
"A-apa yang sedang aku lakukan?!" Nathan dengan wajah paniknya itu berbicara sendiri sembari melihat ke arah satu tangannya yang terus mencekik leher kakaknya dengan begitu kencangnya.
Bahkan Ethan yang sedang dalam kondisi dicekik, tidak bisa lagi meronta selain menahan rasa sakitnya sendiri.
"Tidak! Aku tidak bisa melepaskan tanganku!" Ucap Nathan, memberitahukan bahwa sekarang dia ingin melepaskan cengkramannya dari leher kakaknya, tapi tidak sesuai dengan kehendaknya sendiri, tubuhnya terus semakin mengeratkan cekikan di leher Ethan.
"Ugh! K-kau?!"
"Aku ingin melepaskan cengkraman tanganku! Tapi tubuhku tidak mau merespon! Aku seperti sedang dikendalikan! Ethan!" Wajah Nathan kini sudah pucat pasi melihat keadaan kakaknya yang sudah mulai melemah karena kehabisan nafas.
Sedangkan Ethan, dia melirik ke arah atas kepala Nathan yang terlihat di tumbuhi sebuah bunga berwarna pink. Membuat Ethan tersenyum lemah.
Karena disini ada kejadian lucu, di mana di atas kepalanya ternyata bisa ditumbuhi oleh sebuah tanaman.
Tapi sayangnya saat ini, Ethan harus kembali sadar!
Sekarang bukan waktunya untuk menertawakan adiknya yang sedang panik itu.
Ethan yang mulai kehabisan nafas, mulai mengernyitkan matanya sambil berpikir. [Makhluk itu ya?]
GRRTTT..........
Tangannya semakin mencengkram leher kakaknya dan Nathan yang sudah mulai gila sendiri gara-gara tubuhnya tidak bisa merespon keinginannya yang ingin melepaskan cengkraman tangannya dari leher Ethan, langsung berteriak keras.
"Ethan! Jangan diam saja! Aku tidak tahu kenapa! Tapi lawanlah aku! Aku tidak mau melihat kau mati hanya karena aku mencekik lehermu!" Pinta Nathan dengan galak.
Ethan yang memang tidak punya pilihan lain, daripada melihat wajah anak di depannya itu semakin membuat ekspresi bersalah, mau tak mau dia harus melepaskan dirinya dari cengkramannya Nathan.
Tapi Ethan tiba-tiba menyunggingkan senyuman getir. Dia merasakan bahwa ada sesuatu di atas kepalanya yang mulai tumbuh.
Apa itu?
"Ini juga bukan keinginanku, tapi kita berdua sedang dikendalikan." Ucap Ethan melalui telepatinya.
"................!" Nathan yang kemudian menyadari keanehan tersebut, dimana tubuhnya memang tidak bisa merespon keinginannya, apalagi setelah melihat ada satu bunga di atas kepala kakaknya, maka dia sudah tahu apa yang harus dilakukannya.
Yaitu?
"Potonglah bunga di kepalaku!" Sama-sama berbicara melewati pikirannya, dua saudara kembar ini memiliki pemikiran yang sama yaitu saling memotong bunga di atas kepalanya.
Namun tidak ada cara ekstrim lainnya selain saling memotong dengan cara bertarung.
Karena ketidak inginannya, justru menjadi keinginan tubuh mereka, untuk bergerak dan saling bertarung satu sama lain.
____________
__ADS_1
"Kya..! Kya..! Kya..! Kya..!" Suara tawa yang cukup menggelikan berangsur-angsur menghilang selepas menemukan gadis yang dia lihat, sedang berdiri di tengah sebuah lingkaran sihir di temani dua iblis lainnya yang berada di tengah lingkaran sihir ke dua.
[Malah ada yang datang mengganggu.] Batin Eldania.
Sesaat setelah melihat satu makhluk hijau aneh, seperti seorang wanita namun tubuhnya terbuat dari rangkaian tumbuhan, di mana tepat di atas kepalanya, ada satu bunga yang mekar menghadap ke atas, seolah makhluk ini sedang memakai topi.
Makhluk ini termasuk ke dalam golongan monster. Pemilik dari kekuatan yang bisa membuat siapapun yang terkena kekuatannya itu, bisa dikendalikan sesuka hatinya.
Dan nama makhluk ini adalah....
'Flowvecon.'
Setelah bisa tertawa puas disertai ekspresi bahagia dari Flowvecon, makhluk ini kemudian sedikit mengangkat kedua tangannya, dan secara perlahan kilauan dari kelap-kelip kecil seperti kunang-kunang, bertebaran di sekitarnya.
Membuat Eldania segera mendapatkan satu pemandangan yang cukup cantik sekaligus memanjakan kedua matanya, di saat hutan menjadi tempat gelap yang biasanya dipenuhi hal mistis dan rasa seram.
Kini jadi lebih terang berkat ulah makhluk itu.
Hanya saja tamu yang tak diundang datang, dengan kata lain pemandangan ini adalah kehadiran lain yang cukup berbahaya.
[Ngomong-ngomong cahaya bahaya apa ini?] Eldania hanya mengkhawatirkan yang satu itu, karena cukup mencurigakan.
WUSHH.....
WUSHH......
Cantik sekaligus mengerikan.
"Kalian, akan.....menjadi budak ku." Ucap Flowvecon secara tiba-tiba.
"Siapa yang menjadi budak siapa?" Tanyanya, sebab terlihat makhluk ini bisa diajak bicara.
"Kalian.......bertiga. Iblis dan ........manusia. Jika kalian tidak mau........menjadi budak ku, maka seranglah.....apa pun yang ada......di depan kalian. Tanpa......memandang siapa.....yang kalian....lawan." Ucap makhluk ini, dan mulai memerintahkan para cahaya mungil itu, mengerubungi gadis manusia yang ada di hadapannya.
Menyebabkan Eldania langsung memasang wajah dinginnya.
Ada satu koneksi yang langsung tersambung di antara sel-sel otaknya. Eldania akhirnya menemukan apa yang seharusnya dia temukan.
Penyebab dari segala bencana saat berlayar di tengah laut, penyebab dari hilangnya puluhan kapal sekaligus kasus yang membuatnya mendapatkan tubuhnya ternodai oleh cairan hitam lengket dari sebuah gurita raksasa sebesar kapal, yaitu Devil Fish. Penyebab gurita itu menjadi agresif dan menyerang apa pun yang melintasi lautan, semua itu adalah karena makhluk ini.
'Flowvecon.'
[Tapi kenapa dia bisa datang ke sini? Kenapa datang secara tiba-tiba? Ini sangat mengganggu pekerjaanku.] Sambil melirik ke belakang, sebuah kubah yang terlindungi oleh kabut putih dimana dua orang iblis bersaudara itu sedang berada di dalamnya. [Prosesnya belum selesai, tapi dia-] Eldania melihat lagi ke depan.
Dan berbagai macam pikiran yang tidak mungkin ada habisnya, Eldania yang kemudian dikerubungi oleh cahaya mungil ini langsung mengibaskan pedangnya dengan penuh semangat walau hasilnya sia-sia.
__ADS_1
"Kya..kya..kya...kau tidak akan lolos dari pengaruh benih bunga cintaku, gadis kecil."
Mendengar hal tersebut, membuat Eldania justru menatapnya dengan wajah jijik sambil bergidik ngeri.
"Siapa yang kau sebut gadis kecil?!" Sahutnya dengan kalimat penuh dengan penekanan, sorotan matanya yang dipenuhi api membara karena merasa tidak terima dengan kalimat yang dipakai oleh makhluk ini. [ Bagaimana bisa dia menggunakan kalimat erotis dari mulut menjijikannya itu?! Dan ucapanmu tadi ditunjukkan untukku?!]
"Heh." Dan Flowvecon justru hanya menyunggingkan senyuman rasa tertarik.
Membuat Eldania segera bergerak cepat ke arah makhluk itu dan menggerakkan ayunan pedang pertamanya.
KLAKK..........
Tiba-tiba langsung ditahan oleh ratusan cahaya hijau ini, yang awalnya terlihat seperti kunang-kunang, kini sudah bersatu dan membentuk sebuah pedang, yang berhasil membuat serangannya di tahan, sebelum ujung pedangnya Dania merobek mulut Flowvecon yang menjijikan itu.
"Tidak bisa, .......kau tidak akan.....bisa membunuhku. Bahkan untuk menyentuhku .......jangan berharap. Karena-" Flowvecon yang sengaja menggantungkan kalimatnya, perlahan membuat senyuman penuh kemenangan, saat ada satu cahaya hijau mendarat di atas kepala gadis itu. "Kau akan......segera menuruti keinginanku."
Keinginan untuk mengendalikan gadis ini.
TUK........
PSSHH........
Sebuah ledakan kecil, membuat asap hijau mengganggu penglihatannya.
"............!. " Eldania yang mendapatkan kejutan seperti itu, langsung menarik pedangnya dan melompat mundur. Sampai akhirnya, satu tunas muncul di atas kepalanya.
[Ayo......kau akan menjadi pengikutku, bahkan jika kau punya keinginan mencabut bunga itu dari kepalamu, maka....tanganmu tidak akan merespon.] Flowvecon yang melihat tanda-tanda tumbuhnya bunga diatas kepala dari gadis ini langsung berekspresi senang, karena keinginannya sebentar lagi terwujud. [Karena, akulah yang mengendalikan tubuhmu. Maka aku bisa berbuat...sesukaku kepadamu.]
[Kelihatannya aku memang gadis kecil yang baru berusia 18 tahun, tapi sayangnya umur mentalku adalah 23 tahun. Kau mau mengendalikanku? Aku sudah pernah dikendalikan oleh seseorang, jadi jangan mengharapkan hal itu terjadi lagi padaku!] Pikir Eldania.
Ketika satu tanaman tumbuh di atas kepalanya dan bunga kuncup itu mulai menunjukkan akan mekar, wajah serius dan kilatan mata penuh ambisi yang di perlihatkan oleh Eldania, langsung berefek pada bunga tersebut.
Bunga yang harusnya mekar, justru berubah menjadi layu dan akhirnya....
WUSHH.............
Tumbuhan itu berubah menjadi debu dan langsung menghilang begitu saja dari target yang seharusnya bisa Flowvecon kendalikan!
[Apa?!] Flowvecon tidak percaya ini, bahwa ada seseorang yang tidak berhasil dikendalikan. Sekalipun dia kembali mencobanya dua sampai tiga kali, hasilnya tetap lah sama. "Apa yang ....terjadi!" Marah Flowvecon.
Eldania justru tersenyum sinis, seolah berhasil membalikkan situasi dengan kemenangan telak. "Kau sangat menginginkanku kan? Akan aku kabulkan!" Dengan wajah bahagia, maka Eldania segera mengabulkan keinginannya Flowvecon, dengan cara lain yaitu langsung melesat pergi tepat ke depan Flowvecon.
[Bahaya!] Flowvecon yang merasakan bahaya, dia sesegera mungkin menggunakan cara lain.
Flowvecon menggerakkan tangan kanannya dari depan ke samping, setelah itu apa yang terjadi sesaat sebelum pedang milik gadis ini datang untuk menebas lehernya, adalah...
__ADS_1
CTANG......
[Kalian?!] Detik hati Dania, di saat pedangnya hampir menebas leher dari Flowvecon, pedangnya justru langsung terhalang oleh dua pedang yang datang secara tiba-tiba.