
Manusia dan iblis hidup berdampingan.?
Sebagai manusia dengan jiwa yang belum lama tinggal di dunia ini, mendengar kata iblis selalu merujuk ke makhluk yang sering melakukan tindakan untuk merugikan manusia.
Dengan kata lain….
' Iblis memiliki misi untuk menghancurkan dunia, yang terukir pada keberadaan mereka. '
Eldania awalnya menganggap iblis adalah sebagai satu makhluk tak kasat mata yang pekerjaannya untuk melakukan sesuatu yang sesat untuk membisikkan bisikan menyimpang pada manusia, karena mereka itu adalah makhluk penggoda untuk mengarahkan manusia ke jalan yang salah.
Iblis dengan sosok yang menyeramkan, mempunyai aura hitam, dan selalu berada di tempat di dalam hati manusia.
Tetapi ketika disini, akhirnya ia menyadari kalau makhluk bernama iblis itu benar-benar ada dan sekaligus dapat dilihat dengan mata kepalanya sendiri.
Namun sosoknya juga diluar perkiraannya, sosok iblis biasanya digambarkan dengan sosok menyeramkan namun juga punya tipu muslihat untuk merugikan lawannya.
Tetapi yang dia lihat sekarang ini, keberadaan iblis itu sosok nya seperti menyerupai manusia!.
************************
Academy Klenon.
Agar bisa menjadi murid resmi, maka ujian masuk harus bisa diselesaikan dengan baik.
Eldania tidak tahu, ujian masuk yang diadakan apakah akan berkaitan dengan kekuatan dengan metode pertandingan ataukah hanya pengukuran kekuatan dan menilai lewat pengetahuan.
Di samping Eldania memikirkan apa ujian yang akan dia dapat, dia terlebih dahulu melihat iblis itu setelah berusaha mencibir pria bernama Azel yang ada di sampingnya ini.
Eldania melirik ke arah Azel, lalu beralih ke depan lagi, tepat di mana pintu gerbang berada. Laki-laki berambut putih dengan iris mata Violet sedang bersandar terus menatap remeh ke arahnya.
__ADS_1
Bukan ke arah dirinya melainkan ke arah Azel ini.
[ Dia salah satu yang harus aku hindari. Melihatnya saja malas, apalagi berpapasan seperti ini. ] Hanya dalam sekali pandang, dia sudah tahu nilai dari makhluk ini, benar.....laki-laki itu adalah kaum iblis.
Eldania bisa merasakan aura yang berbeda, jika dekat dengan seorang iblis.
" I..tu kan Zen, dari keluarga jemscon?. " tutur salah satu orang yang kebetulan mengenal pria tersebut.
[ Zen?. ] Eldania menatap tangan kanan nya sambil bergumam. " Nama yang tidak cocok. “
Eldania dan pria bernama Azel pun berjalan terus dengan menghiraukan keberadaannya seolah-olah tidak melihatnya dan hinaan tadi adalah kalimat yang langsung di bawa angin.
Lantas iblis tersebut pun jadi merasa terhina, karena ucapannya benar-benar tidak ditanggapinya sekalipun oleh Azel.
" Hei!, aku sedang berbicara denganmu!. " serunya.
" Maaf saja, tapi aku sedang tidak ingin berbicara denganmu. " jawab Azel dengan percaya diri.
Terlihat kobaran api dari tangan kosongnya, api merah bercampur hitam itu seperti api kegelapan yang terlihat berbahaya. Eldania sempat melirik ke belakang dan melihat kalau Pria itu hendak menyerang Az-
WUSHH~~
Tidak jadi, Azel di saat yang tepat langsung dapat membuat dinding pelindung.
" Agh....! " Zen berteriak sebab bola api yang tadi ia lempar, justru malah memantul dan menyerang balik. Tapi untung saja zen menghindarinya.
Tidak mau kalah, Zen kembali menyerangnya lagi, namun hal yang berbeda lagi menimpa Zen. Api yang kembali berkobar di tangannya seketika menghilang sebab..
Dalam detik itu pula, lingkaran sihir tercipta dengan begitu mudahnya, dan langsung mengarah ke arah Zen.
__ADS_1
Hasilnya, lingkaran sihir yang tercipta di atas kepalanya Zen langsung memunculkan air dalam sekali guyur.
BYURR....
" D-Dingin..! " semua bagian di tubuhnya langsung basah sebab air yang mengguyurnya, dan tidak luput dari rasa menggigil.
" Kepalamu perlu di dinginkan. Tapi aku tetap peringatkan, jangan sampai salah memilih lawan, apalagi aku, karena kau bukanlah tandinganku. " ujar Azel, tanpa memperdulikan seperti apa ekspresi lawan bicaranya, dia tetap berjalan masuk melewati gerbang tadi.
Eldania kembali mengikutinya. [ Dia sepertinya ada di level berbeda, jika bisa mengeluarkan kalimat itu dengan percaya dirinya yang tinggi, berarti dia memang kuat sampai tak terkalahkan. Pembuktian nya ada di sikap tenangnya itu. ] Dilihat dari manapun, pria bernama Azel yang sedang dia tapi itu terlihat tenang, meski tampan ada wajah aura seramnya, sayangnya hatinya tidak dapat berdalih untuk mengatakan ' Pria tampan. '
" Apa ada sesuatu di wajahku?. " tanya Azel pada gadis di sampingnya, menyadari akan tatapan yang dilancarkan oleh Dania.
" Tidak. " jawab Eldania, bibirnya menyunggingkan senyuman masam.
[ Kenapa aku merasa tidak asing dengan orang ini?. ] sambil melihat ke arah lain, dia mencoba berpikir.
Mungkin dengan begitu, dia bisa mengingat, siapa Azel ini...
Pria ini lantas tiba-tiba mengusap tengkuknya sembari tersenyum miring.
" Aku tahu aku tampan, tapi meski begitu jarang sekali ada yang akan berani mendekatiku. " lalu menoleh ke sampingnya, dia harus melirik ke bawah karena dia lebih tinggi dari gadis ini.
[ Kenapa dia berbicara kalau maksudnya aku berani mendekatimu?, padahal dia sendiri yang menghampiriku. Dan....karena alasan aku tidak tahu apapun tempat ini, kaki aku jadi terus melangkah mengikutinya. ]
" Apa kamu manusia yang datang dari negara timur?. " tanya Azel, mencoba menebak.
" Iya. " jawabnya dengan singkat. [ Dia berkata kalau dia adalah ib- ] Langsung menoleh ke arah Azel dan berkata. " Iblis?. "
[ Perempuan ini, apa dia benar-benar tidak mengingatnya?. ] batin Azel. Tapi dia segera menjawabnya. " Aku memang iblis. Sesuai dengan tujuan Academy Klenon ini, manusia dan Iblis harus bisa hidup berdampingan. Ini impian ku beberapa ribu tahun yang lalu. " jelas Azel.
__ADS_1
[ Jadi orang ini bereinkarnasi dengan membawa ingatan masa lalu nya?. ]
Tidak heran jika dirinya beranggapan seperti itu karena sama-sama mengalami hal yang serupa, namun perbedaannya jika benar Azel adalah jiwa hasil dari reinkarnasi, maka Azel hanya melewati waktu saja. Lain jika dirinya yang melewati dimensi lain