
Sedangkan di salah satu tenda, dimana Arga dalam kondisi terbaring terlelap. Seakan sedang dalam tidur pulas.
Tepat di alam bawah sadarnya, jiwa Arga yang asli berteriak keras pada jiwa lain di depannya.
" Arghh…..kau!. " Arga berteriak frustasi dengan jiwa satunya lagi yang ada di dalam tubuhnya. Sekarang di depannya ada seorang jiwa lain selain dirinya sendiri.
" Ya…?, aku kenapa?. " Tanya Ernald dengan wajah tidak bersalahnya karena sudah mengambil alih tubuh Arga sesuka hatinya.
Itu adalah jiwa yang membuat Arga yang asli mendapatkan berbagai masalah.
Salah satu masalah paling nahas adalah setelah kena tikam pedang dan tubuhnya di bawa oleh elang dengan ukuran besar.
" Apa kau tidak mengerti?!. Jika bukan karenamu, aku pasti tidak mungkin berada disini.
Keluar dari pekerjaanku yang dulu, pergi ke negara lain sejauh ini dan hari ini kau membuat ekspresi seperti itu dengan tubuhku pada perempuan itu?!. Dan yang terakhir, kau membuat tubuhku berurusan dengan elang raksasa itu.
Aku benar-benar membencimu!. Hidupku tambah susah karenamu, kenapa tidak mati saja sana!. " marah Arga kepada Ernald sekaligus mengutuknya.
Arga merasa frustasi dengan keberadaan Ernald yang ada ditubuhnya.
Di alam bawah sadar, mereka berdua berkomunikasi dan Arga sendiri sedang memarahi Ernald yang sempat-sempatnya mengambil alih tubuhnya saat petang tadi, hingga perbuatan yang dilakukan Ernald membuat tubuhnya di tikam dengan pedang dari seekor burung raksasa.
Itu akan menjadi pengalaman yang tidak pernah dia lupakan seumur hidupnya.
Ernald meresponnya dengan santai. " Yah...mau bagaimana lagi, jika kau menyuruhku mati, yang ada bukannya kau ikut mati juga?. " jawab Ernald sambil mengedikkan bahunya tidak peduli dengan amarah Arga. " Karena aku sudah pernah mati sekali, aku sudah tidak takut mati lagi.
Tapi yang jadi pengecualian bukannya itu kau, Arga?. Kau memang benci denganku, tapi coba kau pikir.
Jika bukan karenaku yang masuk ke dalam tubuhmu, saat ini kau tidak akan ada disini sekarang.
Lebih tepatnya saat tubuhmu keracunan. Akulah yang mengambil alih tubuhmu. Menahan rasa sakit dari racun monster bukanlah hal mudah sambil mempertahankan kesadaran. Melakukan semua pekerjaanmu selagi kau masih tertidur, kau harusnya berterima kasih padaku karena masih bisa hidup sampai sekarang adalah karena berkat semua usahaku. “ Jelas Ernald panjang lebar.
__ADS_1
Arga dengan demikian, tidak bisa berkata apapun sebab Ernald kembali menyela ucapannya.
“ Aku hanya ingin menemui seseorang yang aku suka, apa masalahnya itu?. Bukannya kau yang akan mendapatkan untung juga. Meskipun aku tidak rela karena sekarang kita berbagi tubuh dan kesadaran, juga perasaan. Tapi bagiku yang terpenting adalah aku bisa menemuinya lagi di dunia ini. “ tambahnya lagi.
“............, “ Arga mengacak rambutnya sendiri.
Dia sebenarnya juga benci dengan kenyataan kalau kehidupannya sekarang menjadi kacau gara-gara ada sosok tambahan di dalam tubuhnya. Tapi mau bagaimana lagi jika dua jiwa dalam tubuhnya pada akhirnya akan saling berbagi semua perasaan yang ada pada diri mereka berdua.
Dia tetap harus menerima takdir itu demi bisa hidup terus.
Arga memang masih menunduk, tapi sudut matanya kemudian menjeling Ernlad dengan cukup tajam. sebuah tatapan penuh peringatan. “ Ernald, aku peringatkan satu hal padamu.
Kau mengancamku kalau kau sudah tidak takut mati karena pernah mati sekali. Sedangkan aku orang yang memang masih takut dengan kematian, tapi bukan berarti aku bisa menghindari kematianku.
Tapi aku cukup tahu, kita tetap akan mempunyai perbedaan dalam menghadapi kematian.
Aku tidak ada beban apapun jika aku tiba-tiba mati saat ini, bahkan saat setelah selesai berbicara seperti ini. Tapi berbeda denganmu. “ Lalu Arga mengangkat tangan kanannya dan menunjuk tepat ke wajah Ernald. “ Jika aku mati sekarang, maka yang akan sial itu adalah dirimu. Kau akan mati dengan membawa perasaan cinta yang tidak terbalaskan. “
Takutnya…..
Itu akan menjadi kenyataan.
Itulah mengapa, Ernald seketika menggertakkan giginya sambil mengepalkan tangan kanannya dengan erat. Bogem yang bisa saja langsung dia layangkan ke wajah Arga saat ini juga, tidak bisa di layangkan. Karena ada yang lebih penting dari membuang waktu untuk memberi pelajaran pada jiwa Arga.
“ Ok...kau berhasil membuatku tidak bisa menyangkalnya. Jadi dengan begini, aku sudah mendapatkan kejelasan darimu. “ tiba-tiba Ernald berkata demikian.
“ Ha?. “ Salah satu alisnya terangkat. Arga tidak mengerti apa yang dikatakan Ernald barusan.
Itu adalah kalimat ancaman secara tidak langsung. Karena Ernald dalam keadaan mood yang tidak baik karena ucapan Arga, maka dengan demikian Ernald punya alasan untuk….
__ADS_1
“ Aku akan memberimu pelajaran. Diam disini selama seminggu!. “ kata Ernald dengan ketus lalu langsung meninggalkan Arga begitu saja.
“ Tidak...tung…”
Belum sempat menghabiskan kalimatnya, Ernald seketika menghilang dari pandangannya. Ruangan yang awalnya terang, menjadi gelap total.
Sekarang……
“ Ernald!. “ Teriak Arga dengan suara lantang. Dia akhirnya jatuh dalam keterpurukan, karena ia belum bisa untuk mengendalikan tubuhnya sendiri agar tidak diambil alih terus seperti ini.
Peralihan jiwa untuk menguasai tubuhnya, sepenuhnya masih didominasi oleh Ernald sendiri.
[ Ernald. Sialan kau. Seenaknya mengambil alih tubuhku seperti ini. ] Kedua tangannya mengepal dengan sedemikian eratnya.
_____________
".............. “ Sepasang kelopak mata yang awalnya tertutup, kini terbuka dengan perlahan. Langit-langit tenda dengan cahaya yang cukup remang membawa Ernald untuk bangun dari tidur sesaat tadi.
Ernald celingukan. Tidak begitu banyak orang di dalam tenda karena sebagian besar dari mereka sedang menjalankan sesi makan malam.
“ Hah….Arga. Salah siapa membuatku kesal denganmu. “ gumam Ernald sembari menyibak rambutnya dengan jari-jari tangan kanan nya.
Setelah menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya, dia perlahan memperhatikan tangannya itu dan beralih untuk menatap sepasang kakinya. Tidak…., awalnya dia memang menatap kedua kakinya, tapi dalam pikirannya dia sedang memikirkan tubuh yang sedang dalam kondisi kendalinya.
[ Tubuh fisik orang-orang di dunia ini, jelas sekali sangat berbeda dengan duniaku. ] Ernald mulai membandingkan antara kehidupan orang di dunia Ernald sebelumnya dengan kehidupan orang di dunia ini.
Jika di dunia tempat Ernald tinggal dulu, adalah dunia dimana semua orang lebih dominan untuk bekerja dengan otaknya. Dengan kata lain bekerja di balik meja saja, maka di dunia ini selain menggunakan otak, mental, kekuatan fisik juga dibutuhkan.
Sehingga dalam segi kekuatan tubuh, maka di dunia barunya itu orang-orang cenderung punya fisik yang kuat.
Itulah mengapa Ernald sekarang lebih suka dengan kehidupan barunya. Dia bisa hidup dengan leluasa, karena di dunia barunya 65% adalah alam terbuka hijau. Ernald bisa merasakan sensasi udara yang lebih segar ketimbang dunianya dulu.
__ADS_1
“ Jadi...kira-kira apa pembicaraan selanjutnya dengan dia?. “ Ernald tersenyum penuh harap. Dia tidak sabar menunggu momen dimana akhirnya bisa berbicara dengan seseorang yang disukainya. [ Lalu aku sudah menduganya. Dia tetap menjadi wanita yang keren. Tapi…….. ] Saat mengingat kilas balik saat bersama dengan burung besar itu, ekspresi Ernlad seketika berubah menjadi datar. [ Dia cukup mengganggu. Hanya saja, dilihat dari tampangnya, burung itu sepertinya punya hubungan khusus dengannya. ] pikir Ernald lagi.
Ketika mengingat Everst ternyata ada di pihak gadis itu, Ernald pun merasa punya saingan.