Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Datang kepesta


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Hari yang dinanti Rendra dan nadin akhirnya datang juga. Pesta meriah sudah berlangsung sejak jam 10 pagi tadi, kini rendra dan nadin resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka menikah secara sah, karena erika memberikannya izin. Mau tidak mau erika memberikan izin karena rendra mengancam akan membongkar semua kebusukannya.


" Bagaimana sayang kamu suka sama pestanya ?" Tanya ibu ratri kepada menantu barunya.


" Suka bu. Tidak sia - sia dong aku mengeluarkan uang untuk membuat pesta pernikahan ini. " Jawab nadin dengan jumawanya.


" Iya sayang, kamu memang menantu ibu yang hebat. " Ucap ibu ratri bangga.


Pesta pernikahan rendra memang terhitung mewah, semua makanan dan minuman menggunakan jasa catering. Bahkan tak tanggung - tanggung nadin menyewa WO yang cukup mahal untuk menyiapkan pesta yang mewah. Nadin ingin dipandang wah oleh keluarga rendra dan para tetangga. Lagipula uang yang dia pakai uang warisan dari mantan suaminya yang sudah meninggal.


" Kata kamu si santi juga mau datang juga ndra, mana sampai sekarang tidak kelihatan batang hidungnya. Apalagi si Anisa sombong itu, mungkin malu dia datang tanpa ada pasangan " Seru ibu ratri sedikit berbisik ditelinga rendra.


" Rendra tidak tahu bu. Sudah biarkan saja, dia datang atau tidak itu bukan urusan rendra. Yang penting hari bahagia rendra tetap berjalan dengan lancar " Ucap rendra menimpali pertanyaan ibunya.


Disudut pelaminan ada erika yang nampak kesal dengan pesta pernikahan suaminya, dia disana seakan tidak di anggap. Bahkan dia tidak diizinkan untuk ikut duduk dipelaminan, dalam hatinya sebenarnya dia juga iri melihat pesta pernikahan rendra dan nadin yang sangat meriah dan mewah.


* Aku tidak tahan jika terus diperlakukan seperti ini. Ternyata memang sakit dikhianait oleh orang yang kita cintai. Apa ini hukum karma untuk ku ? Tapi bukannya didunia ini tidak ada yang namanya karma ?* Tanya erika pada dirinya sendiri.


Zainal dan Anita ikut duduk dipelaminan, mereka duduk dikursi yang seharusnya ditempati oleh orang tua nadin. Berhubung orang tua nadin tidak ada jadi kursi itu ditempati oleh zainal dan anita. Bahkan dandanan anita setara dengan pengantin wanita, dia tidak mau kalah dari nadin. Zainal harus merogoh kocek lumayan banyak untuk membayar MUA yang disewa anita.


" Mas katanya mantan istri kamu juga mau datang ya ?" Tanya anita .


" Mungkin, aku saja malah tidak tahu sayang. Nanti kita lihat saja datang apa tidak dia " Ucap zainap menjawab pertanyaan anita.


Anita hanya mengangguk kecil lalu melirik kearah mertuanya. Disana ada pak iwan yang juga memandang kearahnya. Senyum manis anita berikan untuk lelaki yang berstatus bapak mertuanya.


Sementara itu saat ini Anisa dan Santi sedang dalam perjalanan menuju tempat resepsi pernikahan rendra. Mereka datang bersama - sama. Ada Riko, abi dan sang istri , Serena. Santi merasa kikuk dan tidak enak semobil dengan anisa dan riko. Abi dan serena membawa mobil sendiri.


" Kamu hari ini cantik banget Nis " Celetuk riko jujur.


" Biasa aja loh mas" Jawab anisa sambil terkekeh.


" Mbak santi kok diam saja sih, ngobrol dong. Mas riko ini tidak galak loh, kalau dia galak sudah pasti aku tidak mai berteman sama dia mbak. Sudah aku buang deh dari dulu " Ucap anisa tertawa lebar.


" Emm.. Iya Nis. Nisa, aku takut ketemu sama mantan mertua. Kamu tahu sendirikan mulut pedasnya kalau bicara. Aku malu saja kalau dia sampai mencaci dang menghinaku " Ucap santi mengungkapkan ketakutannya.


Anisa bisa memahami bagaimana perasaan santi saat ini, selain takut bertemu dengan mantan ibu mertua pasti juga belum sanggup bertemu dengan mantan suami dan istri barunya. Apalagi ini pertemuan pertamanya setelah dia memutuskan keluar dari rumah sang suami. Anisa mencoba menguatkan santi agar yakin dan tidak perlu takut dengan siapapun.

__ADS_1


" Percaya sama aku mbak, mereka tidak akan mencaci dan menghina kita. Jika itu sampai terjadi kita bisa balas perbuatannya, lagipula mereka juga yang akan menanggung malunya. Sudah jangan takut atau ragu sebentar lagi kita sampai. Mbak cantik banget pasti nanti mas zainal bakalan menyesal menceraikan mbak santi. " Ucap anisa dengan senyum ramahnya.


" Terimakasih Nis " Jawab santi.


Mobil yang dikendarai riko sudah sampai didekat rumah ibu ratri , ternyata pesta itu benar meriah bahkan tendanyapun sampai dijalan. Untuk sementara waktu akses jalan yang melewati rumah ibu ratri ditutup. Mobil riko dan mobil abi diparkir cukup jauh, mereka harus berjan sekitar 100 meter untuk sampai tempat acara resepsi.


" Lumayan juga pesta mantan suami kamu Nis ?" Seru abimana.


" Katanya istrinya orang kaya mas, tapi ya sudah yuk kita masuk. " Ajak anisa.


Rombongan anisa sudah sampai didepan tenda acara dan disambut oleh penerima tamu. Anisa dan Santi masih hafal dengan para tetangga yang menerima tamu. Ada ibu neni ibu aminah dan ibu ida, mereka semua juga masih mengenali anisa dan santi dengan baik.


" Wah santi sama anisa juga datang. Mana cantik - cantik banget lagi, duh bakal kepincut lagi gak ya si rendra sama zainal. " Ucap ibu ida tanpa difilter beruntung musik juga kencang jadi hanya orang yang dekat saja bisa mendengar ocehan ibu ida.


" Iya bu . Kami juga diundang, untuk menjaga tali silahturahmi kami usahakan untuk datang. " Jawab anisa sambil mengurai senyum ramahnya.


" Maaf ibu - ibu, ngobrolnya nanti lagi ya. Soalnya yang belakang juga mau mengantri untuk masuk, maaf " Ucap abi menyela obrolan.


Ibu - ibu penerima tamu itupun mengangguk dan segera menyuruh rombongam anisa untuk mengambil hidangan yang sudah tersedia. Begitulah ibu - ibu jika tida di ingatkan, bergosippun tidak tahu tempat. Rombongan anisa mengambil makanan yang sudah disediakan lalu duduk di tempat yang sudah disediakan.


" Ehh... Ndra itu bukannya anisa sama santi ? Mereka datang bersama ya ? Kok mereka akur sih ? Terus itu juga ada abi sama istrinya, oh iya pria yang gagah tampan itu siapa ?" Tanya ibu ratri beruntun.


" Itu pak riko bu, boss ku di perusahaan. " Jawan rendra singkat.


* Boss ? Kenapa bisa datang bareng dengan anisa ? Ahh.. Mungkin tadi hanya kebetulan ketemu saat mau masuk terus ikut rombongan. Hebat juga si rendra, boss nya bisa datang begitu pasti amplopnya nanti besar tuh. Hemm...aku lupa ingin menanyakan soal rendra yang katanya dipecat . Sampai sekarang rendra belum bilang kalau dia dipecat. Anisa pasti bohong * Gumam ibu ratri dalam hatinya.


Deg...


Jantung rendra langsung berdebar tudak aman, kenapa anisa harus bilang dengan ibunya. Apalagi ibunya menanyakan disaat yang tidak tepat.


" Apaan sih bu. Anisa kok dipercaya. Sudah jangan bikin ulah bu , aku tidak mau ada keributan diacara ku ini " Ucap rendra tegas dan di angguki oleh ibu ratri.


Mata rendra terus saja tertuju kearah meja dimana anisa dan rombongan duduk. Begitupun dengan zainal, dia memandangi santi sedari tadi. Ada yang berbeda pada diri santi , makin cantik, badannya berisi dan terawat.


" Lihatin apa mas ?" Tanya anita.


" Oh itu lihatin mantan istri rendra. Itu ada mantan istriku juga, berani juga dia datang. Sayang kamu harus selalu ada disamping ku. Aku ingin menunjukan pada mantanku itu jika kamu jauh lebih baik dari dia. Pokoknya aku akan buat dia menyesal " Seru zainal.


" Oh... Baiklah. " Jawab anita tersenyum genit kearah zainal.


Kini rombongan Anisa hendak berpamitan, mereka bersama - sama naik kepelaminan untuk memberikan selamat kepada pengantin. Santi dan anisa menatap sekilas kearah erika yang duduk tidak jauh dari pelaminan, ada rasa ibu kepada erika namun anisa dan santi menepis rasa itu.


" Datang juga kalian para mantan menantu " Seru ibu ratri sinis.


" Bu, jangan buat malu anakmu " Tegur pak iwan.

__ADS_1


" Selamat ya bu sudah punya menantu yang kaya yang bisa ibu jadikan ATM berjalan. Tuh lihat menantu ibu yang satunya lagi , masak dia duduk disitu. Seharusnya duduk juga dipelaminan. Itu kan menantu kesayangan ibu ? Apa dia sudah bukan menantu kesayanganmu lagi karena kamu sudah dapat yang lebih kaya." Seru anisa mensekak mati ucapan ibu ratri.


Ibu ratri langsung terdiam, anisa dan yang lainnya beralih menyalami pengantin. Mata rendra menatap lekat kearah anisa yang terlihat semakin cantik dan menarik.


" Selamat ya mas, semoga ini yang terakhir. Masa iya mau nikah lagi ? Kan gak lucu, oh iya jangan lupa istrinya dinafkahi. Kalau tidak dinafkahi nanti dia pergi loh. " Ucap anisa sengaja bicara seperti itu.


" Anisa ! Dasar wanita gila ! Beruntung rendra sudah menceraikan mu. Kamu itu wanita serakah,menguasai harta yang seharusnya menjadi gono gini. Sudah baik kami tidak menuntutmu lagi " Ucap ibu ratri dengan kesal.


Beruntung di pelaminan yang berpamitan hanya rombongan anisa jadi obrolan mereka tidak ada orang lain yang mendengarkan.


" Maksudnya apa ya mbak ? " Tanya nadin.


" Sudah sayang jangan dihiraukan ucapan wanita stress ini. Dia itu mantan istriku yang belum bisa move on dan tidak terima dengan keputusam cerai dari ku. Makanya dia seperti ini. Oh iya sayang ini pak Riko dia boss pemilik perusahaan tempat aku bekerja " Ucap rendra dengan bangga.


* Wihhh boss mas rendra datang . Pasti isi amplopnya besar nih * Gumam nadin dalam hatinya.


" Siapa yang boss mu? Jangan ngarang deh kamu " Ucap riko ketus .


Rendra ketar - ketir takut jika kebohongannya terbongkar. Namun riko tidak setega itu , dia tidak mau mengacaukan acara rendra. Kini mereka sudah beralih menyalami zainal dan anita.


" Mas, ingat nafkah untuk kiki dan koko " Ucap santi sebelum turun.


Zainal tidak banyak bicara, dia memilih bungkam karena sang istri sudah cemburu saat zainal memperhatikan santi dari atas sampai bawah. Meskipun dia sendir main gila dengan pak iwan dia tidak suka melihat zainal melirik wanita lain terlebih mantan istrinya.


Anita mendapati suaminya masih saja memandangi kearah santi yang sedang turun dari pelaminan. Anita kesal lalu memanggil santi dengan lantang, tepat saat itu musik juga sedang break.


" Haaii... Santi tunggu ! ! " Teriak anita dengan lantang.


Anita turun dan langsung menghampiri santi dan mencengkram tangan santi. Semua pasang mata memandang kearah keributan itu. Disamping santi ada anisa yang masih memperhatikan tindakan anita.


" Kamu itu cuma mantan istri dari mas zainal jadi jangan tebar pesona sama suami ku. !" Bentak anita dengan lantang.


" Cuiihh... Siapa juga yang tebar pesona dengan pria tukang selingkuh itu. Mas zainal dan rendra adiknya itu sama - sama tukang selingkuh, awas saja kamu juga di singkuhi sama dia. " Cibir santi ketus.


" Haii... Kenapa bawa- bawa suamiku juga ?" Tanya nadin tidak kalah sewot.


Nadinpun ikut turun dari pelaminan dan menghampiri santi, bukan hanya nadin yang turun semua yang ada di atas pelaminanpun ikut turun dan menyerang santi. Anisa tidak bisa tinggal diam, karena namanya sudah dibawa-bawa oleh mantan ibu mertuanya.


" Ini pasti si santi sudah terpengaruh anisa makanya dia jadi seperti ini. " Seru ibu ratri dengan lantang.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2