
Untuk yang pertama, pelan-pelan Eldania mencoba mengambil Bloodstone itu dari kepala iblis ini.
" Oh...! " saat mengambilnya dan kulitnya bersentuhan dengan rambut itu, tiba-tiba rasa minatnya muncul.
Ide kembali bermunculan, sampai-sampai...
KRUYUK.....
Suara perut itu datang dengan begitu saja tanpa perintah dan aba-aba.
Tapi itu bukan berasal dari perut miliknya, melainkan orang ini!.
"................" Eldania cekikikan saat mengetahui fakta kecil bahwa suara perut yang keroncongan sudah menjadi alarm untuk minta diisi bukan dari milik nya, melainkan dari Iblis ini. [ Aku harus segera mencari jalan keluar. ]
Mengalihkan pikiran busuknya itu, Eldania menoleh ke kanan dan ke kiri.
Cahaya dari Bloodstone yang sedang dipegangnya, dijadikan senternya.
Dan mengarahkannya ke depan.
" Aku hanya mendapatkan kepuasan dan kelaparan. " menggerutu pelan, mengingat dirinya juga belum makan meski puas dengan hasilnya, sebab rasa penasarannya sudah menghilang karena terjawab sudah.
Namun di saat tidak tahu harus bagaimana caranya bisa keluar dari tempat itu, tiba-tiba lantai yang dia pijak jadi bergetar. Panik, ketika hendak menyeret tubuh manusia iblis ini untuk menghindari retakan yang mulai muncul di lantai, lantai tersebut segera terbuka.
" ARRHHHH.........."
Dan teriakan itu membawanya jatuh ke dalam lubang yang lebih dalam lagi, apa lagi dengan kegelapan. Tapi karena di tangannya ada batu bercahaya, baginya tidak terlalu masalah.
Di saat terjun ke bawah, apa yang ada di bawah, dia harus bersiap.......
Tapi apa yang harus dipersiapkan saat telinganya mendengar suara deras air?!.
BYUURRR..........
"..............!. "
Bullpup.......Bullpup.......Bullpup......
Sekarang yang harus Eldania pertahankan adalah batu Bloodstone ini.
Tapi di satu sisi, seseorang akan tenggelam jika tidak diselamatkan.
[ Berguna juga, aku latihan berenang untuk membiasakan tubuh ini dengan cara mati-matian waktu itu. ] Saat di kedalaman, tangan kanannya berusaha menggapai tangan itu.
Tangan dari Iblis yang terlihat tidak berdaya itu.
GREP......
Selesai di tangkap, kedua kakinya berusaha untuk di gerakkan, mendorong tubuhnya agar naik ke atas dan berhasil.
" Phuahh...hah...hah...." Eldania langsung mengatur nafasnya setelah berhasil kembali mendapatkan udara setelah menahan nafasnya selama beberapa waktu. [ Padahal tadi aku tidak merasakan keberadaan sungai bawah tanah. Apa karena mereka sudah menghilang, jadi pengaruhnya ikut menghilang?. ] Pengaruh yang menyelimuti bangunan tersebut, sehingga Eldania benar-benar tidak bisa mendeteksi keberadaan dari adanya sungai bawah tanah.
Setelah masa paniknya karena harus berenang di saat malam seperti ini, sesuatu di depan sana yang dikira adalah cahaya ...yaitu cahaya kebebasan, karena terlihat itu adalah langit malam berbintang. Rupanya....itu juga termasuk kejutan, yaitu air terjun yang akan membawa kebebasan untuknya!.
ZRASSHHH........
ZRASSHHH...........
ZRASSHHH........
BYURR.........
|
|
|
|
|
|
Kembali terjun dengan mudahnya.
Tubuh Eldania dan satu orang Iblis itu pun terbawa ke tepi sungai yang kian mengalir pelan.
***********
KLATAK...........KLATAK............KLATAK............ ( Suara api unggun yang berkobar. )
" Ahh!. A-air..nya, t-ternya...ta....cu..kup di-ngin...se-perti es. " ucapnya dengan rahang yang gemetar.
Karena tidak tertanam sihir di dalam seragam yang dipakainya, mau tak mau, Eldania harus membuat api unggun untuk sementara waktu.
Selagi dirinya mencoba mengeringkan baju dan tubuhnya dengan sihir yang dikuasai.
|
|
|
__ADS_1
" Sudah......" mencoba merapikan pakaiannya yang sudah kering karena sihir yang baru saja dia gunakan pada dirinya sendiri. Eldania kemudian melirik ke samping, melihat seorang Iblis Yang sedang bersandar ke pohon dan masih saja belum terlihat tanda-tanda akan bangun. [ Apa aku tinggal saja?. ] tatapnya.
Namun hatinya berkata lain, dan kalimatnya...
' Bawa dia '
" ......................." Eldania memejamkan matanya beberapa saat, lalu menghela nafas dengan kasar. " Aku adalah orang yang berbaik hati, jadi beri aku imbalan yang pantas ok?. " mulutnya bergumam pelan sambil berjalan mendekatinya.
Saat melihat wajahnya lebih dekat, barulah Eldania mengerti.
" Dia.....Nathan saudara dari Ethan. " gumam Eldania setelah melihat wajah dari Iblis yang sudah dia selamatkan ternyata mempunyai rupa wajah yang sama dengan saudaranya yang bernama Ethan. [ Kira-kira apa yang bisa membedakan orang ini dengan kembarannya?. ]
Tangannya mencoba menepis sedikit poni yang menghalangi kelopak matanya Nathan yang ternyata memiliki bulu mata begitu panjang dan lentik itu.
" Bagaimana jika kau menjadi modelku. " gerutunya lagi.
*********
TAP...............
TAP.............
TAP............
TAP............
Langit lagi-lagi sudah kembali malam.
Di bawah lampu remang, dia berjalan dengan santai melewati jalaann kota yang sepi.
Pandangan matanya awalnya samar-samar.
Merasakan langkah kaki pelan itu, kepalanya langsung berpikir. [ Aku merasa tidak sedang jalan dengan kakiku sendiri. ]
Sebuah pikiran pertama kali yang muncul.
[ Lembut. ] Pikiran kedua, saat kulit pipinya ternyata menyentuh kulit lain yang halus, tapi juga terasa dingin.
Di pikiran ketiganya, kedua tangannya seakan menggantung di sesuatu yang terasa kecil. Tapi anehnya, dadanya terasa....
[ Hangat. ]
Kakinya tidak merasakan lelah, tapi semua perasaan itu sangatlah nyata.
[ Ini?. ] ketika pelupuk matanya melihat dadanya sedikit bergelombang?. [ Ehmm...apa ini?. Apa aku bermimpi sedang memeluk seseorang dari belakang?. ] pikir laki-laki ini.
Kehangatan yang baru pertama kali dia dapatkan, membuatnya tidak ingin melepaskannya begitu saja.
Kedua tangannya pun semakin dia eratkan, agar orang yang sudah memberinya perasaan hangat untuk pertama kalinya itu, tidak boleh pergi.
[ Meskipun ini mimpi...] memejamkan matanya lagi. [ Aku tidak ingin melupakan perasaan ini sedikit pun, jadi jangan menghilang dulu. ] setelah berpikir demikian, dia langsung menghela nafas pelan. " Hahh........."
" ................!. " merasakan adanya sesuatu yang menghembus kulitnya Eldania sedikit menjeling ke belakang. [ Dia sepertinya sudah mulai sadar. Tapi.....ini geli. ] telinganya sebenarnya sudah memerah, karena sensasi geli saat nafas yang dia dapatkan menerpa lehernya begitu saja. [ Tapi.....apa dia mau mencekik leherku?!. ]
Merasakan lehernya terasa tercekik, tidak kekurangan akal, tangan kanannya langsung mencubit orang yang sedang di gendong di belakang punggungnya ini.
Sebuah rasa sakit di pantatnya, seketika langsung menyadarkan dirinya.
" HAH....!. " Matanya membulat dengan sempurna, menampilkan pemandangan yang sebenarnya. Yaitu wajahnya ternyata sedang bersandar ke bahu milik seseorang yang tubuhnya lebih kecil dari dirinya.
BRUKHH.....
" Ahw...."
Eldania yang sudah malas menahan berat badan ketika orang yang digendongnya bergerak, Eldania segera melepaskannya begitu saja dan membuat satu iblis ini terjatuh ke tanah.
" Apa yang kamu lakukan?!. "
" Hmmm...?. " Eldania akhirnya memutar tubuhnya ke belakang. " Memangnya apa yang aku lakukan?. " bertanya balik kepada orang yang barusan dia jatuhkan dari gendongannya.
" Kamu........" mulutnya kehabisan kata-kata ketika melihat seorang gadis yang sedang berdiri di bawah sinar lampu taman sedang memandang ke arahnya dengan sorotan mata merendahkan.
Dia tidak mengabaikan soal tatapan yang diberikan oleh perempuan itu, karena matanya terfokus pada lampu yang kini dapat dia lihat dengan jelas.
[ Lampu...?. ] Mendongak ke atas, Nathan baru sadar, bahwa dirinya, [ Aku sudah tidak di dalam ruangan itu lagi?. Lalu perempuan ini.....]
Kilatan ingatan tentang beberapa perasaan tadi segera bermunculan, rupanya....
Tidak suka menunggu jawaban terlalu lama, Eldania beranjak pergi sambil berkata. “ Dari sini. Jalanlah sendiri. “
TAP.........
TAP........
TAP........
[ Dia yang barusan menggendongku?!. ] Tidak banyak waktu untuk terkejut tentang hal tersebut, Iblis ini dalam sebuah kebingungan karena, " Bagaimana aku bisa keluar dari ruangan itu?. " setelah berkata seperti itu, indera penciumannya pun akhirnya bereaksi [ Aku.....mencium aroma, dia adalah manusia. ] pikirnya.
Nathan buru-buru berdiri dan berusaha mengekori gadis itu dari belakang.
" Ahhh..........." Sedangkan Eldania berhenti untuk beberapa saat. Dia mencoba untuk meregangkan otot-otot tubuhnya yang sangat lelah itu setelah berkelana seharian dan menggendong seorang Iblis remaja yang kelewat cukup menguras tenaga karena cukup berat. Apa lagi di tambah perutnya saat ini sudah mengaum minta makan. " Apa ada restoran yang masih buka?. " Eldania celingukan. [ Aku belum hafal jalanan kota ini. ]
Melihat gadis itu kebingungan, Nathan bergegas menghampirinya. " Apa kamu yang mengeluarkanku dari tempat itu?. "
__ADS_1
WUSHHH~
Angin malam yang datang menyapa mereka berdua segera menyadarkan mereka berdua dari kejadian mengerikan yang sudah berlalu itu.
Eldania memutar tubuhnya ke belakang, dan sedikit mendongak ke atas. " Aku hanya ikut terkena hukuman, dan saat hukuman berlangsung tiba-tiba lantai di sana amblas, lalu membawa kita masuk ke sungai bawah tanah. "
" Kau kira aku bisa di bohongi?. "
[ Jadi itu mata iblis?. ] melihat mata laki-laki ini memancarkan cahaya biru merah yang terang, dan menampilkan retina yang terlihat seperti mata dari hewan reptil. " Itu bukan suatu kebohongan, hanya jujur disertai beberapa alasan lain. " ucap Eldania lagi. Tatapan matanya masih tertuju pada mata Nathan yang masih berwarna sama.
"...................." matanya kembali normal.
" Sudahlah, apa untungnya dibahas. Aku mau pulang istirahat. " pungkas Eldania, lalu berbalik memunggungi iblis ini. Dia tidak mau berada dalam kondisi saling bercerita, karena waktu sudah mulai larut.
Maka dari itu dengan percaya dirinya, Eldania melangkah kakinya ke depan dan mengambil jalan ke arah kanan.
" Tapi….Asrama, arahnya ke kiri. " Nathan memperingatkan Eldania dengan ekspresi wajah datarnya.
".................!. " langkah berhenti dan langsung berbalik arah. Tapi tetap pada pendiriannya, Eldania tetap mendahului langkah kaki iblis itu.
[ Kenapa tiba-tiba rasanya pandanganku semakin kabur?. ] masih mengekori gadis itu dari belakang, tapi entah kenapa Nathan merasakan matanya terasa berat hanya untuk sekedar terbuka saja.
[ Ahh....., kenapa aku salah jalan. Kapan-kapan aku harus berkeliling kota!. ] malu jika kejadian barusan terulang, mau tidak mau Eldania harus berkeliling kota setidaknya sekali, agar dia langsung hafal rute dari kota Dilshade ini.
BRUUKKK..........
Sampai segala pemikirannya itu segera dia tarik kembali setelah mendengar suara terjatuh.
" ………………?. “ Eldania menoleh ke belakang sambil membatin [ Jangan bilang.......] " Dia tumbang lagi~. " tapi semua tebakannya benar-benar terjadi. Sekarang Eldania melihat Nathan sudah ambruk. [ Aneh. Iblis kenapa lemah?!. Atau karena efek tubuhnya sedang drop gara-gara disekap hampir dua hari ini?. ]
Tidak tega meninggalkan makhluk yang saudaranya saja terlihat membenci saudaranya sendiri ini, Eldania kembali membawa orang ini di belakang punggungnya.
[ Walaupun kau seorang Iblis, ternyata aku bisa kasihan juga. ] Pikir Eldania setelah pada akhirnya kembali membawa seorang Iblis, di punggungnya. Dia sengaja melakukannya karena merasa kasihan.
_____________
" Hahhh........" Eldania menghela nafas lega. [ Sampai juga. ] Langkahnya terhenti tepat di depan sebuah gerbang dari bangunan besar nan tinggi, yang merupakan gedung asrama khusus laki-laki.
" Siapa?. " Tanya penjaga gerbang asrama, melihat ada yang sedang berdiri di depan gerbang dengan membawa seseorang di punggungnya.
Petugas penjaga gerbang ini pun berjalan mendekat keluar dari tempat persembunyiannya.
" Eldania. Aku mengantarkan seseorang yang aku temukan. " Eldania menjawab apa adanya.
Di balik kegelapan, seseorang pun muncul dengan seragam berwarna serba hitam. " Siapa yang sedang anda gendong ?. " Tanya penjaga dari gerbang asrama laki-laki kepada Eldania.
" Tidak tahu. " jawabnya dengan singkat. Berpura-pura tidak kenal, karena kenyataannya hanya tahu berdasarkan tebakannya sendiri.
Dan sang penjaga ini kemudian berjalan mendekat untuk melihat seseorang yang dibawa oleh Eldania.
" Nathan. " panggilnya, saat tahu siapa wajah anak laki-laki yang tenggelam ke bahu perempuan yang menggendongnya.
Akhirnya dia tahu, siapa bocah laki-laki yang terlihat lemah tak berdaya ini.
Itu adalah Nathan yang selama beberapa hari ini menghilang.
" Anda kuat juga, bisa membawanya sampai ke sini. Terima kasih sudah membawanya kembali. " Membantu Eldania, bergantian menggendong Nathan agar bisa dibawa masuk.
" Ya. " Untuk beberapa saat, dia masih berdiri di depan gerbang.
Dia mencoba memastikan keadaan sampai akhirnya melihat dua orang itu sudah masuk ke dalam kawasan asrama. Eldania segera berbalik pergi ke arah bangunan seberang, sebab itulah asrama khusus untuk perempuan.
__________
Di asrama laki-laki.
DRAP.......DRAP.........DRAP.........
Dengan seragam hitam yang sama, pria ini berlari ke arah teman kerjanya yang tiba-tiba menggendong seorang anak laki-laki di belakang punggungnya.
" Siapa yang sedang kau gendong?. "
" Nathan, dia yang hilang dari kemarin siang. Siapkan ruangannya. " ujar laki-laki awal 40 tahunan ini kepada rekan kerjanya.
" Baik.." buru-buru pergi ke ruang kesehatan.
Mereka akan memberikan sebuah pertolongan kepada Nathan, yang sudah tersebar bahwa keberadaannya menghilang sejak kemarin siang.
Dan ajaibnya, seseorang membawanya kembali.
Apa lagi yang membawanya kembali adalah seseorang dari kalangan manusia.
" Apa yang terjadi dengannya?. "
Melirik ke arah anak bernama Nathan yang terlihat lemah dan tidak sadarkan diri.
" Aku juga tidak tahu. Selain lemah karena efek, entah benda suci apa yang dia sentuh, dia terlihat depresi. Tubuhnya lemah, karena tidak mendapatkan asupan makanan beberapa hari ini dengan benar. " jelasnya.
Kedua tangannya sibuk memeriksa tiap bagian tubuh Nathan, dari raut wajah, mata, nadi.., semuanya diperiksa dan menemukan kesimpulan seperti itu.
Apa lagi setelah merasakan adanya jejak benda suci yang tertinggal di area kepala Nathan.
[ Apa yang sudah anak ini lewati?. ] mulai merentangkan kedua tangannya keatas tubuh Nathan dan sebuah asap hitam keluar dari kedua tangannya, lalu menyerap ke tubuh Nathan.
__ADS_1
Itu adalah cara efektif, layaknya kekuatan suci yang menyembuhkan segala penyakit yang diderita oleh manusia, ini hanyalah kebalikannya saja. Sihir hitam yang berkaitan dengan iblis, menjadi bahan penyembuh untuk luka dan segala penyakit yang diderita oleh bangsa iblis.
Itulah cara kerja dari kekuatan yang dimiliki oleh Iblis.