
Sedangkan di ujung pulau, dimana tempat itu adalah pintu masuk ke dalam pulau Manisphure.
Lima orang iblis yang sedang berjaga di sekitar pintu langsung celingukan selepas mendengar suara teriakan seekor burung yang terdengar cukup keras untuk mereka berlima.
“ Apa kau dengar suara itu?. “ tanya iblis ini pada rekan kerjanya yang akan dia berikan minuman kepadanya.
“ Hm...ada yang sedang mendekat. Aku merasakan sosok yang besar sedang datang kearah kita. “ jawab iblis ini. Setelah menerima air minum dari rekannya, dia langsung minum dalam satu tegukan dan kemudian mengembalikannya lagi, karena dirinya harus bersiap dengan tamu yang akan datang.
“ Bersiap. Ada yang datang ke arah kita!. “ Seorang iblis dengan pangkat yang lebih tinggi dari mereka berlima langsung muncul dari atas dan mendarat dengan mulus tepat di depan mereka semua.
TAP…….
“ Tuan…!. “ Mereka berteriak serentak, melihat orang yang jarang muncul, justru sekarang muncul entah dari mana. Karena tidak pernah melihat kedatangannya dari pagi tadi.
“ Kita kedatangan tamu yang dibawa beliau langsung. Kandidat terakhir. “
“ Beliau?. “ Mereka bergumam tidak mengerti maksud dari ucapan atasannya. Tapi karena hanya mengerti maksudnya adalah seseorang yang penting, maka mereka berlima menuruti perintahnya dengan begitu cekatan. Dalam kurang dari lima detik, mereka sudah berbaris rapi di belakang ketua mereka.
Seragam dengan jubah merah yang terbentang menyelimuti belakang punggung mereka pun langsung berkibar.
Mereka pun langsung merasakan keanehan. Padahal laut yang mengelilingi pulau Manisphure adalah laut tenang, yang bahkan tidak ada nya angin besar datang berhembus. Makannya tidak ada satupun ombak yang menerjang bibir pantai.
Tapi kehadiran angin tadi tentu jelas bukan berasal dari alam.
“ Apa itu?. “
Satu bayangan hitam besar akhirnya muncul di depan mereka. Mereka semua dibuat waspada dengan sosok yang akan datang ke arah mereka, karena sama-sama merasakan hawa keberadaan aneh bersamaan dengan sosok itu.
KUU~.....
“ Kuu?. “ salah satu diantara mereka semakin penasaran karena ada suara aneh yang datang mendekat.
Dan tepat selang beberapa detik kemudian, hembusan angin kecil menyapa wajah mereka semua secara bergantian, membuat mereka semua mengernyit.
“ Selamat datang kembali. “ laki-laki dengan pangkat yang lebih tinggi dari mereka berdua ini langsung menyambut hormat seekor burung hantu yang sudah bertengger di lengan tangan kirinya. Burung hantu dengan warna bulu kelabu yang sudah dia tunggu selama lebih dari sebulan ini.
“ Ya. “
“ ………..!. “ baru menyadari adanya suara lain selain mereka berenam, kelima iblis ini langsung berjalan mendekat ke arah ketua mereka.
“ Jadi dia burung pengantar itu. “ ucap iblis ini setelah melihat burung hantu kecil dengan wajah tenang, yang berani menatap matanya ternyata sedang bertengger di lengan ketuanya.
“ Ohh...meskipun aku tahu soal burung ini, tapi aku baru pertama kali melihatnya secara langsung. Ternyata tidak jauh beda dengan yang lainnya. Hanya warna bulunya saja yang berbeda “ iblis kedua mencoba mengelus kepala burung hantu kecil itu, tapi usahanya digagalkan oleh rekannya.
“ Inilah yang membedakannya dengan burung hantu yang lainnya, saudaraku. Dia burung pengantar pesan paling senior. Mengantarkan ratusan undangan kepada para kandidat ke seluruh benua. “ ucap iblis ketiga pada saudaranya yang tadi.
“ Namaku Ownel. “ tiba-tiba burung hantu ini memberitahu namanya kepada mereka. “ Ini pertama kalinya melihat kalian berlima. “ Ownel menatap mereka berlima secara bergantian. “ Apa kalian bersaudara?. “
Ownel tidak terkejut, melihat ada lima orang dengan wajah yang mirip sekarang ada di depan matanya. Sekalipun ada wajah yang mirip, tapi yang pasti punya sifat yang sedikit berbeda antara satu dengan yang lainnya.
“ Benar. “ Ucap iblis ke empat. Iblis dengan wajah paling tenang di antara keempat itu. “ Kami berlima bekerja di bidang ini baru dua bulan lebih empat hari, enam jam empat puluh dua detik yang lalu. Kami punya hubungan yang tidak dapat dipisahkan, itulah sebabnya kita akan terus bersama-sama dimanapun itu. Termasuk sekarang ini. “ jelasnya.
Iblis kelima langsung menjeling tajam saudaranya itu. “ Saking eratnya. Selama dua puluh tahun pula terus melihat wajah yang sama. Rasa bosan yang tidak ada akhirnya. “ Sindir iblis ini dengan tatapan tajamnya.
Tidak suka dengan ucapan dari saudaranya. Iblis ketiga ini langsung menyela. “ Jaga ucapanmu. Kau akan menyakiti hatinya. “
“ Aku hanya mengatakan kenyataannya. Kita sel-...” Namun belum sempat selesai berbicara, iblis kelima ini langsung mendongak ke atas. [ Siapa?. ]
“ Verst!. “
Suara yang berteriak itu segera mengalihkan pembicaraan mereka semua untuk mendongak ke atas. Hanya ada bayangan hitam yang sudah ada di depan matanya sebelum akhirnya..
__ADS_1
BRUUKK……...
Suara itu menjadi akhir dari perdebatan diantara mereka berlima.
“ Pendaratan yang bagus nona. “ tiba-tiba Ownel angkat bicara, memuji pendaratan yang bagus, karena berhasil membuat ketiga iblis yang dari tadi berkicau itu akhirnya terdiam.
“ Pendaratan?. “ orang yang dipanggil nona yaitu Eldania, seketika sadar sepenuhnya saat punggungnya bisa merasakan kehangatan dari tubuh seseorang. [ Sebentar...ini...aku mencium aroma khas dari mereka. Apa aku sudah sampai?. ] Matanya melirik ke arah kanan dan kiri.
Saat melihat ke arah kiri, dia melihat pantai serta air laut yang begitu tenang. Tapi saat melihat ke arah kanan, yang dia lihat adalah adanya tiga pasang kaki yang menghadap ke arahnya. Dan saat sedikit mendongak ke atas, Eldania menemukan tiga orang dengan seragam yang sama.
[ Kenapa dia menatapku seperti itu?. ] Eldania merasakan tatapan dari seorang iblis yang dimana tangannya menjadi tempat burung hantu kecil itu duduk.
“ Manusia….siapa yang mengizinkan kamu duduk di atas tubuhku lama-lama?. “ ucapnya dengan nada rendah. Iblis kelima ini langsung menggertakkan gigi saat dia akhirnya tahu wajah orang yang sudah berhasil menindih kepalanya dengan kakinya Eldania.
“ Manusia...kau sudah menodai reputasiku, cepatlah menyingkir!. “ tutur manusia iblis yang terjatuh terlentang tepat di tengah di antara dua saudaranya yang lain.
“ Hmm...aromamu ternyata cukup berbeda dengan manusia pada umumnya. “ Satu iblis lainnya yang tubuhnya tertindih bagian punggungnya Eldania, langsung disambut oleh aroma dari rambut yang sempat menyapu wajahnya sesaat tadi.
Sadar ternyata sudah berhasil menindih tiga orang iblis secara bersamaan, Eldania dengan santainya bangun dari atas tubuh mereka bertiga sambil berkata. “ Terima kasih sudah menyelamatkanku. “
Tapi ucapan yang terdengar sebuah sindiran untuk mereka, membuat dua iblis ini sedikit mendesis kesal.
“ Hah..?. “ Tersenyum mencibir. “ Karena sudah menyelamatkanmu, bukankah artinya kau harus bertanggung jawab dengan pakaian kami bertiga. “ ujar iblis ini menuntut pertanggungjawaban yang harus diberikan Eldania kepadanya, karena berhasil membuat pakaian mereka bertiga kotor terkena pasir.
“ Aku bisa bertanggung jawab. Berikan baju kalian padaku, lalu aku akan mencucinya sekarang juga. “ Dania pun menjawab demikian sambil menyodorkan tangan kanannya, meminta baju yang sedang dipakai oleh ketiga iblis itu. Tapi karena itu pula, satu hal yang dia sadari saat itu adalah kalau tangannya saat ini sedang memegang sehelai bulu. [..............!. Kenapa bulu ini ada di tanganku?. Tidak….. ]
Eldania tiba-tiba menarik kembali tangannya dan memperhatikan bulu coklat yang besar itu.
[ Ini…..dari yang aku lihat, ini bukan bulu yang aku ambil karena rontok. Ada sedikit darah yang tersisa di batang bulu ini….berarti……!. ] Sekarang Eldania tahu, bahwa bulu yang ada di tangannya sekarang adalah bulu hasil dari mencabutnya. “ Aku mencabutnya!. “ gumam Eldania, mengutuk dirinya sendiri bisa-bisanya mencabut bulu dengan paksa sampai akhirnya meninggalkan setetes darah di batang bulunya.
Di saat-saat sedang merutuki dirinya sendiri karena bisa-bisanya mencabut bulu yang seharusnya tidak dicabut, wajahnya langsung dilempari baju oleh kedua iblis yang menuntut pertanggungjawaban kepadanya.
“ Benar. Cepat cuci itu. “ saudaranya pula, tidak mau kalah. Sama-sama melempar bajunya ke Eldania dengan kasar.
Sedangkan satu saudara lainnya yang ikut terkena imbas dalam pendaratannya Eldania, langsung menegur dua saudaranya yang kasar itu. “ Kalian berdua. Bukannya terlalu kasar, melempari pakaian kalian ke wajah perempuan?. “
“ Ha…?. Apa aku sedang membelanya?. “
“ Tidak. Aku hanya mencoba memperingatkan, kalau memberikan sesuatu pada perempuan haruslah yang sopan. Seperti ini. “ Dan iblis ini hanya memberikan sedikit perbedaan. Dia memberikan seragamnya yang kotor ke tangan Eldania dengan lembut.
“ ………… “ Akhirnya Eldania mengutuk dirinya sendiri salah mengambil tindakan. Karena sekarang dirinya seolah menjadi seorang pembantu untuk mereka bertiga. [ Bukannya ini sama saja?!. ]
Akhirnya ketiga iblis sedang dalam keadaan telanjang dada setelah menanggalkan seragam mereka untuk Eldania bersihkan.
“ Apa yang sedang kalian bertiga lakukan?. Cepat ambil seragam kalian sekarang juga. “ Peringat Ownel.
“ Tapi...dia sendiri sudah bersedia untuk mencuci seragam kami. “ Iblis ini menunjuk Eldania yang sudah mendekap ketiga seragam mereka dalam pelukan untuk dicuci.
Lalu Ownel yang masih berdiri di tangan kanan dari ketua yang memimpin pintu masuk pulau Manisphure, langsung memberikan tambahan peringatan. Bahwa sekalipun Eldania mau menerima untuk mencuci ketiga seragam itu, bukan berarti ‘dia’ mau menerimanya juga. “ Tapi sayangnya, ada yang tidak bersedia dengan tindakan kalian. “
Yaitu Everst.
“ Memangnya siapa?. “ belum sempat menerima jawaban dari Ownel, sekelebat angin langsung menerpa mereka.
Angin yang datang berhembus cepat itu langsung membuat ketiga seragam yang sudah di pegang oleh Eldania langsung dibawa terbang oleh seekor burung.
“...................!. “ Seketika semuanya tercengang melihat burung coklat itu langsung membawa terbang ketiga seragam itu dan menjatuhkannya ke laut.
“ KAU!. “ Ketiga iblis ini berteriak marah tepat ke Eldania setelah mendapati burung elang itu langsung mendarat di bahunya.
KWAAKK….!
__ADS_1
Everst langsung membalas teriakan mereka bertiga dengan lebih ganas, karena berani berteriak kepada Eldania selain dirinya.
Dan seketika ketiga iblis itu terdiam saking kagetnya.
Barulah Eldania berbicara setelah melihat ketiga iblis itu diam membisu karena tegang. “ Aku tidak menyuruhnya melakukan itu. “ ucap Eldania sembari menahan jengkelnya karena merasakan gendang telinganya seperti mau pecah gara-gara teriakannya Everst yang keras itu.
Tapi karena pertunjukkan itu pula, tiga iblis lainnya langsung bertepuk tangan.
PROK...PROK….PROK……
“ Kamu cukup hebat membuat mereka diam. “ ujar iblis nomor empat yang memiliki wajah tenang seperti air danau yang tidak terusik oleh apapun.
“ Hahaha…….., akhirnya kebisingan kalian langsung menghilang dalam sekejap “ iblis nomor satu yang merupakan kakak dari mereka berempat akhirnya angkat suara.
Dia mendukung semua pertunjukan yang berhasil membuat semua saudaranya yang berisik itu bisa diam dalam sekejap.
“ Jika kalian seperti ini terus, kalian sama saja akan membawa saudara yang lainnya turun pangkat jadi prajurit biasa. Minta maaf padanya. “
“ Apa?!. “ ketiga iblis ini terkejut dengan perintah yang diberikan oleh ketua.
[ Sebenarnya apa yang terjadi?. Aku jadi bingung dengan situasinya. ] Eldania tidak tahu harus apa selain tiba-tiba merogoh tas yang dia pakai dan mengeluarkan selembar undangan.
“ Aku bilang minta maaf kepada nona ini sekarang juga!. “ AKhirnya laki-laki inni langsung memberikan perintah tegasnya kepada anak buahnya yang tidak becus selain berbuat berisik.
Dia sebenarnya juga tidak mau mengakui Eldania untuk di berikan maaf dari anak buahnya karena Eldania adalah manusia. Tapi surat yang dia terima dari gadis itu membuatnya harus memendam ketidaksukaannya itu.
Sebab surat yang dia terima, adalah surat yang membuat Ownel, burung hantu yang dihormati oleh kaum mereka yang tahu siapa burung hantu ini, turun tangan mengantarkan tujuan dari gadis bernama Eldania ini pergi ke pulau Manisphure dan dengan tujuan akhirnya adalah ke Academy Klenon.
“...................” Iblis ini mengendus aroma dari surat undangannya Eldania dalam sekali hirup. [ Aroma ini…….. ]
Setelah itu, dia memberikan kembali undangan itu kepada pemiliknya.
“ Apa kalian tidak mendengar perintahku?. “ ucapnya lagi. Memberikan peringatan untuk terakhir kalinya kepada ketiga anak buahnya itu.
Dengan ekspresi dari wajah ragu dan tidak percaya, ketiga iblis ini akhirnya mengucapkan minta maaf.
“ A-aku minta maaf. “ kata iblis dari saudara kelima dengan wajah tidak senangnya.
“ Ck…, aku juga minta maaf. “ iblis yang ini mengucapkan minta maaf sembari memalingkan wajahnya ke tempat lain.
Dan yang terakhir. Iblis yang ketiga dengan wajah datarnya itu, dia akhirnya mengucapkan minta maaf juga. “ Aku minta maaf juga. “
Eldania hanya mengangguk dengan sebuah kebingungannya sendiri melihat ketiga iblis itu malah betulan minta maaf kepadanya. Padahal yang disini harunya minta maaf adalah dia sendiri, karena kedatangannya membuat gangguan untuk mereka semua.
[ Tapi……...bagaimana aku bisa tiba-tiba jatuh?. ] Sudut matanya melirik Everst yang sedang berdiri di bahu sebelah kanannya.
Everst membalas tatapannya itu dengan tatapan sengit.
Eldania langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain. [ Kenapa dia terlihat marah?. Apa aku melakukan sesuatu tanpa aku sadari?. ]
“ Kalian sudah bisa lewat. “
Kalimat tersebut langsung menarik segala pikirannya Eldania.
“ Ya. “ Eldania menjawab seadanya lalu pergi meninggalkan keenam iblis itu.
“ Semoga tujuanmu tercapai. “ tiba-tiba iblis berwajah datar ini memberikan ucapan kepada Eldania.
“ Hati-hatilah dengan sekitarmu. “ saudara tertua dari keempat iblis itu juga turut memberikan ucapan sebuah peringatan.
“............................” Eldania hanya memperhatikan kelima bersaudara itu secara bergantian lalu memutuskan meninggalkan mereka semua tanpa sepatah kata apapun.
__ADS_1