
"Kenapa kau terlihat begitu marah? Aku bertanya seperti itu karena aku ingin mencari pendapatmu soal ini, bukan mau di ceramah." Jelas Gilsh sedikit marah karena sudah jelas kalau Aneshka akan berbicara panjang lebar kepadanya.
Dan sekarang, di waktu yang sudah malam seperti ini, ia sama sekali tidak berminat untuk mendengarkan ceramah panjang lebar dari Aneshka.
"M-maafkan saya, Yang mulia. Saya hanya tidak terlalu suka jika anda mengatakan hal seperti itu. Bahkan jika ada orang lain yang mendengarnya, mereka semua juga pasti akan menunjukkan reaksi yang sama seperti dengan saya, Yang mulia." Aneshka yang merasa bersalah karena hendak melontarkan kalimat yang panjang dan lebar kepada majikannya itu pun menunduk hormat sebagai hormat sesalnya.
"Jadi aku tanya bagaimana pendapatmu tentang itu?" Tanya Gilsh balik.
"Saya rasa, kerajaan ini akan terus maju selama anda memberikan pendidikan kepada generasi muda untuk melanjutkan kesuksesan yang sudah anda raih selama ini." Akhirnya Aneshka pun menjawabnya dengan sangat baik, walupun dia berada di bawah tekanan besar yang berasal dari sang Rajah itu sendiri.
__ADS_1
"Jadi begitu ya. Aku memang tidak salah memilihmu untuk jadi asistenku. Ikut aku," Gils pun menyuruh Aneshka untuk pergi mengikutinya, dan Aneshka sendiri diam tanpa bertanya, karena dia sudah tahu posisinya untuk tidak terllau banyak bertanya.
Sesampainya di dalam kamar megah dan luas milik sang Raja, Aneshka terus berjalan mengekori kemanapun pria itu pergi. Sampai dia menghentikan langkah kakinya saat mereka berdua sampai di depan sebuah kolam mandi yang kebetulan satu ruangan dengan kamar besar milik sang Raja.
"Mandikan aku," perintah Gilsh. Manik matanya yang berwarna merah itu terus mengunci keberadaan dari Aneshka agar tidak menghilang dari pandangannya.
"Baik Yang mulia." Aneshka dengan cukup menurut, melakukan kemauan dari majikan si penguasa tanah dari kerajaan Ururika.
Satu persatu perhiasan yang ada di tubuh pria ini Aneshka lepaskan. Dari kalung, anting, ikat kepala, pakaian, hingga celana, dia bantu lepaskan sepenuhnya sampai pria berambut pirang emas ini akhirnya sudah bertubuh polos.
__ADS_1
Tapi Aneshka sama sekali tidak terlihat tersipu atau malu. Kata untuk menggambarkan Aneshka akan menjadi malu karena penampilan sang Raja, itu adalah sebuah kesalahan. Yang ada, Aneshka terlihat biasa-biasa saja saat melihat semua bagian dari sisi depan baik belakang milik pria ini.
Gilsh masuk kedalam kolam, lalu menyutuh Aneshka, "Kau ikut masuk juga. Gosok punggungku dan pijat kepalaku." Perintahnya.
"Baik Yang mulia." Dengan antusias sekali Aneshka masuk ke dalam kolam tersebut. Dengan ukuran bak mandi lima kali tujuh meter, mereka berdua kini berada di tengah-tengah dengan air sudah di taburi bunga oleh pelayan sebelum Gilsh sendiri ingin mandi. "Anda sebaiknya jangan terlalu memaksakan diri, atau roh Gallu akan datang dan membawa anda kembali."
Roh Gallu adalah sosok lain dari dewi Ereshkigal, sebagai dewi kematian, dewi yang di takuti banyak orang karena nafas dari rog Gallu yang di kendalikan oleh dewi Ereshkigal, mampu membawa kematian untuk banyak orang. Bahkan Gilsh sendiri pernah sekali karena lengah, rohnya jadi direbut oleh Roh Gallu.
Dan akibat dari itu, dirinya jadi meninggal. Walaupun ia akhirnya bisa masuk kembali kedalam tubuh, tetapi Aneshka sungguh tidak ingin ada yang ke dua, tiga atau seterusnya. Siapa yang mau mati secara tiba-tiba begitu?
__ADS_1
"Kau sungguh terlalu khawatir sekali, itu tidak mungkin, karena Ereshkigal itu sudah kapok membawaku, jadi tidak mungkin roh ku di rebut kembali."