
"Tidak akan, Dewi bodoh itu tidak akan lagi membawa kematian untukku, jadi kau tenang saja." ucap Gilsh, mencoba merayu asistennya sendiri yang sebenarnya mempunyai iman yang begitu tebal, sampai bahkan ketika Aneshka saat ini sedang mencoba memandikannya, padahal Gilsh sendiri sudah telanjang total, tidka ada tersirat di mata cantiknya itu untuk tergoda pada penampilannya.
"Yang mulia, beliau adalah Dewi yang agung, kenapa anda terus saja memanggil Dewi Ereshkigal sebagai Dewi bodoh terus?"
"Hahaha, padahal mulutmu sendiri barusan juga menghina Dewi itu. Oh, ngomong-ngomong umurmu sekarang berapa?" Lirik pria berambut pirang emas ini kepada wanita di belakangnya, yang saat ini sedang menggosok punggungnya.
"Umur saya dua puluh tiga tahun."
"Berarti sebulan lagi, kau berumur dua puluh empat ya. Hmm, apa kau sama sekali tidak memiliki niat untuk mencari epndamping?"
"Kenapa Yang mulia tiba-tiba bertanya seolah anda perhatian kepada saya?" Menjaga matanya dari segala noda dari nafsu yang bisa membawa dosa, Aneshka tetap memejamkan matanya dari pada melihat tubuh sang raja yang sudah sepenuh nya telanjang itu.
"'Kau kan asisten sekaligus kepala pendeta, tentu saja sebagai atasanmu, aku harus memperhatikan orang yang menempati posisi tangan kananku ini dengan baik. Jadi aku tanya sekali lagi, apa kau sama sekali tidak memiliki niatan untuk mencari pasangan?
Khusus untukmu saja, di umur yang sudah melewati batas dua puluh dua tahun, yang seharusnya sudah menikah, tapi kau satu-satunya yang belum."
"Selama anda belum mempunyai pasangan, untuk apa saya harus mempunyai pasangan?" suatu kata-kata yang menyiratkan arti lain, sampai Gilsh akhirnya memutar tubuhnya ke belakang dan membuatnya berhadapan langsung dengan Aneska yang akhirnya mau membuka matanya. "Kenapa anda malah berbalik? Saya bahkan belum selesai membersihkan punggung anda." Imbuhnya, tiba-tiba saja mengalihkan topik pembicaraannya.
__ADS_1
Awalnya Gilsh terdiam sejenak sambil memperhatikan wajah cantik milik Aneshka yang di tutup dengan kain cadar tipis.
Padahal ada wanita secantik dia, tapi tidak ada satu orang pun yang mengajukan lamaran kepadanya.
"Heh~" Tiba-tiba tanpa di duga, Gilsh tersenyum remeh. Dia menunduk dengan tawa ringan yang mana hal itu membuat Aneshka menatapnya dengan tatapan heran. "Sekarang mungkin aku memang belum begitu mengerti situasimu, tapi sudahlah."
"A-apa maksud ucapan anda? Eh, yang mulia." Panik Ashera ketika pria yang menjabat menjadi seorang raja paling tirani di abad itu, tiba-tiba saja bicara aneh kepadanya, dan akhirnya pembicaraan mereka berdua langsung selesai selepas Gils langsung beranjak dari kolam pemandian dan pergi begitu saja dengan jubah mandi yang sudah melekat di tubuhnya, meninggalkan Aneshka yang sedang dalam kebingungan.
"Aku sudah selesai mandi, kau kembalilah ke kamarmu, atau jika kau memang ingin menemaniku tidur, maka ikut aku tidur." Ledek Gilsh dengan senyuman remehnya.
"Yang mulia ini, seharusnya anda menggoda wanita lain, jangan saya, karena lagi pula saya ini pendeta. Anda tahu kan kalau aturan menjadi pemimpin dari ritual, saya tidak boleh menikah." ucap Aneshka, tiba-tiba saja mengungkit apa yang sempat di bicarakan mereka berdua tadi.
Jika menikah adalah ujung dari hubungan yang membuat tubuh kotor, kalau begitu baik kau dan aku, sama-sama kotor karena kita juga hasil dari hubungan dua orang bercinta.
Jika itu maksudmu alasan kau tidak menikah sampai sekarang, maka pemikiranmu soal menjadi pendeta di kerajaanku adalah salah besar." Jelas Gilsh panjang lebar kepada Aneshka, yang mana hal itu berhasil membuka wawasan Aneshka sendiri yang memang ada dalam posisi untuk menjaga diri dari segala aturan yang menodai dirinya dari segala keburukan.
Begitu Aneshka berhasil keluar dari area kamar mandi dan membuat dia kembali masuk kedalam kamar dari sang Raja, Gilsh yang saat itu sedang mencoba mengganti jubah mandinya dengan jubah tidurnya, tiba-tiba saja di hampiri oleh Aneshka.
__ADS_1
Gilsh yang berhasil mengganti pakaiannya, lantas memutar tubuhnya ke belakang, dan akhirnya membuat dia berhadapan dengan wanita ini lagi.
"Yang mulia." Dengan sepasang mata yang sedang memandang ke arahnya dengan tatapan sayu, kedua tangan yang masih menyisakan basah dari air mandi tadi, tiba-tiba saja menangkap wajah dari sang Raja yang langsung tercekat kaget.
Gilsh terdiam sambil menunggu apa yang akan di sampaikan oleh wanita ini kepadanya.
"Apa anda tahu?"
"TIdak."
Aneshka tersenyum lemah mendengar jawaban dari sang Raja yang begitu ketus itu. "Ya, saya pikir anda memang belum tahu. Bahwa alasan saya bicara demikian, soal tidak ingin menikah selama anda belum menikah, sebenarnya selain saya adalah seorang pendeta, dan terus menyangkut pautkan larangan menikah dengan posisi saya, sebenarnya ada satu hal yang saya rahasiakan dari anda.
Saya ingin hidup untuk anda untuk selamanya, itulah yang saya maksud.
Jadi, meskipun anda akan memiliki Ratu di sisi anda, saya hanya ingin menjaga hati, posisi, dan kesucian saya untuk mewakili anda yang terus di sebut sebagai Raja Tirani.
Jadi yang saya harapkan sebenarnya, saya ingin anda tidak terus mengungkit soal prinsip hidup saya. Apa anda paham?" ungkap Aneshka dengan suaranya yang begitu lemah lembut dan setelah itu senyuman cantik itu lagi pun menyusul, mewarnai suasana yang terasa kelam itu dengan hati, perasaan dan senyuman yang tulus, dan tidak bisa membuat Gilsh menolak keinginan begitu juga harapan dari asisten pribadinya itu.
__ADS_1
"Aneshka, kau ini ..., selalu saja membuat Raja mu ini kehabisan kata-kata." Ucap Gilsh sambil tersenyum mencibir dirinya sendiri yang lagi-lagi tidak mampu untuk melawan ucapan dari satu wanita ini.