
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Seperti yang sudah dijanjikan hari ini santi datang kerumah anisa mengajak kedua anaknya, Kiki dan Koko. Sekitat jam 10 pagi santi sudah sampai dirumah anisa, malu - malu santi menginjakkan kakinya dihalaman rumah anisa. Sebelumnya anisa sudah memberitahu pak burhan jika memperbolehkan santi masuk kerumahnya.
Tok Tok Tok
Santi mengetuk pintu dengan perasaan yang tidak menentu, sebab dia takut dan malu dengan anisa. Karena dia juga ikut andil dalam kehancuran rumah tangga anisa dan rendra.
" Eh.. Mbak santi sudah datang, ada kiki dan koko juga. Yuk langsung masuk saja mbak. Kiki koko yuk masuk sayang " Ucap anisa menyambut hangat kedatangan santi dan kedua anaknya.
" Iya tante. " Jawab sepasang bocah kembar itu dengan antusius.
Santi mengangguk sambil tersenyum canggung kearah anisa. Anisa bisa menangkap gelagat santi yang merasa tidak enak dengannya.
Kini mereka berempat sudah duduk di ruang keluarga, santi masih nampak kikuk dan malu dengan anisa. Anisa tahu jika obrolan mereka nanti tidak bagus didengar oleh kedua anak santi , sehingga anisa meminta kiki dan koko menonton Tv sambil makan dan minum cemilan yang sudah disiapkan bik marni.
" Sekarang mbak santi cerita , ada apa sebenarnya dengan rumah tangga mbak dan mas zainal ? Dan kenapa mbak santi mau untuk dimadu? " Ucap anisa dengan pelan.
Hhhuuffffhh
Santi terlihat menghirup nafas panjang dan membuangnya secara perlahan. Mungkin tidak ada salahnya dia bercerita dengan santi , agar hatinyq bisa sedikit lega.
" Sebelumnya maaf kan aku ya Nis , selama ini aku sudah membencimu. Bahkan sikap ku ini sudah menghancurkan rumah tanggamu dan rendra, aku sudah mempengaruhi ibu agar terus membencimu dan menyuruh rendra untuk menikah lagi. Semua itu aku lakukan karena aku benci kamu Nis" Ucap santi mulai membuka percakapan.
" Memangnya apa yang membuat mbak santi membenciku ? Tah selama ini aku tidak punya salah sama mbak santi. " Ucap anisa bingung dengan perkataan santi.
Santi terdiam, apakah dia harus bicara jujur soal zainal yang diam - diam suka mencuri pandang kearah santi bahkan secara diam - diam zainal pernah mengintip santi saat berganti baju.
" Karena mas zainal mengagumi mu " Jawab santi dengan lirih.
__ADS_1
Kagum ? Mas zainal mengagumi ku ?
Anisa seakan tidak percaya jika kakak iparnya itu mengaguminya , padahal anisa tidak pernah melihat tanda - tanda yang aneh dengan sikap zainal.
" Waktu mas zainal pinjam uang sama kamu , terus besok nya aku datang kesini marah - marah itu karena aku cemburu sama kamu Nis. Maaf kan aku nis, aku menyesal selama ini sudah memusuhimu dan jahat sama kamu." Isak tangais santi sudah tidak bisa ditahan lagi. Beruntung kiki dan koko sudah tidak diruang Tv lagi. Mereka main di teras belakang bersama suami bik marni.
Santipun menceritakan semuanya kepada anisa tentang masalah rumah tangganya. Sampai akhirnya dia memilih untuk setuju dengan pernikahan suaminya dan setuju untuk dimadu.
" Mas zainal dan rendra memang serahim nis, tapi mas zainal itu tegas dan keras kepala. Dia akan memperjuangkan apa yang dia inginkan meskipun ibu melarangnya. Seperti halnya pernikahannya ini ibu sangat melarangnya karena wanita itu miskin, ibu setuju jika wanita itu kaya. Tapi mas zainal pantang menyerah, dan besok hari pernikahannya mas zainal " Ucap santi sambil mengusap air matanya.
Anisa membawa santi dalam pelukannya dan membiarkan santi menangis dalam pelukannya. Anisa berharap setelah ini kesedihan santi bisa berkurang . Apa yang dialami santi sama dengan yang dia alami. Bedanya anisa memiliki bekal yang cukup untuk kehidupannya, sedangkan santi selama ini hanya mengandalkan suaminya ditambah ada dua anak.
" Mbak harus kuat . Mbak jangan terpuruk seperti ini, mbak harus balas sakit hati mbak . Bila perlu gugat cerai mas zainal mbak. Mbak tidak boleh terlalu berharap dan mengandalkan mas zainal, dia tidak akan bisa adil sama mbak. Buktinya sekarang saja dia tidak bisa bersikap adilkan ?" Ucap anisa terdengat nada kebencian terhadap zainal.
" Tapi nis,jika aku bercerai dengan mas zainal bagaimana aku menafkahi anak - anak. Sedangkan orang tua ku juga bukan orang kaya, bapak sekarang sudah tidak bekerja lagi karena sudah sering sakit . Sedangkan ibu hanya mengandalkan hasil dari warungnya , aku tidak mau menyusahkan mereka nis " Ucap santi sudah mulai berhenti menangis.
Anisa menyarankan santi untuk bercerai tentu dia sudah punya pemikiran yang lain. Anisa berniat akan membantu santi untuk mencari pekerjaan, kebetulan di cafe silvia sedang membutuhkan karyawan untuk menempati posisi kasir.
" Jika tidak karena anak - anak aku sudah menggugat cerai mas zainal dari dulu nis. Capek aku nis menghadapi suami yang pelit, bahkan aku harus menutupinya dan diluaran sana aku harus tampak baik - baik saja " Ucap santi lagi.
" Pernah dulu sebelum kenal mas zainal aku pernah 2 tahun bekerja di minimarket sebagai kasir. " Ucap santi jujur.
" Apa mbak santi mau bekerja ? Kebetulan di cafe teman ku ada lowongan sebagai kasir, kalau mbak mau nanti aku bisa bicarakan dengan temanku. Atau mbak mau di tempat kerjaku, adasih lowongan namun maag hanya sebagai OB " Ucap anisa mengatupkan kedua tangannya karena tidak enak hati karena hanya ada lowongan OB di perusahaan tempat dia bekerja .
Santi mencoba berfikir soal tawaran anisa , tapi dia bingung dengan kedua anaknya. Jika dia bekerja tidak ada yang menemaninya.
" Tapi bagaimana dengan kiki dan koko ? " Tanya santi dengan wajah bingung.
" Selama mbak kerja, mbak bisa titipkan mereka disini. Ada bik marni yang akan mengawasinya" Ucap anisa dengan lapang dada dia mau menerima anak - anak santi dititipkan dirumahnya.
Namun santi menggeleng , dia tidak mau merepotkan anisa terlalu banyak. Apalagi anisa sudah bersedia untuk mencarikannya pekerjaan.
" Sepertinya anak-anak biar dirumah orang tua ku saja Nis. Aku akan menggugat cerai mas zainal, pasti aku juga akan keluar dari rumah itu. Karena rumah itu akan ditempati oleh mas zainal dan istri barunya. Jadi aku sekalian tinggal dirumah orang tuaku, karena aku akan bekerja jadi aku memutuskan tinggal disana. Setidaknya aku bisa menafkahi anak - anak ku sendiri. " Ucap santi mulai terbuka jalan fikirannya.
" Jadi mbak setuju untuk bekerja ?" Tanya anisa memperjelas.
__ADS_1
" Iya nis. Aku mau jadi kasir saja, maaf bukan aku mau pilih - pilih pekerjaan. Karena aku sudah punya sedikit pengalaman di kasir jadi saya pilih kasir saja. Terimakasih ya nis atas bantuannya, kamu memang baik nis. Masih saja kamu perduli dengan ku, padahal aku sudah jahat sama kamu. " Ucap santi penuh lenyesalan.
Anisa mengangguk dan tersenyum sambil menepuk - nepuk punggung santi dengan pelan. Waktupun semakin siang, santi dan kedua anaknya setelah makan pamit pulang. Santi mau menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan untuk bekerja dan berkas-berkas untuk menggugat cerai zainal.
*********
" Darimana kalian ? Keluyuran terus ?" Tanya zainal saat santi baru masuk rumah.
Santi tahu jika zainal ada dirumah karena motor terparkir dihalaman rumah.
" Dari ngajak anak jalan mas, memang nya tidak boleh aku dan anak - anak jalan - jalan. Lagian ngapain kamu pulang , bukannya besok itu mas mau menikah ?" Tanya santi heran kenapa suaminya pulang padahal besok dah menikah.
Zainal melirik kearah kedua anaknya , santi tahu maksud lirikan suaminya. Santipun menyuruh kiki dan koko untuk masuk kekamar dan tidur siang.
" Kenapa?" Tanya santi sama sekali tidak ada rasa hormat kepada suaminya.
" Kamu yakin mau tinggal seatap dengan istri baru ku ? Besok setelah menikah aku langsung membawanya tinggal disini, jadi aku tanyakan kamu sekali lagi apa kamu sanggup tinggal seatap dengannya ? Jika kamu tidak sanggup, kamu mengontrak saja " Ucap zainal seenaknya tanpa perduli dengan anak- anaknya.
Santi geram dan mengepalkan kedua tanggannya, zainal memang bukan pria yang baik. Sama sekali tidak punya perasaan, sedikitpun tidak memikirkan kedua anaknya.
" Kamu benar - benar tidak berperasaan mas. Aku memang hanya menumpang dirumah ini, tapi ingat ada kiki dan koko yang berhak tinggal disini. Baiklah mas, aku akan keluar dari rumah ini tapi aku minta kamu talal aku sekarang juga. Aku memutuskan untuk bercerai dengan mu dan tidak akan mengganggu hidupmu dan istri baru mu. " Ucap santi dengan bibir bergetar.
" Yakin mau cerai ? Bukannya kamu yang kemarin ngotot tidak mau bercerai karena tidak bisa menaflahi anak - anak. Kalau itu mau kamu, oke aku akan mengabulkan keinginanmu. Santi Widayanti hari ini kamu aku talak , dan hilang sudah kewajibanku terhadap dirimu begitupun sebaliknya " Ucap zainal dengan tenang.
Deg...
Hati santi terasa bergetar mendengar kata talak dari zainal. Tidak perlu disesali karena ini sudah pilihan yang terbaik, karena zainal memang sudah tidak menginginkannya lagi.
*********
MAAF BARU BISA UP YA KAK. 🙏🙏
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1