Kesatria Eldania S2

Kesatria Eldania S2
28 : Eldania


__ADS_3

Dimana saat puluhan orang yang terkena mata mistik Durandal membuat mereka berubah menjadi manusia batu namun kini sudah kembali menjadi normal berkat air suci yang ada di danau, dan di saat mereka akhirnya sedang menikmati air suci dengan bebas tanpa ada yang menghalanginya, sebuah teriakan dari sumpah serapah segera menyadarkan mereka semua.


“ Tunggu!, ....kenapa kau menjatuhkanku disini?!. “ sebuah teriakan yang cukup menjadi alasan bahwa suara ini adalah suara milik perempuan menjadi pengisi kesunyian di tempat itu.


“ Siapa yang berteriak?. “ salah satu orang bertanya karena penasaran.


Dan ketika semua orang berhenti melakukan aktivitas mereka untuk minum lagi, mereka langsung mendongak ke atas, lalu air danau yang awalnya memperlihatkan ketenangan, dalam seketika itu juga…


BYURR…..


Airnya seketika menjadi ombak kecil, karena seseorang tiba-tiba datang dari langit dan langsung jatuh lalu masuk kedalam tengah danau begitu saja.


“ Siapa dia? “


“ Kenapa asalnya dari atas?“


“ Apa dia baik-baik saja?“


“ Jangan-jangan dia adalah bidadari jatuh yang datang untukku!. “ Teriak ksatria ini setelah sepasang matanya melihat, bahwa seseorang yang jatuh tadi adalah seorang perempuan. Satu kesimpulan yang sukses membuat semua orang terdiam begitu saja.


Tetapi tidak perlu waktu yang lama, seseorang bertanya dengan kalimat mencemaskannya. “ Dia belum keluar-keluar, jangan-jangan dia tidak bisa berenang?. “


“ Hei..bagaimana ini?. Danau ini akan tercemar jika dia berubah menjadi mayat tenggelam. Sana kau bantu dia. “ Sampai salah satu orang membujuk rekannya untuk menolong orang yang tadi masuk kedalam danau.


“ Kenapa bukan kau saja?! “ menolak perintahnya, karena tubuhnya masih terlalu lelah untuk berenang sejauh itu.

__ADS_1


Hingga perdebatan kecil itu, Duke Avrel langsung menyela. “ Bi--....” 


Namun ada yang lebih cepat untuk menyela ucapannya, yaitu Terrian. “ Aku saja. “ dengan wajah datarnya, Terrian mengutarakan niat baiknya itu kepada mereka semua, karena terlalu malas untuk mendengar perdebatan di antara mereka.


Tetapi belum apa-apa, seseorang yang hendak dia selamatkan sudah mengambang duluan. Tanpa perlu menunggu jawaban dari Duke Avrel, Terrian buru-buru menggunakan kekuatan sihirnya untuk menarik orang itu ke pinggir danau, karena dia tidak punya keahlian khusus untuk membuat seseorang terbang begitu saja.


Sampai satu menit kemudian, akhirnya orang yang tercebur itu sudah berhasil dipinggirkan.


Tetapi apa yang mereka lihat?


Ekspresi wajah tidak puas hati, marah, atau jengkel, itulah yang dilihat oleh mereka. 


“ ………………  “ tatap gadis ini, saat melihat wajah yang tak asing untuknya. [ Awalnya aku sedikit jengkel dengan Everst, tiba-tiba menjatuhkanku ke danau. Tapi saat merasakan airnya segar aku sudah tidak marah lagi karena secara kebetulan aku juga belum mandi. Padahal aku sedang senang bisa berenang mengambang seperti ini, tapi aku justru dihalangi seseorang yang mengira aku mati karena tubuhku sudah mengambang. ] pikir Eldania saat memikirkan semua orang yang salah mengira dengan tindakannya yang mengambang di air.


Eldania begitu tidak puas hati, saat sedang menikmati bisa berenang setelah sekian lama tidak berenang, Terrian justru menghancurkan kesenangan yang dimilikinya.


“............” Dania melirik Terrian dan berkata. “ Terima kasih. “ Namun Terrian hanya diam saja.


Eldania kemudian langsung memperbaiki posisi tubuhnya, sehingga dia sekarang berdiri dengan kedua kakinya.


“ Sebaiknya kau cepat keluar dari sana, karena danau ini bukan tempat yang tepat untuk berenang. “ tiba-tiba saja Duke Avrel mengutarakan perintahnya kepada Eldania agar bisa keluar dari danau secepatnya.


“ Kenapa bukan tempat yang tepat? Jika aku bisa berenang, dimanapun aku bisa melakukannya. “ Meskipun berkata demikian tetapi Dania hanya menurutinya saja, lagipula dia sudah merasa puas bisa merasakan sensasi dingin dari air yang dingin, segar, dan jernih itu. Tidak semua orang bisa mendapatkan hal itu, jadi hanya bersyukur secukupnya saja. [ Yang penting aku sudah mandi. ] 


Dalam hatinya dia tersenyum iblis. Karena sudah mengembalikan air danau seperti sedia kala ' tidak ada lagi air suci '  itulah yang dipikirkannya. Sekaligus untuk menghindari keributan yang tidak perlu, karena rencana cadangannya sudah di gunakan untuk mereka semua, yang tidak lain semua orang yang beberapa waktu lalu menjadi batu kini sudah berhasil di kembalikan seperti sedia kala.

__ADS_1


Eldania akhirnya keluar dari danau dalam keadaan basah kuyup, lalu pandangan matanya mencoba mencari keberadaan Evan. Tapi tidak terlihat batang hidungnya diantara mereka, jadi Eldania hanya terdiam saja.


[ Aku pikir dia disini, jika tidak ada, apakah sihir pelindung yang beberapa saat lalu muncul untuk melindungiku itu adalah miliknya? ] Eldania hanya terdiam sambil mencoba mendengarkan alasan dari pria itu mengusirnya.


“ Karena ini danau ini berisi air suci, jadi danau ini sekarang bukanlah tempat yang tepat untuk digunakan sebagai tempatmu berenang sesuka hati. “ Akhirnya Duke Avrel memberitahukan alasannya. Alasan kenapa dia memberikan sebuah larangan untuk gadis ini berenang, dan sekaligus untuk memberikan peringatan kepada semua orang yang ada di sana. 


“...................” Dengan diam membisu, Dania pergi begitu saja sambil membatin. [ Air suci apa? Jika bukan karenaku, kalian juga tidak akan bisa mendapatkan air suci di tempat sedekat ini. Tapi karena aku sudah memperkirakan akan menjadi sebuah masalah baru, makannya aku membuat air ini danau ini kembali normal. Tapi kelihatannya orang ini masih belum sadar dan mulai membanggakan dirinya sendiri karena danau ini termasuk masih kedalam wilayah kekuasaannya. ] Batin Eldania sambil menjeling ke arah mereka semua, namun langkah kakinya terus mengambil sebuah jarak untuk terus menjauhi mereka.


Irine yang sedari awal terus mencurigai siapa perempuan tersebut, langsung bertanya.


“ Yang mulia, siapa perempuan itu?“ Akhirnya setelah melihat perempuan asing itu sudah pergi, Irine langsung bertanya kepada Duke Avrel karena penasaran. 


Dia memang tahu nama perempuan itu adalah Eld, tetapi Irine tidak tahu apa-apa selain namanya itu dan merupakan seseorang yang berperan menjadi koki sementara untuk Duke, karena rumor bahwa masakannya yang enak membuat Duke jatuh hati pada masakannya. 


Terrian hanya memandangi dua belah pihak, antara Duke Avrel dan gadis itu. 


“ Dia adalah koki yang memasak semua makanan untuk satu minggu ini. “ Duka Avrel hanya menjawab seadanya, menghiraukan artian sebenarnya dari pertanyaannya Irine. [ Dia yang tadi pagi menunggangi kuda liar itu. Perempuan yang menarik, dia kelihatannya memang tidak sekedar punya bakat memasak saja. ] Sambil mendongak ke atas, dia melihat seekor burung elang yang terus terbang di atasnya, dan ini saat gadis itu pergi, burung itu ikut terbang menyusulnya. [ Burung itu lagi, apa berarti memang kemungkinan burung itu ada kaitannya dengan dia. ] Batin Avrel.


Sedangkan di tempat dimana Duke Avrel meninggalkan semua anak buahnya di pinggir danau, mereka semua di hujani rasa tertegun.


“ Jadi ini benar air suci? “ Tanya salah satu ksatria yang masih kurang percaya dengan pernyataan dari Duke Avrel tadi sebab bagaimanapun, danau ini sudah biasa digunakan untuk kebutuhan mereka semua, dan tidak ada yang begitu spesial.


Tetapi karena rasa penasaran yang di dapatinya, satu-persatu mereka mulai mencoba air danau itu lagi, dengan cara diminum langsung. 


“............” Terrian yang memandangi danau itu kembali, kini mencoba mengambil air tersebut dengan kedua tangannya sendiri, tetapi setelah dia sedikit merasakan air itu, dia langsung dibuat berpikir jernih lagi. [ Ini….., berarti gadis itu…… ] Menatap punggung Eldania yang kian menjauh, Terrian langsung sedikit mengambil sebuah pertanyaan sekaligus kesimpulan. [ Apakah ada hubungannya dengan orang itu?] 

__ADS_1


Terrian menebak adanya kaitannya Eldania dengan pria yang beberapa hari ini Terrian temui di hutan. Dan belum mengetahui situasi sebenarnya bahwa mereka berdua adalah orang yang sama.


__ADS_2