
Melihat Cecil tidak berkata apapun, Eldania langsung angkat bicara. “ Kenapa diam?. Aku sudah membuat cara agar kita bisa bertarung secara seimbang. “ ucap Eldania yang masih berdiri di depan Cecil dengan pedang yang dia tancap ke tanah. [ Padahal tadi dia semangat sekali memburuku, kemana perginya semangat anak ini?. ]
“......................” Tanpa sepatah kata, Cecil mengarahkan pedangnya kedepan. Dia mulai memasang kuda-kuda, bersiap untuk melawan Eldania. “ Aku akan membalasmu…., maju. “
“..................” Eldania mencabut pedangnya dari tanah, setelah itu dia pun sama-sama mengarahkan pedangnya ke depan.
Setelah beberapa saat, Eldania pun akhirnya berlari melesat ke depan dengan cepat.
Cecil juga sama-sama berlari ke depan untuk menghadapi wanita yang membuat harga dirinya tercoreng karena merasa dipermainkan olehnya.
Tapi tepat di jarak lima meter sebelum mereka berdua benar-benar bertarung dengan beradu pedang, Eldania tiba-tiba merubah rencananya. Dia langsung melempar pedangnya tepat ke arah Cecil dengan sekuat tenaga seperti melempar sebuah tombak.
Tentu saja Cecil segera menangkis pedang itu dengan pedangnya. “ Apa kau mau mengecohku?. “
CTANG…..
Pedang yang dilempar oleh Eldania langsung beralih posisi melesat ke arah lain, dan berakhir dengan menancap ke batang pohon.
“ Tidak. “ jawab Eldania dengan singkat.
Tepat setelah berkata seperti itu, Cecil yang sudah hampir melakukan pertarungan dengan wanita di hadapannya itu, justru tiba-tiba di abaikan.
SYAHHT……
“ Apa..?!. “ Cecil tiba-tiba diabaikan, karena Eldania dengan serta merta langsung melompat di jarak dua meter sebelum pedang Cecil memotong tubuhnya.
Eldania melompat ke atas dan pergi ke arah dimana pedang miliknya tadi menancap ke pohon. Dia membuat pedang yang tertancap di batang pohon sebagai tumpuannya untuk melompat lebih tinggi.
Awalnya Cecil akan pergi mengekorinya, tapi sayangnya gerakan Eldania untuk melompat di tumpuan terakhirnya ternyata membuat Eldania terbang lebih tinggi untuk menggapai sesuatu yang ada diatas.
[ Aku akan mendapatkannya. ] tepatnya Eldania segera merentangkan tangan kanannya untuk menggapai pita yang terikat di lengan Caster.
“................!. “ Baru menyadari Eldania sedang mengincar Caster yang ada di atas sana, Cecil benar-benar langsung mengerahkan semua kekuatannya untuk menyusul Eldania sambil berteriak. “ Caster…!. “
_____________
SRIINGG.......
12 lingkaran cahaya muncul lagi dengan mengeluarkan puluhan pedang maupun tombak, mereka semua melesat dengan cepat ke arah targetnya yaitu Azel.
Bagai pelampiasan akan sesuatu yang terpendam lama di lubuk hatinya, Caster seperti mengeluarkan unek-uneknya lewat pertarungan ini.
Sedangkan dari bawah, mereka semua hanya bisa menyaksikan mereka berdua yang tidak tahu waktu.
" Ternyata Caster memiliki kekuatan yang seimbang dengan iblis itu. " gumam keyla, memandang pertarungan antara pemimpin tim.
" Aku yakin anak baru itu yang menang. "
" Siapa yang tahu?, beberapa orang ada yang memanggil dia raja iblis. Bisa saja dia yang akan memenangkan pertarungannya. "
" Apa maksudmu?. "
" Meskipun Azel dari kalangan iblis campuran, namun dia bisa memiliki kekuatan melebihi kekuatan yang dimiliki para bangsawan iblis. Jadi beberapa orang mengaku kalau dia adalah reinkarnasi raja iblis. "
Berbagai rumor yang didengarnya memang tidak salah lagi namun siapa yang akan mau menganggap iblis campuran menjadi raja iblis?. Dan manusia pun tidak perlu memikirkan apakah dia itu raja iblis maupun bukan.
Kembali pertandingan, mereka berdua terus serius dalam pertarungan mereka sampai mengabaikan fakta bahwa pertarungan mereka membuat dampak yang cukup besar, dan diantaranya adalah ledakan.
DUARRR......
Seperti kembang api, ledakan tadi menghanguskan sebagian pepohonan dalam radius 100 meter.
Setelah adanya ledakan yang terjadi, rantai emas keluar dari beberapa tempat dan mengikat tubuh Azel dengan sangat erat, kemudian disusul 4 pedang meluncur keluar.
JLEB....
JLEB....
JLEB.....
__ADS_1
JLEB.....
Semua senjata yang muncul langsung
penusuk dan menembus ke tubuh Azel. Azel pun sampai mengeluarkan darah dari mulutnya, dan cairan merah segar dari luka tusukan itu bercucuran sangat deras dan berlimpah.
" Uhuk...! " Azel terbatuk dengan disertai darah. [ Aku...tidak pernah mengira ada ra... ]
" Bagaimana rasanya mencicipi rantai surga milikku?. " Caster tersenyum puas setelah dapat mengikat raja iblis dengan rantai surga yang bisa mengekang siapapun bahkan meskipun dia adalah dewa neraka sekalipun. Semakin tinggi tingkatan kekuatan yang dimiliki oleh musuh yang terikat oleh rantai surga milik Caster, maka semakin kencang pula ikatan yang dihasilkan.
" Kau, manusia ket- " Ayat yang hendak Azel ucapkan seketika menghilang bersama dengan nafasnya ketika mendengar......
“ Caster…!. “ Suara teriakan itu berhasil menarik perhatian Azel dan si pemilik nama untuk menoleh ke sumber suara.
Dan terutama saat Caster menoleh samping sedikit ke bawah, dia langsung terbelalak kaget ketika melihat sesuatu yang luar biasa sedang menuju ke arahnya. [ Ap-... ]
Wanita yang dari awal menjadi keberadaan dirinya ada didunia ini, kini sedang menuju ke arahnya.
Meskipun debu hasil dari pertarungannya dengan Azel tadi membuat sebagian besar terbang ke segala penjuru, tapi wanita yang memakai seragam putih ini, tanpa patah semangat terus mengerahkan segala kemampuannya untuk naik ke atas meskipun tidak memiliki kekuatan untuk terbang.
Eldania, dia melompat dengan sekuat tenaga untuk pergi ke arah Caster yang keberadaannya memang bisa terbang di udara.
“ Aku akan mendapatkanmu. “ ucap Eldania sambil mengulurkan tangan kanannya ke depan, tepatnya kearah Caster.
“ Kau-, .................!. “ Meski tidak begitu keras, namun Caster masih dapat mendengarnya dengan jelas. Untuk sesaat Caster terbuai dengan lamunannya yang melihat Eldania seperti sedang mengulurkan tangan ke arahnya.
Terlepas dari Cecil yang sedang mengekori Eldania dengan sama-sama melompat keatas sekuat tenaga dan berusaha untuk menggapai Eldania, Caster yang sesaat terpengaruh dengan imajinasinya karena melihat Eldania pergi menuju kearahnya, Caster tanpa sadar turun untuk menggapai tangannya.
[ Ayolah...sedikit lagi. ] Pikir Eldania. Dia berusaha untuk menangkap barang berharga yang harus didapatkan untuk mendapatkan kemenangannya.
[ Sialan...lompatanku kurang tinggi. ] Cecil sudah kehilangan gaya lompatannya setelah berhasil melompat setinggi dua puluh meter dari atas pohon, jadi Cecil tidak dapat melangkahi Eldania untuk menghentikan wanita itu untuk mendapatkan pita yang terlepas itu. Jadi mau tidak mau Cecil kembali berteriak. “ Caster!, tangkap pitamu sebelum dia!. “ teriak Cecil sebelum akhirnya terjun ke bawah.
“..................!. “ Caster yang seketika sadar dengan maksud teriakan dari anak buahnya tadi, langsung membuatnya merubah reaksi wajahnya ketika melihat tangan dari Eldania sudah berhasil menangkap pita kuning milik Caster. Sedangkan Caster yang sebenarnya bisa saja langsung menangkap pitanya tadi, sekarang yang ditangkap hanyalah angin kosong karena tidak jadi menangkap tangan Eldania yang menjadi tujuan awalnya sama-sama mengulurkan tangannya ke depan.
“ Yes...dapat. “ gumam Eldania dengan wajah bahagianya, karena berhasil mendapatkan pita incarannya.
Caster jadi membuat reaksi wajah tercengangnya, gara-gara isi kepalanya terbuai dengan imajinasi yang membuatnya jadi kehilangan pitanya yang terlepas dari tangannya karena pertarungan sengit dengan Azel tadi.
[ Hahaha…..karena imajinasiku sendiri, dia berhasil merebutnya. Pikiran bodoh apa lagi ini?. ] Caster tersenyum getir saat melihat Eldania sudah mendapatkan pita kemenangannya saat itu juga.
“ Hahaha….Azel...kita menang!. “ kata Eldania mengabaikan citranya sendiri karena tertawa girang, Eldania pun akhirnya melupakan sebuah fakta kalau dirinya sekarang ini masih di udara dan di detik berikutnya dia langsung terjun jatuh ke bawah. “ Eh....?!. “
Azel yang sedang melepaskan satu persatu senjata yang menusuk tubuhnya, hanya melihat wanita yang tadi meneriaki nama dengan kemenangannya sedang terjun ke bawah.
Sedangkan Caster. Antara pikiran dan tubuhnya, tubuhnya yang lebih cepat bertindak melihat Eldania langsung terjatuh, Caster refleks ikut terjun ke bawah dan mulai menggapai tangan Eldania yang justru memberikan tatapan tercengang.
GREPP…….
“ Kalah. “ Cecil yang baru saja mendarat dengan cukup mulus, hanya mendengus kesal karena menerima kekalahan.
BRUKHH………
Ranting pohon yang patah dan suara akhir yang cukup keras untuk menandakan adanya sesuatu yang baru saja terjatuh, membuat Cecil membelalakkan matanya saat melihat asal suara ribut tadi berasal dari dua orang yang baru saja terjatuh, siapa lagi kalau bukan Eldania dan Caster.
“ Ukh…..uhuk..uhuk…..” Eldania terbatuk karena debu yang berterbangan itu sangat mengusik pernafasannya. “ K-kenapa kau menangkapku?. Padahal kau bisa mengulurkan rantaimu kepadaku. “ ujarnya.
Eldania sebenarnya sudah tahu kalau tadi Caster bisa memunculkan rantai, dengan kata lain jika Caster pada dasarnya memang ingin menangkapnya, maka laki-laki ini bisa mengeluarkan rantainya agar dapat Eldania gunakan sebagai pegangan.
Tapi itu justru tidak!.
“ Hmph….kurasa sekali-kali aku harus melakukan sesuatu yang aneh. “ jawab Caster tanpa pikir panjang.
“ Apa maksudmu?. “ tanya Eldania lagi, dia masih mengkondisikan penglihatannya yang beberapa saat tadi kemasukan debu. Dia menggunakan lengan bajunya untuk menggosok matanya yang kelilipan itu.
“ Kali ini aku memberikanmu kehormatan besar padamu secara langsung untuk duduk diatasku. Berbahagialah, Eldania. “ Jawab Caster.
“ Eh……?. “ Ketika matanya sudah kembali melihat dengan jelas, Eldania akhirnya tahu apa maksud dari ucapannya.
Eldania saat ini melihat wajah bangga dari Caster yang terlihat tidak mempermasalahkan tubuhnya jadi bantal duduknya!.
__ADS_1
“ Apa kau sangat menyukai posisi ini, Eldania?. “ Tanya Caster dengan kalimat godaannya.
Eldania yang langsung tersadar dengan posisinya saat ini sedang duduk diatas perut Caster, tanpa sepatah kata Eldania segera menyingkir dari atas tubuhnya sambil mengucapkan terima kasih.
“ Terima kasih. “ ketusnya.
“ Tunggu dulu….. “ Caster langsung menarik salah satu tangannya Eldania dan membuat wanita ini kembali terduduk di atas perutnya. “ Biasanya, menyentuh diriku tanpa seizinku adalah sesuatu yang mustahil di dunia ini. Jadi apa kau senang dengan pengecualian itu. “
“ A-apa?. “ tanya Eldania dengan ekspresi wajah yang tidak bisa diungkapkan, karena membuatnya kembali duduk di atas Caster.
Meski hanya sekedar duduk saja, sayang seribu sayang Eldania langsung tahu. Meskipun dari luar, Caster terlihat hanya memiliki postur tubuh normal layaknya remaja pada umumnya, namun Eldania tahu kalau dibalik baju dari laki-laki ini cukuplah atletis. Dia merasakan sesuatu yang keras, dimana perut milik Caster benar-benar terbentuk.
[ Kenapa dia menahanku pergi?. ] Eldania benar-benar menelan ludahnya sendiri karena harus menyikapi semua pemikiran itu sejauh-jauhnya. [ Dan apa maksud dari ucapannya?. Yah...aku memang senang karena aku bisa jatuh dengan selamat karena orang ini, dan sekaligus aku bisa duduk diatasnya. Tapi kenapa dia tidak marah kepadaku?. Jadi apa alasannya dia membuat pengecualian dari aturan yang diucapkannya itu?. Dan…….Caster, aku tidak pernah berpikir dia akan bereaksi seperti itu padaku, padahal dari luar…..tampangnya seperti tiran berdarah dingin. ]
Berbagai pertanyaan akhirnya menyerbu otaknya. Bahkan Eldania sendiri tidak tahu apakah semua yang ada di dalam kepalanya itu bisa diutarakan satu persatu kepada laki-laki di bawahnya ini, yang bahkan tidak bisa Eldania mengerti karena selama ini Caster hanya memberikan tampang yang angkuh.
[ Dia orang yang tidak terduga!. ] Eldania benar-benar tidak tahu harus apa dan berkata apa. Mulutnya terasa terkunci ketika orang ini berbicara. [ Apa...apa yang harus aku katakan?. Kenapa aku tidak tahu dia punya sisi seperti ini?. Aku…...]
Saat Eldania menatap wajahnya kembali, dia hanya mendapatkan senyuman sombongnya.
" Aku harus pergi. " Eldania benar-benar angkat kaki dari tubuh Caster dan mengabaikan pertanyaannya tadi.
" Jadi...apa aku hanya mendapatkan ucapan terima kasih saja?. " kata Caster. Caster masih terbaring di atas tanah sambil menatap bunga pohon cemara yang tidak sengaja dia ambil tepat di sebelah kepalanya tadi.
Eldania menoleh ke belakang dan menunduk ke bawah. Dia melihat salah satu kakinya sedang di cengkram oleh Caster, itulah yang membuatnya mengurungkan niatnya pergi dari situ.
" Aku akan membalasnya suatu saat nanti. " jawab Eldania. Setelah menjawab ucapannya, akhirnya cengkramannya dilepaskan.
Setelah melihat Eldania pergi jauh, Caster langsung melempar bunga pohon cemara itu tepat ke arah Cecil yang dari tadi bersembunyi dibalik salah sagu pohon sambil menatap ke arahnya. Dan bunga itu langsung berhenti tepat di depan kakinya Cecil.
" Apa kau melihatnya?. " Tanya Caster.
" Ya...bahkan aku mendengar pembicaraan kalian. " jawab Cecil. " Kenapa kau membiarkannya menang?. " Cecil bertanya karena merasa tidak puas hati dengan kinerja Caster yang memberikannya kekalahan pada timnya.
Seketika Caster menjeling tajam kearah Cecil dengan sorotan matanya yang cukup menusuknya. Dan bahkan membuat bulu kuduk Cecil terasa berdiri sekalipun Caster hanya menatapnya dengan tatapan mata yang tajam itu.
".................!. "
" Apa yang kau lihat dan kau dengar sebaiknya lupakan itu. " celetuk Caster.
" Ha…..jangan-jangan kalian berdua benar-benar punya hubungan. Makannya kau membiarkannya menang. Benar kan?!. " Cecil langsung menyela ucapannya saat itu juga.
Hal itu membuat Caster langsung bangkit dari tempat dirinya tadi berbaring dan membuat Cecil secara insting sedikit mengambil langkah mundur dengan langkah ragu.
" Dengar. Pada dasarnya aku memang tidak peduli soal menang atau kalah karena aku dari awal tidak pernah menyukai ujian seperti ini. " Caster yang terpancing dengan ucapan Cecil barusan, mau tidak mau membuatnya harus memberikan penjelasan yang berupa peringatan. " Tapi bukan berarti dalam pertarunganku aku memberikan kemenangan pada musuhku meski dia adalah orang yang aku kenal sekalipun. "
Dan Caster terus mengambil langkah demi langkah ke depan, menghampiri Cecil yang perlahan mulai memperlihatkan wajah takutnya karena terintimidasi.
" Karena dari awal tim ini bukanlah milikku, tapi milik kalian. Peranku hanya memerintah kalian untuk bergerak, tapi kalian sendiri yang bergerak untuk melakukan strategi itu sendiri.
Aku juga sudah memberikan kalian peringatan. Dan hasilnya?.
Kalian sendiri yang lebih tahu. Jadi jangan coba-coba menyalahkanku, karena kalian sendiri yang memilihku untuk menjadi ketua tim. Lalu….. " Caster sedikit mengayunkan tangannya, kemudian sebuah pedang muncul tepat di sebelah leher Cecil.
"..............!. I-ini… " Cecil tidak bisa bergerak sedikitpun sekalipun otaknya berteriak untuk menghindar.
" Jika aku mendengar keluhan kalian soalku, aku tidak yakin kalian berenam bisa saling bertemu dengan tubuh utuh. " ujar Caster, memberikan peringatan penuh mengancam kepada Cecil sekaligus teman-temannya.
CESSS…..
Pedang emas yang muncul dari belakang Cecil perlahan menggores lehernya, dan membuat kerah bajunya mulai mendapatkan setetes noda darah berwarna merah.
".............."
" Aku anggap wajah takutmu menjadi jawabanmu. " Lalu Caster menyimpan kembali pedangnya.
Dan Cecil akhirnya terbebas dari ancaman Caster yang ternyata diluar dugaan lebih mengerikan ketimbang mendengar hinaan yang biasanya keluar dari mulut berlidah tajam itu.
Ceci mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
__ADS_1
" Dan sebaiknya buang jauh-jauh pikiranmu soal balas dendam. " Ucap Caster menambahkan, sekalipun Caster sudah berjalan sepuluh meter jauhnya dari tempat Cecil berdiri saat ini.
"...............!. " Cecil membuka telapak tangannya saat merasa dirinya sudah ketahuan soal amarah yang memunculkan dendam di dalam hatinya.