Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
71 : Eldania


__ADS_3

Hyah..............hyah...............


Jam yang masih menunjukkan jam setengah 6 pagi, tepat di tengah hutan hanya dia seorang diri yang mengisi keheningan hutan tersebut dengan nafas dan suara angin lembut yang dia tebas dengan pelan.


" Hahh....!. " Mengayunkan pedang dari atas kepala ke depan. [ 600. ]


Hyah..........hyah...........


Dengan satu kaki kanan ke depan dan kaki kiri sedikit ke belakang, dia terus mengayunkan pedangnya dari 1 jam yang lalu. Kuda-kuda yang dia pakai, untuk menjaga keseimbangannya dalam menggerakkan pedangnya. Alasannya......gerakan seperti ini adalah untuk melatih kekuatan otot bahu, lengan, tangan, perut dan kaki.


Padahal hanya berdiri dan mengayunkan pedang saja, tapi hasilnya semua gerakan itu dapat membantu otot yang ada dalam tubuh untuk lebih terbiasa dengan penggunakan senjata pedang.


[ 610, 611, 612, 613, 614. ] Eldania terus menghitung urutannya di dalam hati dan pikirannya.


SYUHHTT..........


Dari jarak 20 meter tepat di belakang nya, Eldania langsung merasakan hawa keberadaan batang pohon yang tiba-tiba saja datang ke arahnya!.


"..........................!. " Eldania segera berputar dan mengangkat pedang milik nya dari atas. Tepat di jarak 2 meter, Eldania langsung mengayunkan pedang tersebut secara miring dari kanan ke kiri, hasilnya...


CRASSZZHH...........


Batang pohon sebesar 3 meter itu langsung terpotong menjadi dua secara rapi.


" Diam-diam menyerangku dari belakang. " ujar Eldania dengan peristiwa yang baru saja terjadi. 


" Murid yang rajin, masih jam segini tapi sudah latihan pagi. " Suara tersebut segera terdengar. 


“ Erich….” Eldania tahu siapa pemilik dari suara tadi. Tapi tiap kali Eldania menoleh ke arah sumber suara, seperti menoleh ke samping kanan, maka...


" Kelihatannya kau butuh teman bermain. "


Suara tersebut berpindah tempat ke tempat lain, yaitu ada di belakangnya. Tapi lagi-lagi ketika Eldania menoleh ke belakang, maka suara yang dia dengar berpindah tempat lagi.


" Sebelumnya aku gagal melakukan perkenalan pertamaku karena seseorang. Jadi bagaimana jika aku ulangi?. "


Eldania sempat berpikir sejenak, apa yang dia dengar barusan membuatnya untuk mengulas memorinya lagi. " Pertemuan pertama?, gagal karena seseorang?, apa maksudmu saat menggunakan anak panah pembunuh untukku saat itu?. "


SRAAKK.........


" ..........................." Orang ini terdiam, berdiri di batang pohon sambil mengamati Eldania itu dari kejauhan.


" Apa kau mau menggunakan cara yang sama lagi?. " Tanya Eldania sambil memasang gerakan waspada untuk bersiap jika saja ada serangan dadakan lainnya dari Erich.


" Entahlah. " sebuah seringaian licik menghiasi bibirnya. " Hari ini aku ingin mmebuat taruhan denganmu. Jika aku kalah kau bisa makan gratis di restoran milikku selama 10 hari. Tapi jika kau yang kalah turuti 2 permintaanku. Bagaimana?. "


Sebuah kalimat yang mengatakan kata ' Gratis ' sontak membuat Eldania diam-diam tertawa bahagia di dalam hatinya.


" Jadi ini perkenalanmu?, mau memberikanku makan gratis selama sepuluh hari?!. " Eldania benar-benar cekikikan sendiri setelah mendengar ucapan Erich barusan. Erich menawarinya makan gratis di restorannya selama 10 hari asal bisa menang taruhan. Tentu saja senyuman itu berubah seperti orang keji yang hendak menyiksa tahanan. [ Taruhan yang sangat menarik. Makan gratis, aku tidak bisa melepaskan kesempatan besar seperti ini. ] maka dari itu, Eldania segera menjawab atas tawaran itu dengan senang hati. " Ok, aku terima. "


Maka dari sinilah sebuah pertarungan terjadi antara Eldania dengan Erich yang merupakan kenalannya dua bulan yang lalu.


_______________


Dua orang ini sudah bersiap pada posisi nya sendiri.


Erich........, dia langsung mengambil langkah pertamanya dengan melompat dari satu pohon ke pohon lain.


Eldania yang ingin mencoba mengetahui posisi laki-laki itu berada dengan berkonsentrasi. Di masa saat dia melakukan konsentrasinya, ada satu pikiran lain yang datang.


[ Tunggu, aku tidak mengira kalau tadi adalah perbuatan Erich. Bagaimana dia bisa membuat batang pohon tadi datang ke arahku?. Aku kira dia hanya orang yang bisa membuka pintu sa-.......] Eldania membuka matanya, kata ' Pintu ' membuatnya mendapatkan kilatan ingatan, bahwa dirinya harus hati-hati dengan pintu?. 


Itulah yang dia pikirkan saat mengingat pesan terakhir dari para roh iblis itu beberapa hari yang lalu, ketika menyelamatkan salah satu iblis bersaudara itu.


[ Apa yang dia pikirkan?, dia membuat celah. ] Pikir Erich, dia merentangkan tangan kirinya kemudian sebuah busur langsung berada di genggamannya dan ketika tali busur ditarik, tiga anak panah segera tercipta.


SLASHH -------> ----------> ------------>


Tidak membiarkan kesempatan menghilang begitu saja, anak panah yang dia lancarkan bukan hanya tiga, tapi sembilan dan dia lepaskan dari segala arah.


Jadi posisinya saat ini, Eldania terkepung dengan banyaknya anak panah yang datang dari segala arah.

__ADS_1


[ Apa ini ada hubungannya dengan kekuatannya Erich?. ] Eldania pula, dia masih sempat-sempatnya memikirkan kembali peringatan yang waktu itu dan memang benar kalau hal tersebut sebenarnya membuat Eldania terus kepikiran, tapi apa yang dia coba ekspektasikan selalu salah.


Jadi kemungkinan terbesarnya adalah berhubungan dengan kekuatan milik Erich?.


[ Pasti itu!. ]


SLASH ----------> --------> ---------->


Jarak yang belum termakan tinggal 4 meter dan terus terbang.


[ Jika dia diam saja........dia, bisa-bisa.... ] Sekilas Erich mengutarakan kata itu, rasa khawatir yang langsung sirna selepas....


" ......................" Eldania hanya mengatup mulutnya, mengurungkan niatnya untuk bicara dan tergantikan dengan rasa waspadanya yang muncul, lalu merotasikan pandangannya ke segala arah.


Tepat di satu setengah meter terakhir, pedang yang awalnya mengacung ke bawah, langsung Eldania angkat dan ayunkan ke atas dan dalam sekali putaran dalam berbagai gerakan yang Eldania buat langsung sukses menghalangi kesemua anak panah itu.


CARZHH............


".............!. " Erich yang melihat gadis itu sudah mulai serius dengan ditandai gagalnya ke sembilan anak panah yang digunakan untuk menyerangnya, Erich kembali melakukan serangan lainnya.


Percobaan serangan pertama gagal, Erich mengubah busur panah itu menjadi sebilah pedang. 


Melompat turun dan mendarat ke tanah dengan mulus. Satu sampai dua pohon yang berdiri kokoh di depannya segera Erich tebas menjadi dua bagian, sehingga kini ada empat bagian yang terpotong. Lalu Erich segera menendang ke empat batang pohon itu mengarah ke Eldania berada.


Setelah sukses menghentikan kesembilan anak panah tadi, Eldania berbalik dan mendapati ada batang pohon lagi yang terbang datang ke arahnya. Eldania mengarahkan pedangnya dari kanan secara pelan pindah ke posisi kiri, dia melakukan persiapannya untuk menghadapi serangan kedua itu.


Sesaat di jarak 5 meter itu, Eldania sedikit berlari ke depan. Ketika sudah di jarak terdekat, dia kembali mengayunkan pedangnya, dan ......


CRAZHHH..........


Memotong batang pohon yang pertama. Nmun setelah itu Eldania melompat dan berlari di atas batang pohon yang masih bergerak menerjang ke depan. Dia mencoba mempersiapkan kemungkinan serangan dadakan lanjutan. 


SHYUHTT.......


" Ha.................!. " bukan dari depan, tapi dari bawah.


GREEPP...........


BRAKKH..........( Suara pohon yang berbenturan dengan pohon lain. )


Eldania tersenyum sinis, lagi-lagi kakinya di cengkram oleh seseorang.


Ketika Eldania langsung di tarik ke bawah oleh Erich yang kemungkinannya tubuhnya akan di banting. Karena itu Eldania segera mengambil inisiatif sendiri dengan membungkuk lalu membalas Erich dengan ikut mencengkram tangan Erich yang sedang mencengkram kakinya itu, sehingga tepat di titik hendak di banting, Eldania melumpuhkan sementara bagian syaraf di tangan Erich.


" Apa?!. " Erich panik di kala tangannya tiba-tiba sulit untuk digerakkan dan sekarang yang mengambil kendali untuk membanting tubuh lawan, bisa jadi adalah lawan itu sendiri.


Eldania dapat melepaskan diri dari cengkraman Erich karena langsung meluncur mendarat ke bawah di atas tanah dengan aman. Tapi di detik yang sama pula, tangan kiri Erich yang masih bisa digerakkan untuk mengayunkan pedangnya, membuat Eldania langsung berlutut dan menahan serangan pedang Erich yang mengayun dari atas.


CTANG.......


" Lumayan. " Dengan butiran air mulai membasahi dahinya, Eldania tersenyum getir kepada Erich sebab ternyata Erich bisa menggunakan tangan kiri untuk memegang pedang dan tenaganya terbilang cukup setara dengan cengkraman tangan kanan tadi [ Sayangnya.....aku tidak mau kalah darimu Erich, bagaimanapun aku mau makan gratis!. ] 


Semangatnya seketika membara lagi saat memikirkan kembali, kalau taruhannya jika Eldania menang adalah mendapatkan makan gratis.


Eldania kemudian mengerahkan tenaganya dengan mengayunkan pedangnya ke arah kanan. Alasannya agar pedang Erich benar-benar tersingkir dulu dari hadapannya demi mendapatkan jarak dan posisi baru untuk menyerang dan di serang.


CRANGG........ ( Suara besi yang saling menyerempet. )


" Hah...hah...hah........ " Erich ikut alur posisinya, sehingga gerakan Eldania tadi membuat Erich ikut melompat mundur ke belakang.


Eldania kembali berkutat dengan pikirannya untuk terus menemukan cara agar bisa melawan orang ini.


" Hyah....!. " Eldania berlari ke arah Erich dan mencoba melakukan serangan pertamanya setelah beberapa waktu ini hanya terus menahan serangan dari Erich.


Eldania mengayunkan pedangnya dari atas, tapi Erich menahannya dan langsung menepisnya ke samping kiri. Tatkala posisi pedangnya kena tepis oleh Erich ke kiri, dari kiri Eldania kembali menyerangnya secara horizontal.


CTANG.........


Erich menghindarinya dengan menunduk, sebelum pedang itu menebas lehernya. Eldania benar-benar tidak membuat celah sebab dia meneruskan gerakannya dari arah kanan lalu ke atas.


CTANG..........

__ADS_1


Dan dari atas, Eldania menyerangnya lagi ke bawah. Membuat Erich sedikit terpental ke belakang. Tak hanya sampai di situ, Erich menyerang balik dari kanan ke atas, sehingga pedangnya dapat menangkis serangan lanjutan milik Eldania agar pedang ujung pedangnya meluncur ke bawah.


SRRREEKK........


Tidak membuat celah, Eldania mengayunkan pedangnya yang tadi sempat di tangkis dan meluncur ke bawah, untuk segera pindah ke posisi sebelah kiri menuju ke atas. Hanya saja Erich sedikit menunduk dan menurunkan pedangnya kiri bawah agar tidak tertangkis olehnya, sehingga Erich membuat gerakan lanjutan, ayunan pedang secara horizontal dari kiri ke kanan, karena targetnya adalah pinggang gadis itu.


SRAKKK........


[ Dia...monster ya. ] serangannya tadi tidak mempan sama sekali dan bahkan tidak terlihat tanda-tanda bajunya robek.


Dan Eldania yang baru saja di serang bagian pinggang sebelah kanan, segera mengayunkan pedangnya lagi dengan tangan kiri, dari arah kiri ke kanan dan kanan ke atas.


Secara Erich terpental ke belakang sejauh 8 m.


" Hyaahh.......!. "


Sebuah kesempatan besar, Eldania melompat ke arah Erich yang masih berjongkok dan mulai mengatur posisinya untuk berdiri, tapi Eldania langsung menyerangnya.


CTANG........


Erich dengan cekatan menangkis sambil melompat mundur dengan akhir bisa berdiri kembali.


Eldania lagi-lagi menyerangnya setelah lompatan tadi membuat diri nya dalam posisi jongkok. Erich, dia tidak tinggal diam begitu saja untuk istirahat, tapi dia gunakan untuk membuat serangan lagi dengan pedang dari posisi kanan lalu diayunkan ke atas.


CTANG....


Erich yang terpojok itu karena menangkis serangannya Eldania, membuat tubuhnya hampir terhuyung ke belakang. Tapi akhirnya Erich menahannya dengan posisi sedikit membungkuk, dengan pedang yang ada di tangannya digunakan sebagai tumpuan.


[ Serangannya...apa dia benar-benar perempuan?. ] pikir Erich saat memperhatikan tiap serangan yang Eldania berikan kepadanya sangatlah agresif. Sampai Erich terbesit sebuah pikiran kalau perempuan yang ada di depannya ini adalah seorang petarung jarak dekat.


Sebuah posisi kuda-kuda, Eldania mengacungkan pedangnya ke arah Erich dengan posisi di atas kepalanya.


Dua orang ini bersiap untuk pertarungan yang selanjutnya.


Berjalan berputar ke arah kanan.


Erich merentangkan tangan kirinya sedikit ke bawah, tapi pedang yang dia pegang dia acungkan sedikit ke atas.


Eldania kembali beraksi lagi, dia mengayunkan pedangnya dari atas ke samping kiri bawah. Erich menghindarinya dengan sedikit mundur ke belakang. Tapi Eldania melanjutkannya dari kiri ke samping kanan atas.


Nah dari kanan ke atas, balik lagi dari kanan ke kiri bawah.


Sebuah pertarungan sengit yang membuat mereka dalam posisi seimbang.


CTANG.......


CTANG.......


CTANG........ 


[ Dia boleh tahan juga. ] Tidak ingin ambil pusing lagi, bagi Eldania yang menginginkan makan gratis dan menginginkan sebuah kemenangan, membuat dirinya kembali semangat bahwa kesempatan seperti ini tidak boleh dilepaskan dengan mudah.


CTANG........


Eldania kini menahan serangan Erich yang baru di lancarkan.


" Hyah....." mengayunkannya lagi, dan lagi.


Dan saat melihat Erich hendak mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah secara vertikal, dengan ini...Eldania mengayunkan juga pedangnya dari bawah ke atas, membuat gerakan yang saling berlawanan. Tapi yang paling menentukan adalah, seberapa besar kekuatan yang dikerahkan....


CTANG.........!.


Dentingan terakhir dari dua pedang yang saling beradu, dan hasilnya...


SYUHHTT..........


Salah satu pedang di antara mereka terlontar ke atas, dan ...


KLONTANG..........


Jatuh di suatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2