
Eldania…
" Aku tidak merasakan dia menggunakan sihirnya. " tutur seorang gadis berambut perak. Dia duduk diantara penonton kaum iblis, meski begitu gadis ini selalu berwajah santai.
" Itu karena dia menggunakan trik licik nya. " Jawab Azel. " Selain menggunakan pengetahuan medis, dia melakukan trik liciknya. Air suci dapat melemahkan kekuatan iblis untuk sementara waktu, maka dari itu dia melumuri jarum dengan air suci selagi menusuknya ke titik akupunturnya. " Jelas Azel, pengamatannya sangatlah akurat karena dia menggunakan mata iblisnya. " Pertandingan mu tadi juga lumayan. "
" Um....Azel juga, kekuatanmu mengagumkan."
" Ahahaha......., ternyata ada juga yang mengagumi kekuatanku. Biasanya mereka selalu menyebutku monster. " Azel tidak menyangka juga ada wanita yang memuji kekuatannya.
Kehidupannya sekarang lumayan sedikit berbeda dibandingkan dulu.
Dulu....
Azel adalah nama panggilan dari Azazel Vedorgas.
Ingatannya masih utuh meski sudah bereinkarnasi, lalu kehidupan kali ini juga berbeda dari yang dulu.
Dulu manusia dan Iblis selalu menjadi musuh bebuyutan, sering melewati masa-masa perang yang banyak mengorbankan nyawa.
Perselisihan yang tidak ada habisnya hingga kini masih ada, meskipun sekarang ini pertempuran untuk melawan manusia terlihat sudah tidak ada.
Seperti kejadian lalu, komandan pasukan yang dipimpin Syelis itu justru iblis yang memang menyimpang.
Dendamnya pada manusia masih ada meskipun zaman sudah perlahan mulai berganti.
" Tuan,......apakah anda tidak mau membunuh manusia lagi?. "
" Syelis. " Panggil Azel dengan tatapan tajamnya.
Syelis mempersiapkan mata, teling, dan otaknya untuk mendengar ucapannya Azel dengan seksama. " Ya....tuan?. "
" Apa kau tahu kesalahanmu Syelis?. Tidak mendengarkan perintah sama hal nya dengan berkhianat. Menjadi salah satu komandan yang masih hidup setelah 5000 tahun terlewati, apa kau masih Syelis yang dulu?. " Tanya Azel.
[ Waktu itu, Syeelis membawa 200 pasukan monster yang berubah menjadi iblis. Sejak kapan ada monster berubah menjadi iblis?, aku tidak mengingat kalau aku pernah menurunkan kekuatan untuk mengubah mereka menjadi kaumku. ] Meski masa telah berlalu panjang, semasa hidupnya Azel tidak pernah berpikir untuk mengubah monster tak berakal menjadi iblis.
Namun kejadian dimana Syelis membawa pasukannya, benar-benar menjadi PR nya.
____________
" Apa kau sudah mau menyerah?. "
Eldania bertanya sedikit tidak sabaran.
Tentu saja tidak sabar, cacing di perutnya sudah berteriak ingin di isi.
Hampir satu hari ini dia belum makan, karena setelah sampai di sini, dia tidak istirahat untuk makan, tapi langsung ke dalam Academy langsung sebab rasa penasarannya itu.
Dan efeknya, dia sekarang baru merasakan lapar.
" Sialan.....aku mana mungkin menyerah dari manusia rendahan sepertimu. " dengan tubuh gemetar melawan tubuhnya yang sedang dalam kondisi kaku itu, Zen berusaha untuk melepaskan 3 jarum yang terletak di lengan, bahu, dan tengkuk.
__ADS_1
" Ah...begitu ya. " gumamnya, dengan wajah muram, kali ini dia tidak akan bisa menyelesaikan pertandingan ini dengan cepat jika tidak segera buru-buru mengalahkan makhluk ini sebelum iblis ini berhasil melepaskan ke 3 jarum itu.
Karena bagaimana pun itu, efek dari air suci tidak banyak berpengaruh banyak pada seorang iblis dan hanya menahannya untuk sementara waktu.
Maka dari itu sebelum itu terjadi, Eldania langsung menyeret tubuh itu agar keluar dari garis arena.
" Itu........." All.
Semua penonton yang ada di dalam stadion yang melihat pemandangan tersebut, rata-rata bersikap terkejut dan ada pula yang tersenyum tawar.
" KAU......, CURANG. " Teriak Zen.
" Hmm?~. " Sedikit menaikkan salah satu alisnya, Eldania kembali menjawab.
Dan di detik terakhir dengan tangan kanan menyeret tubuh Zen, dia pun menambahkan. " Curang apanya?. Dengan cara dan senjata apapun asal bisa menang, bukannya tidak melanggar peraturan?. " sebuah senyuman merendahkan diam-diam tersungging dan hanya ditujukan kepada iblis ini.
" Heh.........."
Itu adalah senyuman penuh dengan rasa puas. Puas bisa menyingkirkan iblis yang kebetulan memang tidak dia sukai.
BRUKK........
" Pertandingan dimenangkan oleh Eldania!. " Ucap burung hantu dengan bulu berwarna putih. Burung hantu ini dijadikan sebagai pengadil dalam pertandingan di ujian pertama ini.
" Dia..........sudah membuat musuhnya tidak bisa bergerak seperti itu, dan.....kenapa kini malah menyeretnya keluar dari garis arena?. "
bisik manusia iblis ini.
Mereka semua tiba-tiba terdiam, merasa terhina dengan tindakan dari gadis manusia itu.
gumam iblis yang lainnya.
Jadi bertambah lagi satu iblis yang kalah di ujian pertama ini gara-gara manusia.
Membuat dendam yang sudah terukir, kembali bertambah.
Setelah pertandingan dinyatakan selesai,........bahkan semudah itu?.
Eldania pun pergi meninggalkan iblis itu di sana.
Pintu yang awalnya tertutup menjadi dinding tadi, kini sudah kembali muncul.
Dia pun pergi keluar lewat pintu tersebut.
Melewati lorong yang sedikit gelap karena minimnya cahaya.
Selagi berjalan dan menikmati dinding batu yang terasa dingin itu, kini Eldania berpikir sejenak. [ Aku jadi bingung, apa yang sebenarnya mereka harapkan dari Academy seperti ini?. Bagaimanapun, jika ada iblis, maka sudah jadi takdirnya menjadi musuh manusia.
Ah……..sudahlah, yang penting tujuanku adalah menang dari mereka. Aku akan mencoba menikmati kehidupan ku disini, sekaligus melihat bagian menarik dari lingkungan disini. ]
_______________
__ADS_1
Academy Klenon dibuat untuk mereka penyihir dari ras iblis maupun manusia menjadi kesatria sihir.
Alasannya untuk mempersatukan kedua ras ini.
Tapi sayangnya…..
[ Makhluk hidup pada mulanya memang susah diatur. ] Azel menatap mereka semua dari kejauhan. Orang-orang diantaranya masih bisa berselisih karena hal sepele seperti tidak sengaja saling berpapasan. [ Seberapa lama kedamaian seperti yang aku harapkan bisa terjadi?. ]
Azel sedikit mengulas masa lalunya.
Ada seseorang yang menginginkan kedamaian antara manusia dan iblis.
Dan karena itu, Azel pun mencoba membuat tawaran kepada orang itu.
Tapi.........
[ Sepertinya akan memakan waktu lebih lama. ] batin Azel.
Kemudian, dia beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan perannya menjadi penonton.
Setelah melewati ujian kemampuan, bagi yang lolos baru bisa menjalankan ujian sihir dan bakat.
Lalu dari banyaknya peserta, sekalipun bisa lolos dari ujian, bukan berarti bisa melewati ujian sihir dan bakat.
Banyak di antara mereka yang gugur, hanya karena tidak memiliki sihir sesuai standar, ataupun tidak memiliki bakat dalam hal pengetahuan.
Untungnya Eldania menjadi salah satu di antara mereka yang punya sihir dan pengetahuan yang lebih, jadi setidaknya dia bisa lolos.
Tapi....ada satu hal yang membuatnya menjadi bingung. Yaitu saat ujian sihir, dimana dia harus menyentuh sebuah batu kristal berwarna biru yang memiliki tinggi 2,5 meter itu.
Hasil dari ujian sihirnya adalah Eldania hanya mendapatkan angka 270.
Artinya, dia memiliki sihir pas-pasan saja!. Pas di standar tingkatan sihir yang sudah ditentukan itu.
Dan keberadaan angka yang dimilikinya.......termasuk jumlah angka yang lebih rendah dari yang lain!.
[ Ha....?. ] Eldania terbengong. [ Bagaimana bisa?. Aku kira, aku punya sihir yang tinggi. Tapi ternyata rendah dari peserta yang lain. Apa tidak salah?. ] Salah satu alisnya terangkat. Eldania masih tidak begitu mengerti dengan ujian sihir yang dia dapatkan.
Padahal selama ini, dia bisa melakukan menggunakan sihirnya dengan cukup mudah asal fokus dan punya niat dari hati yang kuat. Tentu saja dia mengingat dirinya dijadikan alat untuk pemasok mana, untuk mengaktifkan sihir material burst satu dua bulan yang lalu. Itu tergolong merupakan sihir tingkat tinggi.
Maka dari itu Eldania pikir akan mendapatkan nilai yang tinggi. Tapi sayangnya, jauh dari ekspektasinya.
Atau......
Tiba-tiba saja, Eldania membuat tatapan penuh menyelidik. [ Atau batu kristal pengukur ini, sudah dimanipulasi angkanya?. ] pikir Eldania sambil menjeling ke arah batu kristal di hadapannya itu. [ Jika iya, apa gunanya?. ] Eldania menghela nafas kasar, dan berbalik. " Hahh.......persetan dengan angka. Yang penting aku masih bisa lolos dalam ujian masuk ini saja sudah patut disyukuri. " ucap Eldania menguatkan hatinya yang sedang dilanda kegundahan.
Dia mencoba memantapkan hati dan pikirannya, bahwa......angka yang dia dapat hanyalah sekedar angka biasa, yang tidak menjadi penentu bahwa dirinya punya sihir yang rendah. Kalau iya, dia punya sihir serendah itu di antara yang lainnya, asal kemampuannya tinggi, itu bisa dijadikan bahan untuk menyeimbangkan kekurangan yang dia miliki itu.
Bukannya dalam hidup ini.....tidak ada manusia yang sempurna, dan apa lagi keberadaannya adalah untuk melengkapi dunia ini, yang masih banyak dengan sebuah kekurangan.
__ADS_1
Eldania hanya bisa mengangguk sabar.
Apakah ada efeknya jika mendapatkan nilai ujian sihir yang rendah?. Maka dia akan selalu menantikan akan dari rasa penasarannya itu.