Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kebahagiaan ( Ending)


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Satu tahun sudah berlalu, anak Anisa kini sudah berusia satu tahun. Selama1 tahun ini Anisa sangat menikmati perannya sebagai seorang ibu, dan semenjak mempunyai anak Anisa sudah fokus dengan urusan rumah tangganya. Dia sudah tidak mau lagi disibukkan dengan dunia bisnis. Tanpa dia bekerjapun uang setiap bulan sudah mengir kedalam rekeningnya.


Anisa sedang mengajak anaknya berkunjung kerumah Santi, sebab sudah dua bulan Anisa tidak bertemu dengab Santi. Lantaran Santi saat ini sedang hamil 3 bulan dan dia benar - benar mabuk. Bahkan untuk urusan beberes rumah Zainal memanggil orang untuk mengerjakannya.


" Maaf ya Nis, saat ulang tahun anak kamu kemarin lusa aku tidak bisa datang. Hanya Kiki dan Koko yang bisa datang sama Bagas. Mas Zainal juga waktu itu menemani aku dirumah, lihat sendiri kamu Nis aku sekarang benar - benar kayak orang sakit. Setiap harinya hanya tiduran, duduk, makan juga terkadang masih mual." Ucap Santi sambil terkekeh.


" Tidak apa - apa mbak. Yang namanya lagi mabuk ya begini kan, aku maklu. Kok mbak. Oh iya anak - anak belum pulang sekolah mbak?." Tanya Anisa.


" Belum Nis. Biasanya pulang jam 12 siang, ini baru jam 10. Nanti mas Zainal yang jemput mereka, terkadang juga Bagas yang jemput. " Jawab Santi.


Bagas sendiri sudah 7 bulan ini bekerja di perusahaan Riko. Nasib baik ada sama Bagas, saat dia lulus ada beberapa perusahaan yang sudah menawarinya kerja dan salah satunya perusahaan Riko. Akhirnya Bagas memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan Riko.


" Oh iya juga ya mbak. Mbak Santi tidak ingin makan sesuatu gitu?." Tanya Anisa lagi.


" Gak ada Nis. Sama sekali tidak ingin makan apa - apa, aku saja heran kenapa bisa tidak nafsu makan. Kehamilanku kali ini benar - benar jauh berbeda dengan saat hamil Kiki dan Koko. Dulu langsung mengandung dua bayi tetapi tidak separah ini. Yang ini sangat luar biasa sekali Nis." Seru Santi sambil mengusap perutnya.


" Mumgkin faktor usia kali mbak. Oh iya mbak bagaimana kabar ibu? Belum ada perubahan?." Tanya Anisa terlalu kepo.


Santi hanya menggeleng sebab ibu mertuanya sampai satu tahun ini tidak ada perubahan. Zainal dan Bagas saja sudah angkat tangan dan benar - benar sudah menyerahkan sepenuhnya ibu nya di rumah sakit jiwa. Namun mereka berdua masih sering datang untuk mengunjungi ibunya mesmipun ibunya sama sekali tidak mengenali mereka.


" Ibu sepertinya tidak akan bisa sembuh Nis. Kami semua selama 1 tahun ini sudah mengupayakan kesembuhan untuknya tetapi hasilnya nihil. Kepergian Rendra benar - benar sudah membuang akal sehat ibu. Sampai detik ini hanya Rendra yang dia ingat. Sstt.. Sudah ya jangan bahas ibu lagi, aku jadi sedih nih. Kalau bahas ibu pasti keinget Rendra juga." Ucap Santi sembari mengusap matanya.


" Iya mbak."Jawab Anisa dengan pelan.


Mereka terus berbincang - bincang, banyak hal yang mereka bicarakan. Tanpa terasa Adzan dzuhur berkumandang, Anisapun pamit pulang sebab sudah waktunya anaknya istirahat siang, saat mobil Anisa baru saja meninggalkan pekarangan rumah Santi, mobil Zainal masuk kepekarangan. Santi tersenyum menyambut kedatangan anak - anaknya yang baru saja pulang sekolah.


" Assalamualaikum Mama." Seru Kiki dan Koko bersamaan.


" Waalaikumsalam. Cepat ganti baju, sholat terus makan siang ya, tadi bude Lilis memasak opor ayam kesukaan kalian." Seru Santi dengan lembut.


" Iya ma." Jawab kiki dan koko bersamaan.


Kedua anak kembar itupun berlarian masuk kerumah, sekarang mereka sudah bisa menyiapkan baju dan keperluan mereka sendiri.


" Tadi ada tamu ya?." Tanya Zainal melirik ada cangkir teh yang belum sempat dibereskan oleh Santi.


" Oh iya mas. Tadi ada Anisa main kesini, dia katanya kangen sama aku. Sudah dua bulan tidak berjumpa, wajar dong istri kamu ini kan selalu ngangenin." Seru Santi sembari tertawa kecil.


Zainal hanya mengangguk lalu memeluk pinggang Santi dan mengajaknya masuk untuk makan siang. Zainal harus segera makan siang agar bisa cepat kembali ke kantor. Seperti biasa Santi hanya menemani suami dan anak - anaknya untuk makan siang, sebab dia hanya bisa melihat makanan tetapi tidak bisa memakannya. Jika makan pasti akan muntah, jadi dalam beberapa bulan ini Santi hanya makan sedikit sekali beruntung minum susu masih bisa tanpa ada drama muntah.


***********


Selepas makan malam Anisa sedang menemani anaknya bermain. Anisa tidak memakai jasa pengasuh, dia lebih suka anaknya diasuh oleh dirinya sendiri.


" Mas kok tiba - tiba aku ingin sekali makan sate padang ya. Padahal baru 15 menit yang lalu makan malam, mas carikan sate padang dong." Seru Anisa merengek.


" Apa kamu belum kenyang sayang?." Tanya Riko sembari menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


" Belum." Jawab Anisa singkat.


Riko heran dengan Anisa, padahal tadi Riko melihat Anisa makan sangat banyak tapi belum juga kenyang. Riko khawatir ada sesuatu dengan Anisa, apakah ada masalah dengan lambung atau pencernaan Anisa? Riko masih saja bingung dengan sang istri.


" Cepat mas, keburu malam nanti tukang sate padangnya tutup. Pokoknya kalau tutup mas harus cari sampai dapat, pulang harus bawa sate padangnya." Seru Anisa sembari cemberut.


" Kok seperti orang ngidam saja sih sayang?." Seru Riko asal ceplos.


Anisa pun terdiam, dia mencoba mengingat - ingat kapan terakhir dia haid. Anisa melihat kalander di ponselnya dan dia baru menyadari jika dia sudah dua minggu telat haid.


" Aku ternyata sudah telat haid 2 minggu mas. Apa jangan - jangan aku hamil lagi mas? Tapi tidak mungkin, Devran masih 1 tahun masak iya harus punya adik. Apa kata orang nanti mas?." Tanya Anisa khawatir.


" Kenapa kamu khawatir begitu, kalaupun hamil ya Alhamdulillah dong, Sayang. Betarti Allah percaya lagi sama kita, sehingga kita diberi momongan lagi. Oh iya, untuk apa juga peduli sama omongan orang. Kita yang menjalani hidup ini, bodo amat sama urusan orang lain. Ya sudah mas cari sate padangnya dulu ya, sekalian mas beli alat tes kehamilan dan besok pagi kamu coba tes. " Seru Riko dengan lembut.


" Iya mas." Jawab Anisa pelan.


Riko pergi mencari sate padang dan alat tes kehamilan. Riko memutari alun - alun kota untuk mencari sate padang, setelah 40 menit akhirnya dia menemukan penjual sate padang. Riko membeli 3 porsi langsung, ada yang pakai lontong dan ada yang tidak.


Selesai membeli sate padang Riko mampir ke Apotik untuk membeli alat tes kehamilan. Setelah semua yang dicari sudah dia dapat, Rikopun pulang dengan senyum mengembang.


" Waahh banyak banget mas?." Tanya Anisa saat Riko pulang membawa 3 bungkus sate padang pesanannya.


" Iya sayang, ini yang 2 tidak pakai lontong yang 1 pakai lontong tinggal kamu pilih mau makan yang mana." Seru Riko memberikan bungkusan sate itu kepada Anisa.


" Buatku semua saja ya mas." Seru Anisa antusius.


" Iya tidak apa - apa kalau kamu mau dan kamu bisa menghabiskannya. " Seru Riko lagi.


Anisa dengan senang membawa 3 bungkus sate padang itu kemeja makan. Disana dia akan mengeksekusi sate padangnya, Riko yang memang sudah kenyang hanya menemani Anisa sembari meminum segelas cokelat panas saja.


* Tanda - tanda hamil lagi ini. Alhamdulillah jika Anisa hamil lagi, siapa tahu kali ini Devran akan punya adik cewek.* Gumam Riko dalam batinnya.


**********


" Alhamdulillah aku hamil lagi mas !!." Seru Anisa berteriak dengan alat tes kehamilan masih ditangannya.


Mendengar teriakan Anisa dari kamar mandi, Riko langsung loncat dari atas kasur dan menghampiri Anisa. Dia takut Anisa kenapa - kenapa dikamar mandi, kebetulan pintu kamar mandi tidak terkunci.


" Ada apa sayang? " Tanya Riko menghampiri Anisa


"Mas, aku hamil lagi." Seru Anisa sembari menunjukan alat tes kehamilannya dihadapan Riko.


" Alhamdulillah sayang. " Seru Riko lalu memeluk Anisa dengan bahagia.


Setelah itu Riko mengajak Anisa keluar dari kamar mandi. Dan kini mereka sudah duduk di pinggir ranjang, Devran juga baru saja terbangun.


" Devran sayang kamu mau punya adik sayang. Semoga saja adik kamu cewek ya sayang." Seru Riko sembari memangku anaknya.


" Mas, aku mau mengabari mbak Serena dulu ya. Kebetulan aku juga ingin makan ayam goreng lengkuas buatan mbak Serena. Mumpung masih pagi jadi mbak Serena bisa langsung eksekusi. Sayang sebentar lagi mandi ya, mama telepon bunda Serena dulu ya." Ucap Anisa sembari mengusap pucuk kepala anaknya.


Anisa mengambil ponselnya dan menghubungi Serena, tidak tahu memang sehati atau memang feeling saja. Serena memang sedang memasak ayam goreng lengkuas, dengan senang hati Serena akan membawakannya untuk sang adik ipar yang sedang ngidam.


" Yuk mandi sayang. Sebentar lagi kak Cantika mau datang. " Seru Anisa lalu mengambil Devran dari pangkuan Riko.


" Mas siapkan baju gantinya ya sayang." Ucap Riko lalu beralih mendekati lemari tempat penyimpanan baju Devran.

__ADS_1


" Iya mas." Jawab Anisa sedikit berteriak sebab dia sudah berada dikamar mandi.


Tidak perlu menunggu lama, Anisa pun sudah selesai memandikan devran. Dan kini Devran sudah memakai baju dengan rapi dan wangi. Anisa menyerahkan Devtan kepada Riko, sebab dia ingin mandi terlebih dahulu. Lagi pula ini juga hari libur sehingga Riko punya banyak waktu untuk menemani Devran.


Tepat jam 9 pagi Serena, Abimana dan Cantika datang kerumah Anisa. Kedatangan kakaknya itu di sambut dengan senang oleh Anisa.


" Selamat ya Anisa adik ku yang paling cantik." Ucap Serena sembari memeluk Anisa.


" Wahh Riko tokcer juga ya. Aku sampai kalah sama Riko." Seru Abimana sambil tertawa.


" Iya dong tokcer." Seru Riko dengan senang.


Anisa sibuk menikmati ayam goreng lengkuas buatan Serena, dia makan tanpa memakai nasi. Dengan lahapnya Anisa makan seorang diri. Devran sedang bersama Serena dan Cantika. Serena sangat menyayangi Devran seperti anaknya sendiri.


" Assalamualaikum " Seru seseorang dari luar.


" Waalaikumsalam." Seru Semua nya.


Ternyata Zainal dan keluarganya yang datang, mereka datang tanpa rencana. Sebab secara tiba - tiba Santi ingin main kerumah Anisa.


" Mbak Santi mas Zainal sini masuk seru Anisa dengan tangan yang masih memegang paha ayam.


Kiki dan Koko langsung berlari menghampiri Cantika dan Devran. Saat ini Devran yang menjadi tokoh utama, bocah yang berusia 1 tahun itu mencuri perhatian ketiga teman mainnya. Sebelumnya Santi meminta anaknya untuk menyalami semua orang terlebih dahulu baru kembali bermain dengan Devran dan Cantika.


" Kamu makan apa Nis?." Seru Santi sepertinya dia menginginkan apa yang dimakan Anisa.


" Ini ayam goreng lengkuas buatan mbak Serena. Mbak makan saja ini enak banget. Tadi aku lagi ngidam makan ini jadi aku minta mbak Serena untuk masakin. Makan sama - sama yuk, kebetulan ini banyak kok." Seru Anisa menawarkan.


Santi mengangguk, lalu dia mencoba mengambil sepotong dan dengan hati - hati menggigit serta mengunyahnya. Dia hanya khawatir muntah, namun sampai 3 kali gigitan semua aman - aman saja.


" Sayang kamu tidak muntah?." Seru Zainal.


" Iya mas,aku juga heran kok tidak muntah. " Jawab Santi dengan heran.


" Mungkin karena makannya bareng orang yang sedang hamil juga mbak." Jawab Anisa.


" Haahhh jadi kamu juga sedang hamil nis?." Tanya Zainal dan Santi bersamaan.


Anisa menjawab dengan senyuman dan anggukan kepalanya.


" Wah selamat ya Nis." Seru Santi dan Zainal menyalami Anisa secara bergantian.


" Terimakasih mbak , mas." Seru Anisa dengan bahagia.


Anisa bahagi dikelilingi orang - orang yang sangat perhatian dan menyayanginya. Dia tidak pernah menyangka jika kehidupannya akan sebahagia ini. Terlebih saat ini dia sudah mendapatkan suami yang sangat penyayang dan penyabar, anak yang sangat menggemaskan dan kini dia juga sedang hamil lagi.


* Alhamdulillah Ya Allah. Kesedihan ku kini berganti menjadi kebahagiaan. Aku tidak pernah menyangka jika hidupku akan sebahagia ini, orang-orang yang dulu membenciku menghinaku dan memusuhiku, sekarang mereka menjadi salah satu bagian dari hidupku. Perjalanan hidup ini memang tidak ada yang tahu, semua rahasia Allah dan aku hanya menjalankan apa yang sudah digariskan oleh Allah.* Gumam Anisa dalam batinnya.


******** TAMAT *******


**********


Terimakasih atas dukungan dari kakak - kakak para pembaca setia Novel " KELUARGA SUAMIKU TERNYATA BENALU ". Alhamdulillah Novel ini sudah berhasil Author Tamatkan. 🤲❤️


Alhamdulillah Author bisa berkarya sampai sejauh ini, itu semua berkat dukungan dari kakak semuanya. Ribuan terimakasih Author sampaikan kepada para pembaca semuanya.

__ADS_1


Silahkan mampir di karya Author yang lainnya kak . ❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2