Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
29 : Eldania


__ADS_3

Sedangkan Eldania.


Eldania yang merasa diikuti setelah sedikit jauh dari danau, langkah kakinya jadi dibuat berhenti, kemudian bertanya. “ Ada apa? Kenapa mengikutiku?“ tanyanya. 


Tanpa memperdulikan penampilan gadis di depannya yang basah kuyup dari ujung kepala hingga ujung kaki, Duke Avrel segera menjawabnya dengan sebuah pertanyaan. “ Dimana kuda yang kau tunggangi tadi pagi?“ 


Karena faktanya, Duka Avrel tahu siapa penunggang kuda liar yang sebenarnya tadi pagi dia lihat, jadi dia sengaja bertanya langsung pada orang yang bersangkutan.


“........! Aku lepas, karena dia mencari keluarganya. “ jawab Dania, dia tahu kalau kuda itu adalah kuda baru yang belum dijinakkan oleh mereka. Tapi apa yang mau dikata, jika kuda itu justru memilihnya dan mengantarkannya ke tujuannya, sehingga Dania pun sengaja membiarkannya mencari keluarganya sebagai balasannya.


Bagi sebagian besar manusia normal, mereka hanya mengerti kuda liar maka harus dijinakkan. Tetapi lain hal dengan Eldania sendiri, dia justru adalah orang yang lebih mengetahui alasan kenapa kuda hitam yang dia lepas itu sangat agresif ketika hendak di dekati oleh para ksatria.


Eldania sedikit mengingat kembali pertemuan pertamanya, dia melihat  kuda tersebut sedang menahan rasa sakit sendirian setelah salah makan rumput, dan jadi secara sengaja dia mengobatinya. Setelah itu, pertemuan keduanya, balasannya dia justru diberikan bantuan untuk menjadi penunggangnya. Maka sebagai hadiah, Eldania pun melepaskan saja kuda tersebut untuk memberikannya kesempatan untuk mencari keluarganya.


[ Itulah yang namanya simbiosis mutualisme, tapi orang sepertinya hanya tahu kalau kuda hanyalah kendaraannya saja, jadi tidak tahu arti dari apa yang aku lakukan pada kuda tersebut. ] Dania lagi-lagi mengumpat, dia terus mengatai semua orang, atau lebih tepatnya semua manusia hanya memikirkan dirinya sendiri.


Tidak mempedulikan apa arti hubungan antara hewan dan manusia, dia terus saja membanding-bandingkannya dalam diam.


"  Apa kau tidak tahu kalau kuda itu susah didapatkan? “ tanya Duke Avrel sambil memberikan senyuman memukau, yang penuh dengan arti.

__ADS_1


[ Tentu saja tidak tahu, karena aku bisa mengerti ucapan mereka, aku mudah mendapatkan tumpangan. Jadi aku tidak peduli soal mudah atau susah yang mereka pikirkan itu. ]  Dania diam-diam mengusap lagi.


Dan secara diam-diam juga, dia berkomunikasi dengan Everst yang senang bersembunyi di suatu tempat. 


“ Kau yakin tentang itu kan? Kuda itu akan kembali?. “


“ Aku sudah mengatakannya, makhluk itu akan kembali. Jika dia berubah pikiran, dan justru membuatmu ganti rugi, aku akan mencuri perhiasan orang dan memberikannya padamu untuk bayaran kepada orang ini. Bagaimana…?“ jelas Everst, sekaligus memberikan solusi cepat.


“ Itu akan memperburuk suasana. “ tetapi Dania langsung menolak ide tersebut dengan tegas, karena situasinya akan semakin runyam jika mendapatkan perhiasan milik orang lain, meskipun sudah diganti menjadi ribuan keping emas dan membayar ganti rugi pada Duke Avrel, yang namanya penguasa akan selalu mudah untuk mencari asal muasal uang yang diterimanya.


“ Kalau begitu, percaya saja padaku. “ kata Everst lagi. 


 “ Keringkan tubuhmu, lalu ikut aku. “ tiba-tiba Duke Avrel memberikan perintah yang sukses membuat pembicaraan antara Eldania dengan Everst langsung terpotong.


“ Ngomong-ngomong aku sudah membaca surat kontrak yang ditandatangani Evan dan kamu. Menginginkan gaji yang besar dalam waktu seminggu itu bagiku mudah untuk mengabulkan keinginanmu, tapi yang disayangkan,  kuda milikku sudah kau lepaskan begitu saja. Kira-kira bagaimana ya?“ ucap Duke Avrel, mencoba mengancam.


“ Aku yakin dia kembali. “ Jawab Dania dengan tegas. 


“ Bagaimana jika tidak kembali?“ tanyanya.

__ADS_1


“ …………… “ Sebenarnya dia bisa saja membayar ganti ruginya, tetapi tujuannya disini, [ Aku ingin mendapatkan uang, bukan mengeluarkan uang! ] Dania lagi-lagi mengumpat.


“ Harga untuk satu kuda itu setara dengan harga satu rumah mewah, apa kau mengerti apa yang aku maksud? Tapi disini sebenarnya aku tidak menginginkan uangmu, cukup gunakan tubuhmu untukku, maka aku bisa melupakan soal kuda itu. “ kata Duke Avrel.


Sebuah kata yang cukup ambigu dan membuat orang yang mendengarnya mempunyai kesalahpahaman yang cukup besar terhadapnya.


“ Tubuhku? " Dania langsung mengangkat salah satu alisnya ketika mendengar kalimat itu. " Sayangnya aku tidak punya banyak waktu untuk melayani orang sepertimu. Soal kuda, aku yakin dia akan kembali. "


[ Apa yang membuatnya punya rasa percaya diri setinggi itu? Tidak...bukan sekedar itu saja, dia juga tidak terpengaruh dengan kata-kataku soal 'tubuhmu', biasanya para gadis akan langsung salah paham, tapi dia tidak. Dia justru mengerti maksud ucapanku. ] batin Duke Avrel.


Sedangkan beberapa orang yang tidak sengaja melintas, mendengar percakapan tersebut langsung berbisik-bisik di dalam hati mereka sendiri.


[ Perempuan itu berani sekali menjawab dengan gaya bicara seperti itu pada tuan duke. ] satu orang membatin, dan hanya meliriknya sekilas saat melihat seorang gadis asing berbicara dengan bahasa non formal pada seorang penguasa, yang harusnya dihormati.


[ Apa maksudnya itu?! Apa tuan duke menyuruh gadis itu menggunakan tubuhnya untuk melayaninya karena gadis itu sudah melepaskan kuda dengan sengaja? ] satu orang lain lagi, berpikir mengarah ke bagian paling jauh dari hubungan seorang pria dan wanita.


Karena kesalahpahaman yang terjadi, dan Duke Avrel mengerti akan tatapan dari beberapa ekspresi wajah yang tidak sengaja berpapasan dengannya, membuatnya kembali bertanya. " Aku penasaran, apa yang kau pikirkan tentang ucapanku tadi?. "


" Itu…..tidak lain untuk melayanimu. Antara menjadi pembantumu, atau lebih spesifiknya menjadi juru masak untukmu. "

__ADS_1


Duka Avrel menghela nafas pelan. [ Dia tidak punya salah paham dengan kalimatku. Perempuan ini peka juga, tapi sebaliknya…. ] Saat melirik ke arah beberapa orang tadi, dia langsung mengetahui apa yang mereka pikirkan. [ Mereka pasti sedang berpikir hal yang bukan-bukan, padahal mereka lebih tua dari perempuan ini. ]


Sedangkan Eldania, dalam diam sombong sendiri. [ Kau pikir aku bisa salah paham dengan kalimat seperti itu? Jika aku yang dulu, aku mungkin langsung salah tingkah, mengira aku harus melayani pria dengan tubuhku padahal bukan. Tapi karena sudah terbiasa mendengar kalimat dalam artian yang sangat banyak, sekarang aku jadi sudah mulai terbiasa. Yah...pengalaman dan pengetahuan adalah solusi terbaik menghadapi masalah sepele seperti ini. ]


__ADS_2