
Ornamen terukir indah di langit-langit bangunan Academy. Berbagai hiasan seperti lukisan juga ada.
Lukisan dalam berbagai warna itu menandakan kalau semua cerita sejarah di zaman mitologi ditulis dan dijelaskan di Academy untuk memberitahu mereka kalau sejarah mereka selama raja iblis, roh, siluman, manusia, dan dewa pernah berseteru.
Cerita ini mengisahkan _______
' Di zaman mitologi.
Dewa-Dewi, manusia, siluman bisa dikalahkan oleh raja iblis karena ke angkuhannya bisa memiliki kekuatan melebihi mereka.
Namun disisi lain, Dewa-Dewi yang saat itu juga memiliki masalah mereka sendiri, masa itu salah satu dewa memutuskan untuk berpisah dengan mereka dan turun ke bumi.
Alasannya salah satu dewa itu berpisah, karena Dewa-Dewi lainnya hanya memikirkan bagaimana caranya untuk menambah kekuatan demi mengalahkan sang raja iblis daripada memecahkan masalah dengan bernegosiasi dengan sang raja iblis.
Namun apa yang mereka dapat hanyalah kesia-siaan.
Dewa-Dewi dibunuh oleh sang raja iblis. Setelah membunuh Dewa-Dewi, raja iblis pun kembali berperang dengan manusia.
Peperangan tiada akhir membuat 4 ras itu saling membunuh satu sama lain untuk memperebutkan kemenangan?.
Ratusan tahun pun hanya ada peperangan.
Seperti hukum alam, yang kuatlah yang dapat memenangkan peperangan itu.
Sampai di satu waktu, akhirnya sang raja iblis merasa bosan tentang perang yang berlangsung ratusan tahun itu. '
_________
Di Istana raja Iblis.
Seorang iblis yang mempunyai status tertinggi.
Dia adalah Azazel.
Raja Iblis Azazel adalah iblis yang menjadi pelaku atas segala tragedi di muka bumi ini ribuan tahun yang lalu.
Dan jika ada raja iblis, maka sudah pasti ada seorang manusia yang dijuluki pahlawan.
Lalu ketika pahlawan dan Raja iblis biasanya terus bertarung untuk mendapatkan kemenangan, maka sekarang kedua makhluk itu saling bertemu untuk membahas kisah yang ingin di ukir untuk masa depan bumi ini.
“ Berdamai katamu?. Setelah apa yang kau lakukan, kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu?. Raja Iblis, Azazel. “ ucap pria berambut pirang cerah ini kepada raja Iblis Azazel.
Laki-laki berambut hitam yang dijuluki Raja Iblis Azazel yang sedang duduk di kursi singgasana nya segera menjawab. " Kalau begitu aku tanya balik. Bukannya kau sendiri ingin mendapatkan kedamaian untuk manusia?. “
“ B-benar. “
“ Lalu apa masalahnya jika aku tiba-tiba menawarkan perdamaian padamu?. Aku mengerti soal aku yang sudah banyak membunuh manusia, tapi bukannya kau juga punya peran yang sama?, sudah berapa banyak yang kau membunuh kaumku Luchiel?.
Meskipun aku dan semua iblis di dunia ini hancur sepenuhnya, bukan berarti manusia kesayanganmu itu akan menemukan kedamaian selamanya.
Manusia pasti akan terus mencari musuh lagi, lagi, lagi, dan lagi…. Karena pada dasarnya manusia itu adalah makhluk yang serakah. " sambung Azazel.
Dan seseorang yang dipanggil Luchiel oleh Azazel jadi sedikit terkejut mendengar pernyataan Azazel yang bisa berpikir sedemikian rupa.
Luchiel tahu, bahwa meskipun Iblis berhasil dikalahkan dan mencapai kedamaian. Tapi kedamaian yang Luchiel inginkan, dia sudah tahu akan berakhir singkat saja.
Manusia saat ini memang bersatu demi tujuan mereka yang sama. Yaitu membunuh semua iblis termasuk raja iblis sendiri untuk mencapai kemenangan.
Tapi apa yang akan terjadi setelah kemenangan?.
Suatu saat, mereka akan mencari hal baru untuk meneruskan rasa bangga dari kemenangan mereka.
Ada satu waktu, dimana manusia akan merasakan dimana harga diri mereka yang tinggi sebagai keturunan orang yang menjadi pahlawan perang, untuk merendahkan manusia lainnya.
Mengangkat jasa sejarah masa lalu nenek moyang mereka, bahwa yang lemah harus menghormati yang kuat.
Dan keberadaan benua, membuat manusia menginginkan kemenangan lainnya agar mengangkat derajat mereka lebih tinggi, dan mencapai kejayaan untuk menguasai manusia lainnya.
Dan akhirnya, sama-sama menginginkan kekuasaan untuk mempengaruhi dunia.
" Pahlawan Luchiel. Apa kau sudah mengerti apa yang aku ucapkan tadi?.
Manusia……., mereka akan terus bertikai satu sama lain meskipun tidak ada iblis. " ucap Azazel sambil menyeringai pada pahlawan Luchiel. “ Aku sudah mencoba menawarkan perdamaian padamu. Jika kau menolak, jadi….apa maksud dari perdamaian yang kau inginkan sebenarnya?. “
Luchiel kemudian menjawab. “ Manusia itu memang lemah. Tapi aku ingin percaya pada manusia. Aku ingin mempercayai kebaikan manusia. Dan bisa membawa mereka untuk bisa merasakan perdamaian. Walau untuk sesaat….setidaknya aku ingin mereka merasakan dari pencapaian itu. “
Azazel pun mengerti, bahwa tujuan pahlawan Luchiel kali ini berasal dari perasaan pribadi yang ingin percaya kepada manusia. Kalau semua usaha mereka….untuk mendapatkan perdamaian bisa tercapai. Itulah keberadaan dari Pahlawan Luchiel.
“ Ah…..ya, kalian memang lemah dariku, tapi apa kau pikir hanya kau saja yang punya keinginan untuk mempercayai sesuatu?. “
“ Apa maksudmu?!. “ tanya Luchiel.
“ Aku hanya mencoba ingin mempercayai kebaikan yang sering dibawakan manusia pada manusia lain apalagi para Dewa-Dewi yang terus memihak kalian.
Bukannya kau tadi mengatakan kebaikan dari manusia, apa kau pikir tidak ada iblis yang baik?.
Luchiel, kau adalah pahlawan yang mewakili manusia dengan segelintir kekuatan dari dewa, setidaknya percaya padaku sekali saja. " tutur Azazel sambil tersenyum tipis.
" Maksudmu, kau benar-benar ingin mengorbankan nyawamu demi perdamaian?. “
“ Aku tidak akan hancur sepenuhnya. Jika bereinkarnasi mungkin terjadi 5000 tahun lagi. " jelas Azazel kepada Luchiel.
Luchiel menundukkan kepalanya, dia berpikir apakah kata-kata dari raja Iblis Azazel ini dapat dipercaya?.
" Luchiel, aku sudah lelah dengan peperangan ini. Dan kau, sebagai seorang pahlawan apa kau ingin melihat tragedi yang membosankan ini terus menerus?. " sambung Azel sekali lagi.
Memikirkan perkataan raja iblis sejenak, hingga ia pun menjawab, "............, baiklah, aku mengerti. Aku akan percaya padamu. " Ucap Luchiel. Akhirnya menerima tawaran dari Raja Iblis Azazel.
" Terima kasih. "
Hingga pada akhirnya, Raja iblis yang juga memimpikan suatu kedamaian, akan terwujud juga kali ini.
__ADS_1
Kehidupan damai yang belum pernah dirasakannya, maka dari itu ia mengorbankan nyawanya untuk memberikan kedamaian pada mereka semua dan mencoba beristirahat sejenak dari perang tiada akhir itu.
Sang raja iblis pun meminta satu-satunya pahlawan itu untuk membunuhnya.
Salah satu cara membunuh raja Iblis adalah dengan menusuk jantungnya sekaligus akar muasalnya.
Dan seorang pahlawan, dia memiliki pedang sucinya sendiri. Itu terjadi karena salah satu dewa yang masih hidup dan berpisah dengan dewa dewi lainnya sempat memberikan berkah dan memasukkan kekuatan ke dalam sebuah pedang suci.
Barulah, pedang berkekuatan dewa tersebut adalah berkah yang teraliri kekuatan suci yang dapat membunuh raja iblis sampai mati.
________________
Kembali ke cerita.
[ Itulah kisahku sebenarnya. ] pikir Azazel yang dipanggil Azel merupakan reinkarnasi raja iblis 5000 tahun yang lalu.
Kedamaian sudah menyebar di lapisan masyarakat di dunia, namun seringkali peperangan masih saja berlangsung, salah satunya manusia.
Meskipun ada juga perang yang disebabkan para monster namun peperangan yang sering terjadi diantara manusia adalah yang tertinggi.
" Inti dari kehidupan lalu hingga sekarang adalah, selagi kalian hidup, perseteruan kalian tidak akan pernah berakhir. Hasrat di dalam diri kalian lah percikan yang menimbulkan dendam dan berakhir dengan perang. " Dari situ Azel akhirnya menceritakan kisahnya.
" Jadi kamu raja iblis?. " Tanya Eldania kepada Azel.
" Kamu benar-benar tidak mengingatku?. " Tanya balik Azel kepada Eldania.
" Aku hanya belum percaya saja, perasaan dua bulan yang lalu, tinggimu segini. " memberikan petunjuk dengan tangan sebatas perutnya. " Tapi sekarang, kau sudah melebihi tinggiku. " ujar Eldania, masih mempertahankan posisinya untuk melihat keindahan danau di depannya itu sambil berjalan santai.
Danau yang letaknya cukup jauh di belakang Academy itu menjadi titik dimana mereka berdua sedang berjalan bersama.
" Tentu saja karena aku raja iblis, aku melampaui segala ketidakwajaran itu. " kata Azel.
" Hm....ok. Jadi.....jika sekarang aku meminta bantuanmu, untuk menyembuhkan sakit kepalaku, apa kau mau?. "
" Baiklah. " jawab Azel, kemudian Azel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkan telapak tangannya tepat di atas kepalanya Eldania.
Rasa hangatnya sangat nyaman, membuat Eldania lebih rileks dari pada sebelumnya. " Ternyata kamu memang iblis yang baik. "
[ Aneh juga.....aku ini iblis, menyembuhkan sakit manusia....apa dia tidak ada masalah dengan itu?. ] Pikir Azel, sekaligus menjawab ucapannya Eldania tadi. " Tapi aku tidak sepenuhnya baik. " Sela Azel tatkala sudah menyelesaikan permintaaan gadis tersebut untuk menghilangkan rasa sakit kepala.
" Aku juga. "
" Jadi kau sekarang benar-benar percaya aku raja iblis?. " tanya Azel, ia memastikan apa pendapat manusia di sebelahnya ketika sudah menceritakan kisah 5000 tahun yang lalu kepadanya.
Kebanyakan adalah mereka tidak akan percaya dengan ucapannya.
" Jika aku percaya memangnya kenapa?. Aku manusia yang meladeni orang baik dengan baik-baik, dan sebaliknya. Tapi terima kasih untuk yang tadi. " langkahnya seketika terhenti.
" Kenapa berterima kasih?. "
" Meski kau kuat, dan aku bisa mati kapan saja di tanganmu, justru kau mau berteman manusia sepertiku. Cukup aneh, tapi aku menyukai hubungan ini. Berteman…..dengan seorang Iblis. “ jelas Eldania.
" Berteman dengan iblis, ini memang pertama kalinya. Tapi jika berteman dengan sesama manusia, itu bisa aku hitung dengan jari tanganku. " Eldania pun menatap kedua tangannya sendiri sembari mengulum senyum simpul.
" Eldania, aku punya pertanyaan untukmu. Apa kau mau menceritakannya?, tentangmu. Alasanmu mengapa kau menganggap kau hanya punya teman yang dapat dihitung dengan jari. " pinta Azel.
" Kau ingin tahu?. " sedikit mendongak ke atas, menatap mata hitam milik Azel.
" Kamu tidak mau membicarakannya?. "
Eldania menggeleng kepalanya sambil menjawab. " Karena kau adalah temanku, juga setelah kamu menceritakan kisahmu, maka aku bersedia untuk bercerita. "
Akhirnya Eldania bersedia bercerita kepada Azel.
Meskipun awalnya segan untuk bercerita, namun karena Azel justru iblis kuat namun baik dan naluri mengatakan kalau dia adalah seseorang yang dapat dipercaya, maka ia pun menceritakannya sebagai balasan cerita masa lalu Azel.
Sebuah ingatan masa lalu, digali lagi demi bisa menceritakan kisahnya sendiri kepada satu iblis ini.
" Bagiku dulu 'teman' adalah hal yang tabu.
Di dunia ini kata teman hanya diartikan sebagai sosok yang bisa mendukung seseorang di saat baik itu senang, susah, entah itu kaya dan miskin, jika teman sejati maka hubungan itu akan berlangsung, lama.
Tapi untukku, teman itu lebih tepatnya saling menguntungkan satu sama lain namun disisi lain yang sebenarnya adalah saling memanfaatkan. "
" Kau menganggap teman seperti hubungan kontrak. Tidak bisa percaya satu sama lain, karena pernah dikhianati dan berkhianat?. " tebak Azel setelah mendengarnya beberapa saat.
Eldania menundukkan kepalanya. Di permukaan air, terpantul wajahnya sendiri. Eldania merasa sudah merasa cukup familiar dengan wajahnya yang rupanya sedikit mirip seperti wanita di dalam mimpinya.
" Ya. Lagi pula, dari awal aku tidak begitu terlalu percaya dengan kata teman, karena ujung-ujungnya teman hanyalah kalimat yang diucapkan lewat mulut dengan begitu mudahnya.
Tanpa mengerti arti teman yang sebenarnya itu seperti apa. "
Eldania pernah mengalami hal dimana dirinya memang diartikan sebagai teman oleh mereka, teman sekelas ketika ada di dunia sebelumnya. Namun apa yang terjadi, kata 'teman' yang dimaksudkan adalah menjadi budak mereka.
Perintah sana dan perintah sini. Dan sekalipun sudah banyak melakukan banyak hal setelah menuruti perintahnya, ketika di belakang, mereka dengan mudah membicarakan keburukan dari orang lain.
Dan salah satu keburukan yang dijadikan topik pembicaraan teman sekelasnya dulu adalah dia sendiri, Eldania.
Azel melihat tatapan dari gadis ini berubah menjadi kosong, dimana sorotan matanya seolah terjatuh dalam kegelapan.
Dan itu adalah tatapan ' Kebencian '
Seperti kebencian yang belum terbalaskan.
Azel berpikir, itu dikarenakan, gadis ini sudah mati terlebih dahulu sebelum membalaskan dendam itu, tapi nyatanya bukan. Itu adalah rasa benci yang belum terpuaskan.
Eldania mengerjapkan matanya beberapa kali, untuk menyadarkan pikirannya. Sehingga, kini yang dilihat oleh Azel adalah ekspresi polos dari seorang gadis biasa.
" Namun meski aku sudah mati, aku malah bereinkarnasi ke dunia ini. Padahal sebenarnya aku sudah lelah hidup, tapi ternyata takdir selalu berkata lain. " Eldania kali ini mengulum senyum kecewa, kecewa harus mengalami hidup lagi.
__ADS_1
Benar……..awalnya tepat di kematiannya, dia sudah menyerah untuk hidup. Karena dia merasa, kalau itu adalah kutukan dari semua yang sudah dia perbuat selama hidupnya.
" Lalu setelah datang kesini, awalnya aku ingin hidup dengan damai, tapi nyatanya disini juga harus berjuang keras jika ingin hidup.
Karena sihir, kematian di dunia ini 90% lebih besar. Aku jadi tidak bisa menolak untuk menjadi belajar bela diri lagi serta sihir demi melindungi diriku dari kemungkinan adanya ancaman. "
" Kau sudah berjuang keras. "
" Jangan memujiku. " Eldania sedikit kikuk dengan Azel, namun Azel hanya bersikap biasa saja.
" Aku jarang memuji manusia loh. " Jawab Azel tanpa ragu sedikitpun.
“.................... “ Eldania diam, dia tidak tahu harus berkata apalagi kepada iblis ini.
" Jadi, itulah alasanmu sekarang berada disini?. " tanya Azel.
Di sini, tempat berkumpulnya kaum iblis, sekaligus satu-satunya tempat tujuan mereka yang menginginkan sebuah pencapaian, untuk mendapatkan julukan murid terbaik di Academy Klenon.
Karena, yang menjadi murid terbaik dari Academy ini, akan membuat anak tersebut mendapatkan salah satu penghargaan terbaik. Dimana, dia akan menjadi seseorang yang akan di akui oleh kaum iblis dan manusia di benua sebagai kesatria terbaik di dunia.
Tapi tujuan dari Eldania sendiri berbeda.
Dia hanya ingin mengambil kesempatan itu untuk kesenangan dirinya sendiri. Dengan kata lain, Eldania tidak begitu berambisi untuk mendapatkan pencapaian itu sendiri.
" Ada asrama, makanan, bisa sekolah, aku tidak akan membiarkan kesempatan ini lewat. Pengetahuan itu lebih penting. "
" Hmm....Benar-benar menggunakan kesempatan dengan baik. " mengangguk setuju, dirinya pun sama seperti Eldania. Kesempatan yang datang satu kali maka tidak akan pernah ia lewatkan sedetikpun.
" Jadi, kata teman itu hanya kalimat yang bisa menghilang kapan saja ketika sudah pernah dikhianati, aku tidak bisa mengatakan siapa dia karena sudah tidak berarti.
Menggunakan seseorang untuk dimanfaatkan, saling memanfaatkan, jadi selama ini aku pun menggunakan cara itu pada kalian. " Kata Eldania lagi.
Eldania menunduk kebawah sambil memikirkan bagaimana hidupnya jika hanya cuma mempercayai 'teman' sebagai penopang kesehariannya di dunia yang kejam penuh dengan tipu muslihat?.
Eldania pasti akan selalu menjadi salah satu orang terbodoh yang pernah ada, di balik hati seseorang ada satu hal yang tersimpan atau terpendam dengan dalam namun jarang yang pernah mengungkapkannya secara langsung, yaitu 'Iri'.
[ 'Iri' menjadi salah satu percikan sebuah kebencian dan berakhir menimbulkan pengkhianatan. ] Azel lumayan terpegun dengan sikap manusia ini, menjalani hidupnya hanya bermodalkan tekad dan selalu berpikir untuk memanfaatkan dan dimanfaatkan agar bisa menjalani takdir.
" Aku hanya ingin membuat kenangan dan bertahan selama yang aku bisa, karena aku bukanlah jiwa dari dunia ini, aku.........mungkin saja bisa menghilang kapan pun.
Tidak ada orang yang pernah menganggapku dan menganggapnya menjadi teman sungguhan, aku berpikir begitu.
Tapi...ketika di sini, ada sedikit perubahan, selain kebebasan, hal lainnya adalah kau mau menjadi temanku secara sukarela, kamu juga memiliki orang tua yang hangat untuk menyayangimu, aku bisa jadi sedikit merasakannya berkatmu. " Ceritanya dan ungkapan hatinya begitu panjang, sampai tidak berani melihat Azel yang masih mendengarnya dengan begitu seksama.
Tapi Eldania akhirnya berbalik dan berani menatap lawan bicaranya. Azel memiliki tinggi yang lumayan, jadi ia harus sedikit mendongak ke atas.
" Dalam hidup kedua ini, ternyata aku bisa menemukan teman dari seorang Iblis untuk pertama kalinya. Terima kasih. " sambungnya lagi, Eldania tidak tahu sekarang sedang membuat ekspresi seperti apa.
Tapi luapan hatinya untuk berterima kasih benar-benar tulus meski tidak menyangka bahwa pria di depannya itu Iblis yang baik meski dia adalah Iblis dengan kekuatan tinggi, namun mau berbaur dengan seorang manusia beda ras seperti dirinya.
" Hah.." Azel tercekat, matanya sedikit terbelalak kaget. Hanya menjadikannya sebagai teman, sudah berhasil membuatnya sedemikian senang seperti itu dan mengucapkan terima kasih. Dan karena bisa menerima sedikit perhatian dari orang tua, dia cukup mensyukurinya?!.
[ Walau aku tidak tahu cinta, tapi teman juga tidak masalah. ] batinnya. Dan seketika kalimatnya terpotong, " Aku ti- "
GREPP.....
Azel tatkala masih menyimpan rasa terkejutnya, dia langsung mengulurkan tangan kirinya untuk meraih pinggang gadis tersebut dan langsung mendekapnya dengan erat, lalu tangan kanannya mendorong bagian belakang kepala Dania, dimana itu membuat wajahnya langsung terbenam di bahu kekarnya.
[ .....................!, Kenapa dia-... ] Dania juga sedikit terkejut dengan tindakan Azel yang tiba-tiba memeluknya.
Azel memejamkan kedua matanya dan berkata. " Bodoh. Dasar bodoh. " ucap Azel dengan nada seperti hati yang tersayat, di sela-sela pelukannya.
[ Mensyukuri bisa berteman dengan iblis seperti ku, dan merasa senang meski hanya mendapatkan sedikit kasih sayang dari orang tua milik orang lain?.
Aku sangat mengerti perasaanmu yang kesepian itu. Kau hanya memperlihatkan ketegaran jika berhadapan orang lain, meski kenyataannya hatimu tidak sehangat senyum manismu karena kesepianmu itu, sekalipun kau berada di tempat banyak orang. ]
" Azel. " panggil Eldania, tak disangka Iblis ini memeluknya karena cerita biasa itu.
Setelah beberapa waktu, Azel melepaskan pelukannya. " Kamu bisa ke rumahku kapan saja. Mereka bisa menggantikan rasa kesepianmu. Ingat kan?. Malam itu aku sudah mengatakan ini kepadamu. “
" Memangnya boleh?. " Tawaran aneh mendatanginya, baru pertama kali tapi cukup mengejutkan dirinya.
Sebagai iblis, Azel merasa percaya diri dengan apa yang diucapkannya. Selagi memberikan senyuman sombongnya ia menjawab. " Meskipun waktu itu jawabanmu tamak, tetap saja suatu saat pasti kamu memerlukannya. Lagipula aku yang mengizinkan kamu secara langsung. Kapanpun kamu datang, mereka akan menyambutmu Eldania. " Ujar Azel. “
Eldania awalnya terpegun dengan semua ucapannya, tapi dia segera menyadarkan dirinya sendiri dari lamunannya sesaat tadi.
Lamunan kalau Iblis di depannya itu benar-benar mampu menghasutnya dengan kebaikannya.
[ Dia juga sama bahayanya. ] Batin Eldania. [ Meskipun ucapannya seperti itu, itu sama saja seperti hasutan untukku. ] Eldania merasa benar-benar tidak boleh lengah begitu saja.
Karena semua kalimat yang keluar dari mulut, entah itu dari iblis maupun manusia, semuanya memiliki persamaan.
Yaitu ucapan untuk saling menghasut, entah seperti sudut pandang orang itu seperti apa, semuanya tetap sama.
Melepas semua keheningan dari suasana itu, Azel kembali angkat bicara. " Soal reinkarnasi. Apa kau tahu, dalam mantra sihir kebangkitan milikku ada arti filosofi yang menarik. " Azel mulai memancing keingintahuan gadis itu.
" Apa itu?. " Eldania jadi tertarik ingin mendengarnya cerita milik Azel mengenai sihir.
Dan Azel kemudian tersenyum cerah.
" Apakah seseorang yang bangkit dari kematian akan sama seperti sebelumnya?. Ataukah seseorang dengan kepribadian, ingatan dan tubuh yang sama namun menjadi orang lain. " Azel tersenyum puas.
Filosofi yang Azel percaya namun belum pernah terwujud pembuktiannya, sekarang ada di depan mata hAzel
' Manusia reinkarnasi dari dunia lain. '
" Meski bukan aku yang membangkitkanmu, tapi filosofi itu benar-benar ada, buktinya adalah kamu. Eldania. " tutur Azel.
Eldania hanya diam membisu, dia merasakan bahwa Azel adalah iblis yang mampu melakukan banyak hal.
__ADS_1
Banyak hal, sampai kadang kala Eldania berpikir……..
[ Seberapa mampu iblis ini untuk melakukan semua hal yang diinginkan nya?. ]