
Tap……….Tap……...Tap……..
Suara langkah kaki yang kian mendekat itu lantas membuat Arga langsung bersiap dengan kehadirannya.
SREK…..
Tangan yang menepis salah satu sisi tirai yang dijadikan pintu masuk ke dalam tenda membuat seseorang langsung keluar dari sana. “ Kita pindah. “ Suara itu segera menyapa salah seorang ksatria yang sedang dalam kasus untuk diinterogasi.
[ Seperti biasanya. Saat dia serius, dia sangat keren. ] Batin Ernald. Sosok yang mendiami tubuh Arga, di samping jiwa Arga yang asli masih terkurung dalam alam bawah sadarnya.
Eldania….
Gadis itu berjalan memimpin Ernald untuk pindah tempat, pergi ke tempat yang lebih aman untuk berbicara empat mata.
Mereka berdua berjalan menyusuri tembok Helion. Dengan dalih patroli, mereka berdua sebenarnya pergi ke tempat yang jauh dari tempat mereka tinggal.
SYUHH……….
Angin malam lagi-lagi menjadi peneman mereka di samping adanya keheningan di antara mereka berdua. Tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua selama lebih dari lima belas menit berjalan. Yang ada hanyalah suara-suara alam dan langkah kaki dari mereka berdua.
[ Ini…..arah menuju danau. ] Batin Ernald.
Tapi Ernald tetap pergi mengekori gadis itu dari belakang.
Sampai tepat seperti dugaan dari Ernald barusan, Danau seluas lapangan sepak bola itu akhirnya menjadi tempat nyata untuk mereka berdua saling mengobrol satu sama lain.
Dan Eldania pun akhirnya berhenti tepat di tepi danau.
“ Jadi katakan. Siapa sebenarnya dirimu. “ pinta Eldania kepada Ernald.
Meski mempunyai praduga siapa sosok yang menjadi teman bicaranya saat ini. Tapi Eldania lebih suka jika bisa mendapatkan jawaban dari orangnya langsung.
SYUHH……..
Angin dingin itu seketika membawa mereka pada nuansa nostalgia.
Ernald memejamkan matanya sesaat. Dia mencoba menata hatinya dan kemudian memulai menjawab rasa penasaran yang ada dalam diri Eldania.
“ 14 Juni 2021. Apa kau ingat dengan tanggal itu? “
“...............” Eldania awalnya terdiam. Dia kemudian memutar tubuhnya ke belakang.
__ADS_1
Memangnya ada apa dengan tanggal 14 juni 2021?
[ Itu tanggal dimana aku terpaksa membantu seorang gelandangan yang sekarat karena dikeroyok preman. ] Pikir Eldania.
Eldania mengingat waktu dari tanggal yang disebutkan oleh Ernald.
Waktu itu, dia menemukan seorang anak laki-laki dengan tubuh kurus dan berpakaian compang camping di sebuah gang kecil pelosok kota.
Terlepas dari keadaan tubuhnya yang cukup memprihatinkan karena kurus kering dan terlihat banyak memar di tubuhnya, anak yang diselamatkannya itu justru merupakan anak blasteran.
Dan anak yang Eldania atau Alinda selamatkan waktu itu adalah Ernald.
Jadi dia benar-benar tidak pernah lupa dengan rambut pirang dan mata biru yang mirip dengan bulan biru yang pernah Eldania lihat untuk terakhir kalinya di kehidupan sebelumnya.
“ Di tanggal itu, kau menyelamatkanku. Al……..”
“ Sttt………..” Eldania langsung mendesis, menyela ucapan Ernald saat itu juga. “ Walaupun kau mengatakan itu, bukan berarti aku langsung percaya. Bisa saja kau adalah musuh yang mempunyai kekuatan untuk mencari seluk-beluk masa laluku.
Di dunia ini, banyak hal yang terdengar mustahil tapi nyatanya bisa dilakukan sesuka hati, karena adanya sihir. Jadi aku tidak bisa mempercayaimu begitu saja, walaupun kau mengatakan dirimu itu……., Ernald. “ Jelas Eldania sekali lagi, sembari menekankan nama Ernald dengan sedikit kuat.
Eldania masih ingat siapa itu Ernald. Tapi bukan berarti dirinya langsung mempercayai segala ucapan yang dilontarkan dari mulut laki-laki di depannya itu.
“ Dan...jangan panggil nama itu lagi. “ Eldania kembali mengingatkan laki-laki ini, agar tidak menyebutkan nama lamannya.
Eldania seketika merasa aneh sendiri, melihat laki-laki di depannya itu tiba-tiba saja tersenyum lemah. Itu adalah ekspresi dari seseorang yang baru saja merasa lega.
“ Apa-apaan dengan senyummu itu?“ Eldania merasa geli melihat pria yang biasanya berekspresi serius itu, baru saja mengumbar senyuman lembut padanya.
Ernald sedikit menunduk ke bawah, lalu menjawab. “ Aku hanya merasa lega. “ jawab Ernald. Tatapan mata sendunya tersirat perasaan bahagia dan juga sedih. “ Aku lega, karena aku bisa bertemu denganmu lagi, di dunia asing ini. Setidaknya aku tidak sendirian lagi. “ ungkap Ernald kepada Eldania dengan apa yang sedang dirasakannya saat ini.
“..............., bukannya kau ada Arga di dalam tubuh itu. Bagian mana yang dirimu itu sendirian?“ Sela Eldania dengan selamba.
“ Bukan itu maksudku!. “ Ernald berteriak kesal pada Eldania, karena gadis itu langsung memecah suasana harunya.
[ Dia memang Ernald yang aku kenal. ] Eldania hanya menyembunyikan perasaannya yang mulai sedikit percaya kepada seseorang yang ada di dalam Arga ini.
Ernald.
Dahulu, terkadang Eldania menyempatkan diri untuk mengusik Ernald sebagai bahan lelucon yang bisa membuat Ernald itu sendiri berteriak marah tidak suka. Dan keusilannya, menjadi bukti bahwa di depannya ini memang benar-benar Ernald yang dia kenal.
“ Kalau begitu, aku ada satu pertanyaan yang ingin aku ketahui. Bagaimana caramu mati? “ tanya Eldania dengan terus terang.
__ADS_1
Ernald seketika mengatur ekspresinya lagi.
“ ………………….., jika aku menjawab kalau aku kalah duel dengan Rudolf, apa kau percaya?“
“ Kalau itu...aku percaya. Karena pada dasarnya Rudolf memang lebih hebat darimu. “ jawab Dania dengan sangat jujur.
DEG…..
Ucapan tanpa perasaan, itu pun langsung mengacu pada Ernald yang kalah duel dengan Rudolf gara-gara beda pengalaman.
“ Jadi apa yang membuatmu duel dengan orang seperti dia? Aku saja malas meladeni orang sepertinya. “ Eldania menghela nafas pelan jika mengingat dari memori masa lalunya. Tidak bisa dihitung lagi berapa banyak dosa yang sudah diperbuatnya. Itu adalah pengalaman paling kelam.
Ernald menatap kearah lain sambil menjawab. “ Karena kamu. “
“..............? “ Isi kepalanya pun dipenuhi tanda tanya. [ Apa hubungannya antara aku dengan kematiannya? ] Eldania berpikir keras sesaat. Dan jawabannya adalah…….
Ernald sudah menyatakan rasa sukanya kepadanya pada malam itu, dan itulah yang menjadi pemicu kenapa Ernald duel dengan orang yang sudah membunuhnya saat itu.
Eldania terdiam dan berbalik. Memunggungi Ernald dalam jarak tiga meter itu.
“ Aku sebenarnya senang, ternyata ada orang yang aku kenal dari kehidupan sebelumnya. “ Eldania mulai mengungkapkan isi pikirannya.
Eldania mulai sedikit percaya bahwa orang yang merasuki tubuh Arga adalah Ernald yang dia kenal di kehidupan lalunya berdasarkan percakapan sesaat tadi.
“ Karena sudah bertemu denganku, berarti impianmu itu terwujud. Tapi sebaiknya sampai disini saja. “ tambahnya lagi. Eldania berkata demikian, sebenarnya untuk menjaga jarak dengan Ernald.
“ Apa maksudmu? “ Ernald terkejut, tiba-tiba mendapatkan ucapan seperti perpisahan.
Padahal belum lama bertemu, tapi akan berpisah secepat ini?!.
“ Kau selalu melakukan hal bodoh karenaku. Jadi aku pikir, lebih baik menjauhlah dariku. Lakukan hal yang kau suka, selain diriku. “ jelas Eldania sekali lagi.
[ Lagi?!] Ernald yang tidak terima dengan ucapannya yang punya arti lain untuk menjaga jarak, membuat Ernald tidak sungkan untuk menarik tangan Eldania. “ Itu tidak bisa. “
“ Kau punya kehidupanmu sendiri di dunia ini. Dan aku juga punya kehidupanku sendiri.
Aku ingatkan, bagimu waktu yang kau buang demi egomu itu bukan hal yang sia-sia. Tapi bagiku itu sangat disayangkan.
Kau menyia-nyiakan perasaanmu sendiri untuk orang lain yang bahkan tidak bisa membalas perasaanmu. Rubahlah pikiranmu itu. Selain itu…….” Eldania menjeling ke arah Ernald. Sosok yang merupakan penumpang tubuh milik Arga. “ Kau harus memikirkan orang lain yang ada di dalam tubuh itu juga. Kau sudah tidak sendirian lagi. “
“....................”
__ADS_1
Pelan-pelan Ernald melepaskan tangan itu. Dan membiarkan perempuan yang dia cari selama ini, pergi meninggalkannya sendirian di tepi danau itu.