Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
12 : Eldania


__ADS_3

Tidak ada waktu untuk berpikir lagi, Evan akhirnya beraksi duluan dengan berlari ke arah satu monster yang datang. Dengan cara seperti biasa ia mencari titik vital seperti mata, leher, kaki, dan beberapa tubuh yang lainnya.


“..................” Eldania yang tidak mau ketinggalan untuk memulai aksinya, demi menghemat waktu dia mencari keberadaan dari monster yang lainnya. 


Dia mulai mendeteksi adanya monster lain yang sedang datang ke arah mereka. Makannya Dania harus bersiap dengan kedatangan tamu tidak diundang itu terlebih dahulu sebelum yang lainnya datang.


Tentu saja sebab Dania sudah mengetahui bahwa setiap darah yang tercecer sudah dipastikan aroma darah itu akan memancing para monster untuk datang. [Enam……., tidak banyak, tapi ukuran mereka setara dengan monster yang dilawan oleh Ishid waktu itu. Mereka memang merepotkan jika tidak langsung mengenai titik vitalnya.]


DRAP…...DRAP…...DRAP…….


Kesatria Evan berlari, dimana monster itu berlari juga kearahnya. Tepat di dua meter sebelum tubuhnya dihantam oleh sepasang tangan besar itu Evan justru sengaja menjatuhkan tubuhnya ke tanah sampai membuat tubuhnya terseret dan melewati bawah kaki monster itu. Setelah mendapatkan kesempatan seperti itu Evan pun langsung mengayunkan pedangnya.


CRASZHHH…..


Berhasil memotong salah satu kaki monster itu, monster tersebut akhirnya sukses di buat tumbang dengan kaki sudah terpotong secara sempurna oleh pedang tajam milik Evan. 


BRUKKK………


Tidak sampai disitu saja. Setelah berhasil kembali berdiri dia kembali mengayunkan pedangnya untuk mengalahkan monster itu agar benar-benar mati dengan cara naik ke tubuhnya, lalu lagi-lagi dia memotong bagian lehernya.


Dan suara dari potongan daging benar-benar terdengar dengan jelas. Jadi sekarang jumlahnya ada lima, dua di antaranya menyerang Evan lagi dan tiga yang lainnya memasang target kepada Eldania.


[Dia cukup tangkas.] Lirik Dania setelah berhasil melihat kinerja kesatria Evan yang berhasil mengalahkan satu monster dalam kurun waktu kurang dari satu setengah menit saja.


Itu sudah membuktikan bahwa pria itu sudah terbiasa melawan makhluk besar itu seorang diri.


Lalu apa teknik yang akan digunakan Eldania untuk melawan ketiga monster yang sudah berdiri menghadangnya?


Saat Eldania tidak sengaja melihat dua tombak tergeletak di tanah, Eldania langsung mengambil kedua tombak itu dengan menggunakan ujung kakinya untuk mengangkatnya. Setelahnya dia lempar salah satu tombak yang sudah dia dapatkan ke arah salah satu monster dengan sangat cepat. 

__ADS_1


Tetapi bagaimana jadinya jika monster itu ternyata bisa menangkap tombak yang sudah Dania lempar?


[Dia bisa menangkap tombaknya?] Matanya sedikit mengernyit. Hanya dengan melihatnya saja dia akhirnya mengetahui bahwa monster yang sedang dia hadapi ternyata cukup berbeda dengan dua monster di sebelahnya. 


Tetapi entah apapun monster yang sedang dia hadapi akan Eldania kalahkan.


Sebab apa?


Dengan mengalahkan monster tersebut maka dia akan memiliki sedikit sumber pemasukan.


Karena dia akan memperlihatkan bahwa dirinya mampu untuk bertarung melawan monster juga.


Sejujurnya Eldania sudah tahu bahwa kesatria Evan adalah asisten dari tuan penguasa wilayah Helion ini, dan apa yang ksatria itu kerjakan saat dikota tadi, tidak lain adalah pergi ke pusat guild. [Kertas yang dia bawa pagi tadi itu, karena dia sedang mencari tambahan prajurit bayaran, dan biaya jasa menjadi prajurit bayaran juga cukup besar. Bagaimana bisa dia menyembunyikan pekerjaan itu dariku dan malah menawariku menjadi koki?.Dasar!]


Sedikit terpancing emosi jika mengingat kesatria Evan justru menawarinya menjadi koki, tapi koki di dalam tenda penampungan seperti itu, Eldania kembali melemparkan tombaknya lagi ke salah satu dari monster itu sebagai pelampiasannya.


Tapi hasilnya justru tetap sama. [Mereka jenis yang berbeda……..atau lebih bagusnya-] Eldania masih memberikan tatapan menyelidik kepada tiga monster itu.


“Kita bertemu lagi manusia.“ Tiba-tiba saja monster dengan tubuh berkepala singa itu berbicara kepadanya dengan tawa dari senyuman yang cukup lebar, memperlihatkan deretan gigi yang cukup tajam untuk mengoyak korbannya.


“...................”  Dari apa yang diucapkan oleh monster itu, Eldania mulai menyimpulkan bahwa mereka sebelumnya pernah bertemu?


Eldania tidak merasa pernah bertemu satu sama lain kecuali yang dia ingat bahwa dia pernah melihat monster itu ikut dalam kelompok penyerangan yang dipimpin oleh seorang iblis perempuan.


Eldania tidak terkejut, karena yang dia hadapi ini ternyata sisa monster iblis yang waktu itu pergi!.


Benar!


CRASZHH……

__ADS_1


Kesatria Evan berhasil kembali memotong bagian tubuh monster lainnya, tapi sekaligus dia langsung tertarik dengan apa yang barusan dia dengar. 


“Monster itu bisa bicara?“ Ucap Evan dengan nada lirih saat menoleh ke belakang dia diperlihatkan oleh tiga monster yang sudah mengumbar sebuah senyuman yang cukup menakutkan.


Padahal selama ini Evan tidak pernah melihat ataupun mendengar bahwa ada monster yang bisa berbicara, karena selama ini dia hanya ditugaskan untuk membunuh semua monster yang datang mendekat. 


Tapi kali ini ada yang berbeda. Monster itu sukses membuat Evan tertarik karena mereka berhasil menangkap kedua tombak yang dilempar oleh gadis itu dengan mudah.


“Jika bertemu lagi, artinya kalian pasti sudah tahu akhir dari riwayat hidup kalian jika sudah bertemu denganku.“ Kata Eldania sambil menatap ketiga monster itu secara bergantian.


“Karena itulah kami disini, karena kami sangat menantikan bisa melawan manusia sepertimu." Itulah jawaban yang diambil oleh salah satu monster yang diduga adalah pemimpin dari dua monster di belakangnya.


“.................” tidak ada kata yang ingin diucapkan, Eldania langsung mengambil langkah besar juga lebar, lalu sebuah tombak kembali dia pungut tepat di sebelah kakinya. 


"Nona! Mereka berbahaya!" Evan mencoba memperingatkan.


Tapi peringatannya tetap dihiraukan oleh gadis itu.


Tanpa mempedulikan peringatan dari kesatria itu, Eldania justru tetap dengan pendiriannya yang tangguh untuk melawan mereka bertiga. 


Eldania mengarahkan tombaknya ke depan, lalu saat dia melompat ke depan dia segera mengayunkan tombaknya dari samping kanan ke kiri. Dia berniat untuk memotong kepalanya, tapi karena ada tangan yang menghalangi, dia justru membuat tangan itu sebagai tumpuan dan melompat lebih tinggi lagi sehingga dia melewati monster yang pertama.


Tombak yang masih berada ditangannya akhirnya dia ayunkan kembali.


Dengan posisi tubuhnya yang terbalik di udara, sebuah lemparan kuat dia tunjukkan untuk monster yang kedua.


SYUHTT…. 


“……………!“ Monster ini sedikit terkejut karena dia mengira serangannya itu akan diarahkan untuk temannya yang di depannya, tetapi justru ke arahnya! 

__ADS_1


__ADS_2