
“ Dari mana dia bisa mendapatkan banyak resep makanan seperti ini?. Jika saja anak itu belum jadi adik dari Deon, aku sudah pasti sudah mengangkatnya sebagai adikku lebih dulu dan memanfaatkan bakatnya itu. “ ucap Duke Avrel.
“ Oh halo duke….” Irine melambai-lambaikan tangannya di depan Avrel. “ Kenapa anda ingin mengangkat dia menjadi adikmu, sedangkan aku anakmu?. “ ucap Irine dengan senyuman paksa. Dia benar-benar tidak menerima statusnya jika benar seperti itu, tapi sayangnya itu tidak terjadi, karena Eldania sudah terlebih dahulu di ambil orang lain untuk dijadikan adik angkat.
Avrel melirik Irine dari balik kertas resep yang sedang ia baca.“ Yah...mau bagaimana lagi?. Tampangmu seperti anak kecil, jadi aku tidak ada pilihan untukmu selain untuk menjadi anak angkatku saja. “ Jawab Duke Avrel.
“ A-apa…?. " Irine tercengang dengan jawaban Duke. " Apa itu hinaan untukku?. “
Avrel kemudian menumpuk lembaran kertas itu dan menatap Irine yang sedang duduk di seberang meja makannya. “ Siapa yang sedang menghinamu?. Aku hanya mengatakan apa yang ingin kau dengar. Jadi jangan samakan itu. “ ujar Avrel. “ Ah….karena kebetulan masalah tentang monster yang membludak bertahun-tahun ini akhirnya sudah terselesaikan dengan baik, dan dia juga akan pergi besok pagi. Kau juga bisa bebas dari tugasmu sebagai penyihir utama disini. Kau bisa tinggal di kota kalau mau. “
Irine terus menyeruput teh yang masih hangat itu dan bertanya. “ Apa maksud anda sekarang saya akan dibuang?. “
Duke Avrel pun tertawa keras. Dia akhirnya menemukan perbedaan antara gadis yang ada di depannya ini dengan Eldania dari segi cara berpikir. “ Siapa juga yang membuang apa yang sudah menjadi milikku.
Irine….maksudku kau sudah hidup disini selama lima tahun tanpa tahu seperti apa itu ibu kota yang sekarang.
Kalau kau mau pergi kesana, aku mengizinkanmu pergi. Dan sekalian aku juga ingin memberikanmu sedikit tugas. Disana ada mansion milikku, aku ingin kau berada di sana untuk beberapa waktu untuk memeriksa data keuangan disana.
Disini pekerjaanku masih menumpuk, tapi jika kau mewakiliku untuk memeriksa mansion di sana, itu akan sangat membantuku, juga membantumu untuk menghilangkan kebosananmu. “
Dan seperti itulah, dua orang yang terlihat dianggap seperti ayah dan anak ini, padahal mereka adalah dua orang asing yang menjalin kerjasama demi keuntungan mereka berdua berjalan kembali seperti biasa.
___________________
Keesokan harinya.
Matahari belum menampakkan dirinya, tapi satu orang ini sudah lebih dahulu bangun dan membersihkan tubuhnya untuk berisap dengan agenda berikutnya.
“ Ini dan ini. Kertas itu juga jangan sampai hilang. “ Satu persatu barang yang sudah dia siapkan dari semalam, Eldania masukkan ke dalam tas kecil.
Selesai dengan semua perlengkapannya, dia kemudian memakai sepatunya dan memakai jaket hangat yang tidak pernah dia tinggal karena itu satu-satunya pakaian hangat yang Eldania bawa.
Barulah, tas selempangnya dia bawa dan kemudian berdiri.
Eldania akan pergi ke tujuan selanjutnya, yaitu ke Academy Klenon.
“ Kemana tujuanmu sekarang?. “
Suara milik Arga sudah berada persis di belakangnya. Dan benar saja...saat Eldania memutar tubuhnya ke belakang, ternyata Arga..atau lebih tepatnya Ernald sudah berdiri di belakangnya.
“ Academy. “
__ADS_1
“ Apa kau tidak bisa tinggal disini saja?. “
“ Tidak mungkin. Karena bagaimanapun aku tetap tidak memiliki tempat, apa lagi disini. “ Selama belum punya rumah, Eldania menganggap ia belum punya tempatnya sendiri. “ Jika kau berharap ikut, sebaiknya urungkan niatmu. Aku tidak tahu berapa lama akan ada disana, jadi jangan pernah menungguku. Jaga dirimu baik-baik. “ saat hendak pergi, langkahnya langsung terhenti saat Ernald menghalangi jalannya.
Eldania sedikit mendongak ke atas dan menemukan wajah Arga yang sedang berekspresi penuh harap. Ernald mengharapkan sesuatu darinya.
“ Aku akan membiarkanmu pergi, jika kau mengizinkan aku untuk melakukan sesuatu yang ingin kau lakukan setelah kembali dari Academy. “ pinta Ernald kepada Eldania.
“ Sesuatu?. “ Salah satu alisnya terangkat, Eldania terheran sekaligus ingin tahu maksud dari tujuannya Ernald saat ini.
“ Walaupun aku sudah ditolak olehmu, aku tidak bisa berhenti menyukaimu. Tapi biarkan aku melakukan sesuatu yang bisa aku lakukan untukmu, anggap saja sebagai teman dari negeri yang sama. “
[ Maksudnya, dia ingin tetap bisa bersamaku, walau tahu sudah aku tolak mentah-mentah. ] Eldania termenung dengan keputusan yang ingin Ernald buat untuknya. " Bukannya itu sama saja dengan aku memanfaatkanmu?. "
" Justru itulah yang aku harapkan. Aku ingin kau bisa memanfaatkanku. “
" Apa kau seperti ini dengan orang lain?. " Tanya Eldania.
" Mana mungkin!. Aku hanya melakukannya untukmu saja. "
[ Dia sangat jujur sekali dengan perasaannya. Aku jadi merasa tidak enak kalau aku menolak permintaannya kali ini.
Jadi kalau begitu hal yang bisa dia lakukan……….ah, aku ingat di profilnya dulu, dia juga belajar desain arsitektur. ] Dan hanya dengan modal otak, Eldania akhirnya mengiyakan permintaannya.
“ Baiklah, karena kau sendiri yang menginginkan hal ini. Aku tidak akan sungkan lagi kepadamu.
Aku sebenarnya tidak menyukai semua hal yang ada di dunia ini kecuali sihir itu sendiri.
Ernald, aku ingin memintamu membuat cetak biru sebuah rumah yang ingin aku bangun untuk masa depan. Kau lebih mengerti apa yang aku inginkan dari sebuah rumah kan?. “ ujar Eldania.
Eldania sangat menginginkan sebuah rumah layaknya rumah yang menjadi tempat tinggalnya dahulu. Efisien, modern, tapi juga memperlihatkan kesan mewah. Intinya akan menjadi tempat hunian lain dari yang lain.
Eldania ingin mengubah satu hal yang ada dalam tatanan di dunia ini.
Dan rumah adalah salah satu awal yang baik, karena itu lebih penting dari segalanya.
“................!. “ Ernald lantas tercengang. Misi yang diberikan dari perempuan yang disukainya, justru adalah membuat rumah untuk masa depan. Mana mungkin Ernald menolaknya.
“ Hunian yang akan menjadi tempat paling nyaman untuk diri sendiri. Itulah tujuan awalku. “ tambahnya lagi. [ Kalau saja aku mendapatkan harta karun, aku mungkin bisa membangun pusat perbelanjaan sendiri. Dan membuat puluhan kilometer jalan dengan aspal yang mulus.
Aku harus meninggalkan zaman pertengahan yang cukup kuno seperti ini!. Aku sudah tidak tahan dengan semuanya...apalagi kereta kuda!. Dari pada menaiki kereta kuda, aku lebih suka naik sepeda. ] Eldania berteriak di dalam hati.
__ADS_1
Dia benar-benar orang yang tidak tahan dengan kesan kuno, karena terlalu membuang waktu dan tidak efisien.
Dan misi untuk mencari modal besar untuk membangun impiannya pun...dimulai dengan awal, dia harus pergi ke Academy Klenon. Demi mendapatkan tujuannya, yaitu melihat yang ingin Eldania lihat.
Seperti apakah tempat tinggal dari para manusia iblis?.
Itu yang akan dia lakukan setelah ini.
“ Aku akan mengerjakannya dengan baik. Bahkan sekalipun harus menjiplak semua desain yang pernah aku ingat, berarti tidak masalah kan?. “
“ Tidak masalah, asal kamu tahu betul seleraku seperti apa. “ Jawab Eldania dengan hati membara penuh semangat. Akhirnya ada satu orang yang bisa dia manfaatkan dalam hal hunian. “ Aku menaruh harapan besar padamu. Karena kekunoan dunia ini tidak cocok denganku. “
PUK...PUK…..PUK…….
Eldania menepuk pundak Ernald dengan penuh semangat. Semangat bahwa tujuannya untuk mengambil langkah pertama harus sukses.
Ernald seketika ikut merasakan semangat karena tahu kalau gadis di depannya itu akhirnya mau mengandalkan dirinya. Ernald senang bisa membantu mewujudkan impian dari orang yang masih Ernald sukainya itu.
“ Aku akan melakukan yang terbaik untukmu….” ucap Ernald.
“ Eldania. “ sela Eldania, akhirnya memberitahu namanya kepada Ernald.
“..........!. “ Ernald langsung tersenyum lembut. Meskipun tidak mendapatkan hatinya, dengan bisa membantu impiannya dan akhirnya bisa berada disisinya untuk menjalankan rencana masa depannya, Ernald merasa tidak masalah dengan keputusannya saat ini. Lalu akhirnya, ia bisa tahu nama yang dipakai oleh gadis di depannya ini.
Itu sungguh sesuatu yang berharga.
Lalu, salah satu keputusannya yang lain yaitu, untuk kembali berhenti menjadi ksatria. Tapi itu akan dia lakukan setelah wanita yang Ernald anggap sebagai cahayanya itu, datang kembali kepadanya.
Datang untuk menjemputnya dan membawanya bersama dengan impiannya itu.
Ernald pada akhirnya memberikan jalan kepadanya.
“ Selamat tinggal. “ kata Eldania, mengucapkan selamat perpisahan.
Tapi, Ernald langsung menyela, karena ucapan perpisahan tidak ada untuk mereka berdua saat ini. Dan ucapan yang cocok adalah...
“ Bukan selamat tinggal….tapi sampai jumpa lagi. “ sela Ernald.
Eldania tersenyum tipis. Dia malah lupa, kalau nantinya akan bertemu dengan Ernald lagi, jadi kalimat yang tepat adalah. “ Sampai jumpa lagi. “ Eldania membalas ucapannya.
Ernald pun mengantar kepergian Eldania sampai di depan tenda.
__ADS_1
Memang sangat disayangkan, kalau pertemuannya dengan wanita yang dia sukai itu ternyata hanyalah sesaat. Tapi alasan kenapa Ernald tidak lagi mencegahnya pergi adalah karena Ernald tahu, Alinda atau yang sekarang sudah berubah nama menjadi Eldania adalah orang yang menepati janji yang diucapkannya,
Maka dari itu, Ernald percaya dengan segala keputusannya saat ini.