Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
54 : Eldania


__ADS_3

Meskipun terpilih menjadi kandidat dari Academy Klenon, mereka semua tetap harus menjalani ujian masuk.Salah satunya adalah adu kekuatan. Dalam banyak hal, ksatria selalu dipilih berdasarkan kekuatan, kepantasan, kecepatan, kepintaran.


Itulah informasi yang sudah Dania dapatkan dari Azel ini.


Tidak hanya dari kaum bangsawan, masyarakat dari kalangan biasa namun memiliki semua kriteria yang di butuhkan, maka dialah yang pantas menjadi kesatria sihir.


[ Haishh.... sebenarnya tempat apa ini?. Tidak punya kenalan, mana manusia mana iblis, jika aku manusia biasa, pasti akan terus salah mengira. ] Eldania merutuki dirinya sendiri karena manusia dan iblis, bisa-bisanya disatukan dalam Academy. 


Pada umumnya di manapun berada, sejatinya iblis adalah musuh manusia.


Tapi disini jelas berbeda, Academy menerima ras iblis untuk bergabung diantara manusia untuk menjadi kesatria sihir?!.


Maka dari itu, stadion yang berdiri megah di samping Academy adalah tempat yang digunakan untuk menjalani sesi ujian pertama.


" Apa manfaatnya iblis jadi kesatria sihir?, bukannya mereka sering merusak dan mengacaukan keberadaan manusia?. " tutur orang ini kepada salah satu temannya, mereka berdua sedang bercengkrama membahas alasan dibuatnya Academy Klenon yang bisa dimasuki kaum iblis.


Di sela-sela perbincangan mereka, tak sengaja ada salah satu iblis yang baru datang dan hendak mencari tempat duduk, namun sayangnya ucapan tadi dan membuat iblis ini pun menegurnya.


" Hei, apa yang kau katakan manusia?. Apa salahnya iblis jadi kesatria sihir?. Kami menjadi kesatria sihir adalah tujuan para pendiri kami. Terutama Raja Iblis. "


Sela manusia ini kepada iblis tersebut.


" Jadi kalian hanya terpaksa mengikuti mereka, dan bukan berasal dari hati kalian?. Oh..ya, iblis bukannya memang tidak punya hati?. Dan mana ada raja iblis memiliki hati nurani untuk hidup berdampingan dengan manusia?, bukannya dialah yang mulai dulu membinasakan kaum manusia?. "


" Apa!. Kau menghina raja kami?. " serunya, pria berambut coklat ini merasa tidak terima karena di hadapannya adalah manusia yang menghina kaum iblis terutama raja nya.


Sedangkan di sisi lain Eldania melihat pertengkaran adu mulut mereka berdua.


[ Mereka meributkan hal yang tidak perlu. ] Pikirnya, Eldania sedikit tidak peduli dengan inti pertengkaran kedua orang itu karena merasa tidak perlu.


Dan satu hal lagi, jika ada manusia iblis yang baik maka ia akan membalasnya dengan kebaikan, jika jahat, ya harus dibalas dengan kejahatan.


[ Selama tidak ada yang mengusikku, aku tidak akan melakukan apapun pada mereka. ] itulah prinsip yang ada dalam dirinya. 


Eldania hanya meliriknya sesaat, sampai akhirnya sebuah pengumuman terdengar.


" Sebentar lagi akan dimulai ujian praktik kemampuan. Para peserta mohon menunggu di ruang tunggu. " Pengumuman tersebut pun artinya sudah menandakan kalau ujiannya akan segera dimulai.


Mencari ruang tunggu yang kosong, itu bukan hal yang mudah karena rata-rata sudah terisi. Hingga satu burung hantu warna abu-abu ini tiba-tiba datang, menghampiri Eldania, dan langsung saja bertengger di bahunya.


" Anda bisa berjalan lurus terus. Di ujung jalan ini, ada satu yang tersisa untukmu. " ucap Ownel.


Mengikuti arahan dari burung hantu ini, Eldania berjalan masuk ke salah satu ruang tunggu yang sudah disebutkan tadi. Di ruangan berukuran 3 × 5 meter itu dalamnya hanya terdapat meja kecil yang terletak di pojok ruangan, ada sofa sebagai tempat dia duduk dan ada 4 pedang berjejer rapi di rak sebelah kanannya sofa.


" Ujian kemampuan ini akan dilakukan duel satu lawan satu, dan peserta yang kalah akan dianggap gagal. Dari 1000 peserta hanya akan terpilih 350 pemenang bertahan. 

__ADS_1


Setelah melewati uji energi sihir dan bakat, maka akan diterima menjadi murid resmi Akademi Klenon. Penggunaan segala jenis senjata di perbolehkan. Apakah ada pertanyaan?. " jelas burung tersebut, menjelaskan segala peraturan agar bisa diterima sebagai murid resmi.


" Ada...apakah ada asrama?. "


" Bagi para murid terpilih, kalian akan mendapatkan fasilitas asrama. Kamar asrama akan dibagi kepada para murid setelah sesi ujian ini selesai. " Jelasnya lagi.


Eldania awalnya berpikir sejenak. Jika memikirkan banyaknya orang yang bertanding, maka pastinya akan memakan waktu lebih dari sehari.


[ Hm….kira-kira butuh berapa lama agar aku bisa lulus?. ] Eldania berpikir untuk jangka waktu keberadaannya di Academy Klenon. 


__________________


Pertandingan duel satu lawan satu, banyak yang membuat pertempuran menjadi sengit karena lawannya adalah musuh bebuyutan mereka sendiri.


Tapi dengan begini, mereka akan bertarung dengan serius, karena harus lulus di ujian pertama ini. Dan yang kalah, maka terpaksa harus pulang ke rumah.


Eldania benar-benar menikmati melihat pertandingan itu. Karena dengan begitu, dia bisa mempelajari gerakan milik mereka. 


[ Ahh……., kira-kira siapa yang akan bertanding melawanku, ya?. ] Eldania membatin dengan penuh harap.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya sekarang gilirannya tiba.


Eldania membuka pintu, lalu memasuki lorong gelap dimana tepat di ujung ada cahaya. Lorong ini membawanya menuju ke satu tempat yaitu arena pertandingan.


TAP.....


TAP.....


Telapak sepatunya menggema di lorong, membuat sensasi kalau itulah detik-detik terakhirnya waktu ketenangannya akan berakhir.


Cahaya silau di ujung lorong membuat Eldania mengernyitkan matanya sambil berpikir. [ Aku harap bisa menyelesaikannya dengan cepat. ]


Begitulah, hingga pada akhirnya dia naik ke tengah podium. Ternyata pertandingannya tidak hanya juri saja yang menontonnya, melainkan para senior juga.


Mereka berpartisipasi menyaksikan duel tersebut agar mengetahui para juniornya dalam memenangkan duelnya sendiri.


" Yo manusia, kita bertemu lagi. "


[ Kenapa harus dia lagi?. ] Sayang seribu sayang, seketika ekspresi Eldania menjadi lebih dingin ketika mendapatkan lawan yang belum lama dia kenal karena kesan pertama pertemuannya saja tidaklah bagus.


Lalu Eldania menoleh ke kanan dan ke kiri, pintu masuk tadi sudah tertutup menjadi dinding lagi.


" Kalau takut sebaiknya langsung mundur saja, aku tidak akan segan pada manusia apa lagi wanita sepertimu. Mengerti?. " tuturnya lagi dengan kalimat angkuhnya, kalau dirinya bisa memenangkan pertandingan kali ini dengan mudah.


"................? "

__ADS_1


" Hasil pertandingan ditentukan dari siapa yang sudah tidak bisa bertarung lagi dan menyatakan menyerah. Baiklah, ujian praktik kemampuan dimulai!. " ucap burung hantu yang kemudian erbang ke angkasa, dan menyerukan pertandingan ke 50 telah dimulai.


" Akan aku buat kau kalah karena tidak bisa bertarung!. " Zen mulai bersiap dengan pedang sihir yang dibawanya, pedang dengan desain yang memiliki bentuk likak likuk di punggung pedangnya, itulah pedang khas iblis. 


[ Aku sudah menempuh jarak jauh sampai disini, mana mungkin aku mau kalah dengannya. ] Matanya terpejam beberapa saat, menghembuskan nafas pelan untuk mempersiapkan hatinya. Meskipun sebagian dari darinya tidak yakin apa yang akan dirinya tunjukkan hari ini bisa mengalahkan orang ini.


Iris ruby nya menatap Zen bertubuh tinggi di depannya, lalu satu tangannya terangkat untuk menjepit sedikit helaian rambut yang sedikit menutupi pelipis kirinya dengan jepit rambut.


Kemudian seketika keduanya melesat cepat ke depan, dua orang remaja itu seketika bergerak cepat dimana yang satu menyerang dan yang satu lagi menghindar lalu diteruskan dengan serangan balik.


CTANGGG.......


Dua pedang saling berbenturan mengakibatkan suara nyaring dan ada sedikit percikan.


Kemampuan yang saat ini Zen perlihatkan pada Eldania adalah pedang berbalutkan api hitam, dan sejujurnya pedang tersebut adalah pedang yang dapat meningkatkan kekuatan si pengguna.


Bagi Eldania, levelnya mungkin saja bertambah. Tapi yang perlu diingat dalam aturan tingkatan kekuatan. 


' Semakin kuat kekuatannya, semakin fatal celahnya. Semakin kuat kekuatanmu, semakin kuat serangan balik yang dihasilkan. '


" Terima hukumanmu dasar sampah.! "


Dan ayunannya pun menghasilkan kilatan hitam dan mengarah ke Dania yang sedang berdiri.


Eldania untuk beberapa saat melompat. Karena kalau tidak yang terjadi justru, tubuhnya akan terbakar hangus.


Tapi di sela-sela dirinya sedang menghindar serangan dari lawannya itu, Eldania sempat menyeringai.


[ Segala jenis senjata kan?. ] Eldania tahu apa yang akan dilakukannya sedikit licik, tapi tidak ada alasan untuk tidak menggunakannya. Toh...pertandingan kali ini mengizinkan segala jenis senjata.


Apa pun itu...


Selagi masih berada di udara, tangannya langsung mengeluarkan benda kecil berwarna perak namun tajam dari punggung pergelangan tangan.


Tajamnya yang bisa menembus kulit dan mempengaruhi pergerakkan lawan adalah tujuannya kali ini.


Setelah mendarat, Eldania segera menumpu kaki kanannya dan langsung melesat cepat ke depan.


Saat Zen mengayunkan pedangnya ke arahnya, Eldania buru-buru menunduk tanpa menurunkan kecepatan langkah kakinya, namun di satu sisi....tangan kanannya seketika itu bekerja cepat, meletakkan 3 benda yang sudah di persiapkannya itu dan.... 


Sekali tusuk langsung...


" Ke...kenapa tidak bisa bergerak? " Zen panik, karena seketika tubuhnya tidak bisa bergerak.


[ Menggunakan titik akupuntur, ternyata ada efek juga pada seorang iblis. ] Pikirnya, selepas menempatkan beberapa jarum di beberapa kulit bagian tubuh Zen, dan rupanya itu berhasil membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2