Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
30 : Eldania


__ADS_3

[ Durandal….., jadi itulah nama dari makhluk itu? Dia adalah makhluk yang dipanggil sebagai ibu karena mampu mengendalikan semua monster disini.


Makhluk paling misterius di Helion karena tidak ada yang mampu yang mendeteksi keberadaannya dan tidak ada seorangpun yang pernah melihat sosoknya. Tapi disini…. orang yang mampu mengetahui namanya, dan berhasil melenyapkan makhluk sebesar itu justru adalah ….. Nona Eld. 


Dia punya skill bertarung yang cukup bagus, tapi karena peran nona Eld yang paling menonjol adalah sebagai koki yang khusus hanya memasak makanan untuk Yang Mulia Duke, mereka semua pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku lihat tadi. 


Tapi apa alasannya dia bertindak sampai sejauh itu?] Evan pun terus di buat untuk berpikir bahwa tindakan yang dilakukan oleh gadis yang dipanggil Eld itu terlalu jauh sampai bertaruh dengan nyawanya sendiri. 


Tapi jelas apa yang Evan lihat bahwa gadis yang dia lihat itu justru seperti orang yang tidak memiliki pikiran untuk takut.


[ Tapi ini aneh, makhluk itu justru marah dan terlihat takut dengan tatapan matanya? Memangnya tatapan seperti apa yang dia berikan pada Durandal?, bukannya dia hanya perempuan yang memiliki mata merah saja? ] pikir Evan sekali lagi, dia tidak memiliki pikiran yang buruk mengenai warna mata yang dimiliki oleh Eldania.


Tapi Evan jujur saja penasaran dengan perkataan Durandal yang dia dengar, Evan mendengar dengan jelas teriakan wanita bertubuh separuh ular itu sedang meneriaki rasa kesal sekaligus amarah besar terhadap Eldania, hanya karena matanya?


Evan tidak bisa menemukan jawaban tentang itu, karena dari awal Evan terus menaruh firasat bahwa gadis itu memang cukup misterius dari berbagai sisi.


Bertindak seenaknya, meskipun semua tindakannya berakhir dengan penyelesaian yang cukup berarti bagi mereka. Karena bagaimanapun berkat kemampuannya, ancaman mereka akan terhadap para monster kini sudah berkurang.


[ Padahal tidak ada yang menyuruhnya, tapi dia berhasil melenyapkannya. ] Tutur Evan di dalam hatinya. [ Apa …..karena uang dia jadi bertindak melampaui nyali prajurit bayaran biasa?. Karena jika mendapatkan pencapaian yang tinggi, maka akan menghasilkan bayaran yang setimpal. Pasti itulah yang dia mau!] Akhirnya Evan pun menemukan jawabannya, dia mempunyai dugaan yang begitu kuat mengenai alasan kenapa gadis yang dia bawa itu sampai mau bertindak melebihi ekspektasi nya, adalah karena uang, 


Dia mengerti tentang dimana manusia cenderung mempunyai keinginan untuk memperoleh sesuatu yang lebih tinggi, seperti memperoleh penghargaan yang sesuai dengan pencapaian yang sudah dilakukannya. 


Dan itu tercermin juga pada diri Eldania.


“ Hyahh…!“ Teriak Evan, dia kini sedang mengendalikan kuda yang sedang di naikinya. 


Ketiga kuda itu pun berlari berurutan secara serentak, mengekori pemimpin dimana penunggang manusia berada di depan mereka.


Evan sedikit menjeling kebelakang, sekarang dia benar-benar diikuti oleh tiga ekor kuda yang sama. [ Aku kira kuda itu sudah benar-benar kabur, tapi dia kembali dan malah membawa rekannya. Benar-benar….keberadaannya membuatku melihat kejadian yang tidak pernah aku lihat. ] 


Dia pun sekarang dalam posisi untuk kembali ke dinding pertahanan Helion, setelah beberapa saat lalu dia secara sengaja menyusul gadis itu. Niat awalnya, dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh perempuan itu dan jika dalam keadaan bahaya, Evan akan segera menolongnya. 


Namun seperti yang terjadi dan apa yang sudah dia lihat, Evan merasa keberadaanya tidaklah terlalu berarti. 


____________


Di sisi lain. 

__ADS_1


“ Kalau begitu kita tunggu. Kira-kira apakah ucapanmu itu bisa dipegang atau tidak. Jika kudaku tidak kunjung kembali, kau harus membayar uang ganti rugi atau kau bisa menjadi bawahanku selamanya. Tapi jika sebaliknya, aku akan menambah upahmu sebanyak empat kali lipat karena kau mengambil dua pekerjaan sekaligus membuatku merasakan rasa makanan yang belum aku pernah aku rasakan. “ ucap Duke Avrel dengan percaya diri yang tinggi.


Duke Avrel membuat kesepakatan dengan Eldania dan membuat taruhan sekaligus kesepakatan. Jika dia tidak mendapatkan kudanya kembali, maka dia akan membuat perempuan yang ada di depannya itu membayar ganti rugi sebesar empat kali lipat, namun jika sebaliknya, maka dia akan memberi gadis itu upah sebanyak empat kali lipat dari jumlah upah yang tertera di dalam surat kontrak yang sudah dibuat.


Dan batas waktu dari taruhan itu adalah sampai matahari terbenam.


[ Ngomong-ngomong dia terlihat seperti dia . ] Lirik Duke Avrel saat melihat wajah gadis itu dari samping. [ Jika bukan karena warna rambutnya, dia memang terlihat mirip sepertinya, tapi mana mungkin. ] Duke Avrel memejamkan matanya sekejap, dia mencoba mengingat seseorang yang pernah ditemui sewaktu kecil dulu. [ Aku masih terlalu muda saat itu, tapi aku memang samar-samar melihat wajahnya dari samping. Laki-laki lebih tua dua atau tiga tahun dariku, dia adalah anak yang menolongku saat aku hampir dimakan oleh monster. ]


Duke Avrel secara tidak sengaja jadi mengenang kembali masa kecilnya. Sebuah tempat dimana dia secara tidak sengaja masuk kedalam lubang jebakan yang ada di tengah hutan, sejarah terburuk selama dia menjalani kehidupannya.


Ketika itu dia masih berumur enam tahun. Dia masuk kedalam hutan untuk berburu, namun siapa yang akan menyangka kalau dia justru terkena perangkap milik seseorang yang membuatnya secara tidak sengaja masuk kedalam lubang yang cukup dalam, dan membuat salah satu kakinya cedera.


Tidak hanya mendapat kemalangan itu saja, karena di waktu yang sama beberapa monster dengan bentuk serigala berdatangan. 


Di saat kondisi antara mati dimakan oleh monster serigala apalagi tepat di bawah awan gelap disertai rintik hujan, membuat suasana pun semakin mencekam, sampai-sampai dia lupa bagaimana caranya berteriak minta tolong karena terkejutnya. 


Tetapi, keajaiban apa yang dia dapat di kondisi genting seperti itu adalah, [ Seorang anak laki-laki membantai lima ekor monster serigala sendirian. Dengan tubuh kecil seperti itu, dia berhasil mengalahkannya sampai tubuhnya sendiri kotor dengan darah. Aku hanya melihat separuh wajahnya secara sekilas karena anak itu langsung pergi setelah membuang mayat monster itu kedalam lubang yang membuatku terjebak. Caranya menolongku sungguh mengejutkan. ] 


TIba-tiba Duke Avrel tersenyum sendiri. Dia ditolong oleh anak misterius itu dengan cara yang cukup mengejutkan, yaitu menggunakan tumpukan mayat monster yang dibuang ke dalam lubang untuk membuatnya bisa naik sendiri ke permukaan.


Di waktu yang sama, dimana Eldania terheran sendiri karena orang disampingnya itu suka sekali tiba-tiba tersenyum tipis. 


DRAP….DRAP…..DRAP………


Dengan dipimpin oleh ksatria Evan, tiga ekor kuda yang berada di belakangnya dengan begitu menurut terus mengikutinya.


“.....................” Duke Avrel turut bingung. 


Tidak hanya dia saja, tapi orang-orang yang ada sana turut membuat ekspresi terkejut mereka.


“ Bagaimana ksatria Evan bisa membawa tiga ekor kuda di belakangnya?“ 


“ Dia bukannya saat berangkat hanya menunggangi kuda coklat saja? Kenapa sekarang dia membawa tiga kuda hitam? “


“ Dari manda Sir Evan menemukan semua kuda itu? “


Semua orang pun bertanya-tanya kenapa dan bagaimana?

__ADS_1


Sesaat setelah berada di jarak lima meter dari tempat dimana Duke Avrel dan Eldania berdiri, kuda tersebut ikut melambatkan langkah kakinya sesuai dengan apa yang diinstruksikan kuda di depannya. 


“ Dari mana kau mendapatkan mereka semua? “ Duke Avrel pun bertanya kepada Ksatria Evan yang baru saja turun dari kudanya. 


“...................” Evan meliriknya sesaat dan menjawab apa adanya. “ Saya menemukannya di tengah hutan. Sebenarnya ini seperti mereka yang menemukan saya, karena mereka  langsung mengikuti saya saat dalam perjalanan kembali. “ jelas Evan.


Sedangkan Eldania sedang memberikan tatapan menyelidik. Dia menatap kuda itu satu persatu tanpa ada yang terlewatkan. [ Aku pikir dia hanya punya satu adik?] Eldania berjalan mendekat pada salah satu kuda yang bernama Riz kemudian menepuk kepalanya dengan perasaan gemas.


PUK….PUK….PUK……..


[ Mantap sekali, aku suka menepuk kepalanya. ] sambil menikmati menepuk dahi kuda ini Dania langsung bertanya. “ Aku pikir kau tidak akan kembali. “ ucapnya, pada kuda yang sedang dia berikan tepukan gemas tepat di dahinya. 


“ Jika aku tidak kembali, itu akan membuat masalah untukmu. Lalu mereka berdua memutuskan untuk ikut denganku tinggal  disini, karena disini adalah tempat teraman untuk pertumbuhan mereka tanpa mengkhawatirkan musuh yang kapanpun bisa memangsa kami. “ jawab Riz, sebagai penyandang hewan berkaki empat.


Itulah penjelasan dari Riz, sebagai kuda paling berharga di tempat itu karena merupakan kuda yang biasa digunakan untuk berperang karena memiliki stamina tangguh diantara jenis kuda lainnya.


[ Baiklah, kau sungguh kuda yang sangat pengertian denganku. ] dengan senyuman seperti orang gila karena begitu menyukai bisa menepuk kepala kuda itu. “ Jadi dengan begini, aku yang memenangkan taruhannya kan?. “ tanya Dania, menyinggung soal taruhan yang dia lakukan dengan Duke Avrel.


[ Sulit dipercaya…...dia terlihat lebih mengenal kuda itu, seolah dia bisa berkomunikasi dengan kuda. ] Sesaat Duke Avrel berpikir sejenak. Tapi dia segera menjawab pertanyaannya, untuk meminimalisir gadis itu tahu bahwa dia sedang mempunyai kecurigaan besar terhadapnya. “ Selamat, aku akui kalau ucapanmu bukan sekedar omong kosong belaka nona Eld, sesuai dengan janjiku aku akan menepati janjiku. “ kata Duke Avrel.


Namun disini ada satu orang yang tidak tahu taruhan apa yang sudah dibuat antara tuannya dengan nona Eld.


“ Taruhan? “ Evan langsung menatap serius wajah Duke Avrel. “ Apa yang anda pertaruhkan? “ tanya Evan bingung karena belum tahu apa-apa tentang apa yang barusan di ucapkan oleh majikannya itu.


“ Taruhan jika kudaku tidak kembali, dia akan membayar ganti rugi sebesar empat kali lipat atau membayarnya dengan tubuhnya. Lalu karena dia yang menang, maka aku akan memberinya upah yang sepadan, yaitu dengan tubuhku. “ ucap Duke Avrel yang lantas membuat semua orang mendapatkan salah paham yang cukup besar.


“ Apa?!“ Sela Dania dan Evan dengan sedikit berteriak secara bersamaan karena kalimat tidak terduga yang terlontar dari mulut Duke Avrel.


Evan sejenak melirik kearah Eldania lagi, bahkan semua orang pun sama-sama menatapnya. Sedangkan Eldania langsung menyela kegaduhan batin dan pikiran mereka. “ Kesepakatannya kan, aku akan dibayar uang sebanyak empat kali lipat! “ kata Eldania dengan tegas. Dia sangat yakin dengan pendengarannya, jadi dia segera memberikan penjelasan yang jelas.


“ He~....., tapi aku tidak pernah mengatakan itu uang atau tubuhku kan?“ sambil memberikan senyuman ramah tapi penuh maut. “ Aku bisa memberikanmu rasa puas sampai empat kali lipat, itulah maksud dari ucapanku beberapa waktu yang lalu. Apa yang seperti itu saja kau tidak bisa mengerti? Aku pikir kau adalah gadis yang pintar, tapi aku ternyata memang salah menilaimu, nona Eld. “


“ ………………” 


“ Yang mulia, sebaiknya anda perhatikan ucapan anda barusan. “ Evan langsung menegurnya dengan wajah seriusnya.


“ Aku sudah memperhatikan ucapanku. Kau sendiri yang tidak paham, ya kan? “ Duke Avrel memberikan tatapan langsung ke arah gadis itu, karena dia sudah merasa bahwa lawan bicaranya kini sudah mulai mengerti sepenuhnya apa maksud dari ucapannya tadi. 

__ADS_1


“ Baiklah…….” Eldania secara tiba-tiba mengiyakan tawaran yang diberikan Duke Avrel karena dia sudah paham.


“.............! “ Sedangkan Evan tercengang dengan jawaban yang terucap oleh nona Eld, karena sungguh menerima taruhan yang cukup membuat orang lain berpikir jauh ke arah lain. 


__ADS_2