Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
65 : Eldania


__ADS_3

Eldania pagi itu datang lebih awal dari siapapun yang ada di kelas. Dia menunggu semua murid di kelasnya datang semua. Datang satu, dua lagi, empat lagi, dan seterusnya hingga semua bangku milik mereka akhirnya ditempati dan di duduki.


" Selamat pagi. " Sapa Eldania selepas menemukan Azel baru saja datang dan baru duduk di kursinya yang kebetulan berada di sebelahnya.


" Pagi. " Azel menjawab sapaan gadis tersebut. 


Dan tidak berselang lama Millie datang masuk ke kelas.


" Selamat pagi " sapa guru Millie pada semua murid di kelasnya. " Pertama, ada kabar darurat. Besok ada murid baru yang masuk ke kelas ini. Anak jenius yang sering disebut master pedang dan sihir. Dan tentu saja dia adalah manusia bangsawan, bagi seragam putih tolong jaga sikap kalian saat berhadapan dengannya. "


" Tidak sesuai dengan undangan, sangat dibedakan. " ucap Eldania dengan suara lirih. 


Guru Millie benar-benar salah satu orang yang sangat membedakan status, selalu diperingati untuk tidak berbuat onar dengan kaum bangsawan dan harus menghormatinya.


Padahal di dalam undangan, tertulis kalau bangsa manusia dan iblis harus bersatu saling bekerja sama, namun kenyataannya status golongan dari masing-masing orang saja harus terlihat dan dibedakan dari seragam yang dikenakannya.


" Baiklah!, besok kalian akan berlatih dengan tuan Zora dan tuan Alfrod. Mari kita mulai kelasnya. " perintah Millie. 


Kelas pagi pun dimulai.


______________________


Langit cerah menyinari kota Dilshade, seperti sinar mentari yang bersinar terang, kemudian satu bayangan orang pun datang.


TAP.......


Sepatu kulit hitam mengkilap itu menginjak lantai marmer yang terbentang di sepanjang jalan masuk Academy Klenon.


Lalu rambut pirang tersebut berkilauan layaknya emas seiring cahaya matahari menyinari langsung ke kepala dengan surai emas itu.


WHUSHH.......


Surai tersebut melambai-lambai menari seiring hembusan angin kecil menerpa tubuhnya.


Baju seragam berwarna biru yang dipakainya menandakan kalau dia adalah manusia berstatus bangsawan.


" Hasrat manusia untuk memiliki sesuatu adalah simbol manusiawi, namun manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah dimilikinya. " Tutur pria bersurai emas. Iris mata berwarna merah itu melirik ke samping kanan dan kiri sebelum akhirnya berbicara sendiri lagi. " Biasanya aku sering berurusan dengan hewan iblis, tapi kalian iblis berwujud manusia?. Menarik, aku jadi sekalian punya tempat layak untuk ditinggali sementara waktu walau tidak seberapa indah. "


Mata itu kemudian menatap langit-langit dari bangunan Academy Klenon ini.


Melihat cerita yang terlukiskan di atas, dia hanya menatapnya sekilas sebelum akhirnya pria ini melanjutkan langkahnya masuk ke bangunan yang disebut sekolah maupun Academy Klenon.


_______________


Di sisi lain, letaknya tidak seberapa jauh dari gedung Academy. Tempat sekaligus bangunan yang digunakan sebagai arena bertanding.


Puluhan murid menjalani sesi latihan dengan tuan Zora dan tuan Alfrod.


Namun sebelum itu, mereka semua diharuskan mencabut pedang yang tertancap di lantai arena.


Pedang iblis maupun pedang suci, ke dua pedang itu memiliki bentuk dan ciri yang sama dan tidak bisa dibedakan.


Gunanya agar mereka semua, memilih, apakah pilihannya tepat sesuai dengan jati dirinya atau tidak.


Pedang Iblis, maka untuk kaum Iblis dan sebaliknya, pedang suci untuk kaum manusia.


Karena jika salah pilih, alih-alih bukannya mencabut pedang, malah nyawa jadi taruhannya.


Karena, identitas dari pedang yang dipilih akan ketahuan jika sudah memegang pedang tersebut.


Seperti pedang iblis. Jika pilihannya adalah satu pedang itu, maka wujud aslinya akan berubah menjadi pedang berwarna hitam. Sedangkan orang yang memilih pedang suci, maka wujudnya tidak akan berubah.


Dengan kata lain, mereka semua........


Harus mengambil resiko itu sendiri. 


Manusia yang tidak sengaja mendapatkan pedang iblis, hasilnya energinya akan tersedot sampai ke titik terendah dan yang tidak tahan akan segera kehilangan kesadaran juga akan akan mendapatkan kutukan selama sehari. 


Kutukannya tergantung dengan isi hati mereka sendiri.

__ADS_1


Jika iblis yang tidak sengaja mengambil pilihan buruk, yaitu mendapatkan pedang suci, maka sang iblis akan mendapatkan pengaruhnya juga.


Di antaranya adalah kekuatannya di dalam tubuhnya akan menghilang secara signifikan dan kedua tangannya akan merasakan panas seperti terbakar. Lalu penderitaan itu bisa hilang setelah mendapatkan pengobatan sehari setelahnya.


Jadi kini........


" UUGGHH....."


" Aghhh.....!"


" EEHHH...."


Suara mereka benar-benar seperti orang sedang melahirkan, mengejan begitu kuat.


Dari suaranya saja membuktikan kalau mereka sudah bekerja keras sekuat tenaga untuk menarik pedang yang mereka pilih sendiri.


" AGHHH.......percuma.., saat menyentuh..pedang iblis ini..sihirku yang direbut. " tutur murid perempuan ras iblis. 


Meski berhasil mendapatkan pedang iblis dan terus berusaha menariknya, usahanya belum membuahkan hasil apapun karena sihirnya justru tersedot masuk ke dalam pedang itu.


" Aku tidak bisa menariknya. " tutur gadis yang lain.


" Su...sah...sekali!! " pria ini pula, sampai otot tangannya terlihat pun masih tetap tidak dapat mencabut pedang yang dipilihnya.


" Ahh......tu-tubuhku...sakit. " rintih perempuan iblis ini setelah salah memilih pedang, yang dipilihnya justru adalah pedang suci. 


Racun untuk para iblis.


Perempuan tersebut jatuh terduduk dalam kondisi lemas, dan apa lagi tangannya memerah. Walau tidak terlihat terluka sedikitpun, tapi cukup digunakan sebagai bahan hukumannya sendiri.


" Kau dieliminasi. " perintah Alfrod sebagai penyeleksi ujian kali ini, mengeluarkan peserta berseragam merah dari Arena.


Tidak lama kemudian, ada yang lainnya lagi.


" I-ini...menakutkan., aku..tid- " wajah dari pria berseragam biru ini memasang ekspresi takutnya. Kedua tangannya terangkat lalu memandangi kedua tangannya sendiri, Dia berubah menjadi orang yang seperti melakukan sesuatu yang membuatnya punya penyesalan yang besar.


Hanya karena yang dia pilih adalah pedang iblis.


Dalam seketika dua orang itu menghilang dari tempatnya. Mereka berdua sebenarnya berpindah tempat untuk mendapatkan perawatan.


" Oh...aku kira manusia mudah mencabut pedang suci. " tanya salah satu murid laki-laki ras iblis selepas melihat manusia di dekatnya tidak dapat mencabut pedang suci, sampai terkena eliminasi.


" Aku juga mengira kalau iblis juga mudah mencabut pedang iblis. Jadi bukannya nasib kita sama. " jawab murid dari ras manusia meladeni ucapan orang di sebelahnya, dengan senyuman mencibir.


" Hmm....., susah juga. " Eldania pun mengalah. Pedang yang ingin dicabutnya benar-benar berat. Seperti sudah tertancap sangat dalam dan menyatu dengan lantai.


Bahkan, meski sudah mengeluarkan berbagai teknik dan gaya, mereka semua sama-sama tidak dapat mencabutnya.


" Seperti yang kalian tahu, untuk menentukan pendekar pedang terkuat di Dilshade, akan diadakan turnamen. Jika kalian ingin ikut, cabutlah pedang itu!. " Seru pria tinggi besar dengan membawa pedang besar yang ada di pundak kanannya. " Jika kalian berhasil, aku Zora atau Alfrod akan melatih kalian secara langsung. "


" Ada apa Dania, apa kau tidak bisa?. Pedang suci itu, pasti sangat membencimu ya. " tiba-tiba Azel datang bertanya sekaligus menyindir Eldania, di sela-sela pengumuman yang diberikan Zora pada para muridnya.


" Apa~?. " Dengan nada selamba. " pedang suci itu bukannya hanya orang terpilih saja yang bisa mencabutnya?. " sebab belum tahu betul mengenai pedang suci, jadi Eldania hanya mengiranya sampai disitu.


" Kau yakin itu pedang suci?. " Tanya Azel, menerka karena penasaran pada ucapan Eldania barusan.


Eldania memandang pedangnya lagi. " Iya. "


Eldania sangat yakin, pedang yang sudah dia pilih adalah pedang suci. Tapi di dalam pikirannya, pedang suci hanya bisa dicabut untuk orang yang terpilih. Dengan kata lain,pedang suci hanya mau tercabut untuk orang tertentu saja.


Dan Eldania adalah salah satu orang yang bukan ada dalam daftar untuk bisa mencabut pedang itu dari lantai.


" Jadi maksudmu, kamu bukan orang terpilih?." 


Eldania mengangguk iya sebagai jawaban atas pertanyaannya Azel. " Bagaimana denganmu?, kamu takkan bilang tidak bisa kan?. "


" Lelucon yang membosankan. " jawab Azel dengan ekspresi meremehkan.


" Tapi, apa iblis sepertimu bisa mencabut pedang suci ini juga?. " Eldania  tiba-tiba mencoba menawarkan pedang suci yang gagal dicabutnya untuk Azel cabut. 

__ADS_1


" Tawaran yang tak masuk akal, aku ini iblis. Tapi karena statusku raja iblis, aku bisa mencabutnya. Hanya sebatas pedang suci dengan energi kecil, aku mampu mencabutnya. " Azel menjawabnya dengan senyuman picik.


Senyuman licik namun tetap terlihat rupawan, siapapun tidak akan berani mengalihkan pandangannya. Harusnya begitu, tapi rupanya hanya dia seorang saja yang terlihat tertarik padanya.


" Di dunia ini hanya ada satu pedang yang tidak bisa aku cabut. " Beritahu Azel kepada Eldania.


" Kupikir tidak ada pedang yang tidak bisa kamu cabut. " sela Eldania.


Ekspektasinya ternyata sedikit meleset. 


Eldania berpikir kalau Azel dapat mencabut segala pedang yang ada di dunia ini, karena statusnya yang ' bukan main-main ' tapi rupanya dia sadar, rupanya ada juga yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Azel.


Yaitu, mencabut pedang suci milik seorang pahlawan.


Satu senjata dengan pedang suci yang sudah diberkahi dengan kekuatan dewa. Itulah pedang suci yang sebenarnya Azel maksud.


" Di era mitologi, ada satu pedang suci yang digunakan untuk membunuhku, pedang yang ditempa manusia, dirasuki spirit pedang, dan diberkahi kekuatan oleh dewa. " pedang suci, satu-satunya pedang yang waktu itu digunakan untuk membunuhnya, pedang yang dimiliki oleh pahlawan Luchiel, pedang suci pertama di dunia. 


Lalu sesuai dengan ucapannya tadi, Azel mulai menggunakan kekuatannya. 


Tanpa menyentuh pedang yang sudah dipilih Eldania tadi, pedang suci yang tadi di coba Eldania untuk di cabut kini justru tercabut dengan mudah oleh Azel.


" Wahh!. " semuanya terpegun melihat kehebatan si iblis namun bisa mencabut pedang suci.


Dan salah satunya Eldania pun terkejut karena kehebatan yang dimiliki iblis ini benar-benar melebihi ekspektasinya.


" Bagus Azel!, aku yang akan melatihmu. " seru Zora, akhirnya mendapatkan satu kandidat untuk bertarung di turnamen minggu depan.


" Apa ada lagi yang bisa mencabut pedang?, jika tidak ada maka kalian benar-benar sampah. " Sindir Alfrod.


Setelah berkata seperti itu,suara dari seseorang yang tertegun, membuat Alfrod menoleh ke sumber suara.


" Wah....siapa itu?, aku baru melihatnya. " Banyak orang mulai ber kasak-kusuk melihat seseorang baru saja datang dan mengambil pedang suci secara mudah.


" Rambut emas berkilau, bukannya jarang menemukan orang berambut pirang seperti itu?. " puji salah satu iblis.


" Bukannya dia tampan?. Apa dia murid baru yang disebutkan bu Millie kemarin?. " tanya iblis yang lainnya, kembali mengingat ucapan dari Bu Millie pagi tadi, soal murid baru.


" Apa kamu murid baru itu?. " tanya Alfrod kepada murid bersurai pirang emas iema " Baiklah, sebagai salam, aku uji kemampuanmu. " 


" Oh~....., seharusnya aku tidak usah mencabut pedang imitasi ini. " ujar pria ini, namun mata merah di balik poni surai pirang itu menatap tuan Alfrod dengan tatapan datar tidak punya minat bertarung dengan iblis rendahan sepertinya.


Merasa tertantang, Alfrod bergerak maju ke arah pria tersebut. " Aku akan memperbaiki sifat pengecut kau! " ucap Alfrod saat menyadari tatapan dari murid berambut pirang itu justru terlihat seperti tidak ada minat untuk melawannya.


" Hah...." Menghela nafas pelan, saat Alfrod sudah lebih dekat.


PAK....


Hanya dengan bergerak lebih cepat darinya dan memukul tengkuknya, Alfrod langsung pingsan di tempat, tepat di depan mereka semua.


" Pengecut hanya ditujukan untuk iblis sepertimu yang hanya punya mulut dengan omong kosongnya saja. " sambungnya lagi setelah menumbangkan tuan Alfrod.


BRUKK...


Satu lagi, Tuan Zora pun ikutan tumbang karena dikalahkan Azel.


" Ternyata lebih lemah dari dugaanku. " menggerutu pelan setelah mendapatkan kemenangannya karena berhasil menumbangkan Zora. Lalu Azel menoleh ke tempat dimana murid baru itu berada. " Teknik yang bagus, tapi kau sedang menahan diri, ya?. " tanya Azel kepada pria manusia yang memiliki status sebagai bangsawan.


" Tidak sebanyak dirimu. " ketusnya.


" Benarkah?. "


"...............!. " Eldania lumayan tercengang, bahwa ada orang lain yang bisa mencabut pedang selain Azel, dan rupanya adalah pria berambut pirang itu.


Hal yang pertama kali Eldania lihat adalah rambut pirang yang menawan itu. Sebab saat cahaya matahari datang setelah beberapa waktu terhalang oleh gumpalan awan, kini dia akhirnya bisa melihatnya dengan jelas, bahwa rambut pirang itu, kini bersinar layaknya emas yang terkena pantulan sinar matahari secara langsung.


Satu hal yang paling menonjol, setelah mendapatkan sosoknya yang tak kalah rupawan itu.


"..................."

__ADS_1


"..................!. " Eldania yang menatapnya terlalu intens, tiba-tiba terkejut selepas pria berambut pirang itu, balik menatapnya. [ Dia menatapku!. ] Eldania memutar tubuhnya, sehingga kini dia memunggungi orang itu. [ Kenapa juga dia disini!. ] Teriak Eldania di dalam hati dan pikirannya. 


__ADS_2