikmati makanan disini." Seru Anisa menjelaskan.


Kiki dan Koko menyalami Anisa sembari mencium tangan Anisa dengan sopan. Anisa mengusap lembut kepala Kiki dan Koko.


" Oh tadi sama Riko, aku kira sendirian. Eh bentar, aku pesan makanan untuk anak - anak dulu ya nanti aku ada berita yang membuat kamu pasti kaget." Seru Santi lalu memanggil pelayan dan memesankan makanan untuk kedua anaknya, sedangkan Santi sendiri hanya memesan jus mangga.


Setelah memesankan makanan untuk kedua anaknya, Santi kembali melanjutkan obrolannya dengan Anisa yang tadi sempat tertunda di mana Santi akan memberitahu sesuatu yang bakalan membuat Anisa terkejut.


" Mbak Santi mau bicara apa sih kok aku penasaran sekali? Memangnya seheboh dan sepenting apa sampai aku bakalan terkejut?."Tanya Anisa yang memang sudah sangat penasaran dengan cerita Santi.


" Pokoknya ini berita heboh Anisa, tidak tahu mau senang ataupun sedih yang pasti kamu harus tahu berita ini. Kamu tahu tidak semalam Rendra mengalami kecelakaan dan dia dinyatakan lumpuh ! Masih bisa disembuhkan tapi perlu waktu yang lumayan lama dan tentunya biaya tidak sedikit." Ucap Santi memberitahu soal Rendra.

__ADS_1


Deg


Anisa terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh Santi. Benar kata Santi mau sedih atau mau senang mendengar berita soal kecelakaan yang dialami Rendra. Bagaimanapun Rendra dulu pernah mengisi hatinya dan hari-harinya selama 2 tahun. Namun semua itu sekarang tinggal masa lalu , karena semua itu berakhir dengan sebuah pengkhianatan.


" Mbak Santi serius Rendra kecelakaan? Dan sekarang dia lumpuh? Terus sekarang dia di rumah sakit di sama siapa? Apakah Nadin mau menunggu dia.?" Tanya Anisa penasaran, sehingga dia bertanya secara beruntun tanpa ada jeda.


" Kamu belum tahu juga apa memang pura-pura tidak tahu sih Nis? Rendra dan Nadin itu sudah bercerai, tetapi memang belum resmi. Baru cerai secara agama saja, karena pengadilan belum memutuskan mereka bercerai. Masih mulai tahap persidangan perceraian saja." Ucap Santi semakin membuat Anisa syok dan terkejut.


Betapa nalangnya hidup Rendra tiga kali menikah, tiga kali bercerai dan tiga kali sang istri yang menggugat dia cerai. Bahkan sekarang dia sedang tertimpa musibah pun dalam keadaan dia yang terpuruk. Anisa teringat pertemuannya terakhir dengan Rendra beberapa hari yang lalu saat Rendra datang ke rumahnya untuk meminjam uang yang akan dia gunakan untuk membebaskan ibunya.


Saat itu Rendra marah-marah dan mengancam akan membuat hidup Anisa dan Riko tidak bahagia. Namun ternyata ucapannya berbalik kepada dirinya sendiri. Anisa tidak menyangka jika apa yang diucapkan Rendra dialami Rendra sendiri.


Obrolan Anisa dan Santi terhenti karena ada pelayan yang datang mengantarkan pesanan Santi untuk anak-anaknya.


" Kasihan juga ya Rendra mbak. Apalagi ibu sekarang ada di penjara, Rendra di rumah sakit .Pasti mas Zainal sama Bagas juga yang bakal direpotkan." Seru Anisa merasa kasihan dengan apa yang menimpa Rendra.


" Maksud mbak Santi bagaimana? Mas Rendra tidak terima dengan perceraiannya dengan Nadin.?" Tanya Anisa ingin lebih tahu lebih banyak.


" Sebenarnya Rendra ingin memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Nadin, dia sudah berjanji akan menafkahi Nadin dengan baik dan mencoba bertanggung jawab untuk Nadin. Tetapi sepertinya Nadin sudah tidak bisa mempertahankan rumah tangganya, apalagi Nadin memang sudah pernah sakit hati dengan Rendra. Ditambah kelakuan ibu mertuanya yang tidak bisa dia maafkan. Sebab dari itulah Rendra frustasi dan menyalahkan Ibu atas semua apa yang terjadi pada dirinya." Ucap Santi dengan menceritakan semua yang terjadi dengan Rendra.


* Sebegitu menderitanya kamh sekarang Mas. Meskipun aku pernah kamu sakiti,tapi aku tidak pernah mendoakan jelek untukmu. Semoga kamu bisa sabar menghadapi semua masalahmu ini.* Gumam Anisa dalam batinnya.


Santi dan Anisa mengganti topik pembicaraan,kini mereka membicarakan seputar kehamilan. Santi menceritakan pengalamannya saat mengandung anak kembarnya. Anisa menyimak dengan serius, apalagi cara penyampaiannya Santi mudah dimengerti.


" Terus mbak Santi belum mau untuk menambah momongan lagi ? Siapa tahu Koko segera dapat adik."Seru Santi sembari melirik Koko dan Kiki yang masih asik dengan makanannya.


" Rencananya sih memang sudah pengen nambah, kebetulan Kiki dan Koko juga sekarang sudah mengerti dan sudah besar. Doakan saja semoga segera diberikan momongan tambahan." Ucap Santi terlihat penuh harapan.

__ADS_1


" Aamiin. " Jawab Anisa mengaminkan ucapan Santi barusan.


Waktu ternyata cepat berlalu, bahkan tanpa terasa sudah jam 2 siang. Anisa menawarkan untuk mengantar pulang Santi dan anak - anaknya, namun Santi menolak karena dia sudah memesan taksi online.


Sementara itu , saat ini Bagas ada dikantor polisi untuk menemui ibunya. Selama ibunya dipenjara baru kali ini saha Bagas datang menemui ibunya.


" Tumben kamu jengukin ibu Gas? Apa kamu tidak kuliah.?" Tanya ibu Ratri.


" Tadi ada 1 mata kuliah saja bu,jadi sudah bisa pulang. Oh iya ini ada buah dan kue untuk ibu. " Seru Bagas dengan suara yang terdengar melemah.


Anak mana yang tidak bersedih melihat keadaan ibunya seperti itu. Apalagi ibunya dalam penjara, seperti saat ini yang dirasakan Bagas. Dia sangat sedih dan merasa kasihan melihat kondisi ibunya yang sedikit kurus. Namun Bagas tidak bisa berbuat apa-apa, semua ini sudah konsekuensi ibunya. Sebab dia juga sudah melakukan tindakan kriminal.


" Kemana sihm Rendra ? Sudah 3 atau 4 hari ini dia tidak datang menemui ibu?."Tanya ibu Ratri penasaran.


" Itu yang saat ini ingin Bagas sampaikan Bu. Mas Rendra sepertinya akan lama tidak bisa datang untuk menjenguk Ibu di sini. Karena saat ini Mas Rendra sedang sakit dan tidak mungkin bisa keluar rumah sendirian." Ucap Bagas mulai menceritakan keadaan Rendra.


" Memangnya Rendra sakit apa ? Sampai dia tidak bisa keluar rumah sendirian? Mungkin hanya alasan kalian saja, karena kalian males untuk mengurus ibu dan menemui Ibu di sini. Kalian malu punya Ibu seperti aku?."Tanya ibu Ratri dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.


Helaan nafas panjang keluar dari saluran pernapasan Bagas. Seandainya saat ini bukan ibunya yang ada di depannya, mungkin saja Bagas akan pergi begitu saja meninggalkan orang itu. Tetapi saat ini wanita yang sudah melahirkannya lah yang ada di depannya. Yang saat ini sedang berbicara dengannya. Seburuk apapun kelakuan ibunya Bagas masih tahu caranya menghormati orang tuanya.


" Mas Rendra kecelakaan Bu dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Kakinya mengalami kelumpuhan dan kepalanya juga ada benturan. Sekujur tubuhnya ada yang luka-luka , namun hanya luka ringan lecet dan mar saja, dan alhamdulillah keadaannya tidak seberapa parah. Hanya di bagian kakinya saja yang memang tidak bisa untuk difungsikan dengan baik" Ucap Bagas terxengar sangat serius.


Ibu Ratri kaget dan syok, ternyata apa yang dikatakan oleh Bagas itu jujur dan serius. Anak yang dia harapkan bisa membebaskannya dari penjara kini sudah tidak bisa lagi diharapkan. Ibu Ratri tidak bisa berkata - kata lagi, dia diam. Namun tiba - tiba mensteskan air matanya,tidak ada yang tahu apa maksud air matanya itu.


Apakah menangisi karena kasihan dengan keadaan Rendra. Atau justru menangis karena tidak ada lagi yang bisa membantu dia keluar dari penjara. Harapan satu - satunya sudah tidak bisa diandalkan.


*************

__ADS_1


__ADS_2