Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
103 : Eldania


__ADS_3

Caster...........


Itulah nama yang mereka tahu, karena dia sendiri yang mengenalkan bahwa dia bernama Caster kepada mereka.


Tapi.........


Apakah nama itu, benar-benar nama aslinya?


Tidak ada yang tahu siapa nama aslinya, selain pria itu sendiri.


Caster, dia menamai dirinya sendiri karena itulah julukan yang tepat untuknya. Dan sebenarnya, tidak ada orang yang tahu, kalau Caster adalah nama dari kelas yang dia miliki.


Lebih tepatnya, Caster adalah julukan dari kelas untuk seorang penyihir, dan pada kenyataannya pria dari pemilik surai keemasan ini adalah seorang penyihir.


Namun, mau apa pun nama yang dia miliki, satu hal yang menjadi penentu adalah kekuatan dalam menjalani hidup ini.


Tap........Tap.........Tap..........


Mendengar suara langkah dari sepasang sepatu yang kian mendekat, ke tiga orang ini memulai bisikan paginya.


“Dia murid baru itu." satu orang manusia berbisik pada dua temannya yang kebetulan berjalan bersama-sama, dan tak sengaja melihat murid baru 'Caster' berjalan mendahului mereka bertiga di tengah koridor utama dari Academy.


"Aku dengar, hasil ujiannya kemarin itu, mereka kalah dengan kelompok seragam putih yang hanya beranggotakan dua orang itu." kata teman yang satunya lagi.


Masih meliriknya, walau sudah dalam posisi memunggungi mereka bertiga, cerita dari sebuah gosip tidak berhenti begitu saja. 


"Tapi biarpun begitu, sebenarnya keku-" tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang yang datang secara mendadak, sudut matanya langsung melirik ke samping kanan, dan ke tiga orang ini mendadak begitu terkejut.


"................!" Karena orang yang datang secara mendadak itu adalah orang yang bersangkutan dengan satu kelompok yang berisikan dua orang saja.


"Memangnya kenapa jika hanya berdua?" gadis ini langsung melontarkan pertanyaannya begitu saja setelah melihat ketiga orang ini menghalangi jalannya.


"T-tidak kenapa." jawab salah satu di antara mereka, lalu langsung membawa ke dua temannya untuk menghindari gadis itu.


" ..............?!" 

__ADS_1


Tidak mengerti kenapa tiba-tiba ditinggal pergi, gadis yang tidak lain adalah Eldania ini, kembali melanjutkan jalannya. [Kenapa mereka mendadak pergi seolah menghindari aku?] 


Dengan ekspresi bingung disertai raut wajah berpikir Eldania kembali menoleh ke samping kanan, di mana sekarang seekor burung hantu sedang berdiri di atas bahunya. 


"Hoammm.” Eldania menguap lebar. “Kenapa tiba-tiba burung ini malah ada di bahuku?" sambil menguap, Eldania jadi bertanya pada dirinya sendiri.


"Apa anda yang membuatnya kembali?"


"...........? Apa yang sedang kau tanyakan?" tanyanya, gara-gara rasa kantuknya masih ada, dan kebetulan yang tepat juga baru bangun tidur. Jadi otaknya masih menunggu koneksi antar jutaan sel, untuk mengerti topik apa yang sedang dibahas oleh satu burung hantu ini.


"Kedua iblis bersaudara itu." Ucap burung hantu ini.


"..................." Langkahnya kemudian berhenti, dan akhirnya dia baru sadar apa yang sedang dibahas oleh makhluk bersayap ini. [Bagaimana burung ini tahu?]


TENG.....TENG......TENG.....TENG....


Sampai akhirnya, entah maksud tujuan dari tebakan yang menganduk pertanyaan ataupun jawabannya, suara bel masuk sekolah segera membuat Eldania mengabaikan segala hal yang ingin dilakukan oleh burung ini, dengan langsung berlari.


Membuat burung hantu ini terbang dari bahu kecil gadis itu, dan mengamati kepergiannya, tanpa mendapatkan sebuah jawaban dari mulutnya.


"Persiapannya masih berapa lama lagi, master?" Tanya seorang wanita berambut panjang ini, kepada seorang wanita yang dia panggil master itu, yang kini tengah berdiri di dekat tepi jendela.


Wanita ini sedikit menoleh ke belakang, tetapi pandangannya tidak jadi pergi menghadap ke belakang, karena menatap ke depan dari balik jendela kantornya, justru adalah hal yang lebih menarik. 


"Tidak lama lagi. Tapi ada baiknya kau sembunyi lebih dulu sebelum aku memanggilmu keluar." Pinta wanita ini.


"Baiklah. Namun ada yang ingin aku sampaikan. Sebaiknya master waspada dengan salah salah satu murid anda. Bukan berarti berhasil dihapus olehnya, tapi dia bisa menonaktifkan ketujuh medan sihir yang sudah aku buat." beritahu wanita ini. 


Dia adalah wanita yang kemarin sore sempat bertarung dengan seorang gadis manusia, yaitu Eldania.


Servant, itulah status dari keberadaannya saat ini, dan sesuai dengan julukannya, wanita seksi berambut panjang ini, melayani seorang master wanita, yang bernama Millie.


 


"Dia memang pintar daripada yang terlihat." Sebuah gumaman lirih berhasil menghantui pemikirannya. "Sudah waktunya mengajar, kau jangan lakukan apapun sampai aku memerintahkanmu. Apa kau mengerti?" Perintah Millie kepada Servant itu. 

__ADS_1


"Baik master." jawabnya, lalu berbalik, dan dalam sepintas wanita ini menghilang begitu saja.


Setelah servant tadi menghilang, Millie bergumam lirih kepada satu-satunya orang yang terus menjadi bahan pikirannya, yaitu Eldania.


Kemudian sepasang matanya menatap ke arah di luar sana. Di balik jendela kantornya yang berada di lantai dua, dia bisa melihat seorang perempuan berseragam putih sedang berjalan seorang diri pergi menuju kelasnya. 


"Keberadaanmu terus menghalangi rencanaku." Gumam Millie lagi. Dia kesal, sekaligus merasa terancam dengan keberadaan dari Eldania.


GREP.......


Mengepalkan tangannya dengan erat, kali ini apa yang akan diperbuat oleh MIllie, sampai-sampai membuat kontrak dengan salah satu servant?


Itu adalah untuk melakukan tujuan cadangannya setelah rencana yang pertama gagal.


"Bagaimana caranya kau akan mengatasi ini jika masih ingin ikut campur? Memang sangat beresiko, tapi demi memberikan pelajaran pada kalian para manusia rendahan, aku akan melakukannya." ucap Millie sekali lagi.


Dia tidak melepaskan pandangannya dari satu orang gadis di bawah sana. 


[Jika saja komandan Syelis tidak menarik mundur pasukannya, kalian harusnya sudah musnah. 


Dan karena komandan Syelis tidak melanjutkan tujuannya untuk menyerang manusia, maka aku akan menggantikannya. 


Sangat kebetulan di sinilah tempat yang paling baik, para penyihir muda. 


Kalian masih belum punya pengalaman akan dunia luar, iblis tetap musuh kalian, tapi kalian pada akhirnya tertarik datang ke sini hanya demi bisa mendapatkan medali Brilante. Kalian para manusia, sungguh bodoh.] Pikir Millie, mencibir dengan hinaan untuk manusia yang datang ke Academy Klenon adalah demi mendapatkan medali Brilante.


Dalam pasukan iblis, ada salah satu komandan wanita yang dipanggil Syelis. 


Wanita itu adalah komandan Iblis yang dua bulan lalu menyerang kerajaan Rovathia. 


Tapi karena suatu alasan yang tidak diketahui Millie, sebab komandan Syelis tiba-tiba menarik mundur pasukannya serta tidak kembali melanjutkan tujuannya untuk menyerang para manusia, maka peran Miliie yang merupakan seorang guru di Academy adalah melanjutkan tujuan yang terhenti di tengah jalan itu.


Academy Klenon selalu di buka tiap dua puluh tahun sekali, dengan durasi waktu pendidikan paling lama adalah tiga tahun. Millie, dalam kurun tiga tahun ini setelah menjadi guru, dan menemukan berbagai generasi anak muda dari ras manusia dari segala penjuru benua, maka baginya ini adalah kesempatan yang sempurna.


Sangat sempurna untuk melakukan perannya sebagai seorang iblis untuk terus menjadi musuh alami manusia.

__ADS_1


“Eldania, kita lihat saja nanti.” Kata Millie, kemudian dia berbalik dan pergi dari kantornya.


__ADS_2