Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Bertemu Anita


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Sesuai dengan janjinya dengan Zainal waktu itu, hari ini Anisa menyempatkan diri untuk menemui Santi. Berhubung Santi dapat jatah libur, jadi Anisa mengajak Santi untuk bertemu diluar. Kini Santi dan Anisa sudah berada di salah satu cafe yang tidak jauh dari tempat Anisa bekerja.


" Anisa kamu apa kabar ? Maaf baru datang, biasa emak - emak tadi beresin rumah dulu terus jemput kiki dan koko dulu. " Seru Santi menyampaikan alasannya kenapa dia bisa datang terlambat.


" Alhamdulillah kabar ku baik mbak. Kenapa tadi tidak bawa anak - anak kesini. Sekalian bisa makan siang sama kita mbak. " Seru Anisa.


" Mereka tidak mau ikut Nis, lagi senang main sama kakek nya ". Ucap Santi.


Anisa pun mengangguk paham. Anisa mulai menyampaikan maksudnya mengajak Santi bertemu, santai sendiri hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh Anisa tanpa menyela sedikitpun. Dia juga tahu maksud Anisa bagus dan ingin yang terbaik buat kedua anaknya.


Anisa juga menjelaskan jika dia tidak memaksa santi untuk mau rujuk dengan Zainal. Semua keputusan ada di tangan Santi. Anisa hanya menepati janjinya kepada Zainal saja, karena saat itu Zainal pernah memintanya untuk bicara dengan santai.


" Maaf ya mbak aku tidak bermaksud ikut campur dengan urusan mbak Santi dengan mas Zainal. Aku hanya menepati janjiku saja mbak. Mbak Santi pasti tahu mana yang terbaik untuk mbak Santi dan anak-anak. " Seru Anisa menjelaskan.


" Iya Anisa aku tahu , kemarin malam mas Zaenal juga sudah ke rumah dan menyampaikan niatnya. Tapi aku belum bisa memberikan jawaban untuknya, karena aku masih ingin sendiri dan menyembuhkan luka hati ini. Terlebih aku masih trauma nis , takut jika mas zainal akan mengulanginya lagi. Meskipun sekarang mas Zainal terlihat lebih baik , dari caranya memperlakukan anak-anak pun sudah terlihat dia lebih peduli dengan anak-anak. Tapi aku tidak akan percaya begitu saja. Aku ingin melihat sebesar apa perjuangannya untuk memperjuangkan aku dan anak-anak." Ucap santi dengab tegas dan pasti.


Sebagai wanita yang pernah sama-sama merasakan sebuah penghianatan, tentunya Anisa atau betul bagaimana perasaan Santi saat ini . Terlebih orang yang mengajaknya rujuk adalah mantan suami yang pernah menghianatinya. Berbeda dengan cerita perjalanan hidup Anisa , dia tidak rujuk dengan mantan suaminya. Namun dia menikah dengan pria yang jauh lebih baik dan lebih tepat.


" Apapun yang menjadi keputusan bak Santi, aku selaku teman mbak Santi akan mendukungnya. Doa terbaik untuk mbak dan anak-anak " Ucap Anisa dengan serius.


" Terima kasih Anisa, kamu memang teman terbaikku . Aku jadi malu sendiri , dulu aku pernah jahat sama kamu bahkan sering memperlakukan kamu semaunya. Terkadang aku suka sedih jika ingat masa-masa itu. Aku yang dulu jahat banget ya Nis.?" Seru Santi sambil terkekeh.


" Aku sudah melupakan semua itu mbak. Sudah tenang saja jangan diungkit-ungkit lagi nanti kalau diungkit terus aku malah marah loh. Mau kalau aku sampai marah ? tahu sendiri kan kalau aku sudah marah? " Ucap Anisa juga ikut tertawa .


Mereka berdua akhirnya tertawa mengingat masa lalu mereka. Dan mereka juga tidak pernah menyangka jika sekarang mereka berhubungan baik, bahkan sudah seperti keluarganya sendiri. Begitulah cerita hidup , kita tidak akan pernah tahu bagaimana perjalanan hidup kita ke depannya nanti.


Selesai dengan pembahasannya, merekapun makan siang bersama. Selesai makan siang mereka memilih segera pulang. Mereka berpisah ke tempat tujuannya masing-masing , Anisa kembali ke perusahaan dan Santi pulang ke rumah dengan mengendarai motor matic nya.


Sementara itu saat ini ditempat lain, Rendra sedang mengantarkan Nadin berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota. Rendra hanya menemani Nadin saja, dia tidak ikut berbelanja . Kali ini nadin hanya membeli beberapa kebutuhannya seperti perlengkapan mandi serta kosmetiknya.


" Kamu mau ada yang dibeli mas ? tapi bayar pakai uang kamu sendiri , aku ogah bayarin kamu." Ucap nadin ketus.

__ADS_1


" Tidak ada ! " Jawab Rendra dengan singkat.


" Kalau tidak ada ya sudah , aku belanja kebutuhanku sendiri. Lagi pula akupun belanja pakai uangku sendiri, jadi aku tidak mau kalau harus bayarin barang yang mau kamu beli. Bukannya kamu masih pegang duit mas? duit dari sisa penjualan sawah itu kan masih sisa uang 20 juta, masa iya sudah habis dalam waktu seminggu?" Seru nadin dengan heran.


" Uangnya masih, lagi pula uang itu juga aku pakai buat kebutuhan sehari-hari di rumah. Makan minum di rumah kan butuh uang mana Ibu setiap hari tidak memasak jadi otomatis aku harus beli makanan diluar. Coba kamu sesekali sebagai istri itu melayani suami. Kenyangkan perut suami, selama ini aku belum pernah merasakan masakan kamu Din " Ucap rendra sebenarnya ingin diperhatikan juga oleh istrinya.


Rendra jadi teringat dengan Anisa , bagaimana dulu saat Anisa masih menjadi istrinya. Setiap hari anisa memasak untuknya ,bahkan terkadang bekal makan siangnya pun dibawakan oleh Anisa , agar Rendra tidak jajan dan makan sembarangan di luar sana.


Rendra jadi sedih mengingat kebersamaannya dengan Anisa. Seandainya waktu bisa diulang kembali , dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Anisa. Ingin memperbaiki dan ingin lebih tegas kepada ibunya agar anisa masih tetap menjadi miliknya. Namun nasi sudah menjadi bubur, apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang kembali.


" Kenapa kamu melamun mas ? memikirkan soal yang tadi menyuruhku untuk masak ? Sorry ya mas , aku bukan pembantumu sehingga semudah itu kamu menyuruhku untuk memaksakanmu . Kalau mau makan tinggal beli gitu aja kok repot. Tidak mau beli , ya masak saja sendiri. " Ucap Nadin masih saja dengan nada ketus.


" Sudah cepat selesaikan belanjamu, setelah ini kita segera pulang. " Ucap Rendra meminta Nadin untuk segera menyelesaikan belanjanya.


Nadin hanya melengos begitu saja tanpa menjawab. Dia berjalan ke arah dimana letak sabun mandi dan peralatan mandi yang lainnya. Selesai berbelanja perlengkapan mandi, Nadin langsung menuju ke kasir untuk membayar semua barang belanjaannya. Satu biji pun nadin tidak berbelanja untuk kebutuhan Rendra maupun ibu Ratri.


" Kamu tidak berbelanja untuk kebutuhan ibu Din ?" Tanya Rendra .


" Tdak ini punyaku semua. Kalau mas mau belanja untuk Ibu ya sudah belanja saja sana. Aku tunggu di sini tapi ingat bayar sendiri. " Seru nadi begitu saja.


Hhhuuuufffff....


Rendra menghela nafas dengan berat. Nadin yang sekarang bukanlah Nadin yang dulu , padahal dulu sebelum menikah Nadin sangat royal. Apalagi kepada dirinya, sekarang jangankan untuk royal ? Memberi uang untuk bensin pun sudah tidak pernah lagi , terlebih setelah kejadian waktu itu Nadin benar-benar berubah. Sama sekali tidak memperdulikan Rendra dan ibunya lagi. Jika dulu Nadin masih mau membiayai biaya rumah tangga sekarang sama sekali tidak mau. Nadine tidak mau keluar uang untuk Rendra maupun ibunya Ratri.


" Boleh mau makan dimana ?" Tanya Rendra mengiyakan ajakan makan Nadin.


" D tempat dulu kita biasa makan saja " Jawab Nadin dengan singkat.


Rendra mengangguk paham . Rendra melajukan mobilnya menuju cafe dimana dulu mereka sering makan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit mobil yang dikendarai Rendra sudah sampai di depan Cafe. Rendra dan Nadin turun dari mobil dan bersama-sama masuk ke Cafe.


Seperti biasa Nadin dan Rendra memesan makanan favorit mereka masing-masing beserta minumannya. Saat mereka sedang menunggu pesanannya, mata Nadin melihat seorang perempuan yang tidak asing di matanya.


" Mas itu bukannya si Anita mantan istrinya Zainal.?" Tanya Nadin sambil menunjuk kearah salah satu pelayan yang sedang menghantarkan makanan dimeja yang lainnya.


Rendra melihat ke arah yang ditunjuk oleh Nadin, dan benar saja perempuan yang sedang menghidangkan makanan itu adalah Anita , mantan istri dari Zainal.


" Iya itu Anita, mantan istrinya mas Zainal ternyata dia kerja di sini. Sudah 3 bulan tidak ada kabar , bagaimana ya kabar hubungannya dengan Pak Iwan ? Apa mereka sudah menikah ? secara mereka udah sama-sama resmi bercerai. " Ucap Rendra memberi pertanyaan yang beruntun.


" Daripada penasaran, lebih baik mas tanya saja sama Anita, tinggal panggil saja itu orangnya pasti dia mau ke sini. Kasihan sekali ya hidup Anita sudah hamil harus kerja banting tulang seperti itu. Kalau wanita kurang bersyukur ya seperti itu. Sudah hidup enak menjadi istrinya mas Zainal, tinggal duduk manis di rumah dapat uang bulanan. Sayang harus berselingkuh sama bapak mertuanya sendiri dasar wanita murahan. Bagus kalau lelakinya itu masih muda , dan kaya. Sepertinya saat berselingkuh dengan Pak Iwan , mata Anita itu tidak bisa melihat. " Ucap Nadin bicara tanpa memandang kesalahannya sendiri.

__ADS_1


* Wanita murahan teriak murahan, sadar diri Nadin kamu tuh juga wanita murahan dan banyak pria yang sudah mencicipi tubuhmu * Gumam Rendra dalam hatinya.


" Tidak mau, lagi pula keluargaku sudah tidak ada urusan lagi dengan dia. Mas Zainal sudah menceraikannya dan Pak Iwan juga sudah menceraikan ibu . Sekarang ini mau mereka bagaimana di luar dan sana aku sudah tidak perduli. " Ucap Rendra acuh tak acuh.


Setelah menunggu 10 menit akhirnya pesanan mereka pun sudah terhidang di meja. Dengan segera mereka memakan makanannya , karena memang jam makan siang sudah terlewat , saat ini sudah jam 2 siang, bahkan sudah hampir setengah tiga.


" Rendra Nadin ! kamu Rendra sama Nadin kan ?" Tanya Anita menghampiri meja Rendra.


" Baru juga 3 bulan tidak bertemu sudah lupa. Oh atau jangan-jangan mata kamu memang sudah tertutup sama yang namanya pak Iwan itu ?" Seru nadin memandang sinis ke arah Anita.


" Ditanya baik-baik jawab juga harus baik-baik kenapa sih din ? Lagi pula aku kan takut salah orang saja. " Jawab Anita tidak kalah sinis.


" Iya ini kami Rendra sama Nadine . Ada apa ya mbak ? Oh ya bagaimana kabar Pak Iwan , apa mbak dan pak iwan sudah menikah ? aku ucapkan selamat ya atas pernikahan kalian. " Seru rendra bicara lebih sopan daripada nadin tadi.


Anita menanggapi pertanyaan rendra dengan sebuah senyuman saja. Dia dan Pak Iwan sudah menikah sebulan yang lalu , dan saat ini mereka tinggal di kontrakan di di Kampung sebelah.


" Sudah sebulan yang lalu, Pak Iwan kabarnya juga baik beliau masih bekerja di tempat yang dulu. Oh ya bagaimana kabar Ibumu dan Mas Zainal apa mereka hidup bahagia setelah kami keluar dari rumah mereka, pasti mereka menderitakan ? " Tanya Anita dengan sombongnya.


" Kabar mereka baik, mereka hidup dengan layak. Mereka bahagia sama sekali tidak ada rasa sedih. Mas Zainal juga hidup bahagia , gaji dia besar tunjangan nya pun besar. Dengar-dengar dia akan rujuk sama mbak Santi. Tidak menyesal kamu menghianati mas zainal ? Pendapatan dia itu perbulan bisa sampai 25 juta lebij , dengan Pak Iwan kamu cuma dikasih 2 juta saja kan ? dasar wanita bodoh , murahan !" Cibir Rendra tak kalah pedas dengan mulut emak - emak kompleks.


" Aku sama sekali tidak menyesal menghianati mas zainal, meskipun Pak Iwan memberiku uang sedikit tetapi hidupku bahagia. Daripada dengan mas zainal selama ini aku kesepian. Benar dia memberiku uang yang banyak tapi hatiku hampa, karena dia kurang perhatian. " Jawab monohon Anita membuat Rendra langsung bungkam.


Rendra tahu jika Zainal selama ini memang sering nongkrong dan kumpul dengan teman-temannya, ketimbang berkumpul dengan anak dan istrinya. Dan itu juga terjadi saat masih menjadi suami Santi.


* Jadi karena itu Anita sampai berselingkuh dengan Pak Iwan ? karena mas zainal kurang perhatian dan kurang kasih sayang. Dari zaman mas zainal bujangan memang dia itu suka nongkrong dan kumpul dengan teman-temannya . Entah apa yang mereka obrolkan, hampir setiap hari nongkrong seperti itu . Tapi sepertinya sekarang ini mas Zainal sering di rumah. * Gumam rendra dalam hatinya.


" Sudah cepat habiskan makananmu. Aku sudah lelah dan mengantuk, ini makanan ku juga sudah mau habis. Anita tolong kamu pergi dari sini, jangan ganggu makan siang kami. Kalau kamu masih aja mengganggu aku laporkan kamu kepada manajer Cafe ini agar kamu dipecat !" Nadin mengancam Anita.


Mendengarkan ancaman Nadin membuat anita takut, dan dia pun segera meninggalkan meja nadin dan rendra. Sebenarnya Anita tadi mau memarahi Rendra karena sudah mengatakan wanita bodoh dan murahan. Namun dia ingat jika saat ini dia sedang bekerja, Jadi tidak mungkin dia membuat keributan di cafe, salah sedikit pasti dia yang akan dipecat oleh manajer Cafe.


Sekesai dengan makan siangnya ,Nadin dan Rendra langsung pergi dari cafe. Sebelumnya Nadin sudah membayar makanan mereka. Kini Nadin dan Rendra sudah berada dalam perjalanan pulang menuju ke rumah.


" Mas memangnya mas Zainal mau rujuk sama mantan istri pertamanya ? Kamu tahu darimana soal itu mas ?" Tanya nadin penasaran.


" Tahu dari mas Zainal langsung. Saat itu secara tidak sengaja aku mendengar obrolan ibu dan mas Zainal. Mas zainal meminta izin sama ibu kalau dia mau rujuk sama mbak Santi. Tetapi ibu tidak setuju, tapi sepertinya mas zainal tidak perduli dengan larangan ibu " Ucap Rendra.


" Ibu kamu itu aneh mas , orang ada niatan baik untuk rujuk kok dilarang. Yang menjalani hidup itukan mas Zainal. Kalau saya jadi mas Zainal tidak akan mengikuti apa kemauan Ibu . Mas Zainal sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan buruk kehidupannya. " Ucap Nadin bicara dengan waras.


Rendra hanya menganggukkan kepalanya pelan saja. Dalam hatinya dia memang membenarkan perkataan dari Nadin . Jika mereka sudah dewasa tahu mana yang baik dan mana yang buruk untuk hidupnya.

__ADS_1


* Aku akui mas Zaunal itu dari dulu memang selalu mempertahankan keinginannya, tidak pernah mengikuti apa keinginan ibu. Dua tidak mau kehidupannya disetir oleh ibu meskipun itu ibu kandungnya sendiri * Gumam Rendra dalam hatinya.


*********


__ADS_2