
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Agus datang kerumah anisa dengan tujuan untuk meminjam uang secara langsung kepada anisa. Dengan tanpa malunya dan tanpa basa - basi agus langsung mengutarakan keinginannya meminjam uang kepada anisa.
Anisa dan rendra benar - benar dibuat emosi oleh kelakuan agus , dengan seenaknya dia datang dan marah saat anisa tidak mau meminjamkan uang yang diminta oleh agus.
" Jangan pelit kamu, biarpun begini aku ini sekarang keluarga kalian. Aku sudah menjadi anak dari ibu ratri, jadi aku juga berhak kalian bantu. Lagi pula aku ini pinjam bukan mintak, nanti dalam waktu 6 bulan pasti akan aku kembalikan lengkap dengan bunga nya" Ucap agus dengan bangganya.
" Siapa yang mau meminjamkan kamu uang ? Aku ini tidak mengenal kamu, kenal juga baru itupun karena ibu mertua ku. Aku tidak akan memberikan uang yang kamu minta jadi sekarang kamu pergi dari rumah ku. " Usir anisa.
Anisa dibuat emosi dengan tingkah tidak tahu malunya agus. Bukan apa - apa tapi berani untuk meminjam uang dengan nominal yang cukup banyak. Bukan anisa tidak ada uang, tapi karena memang anisa tidak ada niat untuk memberikan pinjaman.
" Sombong !! Aku tidak meminjam kepadamu ! Tapi aku pinjam sama rendra, karena bagaimanapun sekarang aku ini kakaknya rendra. Jangan menguasai uang adik ku kamu dasar wanita tidak tahu diri " Cibir agus yang tidak tahu siapa anisa yang sebenarnya.
" Tutup mulut mu ! Berani kamu menghina istriku aku tidak segan - segan akan memukul mu. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini karen kami ini capek baru pulang bekerja dan ingin beristirahat " Usir rendra dengan sorot mata penuh amarah.
Agus menyeringai sinis kearah rendra, bukannya langsung pulang tapi dia justru duduk dengan santainya dan menganggkat satu kakinya. Anisa sudah tidak mau berbaik - baik lagi dengan agus.
" Segera pergi dari rumah ku. Kamu salah besar datang kesini untuk meminjam uang, karena sampai kapanpun kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan itu. Karena aku haramkan uang ku untuk kamu pinjam. Daripada uang aku pinjamkan kepadamu, lebih baik aku sedekahkan kepanti asuhan. Kamu tadi sudah menghinaku dan kamu mengatakan aku tidak tahu diri, yang tidak tahu diri itu kamu. Dasar benalu !!" Bentak anisa dengan lantang.
Agus terpancing emosi dan dia langsung mengangkat tangannya hendak menampar anisa. Namun dengan cepat rendra menangkis tangan agus dan langsung mendorong agus sampai agus tersungkur.
" Sekali kamu main tangan dengan anisa, aku pastikan akan patah tangan mu itu !!" Ancam rendra dengan geram.
" Apa yang kami punya ini bukan milikku tapi ini semua milik istriku, jadi kamu salah jika menganggap ini milikku dan kamu berhak meminjam uang kepadaku. Kamu salah besar, sekarang kamu pergi srbelum aku memanggil satpam untuk mengusirmu secara paksa " Ucap rendra menatap nyalang agus.
__ADS_1
Dengan langkah gontai , agus pulang dengan menggerutu dan membawa sejuta kebencian untuk anisa dan rendra. Bahkan dia pulang tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
" Mas, aku yakin dia pasti akan mengadu kepada ibu mu. Aku tidak mau jika ibu datang dan marah - marah dirumah ku ini. Pokoknya jika mereka datang lagi kamu langsung suruh satpam untuk mengusirnya. Aku tidak mau berurusan dengan keluarga benalu itu " Ucap anisa dengan kesal.
Deg
Hati rendra langsung tersayat saat anisa mengatakan keluarga benalu. Demi menjaga kewarasan rumah tangganya, rendra lebih memilih diam. Kekuarganya memang seperti benalu tapi seolah hati rendra tidak terima saat kata benalu itu kekuar dari mulut anisa.
" Iya nanti mas suruh pak burhan untuk tidak membuka gerbang depan. Sekarang kamu mandi saja dulu dan setelah itu istirahat. Maafkan keluarga mas yang selalu merepotkanmu. Semalam mas zainal dan sekarang agus yang sudah membuat mu marah. " Ucap rendra mengusap pundak anis dengan lembut.
" Iya mas " Jawab anisa singkat.
Anisa naik ke lantai atas menuju kamarnya, dia ingin berendam dengan air hangat agar fikirannya fresh dan tenang. Berurusan dengan keluarga rendra lama - lama membuat kepala anisa pusing dan sakit. Setelah ibu mertuanya menikah, benalu rumah tangganya semakin bertambah.
*******
" Jadi kamu tadi sudah datang kerunah rendra untuk meminjam uang ? Dan anisa mengisirmu ?" Tanya ibu ratri.
" Iya bu, istri rendra itu mengusirku dan dia tidak mau memberiku uang " Ucap agus dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
" Kamu tenang saja, besok aku akan datang kerumah nya dan akan memarahi mereka. Aku janji besok uang 100 juta itu akan ada ditangan mu. " Ucap ibu ratri.
" Iya bu, terimakasih. Ibu memang baik dan ibu sangat bisa di andalkan. Aku janji setelah usahaku lancar aku akan memberikan ibu perhiasan yang besar " Ucap agus mulai keluar mulut rayuan manisnya.
Ibu ratri tersenyum bahagia saat agus janji akan memberikan perhiasan yang besar jika dia sudah maju usahanya.
" Bu, kamu yakin bisa mendapatkan uang 100 juta itu?" Tanya pak iwan kurang yakin dengan ucapan istrinya.
" Yakin pak. Aku punya cara agar anisa bisa memberikan uang 100 juta itu, pokoknya kalian tenang saja. " Ucap ibu ratri dengan percaya dirinya.
" Tapi ibu tahu sendirikan jika anisa tidak akan mungkin mau memberikan uang itu." Jawab pak iwan.
__ADS_1
" Bapak kenapa sih kok malah bicara seperti itu ? Sebagai orang tua seharusnya bapak yakin dan bisa membantu bicara dengan anisa" Ucap agus ketus.
Pak iwan bukannya tidak mau membantu, tapi dia sudah tahu jika anis pasti tidak mau memberikan bantuan. Apalagi apa yang dimiliki itu memang punya anisa semua.
" Terserah kalian saja " Jawab pak iwan pasrah.
" Nah begitu dong pak " Seru agus.
Agus tersenyum senang saat ibu ratri akan membantunya untuk mendapatkan uang pinjaman dari anisa. Padahal hanya diberi janji manis saja ibu ratri sudah terperdaya.
" Kalau begitu agus pulang dulu ya pak bu " Seru agus berpamitan.
Agus keluar dan saat di teras dia berpapasan dengan bagas yang baru saja pulang. Bagas dari awal memang tidak suka dengan agus,menurutnya agus orangnya arogant dan sombong.
" Baru pulang gas ?" Tanya agus.
" Iya " Jawab bagas singkat.
" Kalau ditanya itu jawab yang serius. Biar bagaimanapun aku ini abang mu , jadi kamu harus hormat dan patuh kepadaku. " Ucap agus dengan sombongnya.
" Aku tidak mau berbaik hati dengan benalu sepertimu " Ucap bagas.
Bagas berlalu masuk kerumah dan langsung masuk kekamarnya. Bahkan dia tidak menyapa ibu ratri dan pak iwan yang ada di ruang tamu. Bagas tidak mau ikut campur dengan urusan ibunya dan keluarga suam barunya, yang terpnting mereka tidak cari masalah dengannya saja bagas sudah bersyukur.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️
__ADS_1