
Tiga hari berlalu.
SYUHH………..
Dua burung terbang saling berdampingan. Dan salah satu di antara kedua burung itu mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar, sehingga mampu membawa salah satu orang di atas tubuhnya.
Lalu kemana tujuan dari mereka bertiga?.
Tujuannya hanya satu.
Yaitu adalah pergi ke pulau dimana pulau tersebut adalah tempat tinggal dari bangsa iblis. Tempat dimana Academy Klenon berada.
Pulau yang dijuluki sebagai pulau kabut atau pulau Manisphure. Dimana tidak sembarang orang yang bisa masuk ke pulau tersebut.
“ Kenapa disini banyak kabut?. “ gumam Eldania. Dia masih belum tahu bahwa perjalanannya ternyata harus menyusuri lautan dan melewati kabut pula.
“ Setelah melewati kabut, anda akan melihat pulau Manisphure. Di pintu masuk, anda harus memperlihatkan undangan anda. Itulah syarat utama anda agar bisa masuk. “ ucap burung hantu ini, memberi tahu kalau syarat masuk ke dalam pulau tersebut, maka harus memperlihatkan surat izin dan diantaranya adalah undangan milik Eldania.
“ Berarti setelah masuk, apakah itu artinya sudah sampai di kota Dilshade?. “
“ Tidak. Dengan kecepatan seperti ini, memerlukan waktu seperempat hari agar sampai di tujuan. “
[ Dengan kata lain, malam ini harus bermalam diluar. ] Tujuan dimana ingin tinggal di hotel pun Dania urungkan sampai akhir perjalanan, dia tidak dapat menikmati kesempatan itu. [ Tidak masalah...karena setidaknya ada yang membuatku tetap hangat sekalipun tidak ada kasur empuk lagi. ] pikir Dania dalam hati.
Sosok yang membuatnya dalam penjagaan terus menerus, adalah Everst. Malahan...Eldania merasa asal ada burung ini, maka mau dimanapun ia berada itu tidak akan menjadi masalah. Karena sekarang dirinya merasa tidak sendirian lagi.
Eldania melirik ke arah kanan dan kiri secara bergantian. Terlihat dua sayap berbulu coklat yang dibentangkan dengan lebar menerjang angin secara terus menerus. Eldania lalu sedikit memiringkan kepalanya ke kanan, untuk melihat wajah serius Everst yang terlihat….
__ADS_1
“................!. “ Jantungnya berdegup kencang. [ Matanya yang tajam, wajahnya yang serius, dan paruhnya yang begitu terlihat kuat dan cantik….. ] Matanya seketika berbinar dan jantungnya terasa lebih berdegup lebih cepat, karena hatinya mengatakan [ Keren!. ]
Eldania memejamkan matanya dengan erat sambil menggeleng-geleng kepala tidak tahan.
“ Ahhh~......!. “
Tiba-tiba suara ******* itu sukses membuat Everst dan si burung hantu melirik perempuan yang terlihat sedang dalam kondisi gila.
“ Everst!....., aku menyukaimu!. “ teriak Eldania dengan lantang dan langsung merebahkan tubuhnya ke belakang. Walaupun benar keadaan di sekitarnya memanglah berkabut, tapi nyatanya penglihatannya masih dapat melihat dengan jelas sosok yang sedang Eldania naiki itu. “ Ahh….Everst...kenapa aku baru sadar kalau kau itu menawan, keren, gagah….dan nyatanya memang kuat. Kenapa burung sepertimu tahu kalau aku menyukai hewan bersayap sepertimu?. Kenapa?. “ puji Eldania pada Everst.
Sekarang meski dalam kondisi sedang terbang dengan menaiki punggung Everst, tapi Eldania justru berbaring dan meringkuk di atas punggung Everst.
Tidak terlihat adanya takut jatuh ke laut. Tapi justru terlihat seperti orang yang sedang mengungkapkan perasaannya dengan penuh semangat.
“............. Apa?. “ Everst seketika bereaksi, saat bulu yang menyelimuti bagian punggungnya sedang di mainkan oleh perempuan yang sedang dalam kondisi terlihat seperti tidak waras.
“ Bulumu juga bagus. “ Eldania kembali memuji Everst. Bulu yang sedang dia sentuh dia mainkan dan di putar-putar. “ Wangimu juga unik. “ Lalu Eldania mengambil nafas sedalam-dalamnya di dekat bulu yang sedang dia mainkan dan dia hembuskan dengan perlahan.
Karena Eldania sekarang justru sedang menenggelamkan wajahnya ke dalam helaian bulu coklat yang besar itu sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya dengan niatan mengusap-usap tubuh besar Everst itu semampu yang Eldania bisa.
“ Ahhh….Everst, aku sungguh menyukaimu. Apa karena kau itu burung elang, makannya terlihat tampan?. Seandainya kau itu manusia, kau pasti punya wajah yang tidak kalah rupawan dengan laki-laki di dunia ini kan?. “ Eldania terus meracau, sampai dimana gadis ini malah mulai menggigit-gigit kulit punggung Everst.
[ Kenapa dia jadi tidak waras, sampai berani menggigit kulitku. ] kutuk Everst, merasakan sensasi sakit gara-gara di gigit oleh Eldania. Karena merasakan aneh tiba-tba meracau tidak jelas seperti itu, Everst pun melirik ke arah tuan burung hantu. “ Ada apa dengannya?. “ bisik Everst kepada burung hantu di sebelahnya.
“ Seperti yang anda dengar. Beliau sedang mencurahkan isi hatinya kepada anda. “ Jawabnya. Burung hantu ini pun melirik ke arah perempuan yang sedang terbuai dengan perasaannya sendiri. “ Tidak dapat dipungkiri lagi, beliau benar-benar menyukai anda sepenuh hati. “ tambahnya lagi.
“ Bukan itu bodoh. Kenapa dia bisa meracau sampai seperti itu?. Pasti ada penyebabnya, kan?. “
__ADS_1
“ Bukannya anda seharusnya senang karena dihujani pujian olehnya?. “
“ Aku tidak mengharapkan pujian berlebihan seperti itu. “ Dengan dalih tidak suka, sebenarnya Everst hanya iri.
Everst merasa iri dengan gadis itu yang mengutarakan pujian untuk sosoknya yang sedang dalam keadaan menjadi burung seperti ini, bukan dalam wujud aslinya.
“ Penyebabnya ada di sekitar kita. “ Akhirnya burung ini menjawab rasa penasaran dari penyebab Eldania meracau seperti itu. “ Kabut pengungkap isi hati. Anda bisa menyebutnya seperti itu. Karena dengan begini, maka para penjaga akan dengan mudah menilai layak atau tidak seorang manusia masuk ke wilayah ini. “
Hal itu digunakan sebagai peminimalisir manusia atau iblis membuat kekacauan. Karena hubungan di antara dua ras ini masih sangatlah rentan.
[ Kabut pengungkap isi hati. Siapapun yang melewati kabut ini akan kena pengaruhnya. Tapi…..wanita ini, dia memang terkena pengaruh dari kabut ini, tapi siapa yang menyangka aku akan iri pada diriku sendiri karena dia lebih memujiku dengan wujud ini?. ]
Karena luasnya daerah yang di selimuti kabut, maka selama itulah Eldania ada dalam pengaruh kabut tersebut. Dan jika sudah melewati kabut itu, maka pengaruhnya akan selesai.
Namun…..
Mereka yang terpengaruh kabut itu, tidak akan mengingat apa yang diucapkannya bahkan apa yang sudah dilakukannya.
Maka dari itu, Everst pun akan menyimpan momen kejadian itu untuk dirinya seorang, dan tidak akan memberitahu gadis itu peristiwa yang sebenarnya.
[ Aku akan mengingat semua ucapanmu hari ini. Dan sesuai ucapanmu, aku akan menunjukkan wujud asliku. Jadi kita lihat, apakah kau terpesona oleh keberadaanku atau tidak. ] Dan sudut mulut Everst pun terangkat. Senyuman jahat yang diam-diam Everst lakukan menjadi peringatan tersendiri bahwa suatu hari dia akan mengabulkan keinginan perempuan ini.
“ Ahh~...., bulumu kenapa lembut seperti ini?. “ Dengan mata berbinar, Eldania menenung satu helai bulu yang terlihat berdiri. “ Ada bulu yang tidak benar, aku harus…”
Everst yang tahu apa yang akan diperbuat oleh Eldania, langsung angkat bicara. “ Berhenti….!. “
“ Mencabutnya. “ Dan Eldania langsung mencabut sehelai bulu yang merusak pemandangannya karena tidak sesuai dengan yang lainnya.
__ADS_1
KWAAKKK…….
Pada akhirnya suara keras itu langsung menggema ke seluruh penjuru.